
*** Butik milik Wulan
Arga sudah menerima pesan Wa dari mama mengenai pernikahan Zahra yang batal.Ia tidak ke toko mebel tetapi memilih menunggu papa, mama dan Zahra di butik istrinya.Arga sangat marah, ingin sekali memberi pelajaran pada Reza yang sudah berani mempermainkan hidup adiknya.
Setibanya di butik, Ulan menyambut kedatangan mertua dan adik iparnya,Ia keluar dengan menggendong daffa untuk bertemu kakek,nenek dan bunda Zahra yang Baru sampai.
"Assalamu'alaikum cucu nenek yang ganteng."buk Neha mengambil daffa dari gendongan Ulan.
"Waalaikumsalam nenek,
yuk masuk ma, pa" ajak Ulan.
Mereka semua masuk kedalam butik menuju ruang keluarga yang ada didalam butik tersebut. Di karenakan setiap hari Ulan membawa anaknya Daffa,jadi Arga bersama istrinya Ulan menyediakan sebuah kamar untuk beristirahat dan ruang keluarga untuk tempat bermain Daffa sekaligus tempat santai jika sewaktu-waktu ada keluarga yang datang.
Mama menyerahkan makanan yang sudah dimasak bersama Zahra kepada Ulan.
"Kok mama repot-repot sih bawa makanan seharusnya kan Ulan yang nyediakan malah terbalik." ucap Ulan tersenyum malu
"Gak apa sesekali, sini biar mama suapi Daffa itu tadi mama buatkan sop udang untuknya."
"Makasih ya ma, Pasti Daffa lahap makannya ni disuapi nenek,ya kan sayang," Ulan memegang dagu Daffa dan tersenyum .
Sementara Arga dan papa membahas tentang Reza. taklama kemudian Sasa datang masuk kedalam ruangan.
"Assalamu'alaikum " sapa Sasa masuk mencium punggung tangan mama Neha dan Ulan.
"Wa'alaikumsalam".ucap semuanya serentak.
Sasa duduk di sebelah Zahra,
"Cie yang mau nikah gimana udah selesai belum ngukur bajunya?, " Ledek Sasa yang belum tahu pernikahan zahra batal.
Mama dan Ulan saling berpandangan. sementara Zahra masih diam tak membalas ucapan sahabatnya Sasa.
"Mbak, Daffa da selesai makan kan?,Zahra pinjem Daffa dong mau ajak jalan-jalan sama sasa."
"Kalian mau kemana?" tanya mama Neha.
"Jalan ke mall aja tante biar Daffa gak kepanasan ya kan Daffa. " jawab Sasa sambil mencolek-colek Daffa.
"Kalian gak malu apa? jalan-jalan bawa Daffa ntar dikira emak-emak loh??" Sahut Ulan.
"Ya enggak lah mbak? Aku sih malah bangga bawa anak seganteng Daffa pasti orang-orang pada mikirnya aku hebat bisa nikah sama cowok ganteng anaknya aja tampan gini karna kalau di lihat akunya kan gak cantik kayak mbak Ulan hahaha... Jawab sasa lagi.
Mereka yang mendengar celotehan Sasa ikut tertawa.
"Ya udah, tunggu ya mbak gantiin baju Daffa dulu."
Mbak Ulan dan Daffa keluar dari kamar, Daffa sudah ganti baju ia terlihat semakin ganteng dengan setelan kaos lengan panjang liris hitam putih dan celana jeans serta memakai topi, Beneran comel bikin gemez.
"Kami berangkat dulu ya," Zahra menggendong Daffa lalu pamit mencium tangan mama,papa,mbak Ulan dan bang Arga. begitu juga dengan sasa yang ikut pamit hanya mencium tangan mama dan Mbak Ulan saja.
"Ini bawa mobil saja ra, kasian kalau naik motor nanti Daffa kepanasan," papa memberikan kunci mobil pada Zahra.
