Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 37


__ADS_3

Zahra sudah selesai bersiap. Ia menggunakan gamis warna salem dengan jilbab syar'i membuat penampilannya semakin anggun dan mempesona.


Zahra berjalan menuju tempat Very dan Rey duduk. keduanya terpukau dengan kecantikkan Dan keanggunan Zahra.


" Sudah selesai pak, 15 menit. lewat 10." kata Zahra tersenyum manis.


Rey terpaku, matanya tak berkedip melihat kecantikkan Zahra ntah apa yang ada di pikirannya.


" Zahra kamu Cantik sekali, terlihat anggun mengenakan gamis itu." puji Very.


" Makasih pak. " Zahra tersenyum. " sudah selesaikan pak? yuk kita pulang. " ajak Zahra.


" Kamu gak makan dulu Ra? " tanya Very lagi.


" Tadi udah pak di dalam sambil bersiap. " Zahra menjawab masih dengan senyuman manisnya.


Very berdiri dari duduknya sedangkan Rey masih dengan pikirannya memandang Zahra.


" Pak Rey, bapak masih betah di sini? " tanya Zahra yang melihat Rey masih duduk di kursi seraya melihat dirinya.


" Eh, ..ya..emh ayuk kita pulang sekarang. " Rey tersadar dari lamunannya ia pun berdiri.


Mereka berpamitan dengan mamanya Zahra.


" Ma kita berangkat ya, ntar kalau Zahra cuti Zahra pasti pulang lagi. " Ucap Zahra memeluk mamanya.


" Iya sayang, kamu hati-hati ya di sana. jangan telat makan dan jangan tidur larut malam. Sampein juga salam mama ke mamanya Sasa." Lanjut mama.


" Siap mom. " Jawab Zahra.


" Tante kita pamit dulu, makasih baksonya tan,baksonya enak banget pantas aja terkenal, lain kali kami mampir ke sini lagi boleh ya tan?"


" Boleh dong nak Very, tante malah senang kalau kalian bisa sering mampir. tante titip anak tante ya. "


" Mama ni apaan sih, emangnya Zahra barang apa, pake di titip -titip segala. " Zahra memanyunkan bibirnya.


" Ya kan maksud mama, di titip sampai tujuan dengan sehat dan selamat tidak kurang satu apapun. " canda mama menggoda anak gadisnya.


" Tante jangan khawatir kami akan antarkan Zahra pulang dengan selamat sesuai keinginan tante. " Sambung Rey.


" Makasih ya nak Rey, nak Very."


" Iya tante. " jawab keduanya konpak.


" Kalian Hati - hati di jalan ya. "


Mobil mereka pun meninggalkan pelataran kafe bakso milik keluarga Zahra. di dalam mobil Rey penasaran dengan bungkusan yang di bawah Zahra seperti nya itu bungkusan bakso.


" He gadis ceroboh, lo bungkus bakso ya,?" tanya Rey ketus.


" Iya, emang bapak mau? " Zahra menoleh ke belakang tempat Rey duduk.


" Lo bohong ya, tadi kamu bilang da makan kok bungkus.apa jangan-jangan itu untuk stok nanti malam. " Ejek Rey tersenyum sinis.


" Bapak Rey yang terhormat saya tidak bohong, ni bakso untuk sahabatku Sasa bukan untuk stok nanti malam. Bapak mengerti. " Zahra menunjukkan senyum kesalnya.


Rey tersenyum melihat senyum Zahra. ia sengaja membuka obrolan agar bisa melihat wajah Zahra yang kini menjadi candu nya.


" Kalau mau bawa makanan untuk Sasa kan kita bisa beli di sana aja Ra, jadi gak dingin. "Very melihat Zahra dan kembali fokus mengemudi.

__ADS_1


" Sasa tu suka sekali pak sama bakso buatan mama, dulu waktu kuliah setiap pulang pasti saya bawain. Lagian bakso sama kuahnya juga di pisahin ntar tinggal di panasi aja pak."


