
" Bang, Mbak, Zahra berangkat ya. Assalamu'alaikum." Pamit Zahra tak lupa mencium tangan keduanya.
Zahra membawa beberapa surat lamaran, rencananya hari ini ia akan melamar pekerjaan di tiga perusahaan, dan memulai dari perusahaan yang dekat dulu dengan tempat tinngalnya.
Mencari pekerjaan di kota besar cukup sulit, lapangan pekerjaan lebih sedikit dibanding dengan orang-orang yang ingin bekerja.
Zahra pergi dengan mengendarai motor matic abangnya. Udara yang sangat cerah membuat suhu menjadi sangat panas, kulit Zahra pun memerah terkena paparan sinar matahari. Dua perusahaan sudah dia datangi, seperti lamaran sebelumnya, Zahra harus menunggu selama seminggu , jika diterima pihak kantor akan menghubunginya tetapi bila tak ada kabar sampai seminggu berarti lamarannya di tolak.
Zahra sampai di depan kantor yang ketiga.
Kantor ARDANA GRUP. Perusahaan yang sangat mewah, megah dan terkenal nomer 1 di Pusat Kota.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 kurang 15 menit, masuk jam istirahat, ia berpikir tidak mungkin masuk sekarang ke dalam kantor.
Maka dari itu Zahra memutuskan untuk beristirahat makan terlebih dahulu. Dilihatnya sebuah Restoran yang lumayan besar tertata rapi sangat cantik, menciptakan kesan elegan, berada tepat di depan kantor. Zahra menjalankan kembali motor maticnya menuju Restoran itu.
...........................................
Sementara di dalam kantor ARDANA GRUP, Rey duduk bersandar di kursi kerjanya. Ia baru saja menerima panggilan dari nenek yang menyuruh nya pulang untuk makan siang bersama di rumah.
" Nenek selalu saja memanfaatkan keadaan dan penyakitnya sebagai cara menekan ku untuk selalu menuruti keinginannya. " gumam Rey memijat dahinya.
Rey memejamkan mata, kembali ia melihat bayangan Zahra, sudah sebulan berlalu tidak bertemu zahra tetapi bayangan wajah cantik Zahra selalu menemani hari-hari Rey. Walau Rey telah menghapus foto Zahra di ponselnya, tetapi ia tak mampu menghapus kenangan Zahra dari ingatannya.
" Mengapa kamu selalu mengganggu hidupku Zahra? Walau aku tak mau tetapi bayangan mu terus saja berada di ingatan ku. " Rey menarik napas panjang dan menghembuskan nya kasar, itu cara yang selalu di lakukan bila dirinya tak mampu mengontrol emosinya.
ceklek..
Pintu dibuka Very. " Ada apa kamu memanggilku Rey? " tanya Very.
" Nenek menyuruh ku pulang mungkin siang ini aku gak ngantor lagi. Tolong cek ulang berkas ini. " Rey memberikan berkas kepada Very.
" Apa kamu udah mendapatkan sekertaris baru untuk ku.? tanya Rey lagi, ia bangkit dari duduknya.
" Belum ada yang sesuai bukanynya kamu ingin yang bisa bekerja? " sambung Very.
" Aku tidak mahu tahu ya ver, besok mesti sudah ada, seminggu ku beri waktu tetapi kamu belum juga memberikan sekretaris untuk ku, Jika besok belum ada juga maka kamu harus kembali merangkap menjadi asisten sekaligus sekertaris pribadi ku. "
" Tapi Rey a....... "
" Tidak ada penawaran. " Rey memotong pembicaraan Very lalu pergi meninggalkannya.
" Dikiranya gampang apa cari sekretaris ntar yang ada kayak yang sudah sudah satu hari kerja udah di pecat. " Grutu Very kesal.
" Lebih baik aku makan dulu ngilangkan suntuk. " Gumamnya lagi berjalan keluar ruangan.
Saat berjalan Very melihat Sasa masih duduk di meja kerjanya. Beberapa bulan belakangan ini, Sasa yang ditugaskan membantu beberapa pekerjaan Very sehingga Very terbiasa bersama Sasa.
" Sasa kamu udah makan? " tanya Very.
Sasa yang mendengar bos nya memanggil langsung berdiri. " Be belum pak." Jawabnya gugup.
" Yuk kita makan di depan! " Ajak Very yang merasa suntuk butuh teman.
" Bapak ngajak saya? " jawab Sasa lagi tak percaya.
" Emangnya ada orang lain selain kamu disini? di sekitar Sasa sudah sunyi, rekan rekan lainnya sudah istirahat ke kantin kantor.
