Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 97. Permintaan Maaf Reza.


__ADS_3

Zahra masih diam membisu berdiri menatap Reza orang yang secara tidak langsung menjadi penyebab Mamanya koma di rumah sakit.


Zahra tak menggubris perkataan Reza. Zahra malah berbalik meninggalkan Reza akan tetapi Reza mencegah dengan memegang tangan Zahra.


" Lepaskan tanganku." Pekik Zahra menarik tangannya lalu berjalan kembali meninggalkan Reza.


Reza mengejar menghalangi Zahra dari depan membuat langkah Zahra terhenti.


" Ra, aku mohon maafkan aku, Aku sadar kalau aku salah, seharusnya aku gak mengikuti permintaan Vivi untuk ikut membalaskan sakit hati Gilang. Ku mohon Ra maafkan aku." Reza memelas maaf dari Zahra.


" Aku udah maafkan Bang Reza. Sekarang urusan kita sudah selesai, jadi jangan ganggu aku lagi." Tegas Zahra.


" Tapi Zahra, bukan hanya mengharap maafmu, aku ingin menebus semua kesalahanku. Aku adalah lelaki yang paling bodoh karena sudah mencampakkanmu hanya demi wanita iblis seperti Vivi. Aku menyesal Ra, aku ingin minta maaf pada orang tuamu dan memohon restu agar aku di beri satu kesempatan lagi untuk menikahimu. Aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu Ra,"


" Apa aku gak salah dengar? " tanya Zahra geram.


" Tidak, aku beneran ingin menikah dengan mu. Kesalahan terbesar ku adalah mengecewakan mu hanya karena aku sakit hati. Dari awal kamu masuk kuliah aku sudah menyukaimu, berulang kali aku nembak kamu untuk jadi pacarku tapi kamu gak pernah mau. Dan disaat kamu lulus kuliah kamu malah tunangan dengan Gilang. Aku gak terima kalau aku ternyata kalah sama Gilang. aku rasa aku kebih baik darinya Zahra." Jelas Reza.


" Kalian berdua itu sama saja, gak ada bedanya, Aku malah sangat bersyukur karena Allah tidak membiarkan aku menikah dengan salah satu di antara kalian." Tegas Zahra lagi.


" Ra, Aku tahu kamu sangat marah, aku memang bodoh. Aku mohon, beri aku satu kesempatan lagi. Aku akan memohon pada orang tuamu agar merestui kita, dan aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu Zahra." Reza kembali meyakinkan Zahra.


" Cukup, aku tidak ingin mengingat luka lama. Semua yang terjadi antara kita adalah masa lalu dan sekarang sudah selesai. Jadi aku ingatkan jangan ganggu aku lagi."


" Zahra kamu jangan bohongi dirimu sendiri. Aku tahu kamu sangat sedih saat aku membatalkan pernikahan kita, aku melihat dari air matamu yang kamu keluarkan waktu itu. Sebenarnya kamu udah mulai mencintaiku kan Ra?"


" Ya, " jawab Zahra yang membuat Reza tersenyum senang.


" Waktu itu aku memang menangis, tapi bukan karena kamu menggagalkan pernikahan. Aku menangis memikirkan perasaan kedua orang tuaku yang telah berharap banyak pada pernikahan itu. Apa kamu tahu tuan Reza, aku menerima lamarannmu hanya karena mamaku yang berfikir mungkin aku akan bahagia setelah menikah, mamalah orang yang paling bahagia saat tahu bahwa anaknya akan dilamar. Aku sama sekali tak pernah mencintaimu." Zahra sudah sangat jengah melihat Reza, Zahra pergi meninggalkan Reza yang masih berdiri di tempatnya dan masih berusaha mencegah Zahra pergi.


" Zahra " Panggil Reza yang tak percaya dengan ucapan Zahra.


Akan tetapi Zahra tidak memperdulikan Reza, Zahra membalikkan dirinya memilih jalan membelakangi Reza, tetapi baru saja berbalik Zahra melihat Rey berdiri tidak jauh darinya yang pasti juga mendengar Reza memanggil nama Zahra.


" Pak Rey." Kata yang keluar dari mulut Zahra.


