Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 6


__ADS_3

** kembali ke cafe


Raihan, Very, Adi bersama pemilik tanah sudah selesai membahas perencanaan proyek Hotel di danau mauntara. Mereka akan pergi meninjau lokasi tersebut.


Reza masih belum kembali, dari pertama masuk cafe Ia izin ke toilet, sudah hampir 1 jam tapi Reza tak kunjung kembali.


"Kemana anak ini? pasti dia kabur." bisik Rey pada very.


"Sepertinya begitu, lalu gimana apa kita tinggal aja? balas very masi berbisik ke Rey.


ting......


Suara ponsel Raihan berbunyi tanda pesan WA masuk.Ia membaca.


Reza. "Aku keluar bentar bang nanti jam 1 aku balik ke kantor bang Adi".


" Dasar ni anak." gerutu Rey kesal.


"Siapa?, Reza??" tanya Very.


"Yuk kita berangkat !! tu anak da kabur, jam 1 baru kembali ke kantor.


Mereka pergi meninggalkan cafe menuju danau.


Tak lama dari kepergian Reza, Vivi dan Gilang, mobil yang di kendarai Very pun sampai di lokasi. Mereka turun dan berjalan ke area pembuatan Hotel.


Rey tiba-tiba berhenti, ponselnya ketinggalan di mobil, ia meminta kunci pada Very untuk mengambil ponselnya sementara Very, Adi dan Pemilik Tanah terus berjalan ketempat lokasi.


Rey kembali ke mobil setelah itu dia berjalan menyusul Very sambil terus memainkan ponselnya.


***


Di tempat yang sama, Zahra masih menangis mengingat mama dan papa. Aku harus kuat untuk mereka. Gumam Zahra dengan tegar Zahra berdiri melangka kebelakang meninggalkan danau Mauntara.


Bruk........


Zahra menabrak Raihan, terkejut melihat orang dibelakangnya badan nya oleng sehinga mau terjatuh. Tapi dengan cepat tangan kanan Rey menahan tubuh zahra agar tidak terjatuh. badan Zahra sudah setengah terjatuh, punggunngya masih ditahan dengan sebelah tangan Rey, Jarak keduanya sangat dekat, kedua pasang mata pun saling berhadapan.


Dag, dig, dug, suara jantung Rey berdetak kencang memandang gadis cantik dihadapannya.Gadis yang begitu sempurna. Memiliki mata yang begitu indah walaupun terlihat sembab karena menangis.


Rey melihat air mata mengalir di pipi Zahra, ntah apa yang terjadi pada nya, tangan kiri Rey refleks menghapus buliran bening itu dengan lembut.


Zahra tersadar dengan usapan lembut Rey ia berdiri tegak dan berjalan, tapi satu kaki Zahra menginjak saree nya sendiri. Dia kembali mau jatuh, Rey menarik tangannya sehingga kali ini mereka berpelukan. Jarak mereka lebih dekat dari yang tadi dan mata mereka kembali bertatapan sekitar 30 detik.


Kini Jantung Rey seperti lari maraton semakin tak bisa di kendalikan. Ia terus menatap gadis cantik di depannya. Tanpa berkata zahra lari menuju mobil nya.Rey terus memandang sampai zahra tak kelihatan lagi.


"Ada apa dengan ku?? mengapa aku menyentuh pipi wanita itu?, aku tidak suka melihat air matanya," gumam Rey bertanya pada dirinya sendiri.


"ah....., apa apan akuni aku gak boleh memikirkan wanita itu. " Rey melangkahkan kaki, baru 1 langkah ia melihat sebuah gelang berada di tanah. Rey mengambil gelang itu, ini pasti milik wanita tadi, batinnya kemudian menyimpan dalam saku kemeja,

__ADS_1


Pemilik Tanah menjelaskan seluruh lokasi dengan rinci.Adi dan Very fokus dengan apa yang dikatakan pemilik tanah itu terapi Rey tidak memperhatikan sama sekali, pikirannya masih terus melayang memikirkan gadis cantik dengan gaun pengantin yang baru saja menabrak dirinya.pikiranya bertanya-tanya siapa sebenarnya gadis itu? mengapa dia kemari menggunakan baju pengantin?? apa yang terjadi sehingga gadis itu menangis??


"Gimana pak Rey? kapan kontrak kerja sama ini bisa kita tandatangani. " ucap pemilik Tanah.


Rey hanya diam tak menjawab, dipikirannya hanya ada Zahra.


"Pak Rey!" panggil pemilik tanah sekali lagi.


Rey tetap diam.


" Rey, Gimana? "panggil very memukul bahu Rey.


"eh iya.... ada apa?" tanya Rey bingung.


" Gimana pak? kembali pemilik Tanah bertanya.


" ehm.... saya serahkan semuanya ke Very, dia yang akan mengurus proyek ini. " jawab Rey gagap karna dia tak tahu apa yang dibicarakan.


"Kamu kenapa Rey? " tanya Adi melihat Rey yang tidak seperti biasa.


"Aku gak papa " jawab Rey singkat.


pertemuan selesai. Mereka kembali ke kantor.di kantor reza sudah menunggu, sengaja datang lebih awal karena takur Rey marah.