" Baik pak " Sasa sangat senang diajak makan oleh Very.
" Mimpi apa aku tadi malam ya, siang ini di ajak makan sama bos ganteng. " Batinnya.
Mereka berdua menuju Restoran yang ada di depan kantor. Very selalu ke sana karna selain tempatnya yang nyaman rasa masakannya juga sangat enak.
..............................
__ADS_1
Very dan Sasa masuk ke dalam Restoran dan duduk di meja kosong dekat pintu. Restoran itu selalu ramai pengunjung bila jam makan siang seperti sekarang.
Setelah memesan makanan Very pergi ke toilet.
" Saya ke toilet dulu ya Sa? " ucap Very kemudian berjalan ke toilet Restoran.
Sasa melihat-lihat ke sekitar Restoran, walau sudah lama bekerja baru ini dia makan di tempat itu, tempat makan yang sangat mewah langganan para bos-bos besar.
Mata Sasa berhenti di meja pojok sebelah kanan. Sasa terkejut melihat seseorang yang duduk membelakanginya. karena penasaran sasa mendatangi perempuan yang seperti nya dia kenal.
" Zahra, lo di sini!" Sasa langsung memeluk sahabatnya Zahra yang masih makan.
" Sasa lo disini juga, udah dong lepasi dulu pelukanmu sa ntar tumpah ni makanan, kan sayang aku masih lapar. " jawab zahra.
Keduanya pun tertawa bahagia.
" Ra, ngapain di sini? tanya Sasa setelah melepaskan pelukannya.
" Kamu gak lihat apa aku lagi makan, ini juga jamnya makan siang, wajarlah kalau orang lapar yang di datangi tu tempat makan bukan toko baju hehehe......" jawab Zahra lagi masih dengan tawa kecilnya.
Sasa duduk di depan Zahra.
" Emangnya gak kerja Ra? kok bisa disini bukannya di desa?
" Aku da berhenti sa, ini baru mau cari kerja, rencananya tadi mau ngelamar di kantor depan itu. Berhubung udah jam istirahat ya aku makan aja disini. Lo sendiri kesini sama siapa? Tanya Zahra balik.
" Sama bos aku Ra, sekarang dia lagi di toilet.
" Cie cie.... yang di traktir bos, lagi kencan ya! " Zahra tersenyum menggoda sahabatnya Sasa.
" Apaan si loh Ra, ini pertama kalinya aku diajak makan sama bos, rasanya jantungku kayak maraton. "
" Hahaha, capek dong " ledek Zahra tertawa.
keduanya kembali tertawa.
" Ra, aku kerja di kantor depan itu, lo serius mau kerja di situ. "
" Kebetulan bos ku lagi cari sekertaris nanti aku rekomendasikan kan lo ya. " Aku kesana dulu,nanti aku kemari lagi.
Zahra mengangguk dan terus menyelesaikan makannya. sementara Sasa kembali ke meja nya tadi. Very juga udah keluar dari toilet iya kembali duduk di depan Sasa.
" Pesanannya belum datang., " tanya Very melihat meja yang masih kosong.
" Belum pak, mungkin bentar lagi. "
" Kalau begitu kita tunggu aja dulu. "
Sasa mengangguk.
" Pak, saya dengar bapak lagi cari sekertaris baru ya pak? apa sudah ada pak? "
" Belum, belum ada yang sesuai. " jawab Very
" saya punya sahabat pak, dia lagi cari kerja, dia juga lulusan terbaik di universitas tempat kami belajar dulu pak. "
" ohw ya, kalau begitu boleh lah suruh dia ke kantor hari ini.
" Kebetulan dia ada disini pak itu dia pak?," Sasa menunjuk ke arah meja Zahra.
Very melihat dan berkata di dalam hatinya sepertinya zahra, untuk memastikan nya ia mengajak sasa ke meja temannya itu.
" Yuk kita kesana. " ajak Very
Sasa dan Very mendatangi Zahra. Very melihat dari dekat ternyata benar dugaannya.
" Zahra.... " ucap Very senang.
Zahra menoleh kesamping ia berdiri melihat Very.
__ADS_1
" Pak Very." Zahra sama terkejutnya seperti Very.
" Kalian berdua sudah saling kenal? " Tanya sasa heran.
" Iya, Zahra ini sempat nangani proyek yang di desa yakan Zahra tapi sayangnya tidak lama. " jawab Very
Zahra hanya tersenyum.
" Zahra, Bolehkah kami duduk disini? "tanya Very lagi.
" Ia pak silahkan."
