Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 39


__ADS_3

Di Cafe Vano.


Very, Zahra dan Sasa turun dari mobil mereka masuk ke dalam Cafe dan di sambut oleh Vano.


" Selamat datang Ver,Zahra dan emh... "


" Sasa pak. " Sambung Sasa memotong pembicaraan Vano dengan tersenyum.


" Ayo silahkan masuk nikmati makanan dan minumannya ya." ujar Vano


" Sip." Jawab Very, ketiganya memilih duduk di dekat panggung Band yang menghibur pengunjung Cafe.


Ternyata Lani dan Jeny juga di undang Vano, mereka terlebih dahulu datang.


" Buk lihat si Zahra dan Sasa di sini juga, sepertinya mereka barengan sama pak Very." ucap Jeny.


" Lo beneran Jen kayaknya tu anak makin melunjak, gimana kalau kita kerjain. " ujar Lani.


" Tapi buk gimana nanti kalau pak Rey tahu, kita bakal kena masalah buk, apalagi seperti nya pak Rey sangat peduli sama Zahra. "


" Lo tenang aja kita harus cari cara cantik agar Zahra kita permalukan, tapi gimana caranya ya. " Lani memegang pipi nya, memikirkan cara untuk mempermalukan Zahra.


" Gimana kalau kita suruh aja Zahra nyanyi buk, Zahra itu gak pande nyanyi kalau kita panggil dia ke panggung pasti semua bakal tertawa melihat dia nyanyi. "


" Lo yakin Jen, Zahra gak bisa nyanyi?"


" Iya buk, tempo hari aku pernah lihat pak Very ngajaki Zahra dan Sasa karokean tapi Zahra nolak dengan alasan dia gak bisa nyanyi. Lagian kalau dia emang hoby nyanyi pasti dia mau buk apalagi yang ngajak cowok ganteng seperti pak Very siapa sih yang bisa nolak. "


" Emh bagus juga ide lo Jen lagian Rey itu kan suka banget sama musik pasti dia langsung gak suka lihat Zahra yang bakal nyanyi dengan suara cempreng dan di ketawain para pengunjung. " Lani tersenyum licik.


" Tapi gimana caranya buk kita bisa buat Zahra naik ke panggung untuk menyanyi. "


" Kalau masalah itu kamu tenang saja aku akan pikirkan nanti. Lihat itu Rey sudah datang. "


Rey memasuki Cafe ia terlihat sangat tampan dengan baju cassual lengan panjang membuat mata para pengunjung tertuju padanya.


Vano menyambut kedatangan Rey ia mendatangi Rey.


" Hai Rey, lo sendiri?. "


" Iya Van, gua sendirian. "


" Kayaknya lo kalah saing samaVery, dia aja bawa dua wanita cantik tu,hehehe.." Vano mengarahkan matanya pada tempat dimana Very, Zahra dan Sasa duduk.


Rey hanya tersenyum simpul.


" Makasih ya Rey lo da mau datang memenuhi undangan gua. "


" Kita kan sohib jadi gua pasti datanglah.


" Yuk kita gabung dengan Very dan lainnya. " ajak Vano, mereka pun berjalan menuju tempat Very dan yang lainnya.


" Rey lo jadi datang juga, senang melihat lo mau kumpul bareng kita. " ucap Very.


Rey hanya tersenyum sedikit dan menarik kursi di samping Very tepat di depan Zahra.


" Nikmati hidangannya ya bro aku tinggal bentar. " pamit Vano.


Acara grand ovening Cafe baru itu pun di buka oleh Vano, dengan dimulai kata sambutan dari Mc, pemotongan pita, dan nasi tumpeng, Rey juga maju, di undang Vano sebagai tamu istimewa untuk menerima nasi tumpeng. Secara Rey adalah patner bisnis yang sangat berpengaruh di perusahaan keluarga Vano.


Setelah acara peresmian itu selesai kini acara bebas. pengunjung di hibur oleh Band Yang sudah di kontrak oleh Vano dan menikmati hidangan yang disediakan.

__ADS_1


Lani mendatangi Vano yang sudah terlihat sendirian.


" Van, lo da gak sibuk kan? " tanya Lani.


" Enggak, ini gua mau gabung ke meja Rey dan yang lainnya. " jawab Vano.


" Biar tambah asyik gimana kalau kita main truth and dare, kan seru tu Van, da lama banget kita gak main gituan terakhir waktu perpisahan SMA. " Usul Lani.


" Ide bagus Lan, yuk kita gabung kesana gua panggil Roky dan Jimy ya biar Rame tambah seru. "


" Ok Van, ntra aku nyusul. "


Berselang beberapa menit Vano bersama Roky dan Jimy berada di tempat Rey duduk.


" Pa kabar Rey,Ver, " Sapa Roky yang juga teman sekolah mereka.


" Baik " jawab Rey dan Very bersamaan.


" Bini lo mana Ki? " tanya Very.


" Biasalah gabung sama temen sosialitanya jadinya gua bebas ma gabung sama lajang tua macam klen nih. " Roky tertawa di ikuti senyum yang lainnya.


Mereka pun kini duduk satu meja.


" Ini cewek kalian ya kok gak dikenali ke kita " ucap Jimy."


" Oh kenali ini Zahra, dan di sebelanya Sasa mereka berdua karyawan terbaik di kantor ARDANA GRUP ya kan Rey? "


" Hai Zahra, sasa " sapa Jimy.


Zahra dan Sasa tersenyum membalas sapaan Jimy.


Rey cuma tersenyum mengiyakan.


" Ayuk duduk Lan, biar kita mulai permainannya. " sambung Vano.