"Hei bocah da sampe aja dari mana lu, disuru ikut biar kamu belajar menangani proyek eh mala kabur" Very menegur Reza


" udah ayo kita makan ini udah disediakan sama sekertaris ku." ajak Adi


"Mereka pun makan bersama walau cuma dikantor tapi rasa makanan yang disajikan sekertaris Adi sangat lezat membuat mereka semua menikmati dengan sangat lahap.


"Rey, Ver untuk proyek ini bagaimana kalau kita percayakan sama karyawanku dia lulusan sarjana teknik sipil terbaik.Aku yakin dia bisa menangani dengan baik."Adi memulai pembicaraan diselah selah kunyahan.


"Gimana Rey"?. Tanya Very lagi. meminta pedapat atasannya.


" Terserah kamu ajalahlah Ver mana yang terbaik. jawab Rey yang kurang Fokus padahal dia sudah bisa kembali mendengar perbincangan dua sahabatnya itu.


"Ok, kita coba.kamu panggilkan tu anak kita mau ketemu." tambah Very.


"Sayangnya dia izin gak masuk ni hari, orangnya cantik banget bro, pintar, baik pokoknya pas lah untuk dijadikan istri hahaha.


"lalu kenapa tak kamu jadikan istrimu saja?" tanya Rey


"masalahnya aku ketemu dia disaat anak keduaku mau brojol coba kalau lajang ketemuan, ku pepet terus bro sampai dapat. hahaha. Kalian kan masih jomlo ni, dari pada sama orang sayang, bagusan kalian berdua bersaing siapa yang bisa mendapatkannya, " Adi melihat Rey dan Very.


"Aku gak tertarik,biar untuk si Very aja" Rey menepuk lengan Very.


"Ntar lo nyesal kalau tu anak jatuh cinta ke gue hahaha." sahut Very.


" Kalau gak ada yang mau biar aku aja bang,cantik kan?? ." Reza yang dari tadi diam ikut nimbrung.

__ADS_1


ketiganya kompak melotot ke Reza.


"Hu..... tadi di kasi kerjaan kabur giliran cewek cantik aja cepat loh." ketus Very


"Habis abang berdua di tawari cewek cantik nolak ya bagus untuk aku kan lumayan untuk stok kalau putus sama Vivi.hehehe.


*kletok... Rey menjitak kepala adiknya


"udah cepat habiskan makananmu kita mau pulang."


"Sakit tahu bang kejam banget sama adek sendiri." grutu Reza kesal*


#####


Zahra kembali ke studio barang-barang miliknya masih tertinggal disana.


"Assalamu'alaikum " salam Zahra masuk studio.


"Waalaikum salam, loh mana calmi mu ra?? tanya Mas Boy penasaran.


" Zahra numpang ganti baju ya mas." Ucap Zahra tidak menjawab pertanyaan mas Boy, ia langsung masuk kekamar ganti.


20 menit berlalu Zahra keluar dari kamar ganti dan sudah mengganti baju, make up nya juga sudah dibersihkan. Mas Boy beserta kayawan lain heran tetapi tidak ada yang berani bertanya.


"Mas ini uang fotonya, maafya mas udah nunggu lama tapi malah gak jadi ambil foto". ucap Zahra memberi uang kepada mas Boy.


"Maksudnya sesi foto di tunda ya ra'. tanya mas Boy.


" Bukan di tunda mas tapi di batali. pernikahan Zahra gak jadi mas."


"Loh kok gitu bukankah waktu nya satu bulan lagi??


"Ia mas mungkin belum saatnya Zahra berjodoh, maafya mas fotonya jadi ikut dibatali."


"Yang sabar ya ra,, semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu. Ini uangnya ambil aja lagian kan fotonya gak jadi?"


" ambil aja mas sebagai ganti rugi." ucap Zahra lagi


"Mas ambil untuk biaya make up aja, foto gak usah kan gak jadi,." Mas Boy kembali menyerahkan uang kepada Zahra.


"Terima kasi ya mas.," Zahra mengambil uangnya kembali, lalu meninggalkan studio, tak lupa mengucapkan salam.


Zahra singgah ke kantor percetakan, biar bagaimanapun undangan yang sudah di tempah harus tetap di bayar. kembali air mata mengalir dipipi Zahra, segera dihapus nya degan kasar. Iapun masuk kedalam dan mengambil undangan yang sudah selesai di cetak.


Zahra tidak langsung pulang kerumah, Ia singgah ke mini market membeli makanan ringan dua kantongan besar iapun melanjutkan perjalanan menuju ke panti asuhan.


Zarha sering kesana apabila bahagia dia akan kesana untuk berbagi kebahagiaanya, jika dia bersedih juga sering kesana karna dengan melihat anak anak panti mengajarinya untuk tetap bersyukur dan bersabar masih banyak di dunia ini yang tak seberuntung dirinya, masalah yang dialami tak lebih besar dari nasib anak anak yang berjuang tanpa kasih sayang orangtua.


Zahra menghabiskan waktu sampai sore bersama anak-anak panti untuk sejenak dia lupa dengan apa yang di alami.

__ADS_1


__ADS_2