Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 59


__ADS_3

Kembali ke Rumah


Acara resepsi pernikahan Kyara dan Farhan telah selesai, para undangan sudah pulang, keluarga besar Farhan juga sudah kembali ke kamar hotel masing masing untuk beristirahat begitu juga dengan Kyara dan Farhan, untuk malam ini mereka telah disediakan kamar Presidential suite yang sudah di hias layaknya untuk sepasang pengantin baru. Kamar pengantin terbaik dengan dekorasi dan fasilitas terbaik dari hotel milik keluarga ARDANA.


Sebagian lagi keluarga dekat nek Retno dari luar kota menginap di rumah Rey yang besarnya sudah seperti hotel dengan banyak sekali kamar tamu.


Saat sampai, Rey dan Zahra langsung masuk ke kamar. Entah mengapa semenjak dari perjalanan pulang dari hotel sampai di kamar Zahra merasakan ada hal aneh pada Rey. Rey tak berbicara apa pun, hanya diam saja ditambah lagi dengan ekspresi wajah dingin penuh amarah membuat Zahra semakin takut. Seingat Zahra di pesta pernikahan Kyara tadi , Zahra tidak melakukan kesalahan.


Tidak ingin ambil pusing, Zahra kemudian mengambil baju piyama dari dalam lemari Rey, berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian serta membersihkan wajah dari make up yang masih menempel sempurna. langkah kaki Zahra terhenti oleh ucapan Rey.


" Kamu mau kemana Zahra? "


Zahra berbalik menoleh Rey. " kamar mandi. " jawab Zahra singkat.


" Nanti saja, buatkan aku kopi. " Perintah Rey


" Pak saya ganti baju dulu ya, setelah itu saya akan buatkan kopi untuk bapak. "


" Saya maunya sekarang, buatlah dua gelas."


Zahra menghela nafas kemudian meletakkan piyama di atas nakas,bergegas untuk membuatkan Rey kopi. " Pak, nanti bapak gak bisa tidur loh kalau minum kopi terlalu banyak. Satu gelas aja udah cukup terlalu banyak minum kopi juga gak baik untuk kesehatan bapak. "


" Temani aku minum, satu untuk ku dan satu lagi untuk mu. "


" Aku gak ingin minum kopi pak. "


" Kenapa? "


" Aku mengantuk aku mau tidur saja. "


" Aku tidak mengantuk malam ini aku ingin kamu temani aku ngobrol. "

__ADS_1


" Tapi pak a.... "


" Kenapa? Kamu gak tertarik ngobrol denganku kan? karna kamu lebih suka ngobrol dengan Very? begitukan? " Rey memotong ucapan Zahra berjalan mendekati Zahra.


" Bukan begitu pak. Saya hanya mengantuk." Zahra berjalan mundur,mencoba menjauhi Rey. " jangan mendekat pak! " ucasp Zahra lagi terus berjalan mundur.


" Kamu tidak suka aku dekati, berbeda dengan Very kulihat kamu sangat bahagia duduk berduaan dengannya? apa kamu mencintainya?"


" Itu bukan urusan bapak. "


" Sekarang menjadi urusanku karena kamu adalah istriku. "


Zahra berhenti berjalan karena di balakangnya sudah menyentuh dinding. "Pernikahan ini hanya kontrak, sebatas perjanjian gak lebih. " Tegas Zahra, dia berusaha menjauh dari Rey berjalan kesamping tetapi Rey menghalangi. Tangan kiri Rey menempel di dinding mengurung Zahra.


Zahra berjalan kesebalah lagi tapi dengan cepat Rey menggenggam tangan Zahra dan menempelkannya kedinding.


" Lepaskan tanganku pak? " Zahra mencoba melepaskan tangannya dari genngaman Rey yang sangat kuat.


Zahra memejamkan mata terkejut dengan apa yang dikatakan Rey. Rey terlihat sangat marah.


" Itu tidak seperti yang bapak pikirkan, tadi dompet ku terjatuh, pak Very hanya mencoba membantu ku untuk mengambilnya tak sengaja tangan kami bersentuhan. Tidak seperti yang bapak lakukan ini, sekarang lepaskan tanganku pak. ku mohon. " Zahra sudah mulai takut melihat anarah Rey.


" Apa yang kalian bicarakan Tadi ha? kalian berencana untuk menikah setelah kontrak nikah kita selesai bukan? "


" Itu bukan urusan bapak." Zahra masih berusaha melepaskan tangannya.


Rey semakin kesal dengan jawaban Zahra.


" Sekarang semua yang berhunungan denganmu menjadi tanggung jawabku, karna aku suami sah mu. " Ucapan Rey membuat bulukuduk Zahra merinding.