" Oh iya juga ya. "


Zahra dan Very terus saja ngobrol berbeda dengan Rey yang memejamkan matanya tetapi pikirannya kembali mengingat cerita Mama Neha dan kejadian saat mereka berdua pertama kali bertemu di danau Mauntara.


 


#######


 


5 Hari kemudian di Kantor Ardana Grup.


" Lo kenapa Sa, senyam senyum gitu. " Zahra menghampiri tempat kerja Sasa.


" Aku lagi seneng ni Ra, tadi pagi pak Very nyapa aku, dia bilang aku kelihan cantik hari ini. Aduh senengnya aku Ra, jantungku rasanya kayak dangdutan. " Sasa meletakkan kedua tangannya di dagu dan tersenyum bahagia.


" Lo ni sebenarnya suka sama pak Rey apa pak Very sih, kemaren aja puji-puji Pak Rey, detak jantungku lah, pujaan hati kulah, lelaki idaman lah, bla... bla...bla.... eh ini malah ngayalin pak Very. " ujar Zahra duduk di samping Sasa.


" Dua duanya aku suka Ra, " tapi ngejar pak Rey itu percuma, buk Lani yang bening gitu aja di cuekin apalagi aku. Setahu aku ni ya Ra, pak Rey itu gak mau menikah karena dia trauma dengan masa lalu mamanya yang di khianati sama ayahnya gitu, sampe akhirnya mereka berantam di perjalanan sehingga terjadilah kecelakaan yang menewaskan mama dan papanya. Waktu itu pak Rey masih SD. "


" Oh jadi orangtuanya pak Rey udah meninggal ya, kasian pak Rey. pantesan dia dingin begitu. ternyata kurang kasih sayang."


" Iya Ra, pak Rey dan adiknya diasuh oleh nenek mereka, adik tiri pak Rey juga tinggal bersama dengannya. "


" Lo ini ya Sa kalau gosip dapet aja beritanya." ledek Zahra.


" Ya namananya juga bos pastilah gosipnya di mana mana. tapi Ra emang sampai Sekarang kata orang kantor, pak Rey gak pernah terlihat bawa cewek, dia jomlo sejati hehehe.....jadi bagusan aku ngarep dapati cintanya pak Very. pak Very kan juga cogan, tipe suami idaman, humoris pula pokoke sempurna dah. Sepertinya aku udah beneran jatuh cinta deh sama pak Very soalnya kalau dekat dengan dia jantungku rasanya berdebar debar. Ya Allah buat pak Very jatuh cinta juga dong sama aku. Aamiin." Sasa mengangkat tangannya dan mengusap ke wajahnya seperti biasanya orang berdoa.


Zahra tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu.


 


 


 


Very masuk ke ruangan Rey.


" Rey, siang ni Zahra gak lagi banyak kerja kan? "


" Tidak, emang kenapa? " Jawab Rey masih fokus dengan pekerjaannya.


" Siang ini aku izin bawa Zahra keluar ya Rey. satu malaman aku gak bisa tidur mikiri Zahra terus. "


" Lalu apa hubungannya dengan membawanya keluar kantor ni hari. " Rey memandang tajam ke arah Very.


" Aku mau nembak Zahra, aku sudah menemukan gadis yang ku cari selama ini. inilah saatnya aku harus melepas masa lajangku. aku yakin mungkin Zahra jodoh yang tepat dikirimkan Allah untuk ku Rey. Aku ingin tidur nyenyak ini malam dan aku berharap Zahra akan menerimaku. Doakan saudara mu ini ya agar mendapatkan gadis yang di cintai. " Very memukul pundak Rey.


Rey tak mampu berkata-kata hatinya terasa perih mendengar ucapan Very. Tapi bibirnya juga tak mampu mengeluarkan kata untuk mencegah Very membawa Zahra hari ini. Rey hanya bisa terdiam melihat Very berjalan dengan sangat semangat meninggalkannya di ruangan itu.


