Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 88. Rencana Nenek.


__ADS_3

Satu hari sebelum keberangkatan Nenek ke Brunai, Nenek menelpon Rey tetapi tetap tidak ada jawaban. Nenek pun tidak tahu di mana keberadaan Rey.


Nenek mengirimkan pesan WA pada Rey.


" Rey hubungi Nenek sekarang, ada yang ingin nenek katakan, penting tentang Zahra." pesan terkirim ke Rey.


Pesan WA terlihat dua centang berwarna biru bertanda Rey telah membacanya. Dalam hitungan detik Ponsel nenek berdering tanda panggilan dari Rey.


" Assalamualaikum, Rey." Jawab nenek.


" Waalaikumsalam. Nenek mau bicara apa? " Tanya Rey.


" Kamu di mana?."


Rey gak menjawab pertanyaan nenek.


" Kamu gak kasian lihat Zahra, dia mencari mu, Nenek gak mau tahu sekarang Rey harus pulang, besok nenek akan ke Brunai. Kalian berdua juga harus kesana nenek akan siapkan tiketnya." Titah Nenek.


" Nek Rey pasti akan datang tapi tidak dengan Zahra." Ucap Rey.


" Kenapa? Zahra juga harus hadir di resepsi pernikahannya Kyara jika tidak neneknya Farhan pasti akan curiga."


" Zahra tidak perlu datang, karena Rey akan jujur ke neneknya Farhan mengenai pernikahan Rey dan Zahra. dengan begitu kami akan bisa bercerai lebih cepat." Jawab Rey.


Nenek terkejut mendengar Perkataan Rey.


" Nenek gak mau tahu pokoknya Zahra juga harus datang, nenek udah siapkan tiket kalian. Tiket Rey akan nenek titip ke bibik. jika lusa sampai jam tiga Rey gak ambil tiket itu maka nenek akan suruh bibik memberikannya pada Verry biar Zahra pergi bersama Verry saja. Dengar Rey, Nenek menyayangi Zahra. Zahra cucu nenek dan akan tetap jadi cucu nenek selamanya. jika Zahra tidak bersamamu nenek akan buat Zahra bersama Verry." bib.... Telpon terputus.


" Nek..." Rey tahu neneknya marah sehingga memutus telpon begitu saja.


Ting...


Pesan WA masuk ke ponsel Rey. Pesan Dari Lita.


" Ibu Zahra sekarang lagi makan siang di Restoran dengan mas Verry pak."


Rey menarik nafas panjang, melepaskannya dengan kasar rasa cemburu itu masih sangat besar di hati Rey. Rey menugaskan seorang karyawannya untuk menemani Zahra selama ia pergi, mengurus semua keperluan di Apartemen dan menjadi sopir untuk Zahra serta mengawasi Zahra sehingga setiap saat bisa memberi kabar pada Rey. Terakhir saat di Bandara Lita memberi kabar bahwa dia tidak jadi mengantar Zahra ke Bandara karena Zahra diantar oleh Verry.


 


*****


 


Rey dan Zahra keluar dari Bandara mencari orang yang akan menjemput mereka. Sesuai dengan janji Kyara, mereka akan di jemput oleh supir keluarga Farhan.


Lama menunggu, Rey menelpon Kyara tetapi tidak di jawab. Rey pun menghubungi Nenek.


" Assalamualaikum." jawab nenek.


" Waalaikumsalam, Nek, Kyara mana?"


" Kyara lagi keluar dengan Farhan emangnya kenapa Rey mencari Kyara."


" Nek sopir yang menjemput kami mana kok belum kelihatan,aku dan Zahra udah hampir satu jam di Bandara, belum ada yang jemput ." Jelas Rey.


Nenek tersenyum sendiri.


" Maaf Rey, sopir yang akan menjemput kalian tiba- tiba anaknya sakit makanya dia gak jadi jemput mungkin Kyara lupa memberitahukannya ke kamu."


" Lalu bagaimana dengan kami Nek?."


" Ya kalian naik taxi aja." Saran nenek.

__ADS_1


" Nenekkan tahu aku gak biasa satu mobil dengan orang yang gak di kenal."