" Bapak mau apa? " Zahra merasa semakin takut dengan Rey yang berjarak sangat dekat di depannya.

__ADS_1


Rey memperhatikan wajah Zahra dengan amarah kecemburuan, matanya tertuju pada bibir tipis Zahra.Rey mendekatkan wajahnya kewajah Zahra yang berpaling mencoba mengelak dari Rey.


Dengan cepat satu tangan Rey meraih wajah Zahra dan mencium bibir Zahra dengan kasar karena Zahra berusaha untuk melepaskannya, namun tenaga Rey yang sangat kuat tak mampu membuat Zahra berhasil lepas dari cengkraman Rey.


Zahra menangis dengan apa yang dilakukan Rey padanya. Masih berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari Rey tapi usahanya sia sia. Bukan hanya itu Rey menyingkap jilbab Zahra dan menenggelamkan wajahnya di curuk leher Zahra yang putih mulus.


Zahra menangis terisak-isak berharap Rey melepaskanya. " Aku mohon pak lepaskan aku, jangan lakukan ini hiks.... hiks.... hiks.... "


Suara isak tangis dan perkataan lirih dari Zahra membuat Rey sadar dengan perbuatannya. Rey melepaskan genggaman tangan Zahra, seketika Zahra melongsor ke bawah duduk dilantai dengan kaki di tekuk dan kedua tangan memeluk lutut.


Melihat Zahra menangis sesegukan, memeluk erat kedua lututnya sendiri, dengan bada yang bergetar ketakutan membuat Rey merasa bersalah. Rey ingin merangkul Zahra untuk menenangkannya tetapi Rey tak punya keberanian ketika melihat Zahra yang sudah terlanjur ketakutan. Akhirnya Rey pergi keluar kamar meninggalkan Zahra sendiri yang masih menangis.


Beberapa saat setelah kepergian Rey, Zahra masuk ke dalam kamar mandi menghidupkan kran shower dan membiarkan air jatuh membasahi dirinya. Zahra menangis terisak, meratapi takdir yang dialami, mengapa saat ia ingin menolong orang lain malah dia sendiri tidak bisa menolong dirinya. Hati Zahra merasa sakit selama ini zahra tidak pernah berciuman, Zahra menjaga dirinya dari hal hal yang menjerumus ke dosa.Zahra berkeinginan memberikan semua yang ia punya untuk lelaki yang kelak ia cintai sebagai seuami. Tapi mengapa malah Rey yang harus menjadi orang yang pertama mencium bibirnya walau sebenarnya itu tidak berdosa karena sudah menikah tetapi tetap saja Zahra gak bisa terima. Zahra terus menangis di bawah curahan air yang membasahinya.


Sementara Rey sendiri duduk di meja kerja menyesali perbuatan tak pantas pada Zahra. Rasa cemburu membuat Rey hilang kendali.


" Aku mencintaimu Zahra, aku ingin kau menjadi milikku, hanya aku, aku tidak suka melihatmu bersana orang lain apalagi Very." Rey memijat dahi dan memejamkan mata mengingat kembali perlakuannkasarnya pada Zahra.


Malam semakin larut, namun Rey tak bisa tidur pikirannya terus tertuju pada Zahra, apa yang terjadi pada Zahra saat ini dan untuk menemuinnya Rey belum punya keberanian hatinya juga sakit setiap melihat Zahra menangis tapi hari ini malah dialah penyebab Zahra menangis.


Rey mengambil ponsel membuka canel youtube membuka acara siraman rohani untuk menentramkan hati yang saat ini sedang galau. Diskrolnya ceramah Ustad Hannan Attaki dan di putar ceramah tentang jodoh.


"Jodoh itu cerminan diri sendiri, jangan hanya berharap dapat yang terbaik kalau kamu belum berhasil jadi versi terbaikmu.Jangan berharap tinggi, kalau kamu masih malas berbenah diri. Ibarat kamu naik kereta G tapi pingin ketemu orang yang di kereta A ya gak bisa ketemu. kamu harus naik kereta A juga biar bisa jumpa dengan orang di kalangan A,begitulah perumpamaannya. Allah jelaskan dalam Alqur'an surah An Nur : 26 yaitu : Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.”


Rey tertegun mendengar isi ceramah Ustadz Attaki. Rey berpikir gak akan mungkin dia dan Zahra bersama mereka berdua bagai langit dan bumi. Zahra seorang gadis yang sholeha sedangkan Rey sangat jauh dari agama. Rey menghela nafas dengan panjang di dalam lubuk hati, Rey tidak pernah ingin menceraikan Zahra.


bersambung................


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Doakan Author sekeluarga sehat ya biar bisa up tiap hari jangan lupa kasi like dan vote yang banyak ya 🙏🙏😆

__ADS_1


__ADS_2