"Hati-hati ya jangan lama-lama mama masih kangen sama Daffa."sambung mama
__ADS_1
"Ok ma Assalamu'alaikum." Zahra,Daffa dan Sasa keluar dari butik Mbak Ulan.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullah.kembali mereka menjawab serentak.
#######
Sesampainya Di mall Zahra Dan Sasa membawa Daffa ke zona bermain anak.Di Sana Daffa sangat senang bermain kuda-kudaan, kereta api, wahana bola dan permainan anak lainnya. Daffa tidak rewel sama sekali, Setelah puas bermain mereka ke foodcourt mall untuk mengisi perut yang sudah terasa lapar.
"Sa, lo yang pesan ya! aku sama daffa duduk disini capek banget ya kan sayang, " Zahra memilih kursi posisi pojok pintu masuk foodcourt.
"Ok, lo mau pesan apa ra? "
"Capcai seafood aja nasi putihnya 1, minumnya jus orange, pesan kan puding 1 ya untuk Daffa!!"
"Ok tunggu bentar ya" Sasa berjalan menuju stand foodcourt.
###
Di mall yang sama Rey menemani nenek berbelanja.sebenarnya Rey tidak mau, tetapi dia juga tidak bisa menolak permintaan neneknya.
"Udahlah nek, kaki Rey Udah pegal,Rey juga da lapar ni, lagian belanjaan nenek kan sudah banyak begini," gerutu Rey menunjukkan belanjaan nenek yang sudah penuh di kedua tangannya.
"Kalau kamu lapar, kamu ke foodcourt aja dulu sekalian pesankan makanan kesukaan nenek, bentar lagi nenek nyusul. Nenek mau kesana dulu, ada yang mau nenek cari, mana tahu nenek nanti ketemu sama wanita cantik biar nenek jodohkan sama kamu." Nenek tersenyum meledek Rey yang sudah manyun dari tadi.
"Kalau nenek ngomong masalah itu lagi,Rey tinggali nenek disini." ucap Rey ketus berjalan menuju foodcourt.
di dalam foodcourt
"Mbak pesan steak 2 minumnya jus orange dan coffe latte cappuccino.
"Ya ampun ni cowok ganteng banget sih," batin mbak penjaga stand makanan yang tak berkedip melihat Rey.
" Eh iya mas mau pesan apa tadi?? jawab mbaknya gugup dan malu.
" Steak 2, juice orange 1, coffe latte cappuccino 1."ulang Rey lagi.
" Mau duduk di bangku nomer berapa mas?? Tanya si mbak lagi.
Rey melihat mencari meja kosong, matanya terhenti saat melihat wanita yang pernah menabraknya di danau tempohari. Rey pun memilih meja pojok yang mengarah ke meja Zahra.
"Meja nomer 22 mbak."
Rey berjalan menuju meja nomer 22, meja itu jauh dari zahra tetapi cukup jelas untuk melihatnya, Rey duduk menghadap zahra tetapi zahra tidak sadar kalau dia sedang di perhatikan.
Makanan pesanan zahra dan sasa pun datang mereka makan sambil berbincang. Daffa masih duduk di pangkuan Zahra.
"Ra, lo belum cerita kok bisa sih tiba tiba Reza ngelamar lo?? tanya sasa
"Maaf sa,aku belum sempat bilang ke kamu kalau aku gak jadi nikah sama Reza,
"What......??????" teriak sasa terkejut beberapa pengunjung melihat ke arah mereka.
"Lo bisa pelan dikit gak sih?? lihat tu banyak yang lihati kita?" gerutu zahra
"Maaf, habisnya lo si kemaren baru aja bilang dilamar Reza ini malah bilang gak jadi nikah gimana aku gak terkejut."
__ADS_1
"Iya kejadiannya baru semalam, ternyata bener dugaan mu sa, Reza sama vivi gak pernah putus, mereka berdua bekerja sama dengan Gilang mau balas dendam ke aku."
"Gilang mantan tunangan lo ra?? "
"Iya, dia sakit hati karna dulu gara gara kami gak jadi nikah mamanya meninggal, intinya dia pingin buat hal yang sama ke aku biar mama dan papa malu juga seperti mamanya."