" Ya udah kalau begitu kalian cari hotel saja untuk malam ni. Besok pagi baru nenek akan minta Farhan agar mengirim supir untuk menjemput kalian berdua. Udah dulu ya Rey nenek lagi sibuk ni, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam." Rey memandang ke arah Zahra.


" Nenek bilang apa pak?" tanya Zahra.


" Supir Farhan gak jadi jemput, anaknya sakit."


" Kalau begitu Kita cari taxi aja pak." saran Zahra.


Rey berjalan ke sisi kanan pintu masuk bandara, yang dia tahu di sana banyak merentalkan mobil.


Sementara nenek tersenyum lebar, rencananya membawa Zahra dan Rey berhasil.


" Nenek tahu kalian berdua sebenarnya saling mencintai tapi sama sama gengsi untuk mengakui, maka dari itu butuh seseorang untuk menyatukan kalian. Dan neneklah yang akan menjadi orang itu." Nenek tersenyum puas dia berharap rencananya kali ini membuat Rey dan Zahra tidak akan bercerai.


Nenek sengaja membeli tiket keberangkatan jam Tujuh malam, dan nenek sendiri yang menyuruh Kyara agar tidak mengirim sopir dengan tujuan agar Rey dan Zahra bermalam di hotel karena nenek sangat kenal Rey yang gak pernah mau naik taksi kecuali sangat mendesak. Bermalam berdua di Hotel mungkin akan membuat mereka saling menyatakan cinta.


Tetapi rencana nenek tak seperti yang ia pikirkan, Rey bukannya mencari hotel malah merental satu unit mobil. Mereka menuju kediaman Farhan dengan menggunakan mobil yang sudah di Rental.


" Pak kenapa gak naik taxi aja sih, kan bapak gak perlu capek- capek menyetir." tanya Zahra di dalam mobil.


" Tidak semua orang bisa dipercaya termasuk sopir taxi " Jawab Rey.


Zahra memajukan bibir bawahnya, ya gak heran sih pak Rey emang selalu memperkerjakan orang kepercayaannya sampai-sampai yang menjadi sopir Zahra saja seorang manager di perusahaan cabang miliknya.


Satu jam berlalu hujan seketika turun sangat lebat. Mobil Rey kini melaju di jalanan sepi jauh meninggalkan kota hanya ada beberapa Rumah warga yang jaraknya juga agak berjauhan tidak sepertI Rumah di perkotaan yang saling berdempetan.


Rey meminggirkan mobilnya ke tepi.


" Kok berenti Pak?" Tanya Zahra.


" Aku cek dulu " Ucap Rey lalu keluar dari mobil dan memeriksa bagian mesin.


Rey masuk ke mobil lagi lalu kembali menstater mobilnya tapi tetap gak mau hidup.


" Kenapa pak?" Tanya Zahra lagi.


" Mobilnya mogok."


" Lalu gimana dong." Zahra mulai khawatir bagaimana tidak sudah hampir jam 12 malam jalanan juga sangat sunyi di tambah hujan deras, mobil mogok lengkaplah sudah.


Rey menelpon agen tempat ia merental mobil, memberitahukan bahwa mobil yang mereka rental mogok.


" Kita tunggu sebentar Ra,mereka akan mengirimkan montir untuk memperbaiki mobil ini." Kata Rey menenangkan Zahra yang mulai panik.


Mobil sudah di lengkapi GPS, jadi tidak butuh waktu lama untuk menemukan lokasi mobil.


Rey keluar menemui montir mengecek kenapa gak bisa hidup. Setelah itu Rey kembali masuk ke mobil dengan baju yang sudah basah.


" Ra, mobilnya harus di derek, mereka bilang kita harus cari penginapan malam ini. besok pagi mereka akan kirimkan mobilnya."


" Pak kita mau cari penginapan di mana di dekat sini? Rumah warga aja jaraknya jauh-jauhan." cicit Zahra.


" Gak ada cara lain kita harus numpang di rumah warga. Kamu tunggu di sini dulu nanti kalau udah ada yang ngizini kita menginap di rumahnya baru aku jemput kamu."