Rey melihat Zahra dan Reza baru saja berbincang tapi Dia tidak mendengarkan apa yang menjadi topik pembicaraan Zahra dan Reza karena Rey juga baru saja ingin menghampiri Zahra.


" Kalian udah saling kenal? Tanya Rey melihat Zahra berada di depan Reza.


" Saling kenal?" Zahra menatap Rey dan Reza secara bergantian, Zahra memastikan bahwa yang dimaksud itu adalah Reza jika benar berarti Rey juga mengenal Reza.


" Bapak kenal Dia? Zahra balik bertanya matanya menunjuk Reza.


Rey tersenyum.


" Tentu, Reza ini adik ku Ra,"

__ADS_1


Deg...


Jantung Zahra seakan berhenti mendengar pernyataan Rey bagaikan mendengar khalilintar yang menggelegar. Tubuhnya pun terasa lemas. Zahra gak pernah menyangka bahwa Rey dan Reza adalah abang beradik. Selama ini pun Zahra tidak pernah melihat Reza atau pun foto Reza di rumah Rey.


Zahra tak bisa berkata lagi, air matanya sudah hampir tumpah maka dari itu Zahra berlari meninggalkan Rey dan Reza.


" Ra tunggu.!" Panggil Rey tetapi Zahra terus berlari.


Rey hendak mengejar Zahra tetapi Reza mencegahnya.


" Bang Rey, ada yang ingin kukatakan pada abang." Panggil Reza.


" Nanti saja Za, " Rey berbalik kemudian melangkahkan kaki.


" Ini tentang Zahra bang." Sambung Reza cepat sebelum abangnya pergi.


Rey menghentikan langakahnya dan kambali menghadap Reza.


" Ada apa dengan Zahra?" tatapan Rey penuh dengan rasa keingin tahuan tentang Zahra, wanita yang sekarang ia cinta.


" Aku bersalah pada Zahra bang."


" Bersalah, maksudmu?"


" Aku pernah menipu Zahra Karena permintaan Vivi. Aku membawa orang bayaran untuk menyamar sebagai keluarga kita yang kemudian melamar Zahra. Tetapi saat pernikahan sudah di persiapkan aku malah membatalkannya."


Sebuah tamparan mendarat di pipi Reza meninggalkan bekas berwarna merah.


" Beraninya Kau berbuat sehina itu?" Rey menggertakkan giginya merasa sangat geram pada Reza.


" Aku sadar aku salah bang, dan aku udah minta maaf pada Zahra. Aku ingin memperbaiki semuanya. Setelah aku tahu kelakuan busuk Vivi sebenarnya aku berencana untuk langsung meminta maaf pada Zahra dan keluarganya berharap mereka mau memberikan aku kesempatan sekali lagi. Tapi abang malah mengirimku ke Jerman untuk mengurus bisnis di sana. Aku gak nyangka kalau ternyata kami malah bertemu disini. Tolong bantu aku bang aku sebenarnya dari dulu mencintai Zahra dan sekarang aku ingin menikah dengannya."


Rey kaget mendengar pernyataan Reza. Dari mata Reza, Rey melihat bahwa Reza beneran menyesal. Tapi Reza belum tahu kalau sekarang Zahra adalah istrinya dan hubungan mereka berdua baru saja terjalin baik.


" Nanti kita bicarakan lagi." singkat Rey lalu berlari keluar mencari Zahra.


Setelah kepergian Rey, Reza berjalan menuju Pelaminan tempat Kyara dan Farhan duduk. Kebetulan tidak ada tamu yang bersalaman dengan mereka.


" Hai, adek ku yang paling cantik. Selamat ya sekarang kamu udah jadi nyonya Farhan." sapa Reza berada di hadapan Kyara.


" Bang Eza!, Kyara kira abang gak datang." cibir Kyara Lalu memeluk Reza.


" Maaf kan abangmu ini karena gak bisa hadir di acara ijab kabul kalian di Indonesia, sebenarnya abang mau pulang tapi banh Rey melarang ya mau gimana lagi, kamu tahu sendirikan kalau bang Rey gak suka di bantah." Terang Reza.


" Bang Eza sih, buat masalah mulu. Untung aja Bang Rey mau bantuin kalau gak Bang Reza udah mendekap di penjara."