"Ih jahat bener mereka ya, gua sumpahi mereka kecebur di got." celetuk sasa kesal
"Apaan si lo sa" zahra tersenyum.
"Tapi kan sa, di satu sisi aku seneng gak jadi nikah sama Reza dari awal juga aku bilangkan ke elo kalau aku gak yakin sama tu anak. Dan disisi lain aku sedih sa mikiri mama sama papa mereka pasti malu soalnya anaknya gak jadi nikah sampe dua kali pula.
"Lo yang sabar ya Ra, ehya ngomong - ngomong undangan udah di cetak kan ya?"
"ya tapi untungnya belum sempat disebar ." jawab zahra lagi.
"Sayangnya ya Ra,sampe dua kali pula udah cetak undangan." sasa terlihat sedih mendengar cerita Zahra.
"Iya Sa da rugi aku, besok-besok aku gak palah cetak undangan langsung nikah aja, " sambung Zahra tertawa kecil.
"Wus... kamu ini Ra,ntar diaminkan malaikat baru tahu!!"
"Emangnya ada ya malaikat di mall bukannya Mereka di masjid.hehehe......."
"Bener juga ya hehehe......" mereka berdua tertawa lepas seakan akan tak ada beban.
dari kejauhan Rey tanpa sadar ikut tersenyum melihat tawa zahra padahal dia tak mendengar apa pun yang dibicarakan Zahra dan sasa.
*ge*brak.........
hei anak muda jangan lari kamu???
Zahra dan sasa melihat seorang nenek disenggol seorang pemuda yang setengah berlari terburu-buru. Nenek itu tidak terjatuh tetapi barangnya berserakan.
"Sa kamu pegang Daffa duluya Aku bantui nenek itu dulu." Zahra memberikan Daffa kepada Sasa. Ia berjalan menuju nenek untuk membantu mengambil belanjaan yang berserakan di lantai kebetulan jarak duduk mereka dengan nenek itu sangat dekat.
"Nenek tidak kenapa-napa kan? ini nek belanjaannya?" Zahra memberikan belanjaan nenek yang sudah di kutipnya tadi.
"Cantik sekali gadis ini" batin nenek yang sedari tadi diam saat melihat zahra.
Zahra tersenyum lalu pergi meninggalkan nenek menuju Sasa dan Dafa. nenek masih terus melihat Zahra.
Zahra mengambil Daffa yang sudah mulai menangis karna sudah mengantuk.Sasa dan Zahra ke kasir untuk membayar makanan mereka. meja kasir dekat dengan meja Rey tapi Sasa dan Zahra tidak melihat Rey karena sibuk membujuk Daffa yang masih menangis.
"Cup cup cup sayang jangan nangis lagi dong kan da bunda gendong, tadi tante Sasa jahat ya, nanti bunda pukul ya tante Sasanya,," Zahra masi membujuk Daffa sambil berjalan keluar foodcourt.
Rey mendengar saat Zahra membujuk Daffa.
"Seperti nya aku pernah lihat teman wanita itu tapi dimana ya?" batin Rey mengingat Sasa, dia merasa pernah melihat Sasa sebelumnya tetapi masih tidak ingat.
Nenek sudah duduk di depan Rey tetapi Rey masi dengan pikirannya.
" Rey apa ini punya nenek? tanya nenek menunjuk steak yang ada di depannya.
i.. i.. ya nek jawab Rey gugup terkejut melihat nenek yang sudah duduk di depannya.
__ADS_1
"Rey kamu lihat tadi nenek di tabrak orang terus nenek dibantu gadis cantik, sayangnya nenek lupa ngucapkan terima kasih dan menanyakan namanya. Nenek berharap semoga bisa ketemu lagi sama itu gadis. mudah mudahan kamu kelak dapat istri seperti gadis tadi udah cantik sholeha pula"
Rey hanya diam mendengar curhatan nenek. Biasanya kalau nenek menyinggung masalah istri Rey pasti marah-marah tapi tidak untuk hari ini.