" Main apa?" tanya Rey.


" Karena semuanya da duduk saya jelasi ya, Gini biar semakin seru kita main Truth and dare. da tahulah ya cara mainnya, Jadi kita putar botol ini jika berhenti berarti orang yang di tunjuk oleh ujung botol ini akan memilih berkata jujur atau menerima tantangan. Jika tak bisa menyelesaikan nya harus minum ini segelas dan lanjut kepertanyaan atau tantangan berikutnya sampai dia bisa menyelesaikan nya." jelas Vano.


" Ok asyik juga ni, ayo kita mulai!" kata Very.


Vano memutar botolnya dan ternyata berhenti pada dirinya sendiri.


" Ya kok gua sih. " ucapnya disertai tawa yang lainnya.


" Lo pilih kejujuran apa tantangan? " tanya Lani.


" Kejujuran aja deh, terakhir kali dulu gua milih tantangan kalian kerjain habis habisan gua ogah mah.


" Ok, aku yang tanya ya, " kata jimy. " kebiasaan Apa yang lo lakuin sebelum tidur?"


" Ya bersih-bersih dirilah. " jawab Vano enteng.


" Bukan itu maksudnya, yang lo lakuin di tempat tidur sebelum lo tidur.? " kata jimy lagi.


" Ok gua jujur gua ngayalkan cewek dulu baru bisa tidur. "


Hahaha semuanya tertawa " makanya lo nikah biar gak usah ngayal mulu. " ejek Roky.


" udah, kita lanjut lagi. " Vano kembali memutar botolnya dan berhenti ke arah Very.

__ADS_1


" Pilih Apa ver? " Tanya Vano.


" kejujuran."


" Aku yang tanya boleh ya, " ucap Jeny bersemangat.


semuanya setuju.


" Pak Very masih perjaka gak sih? "


Hahaha....... Vano, Roky, dan Jimy tertawa.


" Emh masi perjaka dong, gua cuma akan ngelepas lajang gua sama istri gua tercinta nantinya. " Jawab Very tersenyum melihat Zahra.


" Cie manisnya, jadikan aku istri bapak dong, " canda Jeny yang membuat semuanya tertawa.


Botol kembali di putar kini kearah Lani.


" Ada yang ingin ku katakan di depan kalian semua bolehkan, " kata Lani penuh harap.


" Silahkan Lan," Vano menanggapi.


" Rey, dari dulu sampai sekarang aku masi nunggu kamu membuka hati untukku, meski banyak lelaki yang menyatakan cinta kepada ku, tetapi tak satupun yang bisa menghilangkan rasa sukaku ke kamu Rey, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan selalu menunggumu untuk membuka hatimu,lupakan masa lalumu,tidak semua hubungan akan berakhir buruk. Meski ku tahu saat ini kau belum juga bisa menerimaku tapi setidaknya aku sudah lega mengeluarkan isi hatiku." Lani menghembuskan nafasnya terlalu lama dia menunggu Rey kini ia mencoba meyakinkan Rey kembali, bahwa dia sangat mencintai dan akan terus berusaha Mendapatkan cinta Rey.


Semua orang terkejut dengan apa yang di katakan Lani, apalagi Zahra dan Sasa yang tidak tahu kalau dari dulu Lani mengejar cinta Rey.


" Lan, gua masih belum mau menjalani hubungan jadi sebaiknya lo jangan nunggu gua lagi. " kata Rey.


" Gak apa Rey aku akan sabar menunggumu karna aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan membuka hati mu. "


" Tersera lo ajalah. "


" Oke kita lanjutya!" kata Very memutar botol.


Kini botol ke arah Roky.


" Aku pilih tantangan." katanya tanpa di tanya.


" Baiklah kalau gitu lo harus foto selfie sama pengunjung cewek yang baru datang trus lo unggah ke IG lo Ky? " kata Jimy.


" Wah kalau tahu bini gua bisa perang dunia ni, tapi siapa takut, guacowok sejati jadi aku terima tantangannya. "


" Roky berjalan menuju pintu masuk Cafe, pengunjung saat itu masih banyak yang berdatangan ketika dia tepat berada di depan pintu masuk ada sepasang kekasih yang datang langsung Roky mengajak mereka berselfie tapi yang di masukkan ke Ig nya hanya foto dia dan si cewek, yang cowoknya di crofs nya.


Roky berjalan kembali menuju tempat duduknya. " lihat ni udah gua unggah, tantangan selesai tinggal nunggu perang dunia." semuanya pun menjadi tertawa mendengar ucapan Roky.


Setelah itu botol di putar kembali dan berhenti di depan Rey. Rey memilih ke jujuran.Vano memberikan pertanyaan pada Rey.


" Rey lo normalkan? "


" Maksud lo, mau bilang gua Gay gitu? " tanya Rey dengan wajah galaknya.


" Kalau lo emang normal pasti lo pernah dong merasa ada wanita yang berarti di hidup lo, jadi lo harus jujur ke kita siapa wanita itu." tanya Vano lagi.


Rey belum menjawab ia masih diam, pandangannya tertuju pada Zahra.


" Aku punya wanita yang berarti di hidupku, mereka adalah Nenek dan Kyara." jawabnya lugas.


" Ya rusuh lo Rey." kata Vano, Roky, dan Jimy kompak.


Rey memutar botol dan berhenti tepat di depan Zahra.

__ADS_1


" Zahra kamu pilih kejujuran atau tantangan? " tanya Vano.


Lani dan Jeny berharap bahwa Zahra memilih tantangan. Sedangkan Zahra masih bingung memikirkan apa yang akan di pilihnya...................


__ADS_2