" Jadi kalian berdua teman kuliah ya? " tanya Very kepada Zahra dan Sasa. Keduanya mengangguk mengiyakan.
" Mulai besok kalian akan menjadi teman kerja." ucap Very lagi.
" Berarti Zahra diterima kerja ya pak? " Sasa sangat bersemangat.
" Seperti nya saya gak punya alasan untuk menolak Zahra."
" Ra lo diterima berarti kita bisa sama sama lagi kayak dulu." Sasa sangat senang dan memeluk zahra yang tersenyum.
ya udah kita makan dulu nanti selesai ini kita ke kantor tanda tangani kontrak kerja kamu Zahra,
" Terimakasih ya pak. " ucap Zahra.
Mereka sudah selesai makan dan kembali ke kantor, sebelumnya Zahra izin ke Masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat Zuhur, sedangkan Very dan Sasa shalat di mushalah yang di sediakan di kantor meeka.
Very duduk di meja kerjanya dia harus menyiapkan kontrak kerja untuk Zahra.
Dibuka file kontrak kerja di laptopnya.
" Kali ini aku harus tambahi beberapa poin di dalam kontrak kerja ini agar Rey tidak bisa memecat Zahra sebelah pihak dan Zahra juga tidak bisa mengundurkan diri selama kontrak 2 tahun. Dengan begitu aku punya kesempatan untuk mendekati Zahra. " Ide itu muncul dipikiran Very, ia tersenyum puas segera di print kontrak kerja itu rangkap tiga. satu untuk pimpinan, arship kantor dan satu lagi untuk Zahra.
Sasa mengantarkan Zahra masuk ke ruangan Very.
tok tok tok...
" Masuk "
Mereka berdua pun masuk ke ruangan Very.
" Silahkan duduk Zahra, "
Zahra duduk di depan meja kerja, sedangkan Sasa kembali bekerja di tempatnya. kini hanya tinggal Very dan Zahra saja.
" Boleh saya bertanya pak? "
" Ya, kamu ingin bertanya apa Zahra ?"
" Perusahaan ini milik siapa pak? " Zahra masih ragu ia gak ingin kalau ternyata ini perusahaan Rey. Setahu Zahra dulu Very adalah asisten pribadi Rey. Zahra tidak i gin bekerja jika ternyata Rey yang jadi bosnya.
Very diam Dia mencari cara agar zahra tidak tahu kalau ini perusahaan milik Rey. dia takut jika Zahra tahu bisa jadi dia malah tidak mau bekerja.
" Sesuai namanya ARDANA GRUP maka perusahaan ini milik bapak Ardana." jawab very.
" Ini kontrak kerjanya Zahra, silahkan tanda tangan.
Zahra membaca terlebih dahulu ia setuju dengan poin-poin yang tertulis di kontrak itu., Pada umumnya isi kontrak itu sama hanya mungkin ada beberapa poin yang berbeda sesuai kondisi kantor dan kebijakan pimpinan.
Zahra juga melihat penanggung jawab nya wakil Direktur ARDANA Grup yang bukan lain adalah Very sendiri.
" Bagaiimana Zahra kamu setuju? "
" Baik pak, di mana saya harus tanda tangan pak?.
Very menunjuk dengan jarinya. Zahra menandatangani kontrak itu sesuai arahan Very. Setelah selesai very membuka lembaran selanjutnya ia mengatakan bahwa surat kontrak itu rangkap tiga. Ketika Zahra menanda tangani kontrak rangkap dua dan tiga, Very menutupi nama Direktur yaitu Raihan Rafasya Ardana dengan cara kertas kontrak tidak dibuka semua hanya separuh saja. Akhirnya Zahra selesai menanda tangani kontrak kerja itu.
" Baik Zahra selamat bergabung di kantor ini mulai besok pagi kamu sudah bisa bekerja. dan sekarang kamu udah bisa pulang tetapi kalau kamu mau nemani saya di sini juga gak apa-apa. " Very mengembangkan senyumnya.
" Terima kasih pak, karena bapak sudah mempercayai saya untuk bekerja di kantor ini. Saya akan bekerja semaksimal mungkin pak.permisi pak! "
__ADS_1
" Ya silahkan, sampai bertemu besok pagi ya Zahra"
Zahra tersenyum dan keluar dari ruangan Very, sedangkan Very juga tersenyum puas kini Zahra akan bekerja di kantor itu dan Rey tidak akan bisa memecat Zahra begitu juga dengan Zahra, dia tidak akan bisa mengundurkan diri sampai masa kontrak selesai.