" Sudahlah jangan bahas itu lagi." jawab Reza malas.

__ADS_1


" Bang Reza, kayaknya abang juga harus nyusul kita ni, biar abang gak lemes lagi, jomblo terus, bang Rey aja sekarang kelihatan lebih bahagia sejak menikah. Dulu aku hampir gak pernah lihat bang Rey senyum tapi sekarang bang Rey udah berubah jadi mudah senyum." Sambung Farhan.


" Menikah apaan?" Tanya Reza dengan ekspresi datar karena tak mungkin itu terjadi.


" Maksud Farhan itu, abang harus cari istri juga kayak Bang Rey." cicit Kyara.


" Bang Rey udah nikah, kapan, sama siapa, kok bisa? kok abang gak tahu" tanya Reza tanpa spasi.


" Satu-satu dong bang nanyanya, Kyara bingung mana satu yang mau dijawab duluan." Kyara mencebikkan bibirnya.


" Kya, lo serius Bang Rey da nikah,"


" iya bang, malah bang Rey duluan nikah dari kita." Sambar Farhan menjawab pertanyaan Reza.


" Kok bisa, Bang Rey kan gak mau menikah, nenek aja da capek bujuk dia biar menikah tapi dia tetap gak mau."


" Ceritanya panjang bang, tapi intinya bang Rey itu setuju menikah hanya karena syarat yang diajukan nenek Farhan agar kami bisa menikah." jelas Kyara.


" Iya bang tepatnya pernikahan kontrak. Setelah tiga bulan mereka akan bercerai." sambung Farhan lagi.


" Oh begitu, tapi siapa wanita yang mau menikah seperti itu.?" Reza mengerutkan dahi tak percaya ada wanita yang mau menikah kontrak. pikirnya pasti hanya karena harta.


" Wanita itu sangat baik bang, dia juga gak menginginkan harta dan uang bayaran sama sekali."


" Ah mana mungkin ada wanita begitu zaman sekarang, pasti dia punya rencana licik buat ngeruk kekayaan keluarga Ardana." Reza memberikan senyum menyeringai.


" Aku ngerasa dia itu tulus mau bantu kita, karena dia hanya gak ingin pernikahan ku batal. jadi aku yakin dia gak seperti yang bang Eza bilang."


" Bener kata Kyara bang, gadis itu sangat berbeda, dan kurasa Bang Rey sudah mulai mencintainya." Farhan juga ikut menambahi.


" Iya, Kyara fikir juga begitu Bang Rey sepertinya udah mencintai istri kontraknya itu terlihat dengan perubahan besar yang terjadi pada bang Rey semenjak menikah."


" Benarkah itu, aku jadi penasaran sama wanita yang udah bisa buat Bang Rey berubah, sehebat apa sih dia." Reza masih tak percaya ada wanita yang biasa buat abangnya yang setahunya itu tak pernah tertarik dengan wanita manapun.


" Wanita itu sekretarisnya Bang Rey, namanya Zahra."


" Apa? Zahra? maksudmu Zahra yang tadi ada di sini? yang menggunakan hijab?" Tanya Reza memastikan bahwa Zahra yang di katakan Kyara adalah Zahra yang sama yang baru ia temui tadi.


" Bang Eza kenal sama Zahra? abang tadi udah ketemu ya sama Zahra?"


Reza mengangguk.


" Ya Abang tadi baru aja bertemu dengan Zahra, abang fikir tadi Zahra adalah saudaranya Farhan, ternyata dia malah istrinya Bang Rey, pantas saja tadi bang Rey mengejarnya." Reza memijit pelipis matanya karena merasa sedikit pusing, dia tak pernah menyangka bahwa sekarang Zahra adalah kakak iparnya. Tanpa berkata lagi Reza pun pergi neninggalkan Kyara dan Farhan.


" Bang Eza, kenapa pergi?" panggil Kyara, kemudian saling pandang dengan Farhan.


" Ada apa dengan Bang Eza, kenapa dia jadi lesuh gitu sayang." tanya Farhan.

__ADS_1


" Entahlah." jawab Kyara menaikkan kedua bahunya tanda tak mengerti dengan apa yang terjadi.


__ADS_2