" Aku ikut pak."


" Ra. hujannya sangat deras nanti kamu basah."


Zahra gak menghiraukan ucapan Rey, Zahra keluar dari mobil. " Yuk Pak" akhirnya mereka berlari menuju rumah salah satu warga.

__ADS_1


Di depan sebuah rumah, Rey mengetuk pintu. pintu pun di buka yang empunyanya.


" Ada apa? " tanya pemilik rumah sedikit galak.


" Maaf pak mengganggu malam-malam. Mobil kami mogok, dan harus di derekke bengkel terdekat untuk di perbaiki. Bisakah malam ini kami menumpang di rumah bapak." Tanya Rey sopan menunjukkan mobil mereka yang rusak.


" Maaf tapi rumah kami bukan penginapan." pintu di tutup.


Rey mengangkat bahu melihat Zahra.


" Kamu disini aja ya Ra, nanti kalau penghuni rumah itu ngizini numpang di rumahnya baru aku panggil." kata Rey.


Zahra memggeleng." Ikut." cicit Zahra lagi.


Rey membuang nafasnya kasar, " yuk" ajaknya memegang tangan Zahra berjalan menerobos hujan menuju rumah warga di sebelah rumah yang baru mereka datangi.


Di rumah yang ke dua, pemilik rumah pun tidak mengizinkan mereka menumpang begitu seterusnya sampai di rumah yang terakhir yang ke enam mereka datangi.


Rey melihat Zahra yang sudah basah kuyup gemetaran. Rey mengetuk pintu Rumah.


Seorang lelaki yang kira-kira usianya sekitar lima tahun lebih tua dari Rey membukakan pintu.


" Assalamualaikum pak " Rey memberi Salam.


" Waalaikumsalam" jawab pemilik rumah.


" Maaf Pak kami mengganggu malam-malam begini, Tapi kami butuh bantuan bapak."


" Bantuan apa?"


" Begini pak,mobil kami rusak itu lagi mau di bawa ke bengkel. Jadi malam ini kami ingin bermalam di rumah bapak karena di sekitar sini gak ada penginapan." jelas Rey sopan.


Pemilik rumah itu melihat mobil Rey yang lagi di derek lalu melihat Rey dan Zahra bergantian.


" Pak Istri saya sudah sangat kedinginan, tolong pak hanya rumah ini yang tersisa, sebelumnya tak ada yang mau ngizinkan kami menumpang di rumah mereka, saya bersedia membayar biaya sesuai yang bapak minta." Sambung Rey lagi.


Zahra hanya diam saya, dia sudah sangat kedinginan, bibirnya sudah membiru gemetaran. Udara sangat dingin berbeda dengan hujan di tempat mereka.


" Sebentar ya. " Pemilk Rumah masuk ke dalam memanggil istrinya. Taklama dia keluar lagi bersama istrinya. Seorang wanita bertubuh mungil melihat Zahra yang sudah sangat kedinginan. Masuklah saya akan tunjukan kamar kalian."


" Ra, aku ambil koper kita dulu ya." Kata Rey, Zahra mengangguk. Saat Rey menoleh ke belakang ternyata mobil yang mereka naiki tadi sudah di tarik dan sudah gak terlihat lagi.


" Ayuk masuk, nanti kalian pakai baju kami saja." Ajak istri pemilik rumah dengan ramah.


Di dalam rumah mereka dibawa ke sebuah kamar tamu yang di dalamnya ada kamar mandi.


" Ini kamar kalian sebentar ya saya akan mengambilkan baju ganti untuk kalian berdua."


bersambung.......


 


 


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Tunggu up nanti malam ya.....


Sabar readers yang cepat itu mie instan enaknya bikin nambah 😂😂


Jangankan Readers, author aja yang nulis geregetan lihat Zahra dan Rey ntah kapan bersamanya. tapi halunya Author belum dituangkan semua masih akan ada konplik yang akan mebuat airmata tumpah, hidup gak seperti cerita novel yang endingnya selalu bahagia.


Makasih yang udah setia nunggu Author. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2