 


 


Very mencari Zahra di ruang kerja Zahra tetapi ia tak menemukannya. Kemudian Very berjalan menuju meja kerja Sasa.


" Kamu di sini rupanya Ra, saya cari di ruangan mu tidak ada."

__ADS_1


" Bapak mencari saya? ada apa pak? " Tanya Zahra.


" Sekarang kamu ikut saya, kita ada kerjaan di luar. "


" Saya ambil tas dulu ya pak!"


" Baiklah saya tunggu di depan. " Very berjalan kembali sebelumnya ia tersenyum manis dengan Sasa yang sedari tadi melihatinya.


Setelah Zahra mengambil tas nya di ruang kerja ia segera meuju parkiran dan saat melewati Sasa.


" Ra, jagain pak Very buat gua ya, lo jangan macam-macam. " Teriak Sasa.


Zahra berhenti. " Aku gak janji ya Sa kayaknya kita bakal sainggan ni. " ledek Zahra.


" Sialan lo Ra, "


" Hahaha... da Sasa.. " Zahra berjalan meninggalkan Sasa, mereka memang selalu bercanda.


 


 


Very membawa Zahra ke Wahana bermain.


" Pak, kita kok kemari? tapi tadi bapak bilang ada kerjaan. "


Very tersenyum. " Sebenarnya saya lagi jengah dengan segudang pekerjaan Ra, jadi saya ingin refreshing sejenak kan gak enak juga kalau sendirian kemari makanya saya ajak kamu. "


" Tapi pak bagaimana kalau pak Rey tahu di jam kerja saya malah jalan jalan sama bapak."


" Tenang saja saya udah minta izin kok sama Rey, gimana kalau kita makan es krim? " ajak Very.


Zahra mengangguk. mereka berdua pun duduk di warung penjual eskrim yang berada di Wahana bermain itu.


" Bapak dan pak Rey yeman sekolah ya? " tanya Zahra lalu memasukkan eskrim ke dalam mulutnya.


" Bukan hanya teman sekolah, tapi teman dari kecil kami juga saudara sepupu, mama saya dan almarhum ayah Rey abang beradik." jelas Very.


" Oh pantesan terlihat akrab sekali.


Selesai makan eskrim mereka lanjut bermain wahana, Seperti Halilintar, kora-kora, kereta gantung dan masih banyak permainan yang mereka cobain. Zahra sangat senang terlihat dari pancaran wajahnya yang selalu tertawa ceria. Very pun merasakan hal yang sama ia sangat bahagia bisa dekat dengan Zahra apa lagi bisa melihat senyum tawa Zahra gadis yang kini ia cintai.


" Gimana Ra, kamu senang? " tanya Very.


" Sangat pak, makasih ya pak udah mau ngajak saya." senyum Zahra tak berhenti karena ia sangat bahagia.


" Pak Very sangat baik pantas saja Sasa menyukainya. pasti banyak wanita yang juga menyukai pak Very. Selain ganteng, baik, lembut, humoris dan perhatian, berada di dekatnya sangat nyaman berbanding terbalik jika dengan pak Rey, bos sombong dan galak itu. aduh kenapa aku jadi ke inget pak Rey sih buat mood ku jadi buruk aja." batin Zahra.


" Ra kita istirahat di sana dulu yuk? " ajak Very menunjuk sebuah kursi panjang di tengah taman bunga.


Kini Zahra da Very duduk bersampingan napas Zahra masi terengah-engah karena kecapean naik Wahana yang sangat menegangkan dan seru baginya.


" Ra ada yang ingin Saya katakan ke kamu. " kata Very serius.


Zahra memiringkan sedikit posisi duduknya dan memandang Very.


" Bapak mau bilang apa? "


" Saya mencintai mu Ra, dari awal kita berjumpa saya sudah menyukai mu, aku ingin menjalani hidupku bersama mu Zahra, kamu mau kan menjadi Istriku?" Ucap Very.

__ADS_1


 


 


__ADS_2