
Ketika berdiri, Zahra merasa kepalanya sedikit pusing seperti berputar-putar, dan pikirannya seperti melayang mau terbang.
Rey melihat Zahra mengerjap- ngerjapkan matanya, dia pun tersenyum manis, tubuhnya sedikit oleng kekanan dan kekiri, persis seperti orang yang sedang mabuk minuman.
Tubuh Zahra oleng akan terjatuh dengan Cepat Rey bangkit dan menangkap Zahra sehingga posisi Rey setengah memeluk Zarha. Mata keduanya saling bertemu. Zahra tersenyum sangat manis, sambil mengerjap-ngerjapkan mata, cukup lama Rey dan Zahra bertatapa membuat jantung Rey berpacu sangat cepat.
" Lepaskan." tiba-tiba Zahra berteriak melepaskan dirinya dari Rey sehingga membuat Rey terkejut.
" Lepaskan aku, Hari ini gak ada satupun yang bisa menghalangi aku bahagia." Zahra tersenyum, dia merentangkan tangan dan memutar tubuhnya sambil bernyanyi.
" Nanana, nanana, nanananana,.............
nananana.......nannaannnnnna............."
Rey teringat dengan yang di katakan Akram tadi saat akan keluar, mengingatkan Rey agar tidak salah untuk meminum teh dari cangkir yang di tunjuknya. Rey pun mengambil gelas itu dan mencium aromah teh yang tersisa.
" Bau Alkohol, berarti teh ini di campur alkohol, aku salah mengambilnya." Pikir Rey.
" Kamu tahu semua orang tak suka bila melihatku bahagia. Mereka gak akan membiarkan aku bahagia. Bahkan mereka menjuluki aku gadis sial makanya aku batal menikah karena aku ini pembawa sial, jika aku ada di dekat mereka, mereka pun akan ikut ketimpa sial juga. yang buat aku sakit, Orang- orang yang mengatakan itu adalah keluargaku sendiri. Bukannya mendukungku mereka malh memojokkanku.
Aku juga pernah di khianati sama orang yang aku cinta disaat aku percaya padanya dia malah selingkuh dengan wanita lain. Pernikahanku sudah dipersiapkan dengan sangat mewah oleh mama san Papa, semua sudah di pesan, undangan juga udah di sebar hanya tinggal 1 bulan lagi tapi bapak tahu apa yang terjadi? selingkuhannya yang sedang hamil datang meminta pertanggung jawaban. Mana mungkin aku meneruskan pernikahan itu. Aku langsung putuskan untuk membatalkannya aku tidak ingin punya suami sepertinya. Batalnya pernikahan itu membuat keluargaku malu. " Zahra berbalik menghadap Rey wajahnya menjadi murung.
" Pak Rey ingatkan pertemuan kita pertama kali di danau? saat itu aku akan foto prewed sama tunanganku. Tapi ternyata tunanganku itu tidak benar-benar ingin menikah denganku dia bersekongkol dengan Gilang untuk balas dendam karna aku udah batalkan pernikahan kami. dia yang selingkuh tapi aku yang disalahkannya. Rencana pernikahanku yang kedua juga batal. Keluarga papa semakin yakin bahwa aku ini gadis pembawa sial." Zahra menangis menceritakan semua kenangan pahit yang dia alami.
" Ra." Panggil Rey mendekati Zahra.
" Kamu juga, sama saja seperti mereka, " tunjuk Zahra. Zahra juga mendekati Rey membuat dada Rey semakin menggemuruh.
__ADS_1
" Pak Rey sadar gak pak Rey itu jahat. Sangat jahat." Tangan Zahra memukuli dada bidang Rey. " Bapak selalu bertindak seenaknya, Bapak gak pernah mikiri perasaanku, " Zahra mencebikkan bibirnya sambil terisak.
" Ra sebaiknya kamu tidur." sahut Rey ingin membawa Zahra berbaring di tempat tidur.
" Lepaskan! aku udah bilangkan hari ini aku lagi bahagia gak ada satu pun yang bisa mencegah kebahagianku, termasuk Bapak. Jadi biarkan aku berbuat semauku." tunjuk Zahra marah, menepis tangan Rey.
Wajah Zahra kembali tertekuk sedih.
" Kenapa, kenapa mesti aku, apa salahku sampai Allah menghukumku seperti ini. Padahal aku selalu berusaha untuk mejadi yang terbaik tetapi mengapa nasib baik itu tidak bersamaku." Airmata Zahra jatuh mengalir begitu saja lalu dihapusnya.
" Aku sama seperti wanita lain, wanita yang ingin dicintai dengan tulus, wanita yang selalu disayangi oleh orang di sekitarnya, Wanita yang bisa menikah dan membina rumah tangga bahagia. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Aku memang menikah tetapi bukan untuk di cintai hanya sebatas perjanjian, dan sebentar lagi aku akan menjadi janda. ya janda." bibir Zahra tersenyum tapi pipinya basah dengan air yang keluar dari mata indahnya.
" Ra, " panggil Rey ibah melihat kondisi Zahra.
" Pak, biarkan aku bicara kali ini. Bapak selalu saja gak memberikan aku kesempatan untuk mengeluarkan pendapatku kan?. Semua keputusan bapak yang ambil, Sekarang biarkan aku bicara."
" Pak Rey tampan." ceplosnya tanpa Ragu membuat jantung Rey kembali bergemuruh.
" Pantas saja semua cewek-cewek dikantor ngidolain bapak, ya aku akui bapak memang ganteng, mata, Hidung dan bibir nyaris sempurna." Zahra menyentuh mata, hidung dan bibir Rey dengan jemarinya, Zahra tersenyum jarak mereka sangat dekat dengan mata yang saling bertatapan. deruh nafas Zahra bisa dirasakan Rey karena jarak mereka terlalu dekat. Hawa panas menjalar di tubuh Rey apa lagi kini jemari Zahra masi berada di bibir tipisnya.
" Tapi sayang ketampanan itu tertutup.Pak Rey egois, Pak Rey hanya memikirkan diri sendiri, gak pernah memikirkan perasaan orang disekitar bapak. Apasalahnya sih Bapak sesekali tersenyum pada karyawan Bapak, jika Bapak senyum pasti terlihat lebih tampan." Zahra mengusap lembut bibir Rey. membuat Rey semakin panas dingin.
" Pak Rey sebenarnya juga baik, pak Rey selalu ada saat aku butuhkan, selalu membantuku, tetapi mengapa pak Rey pergi meninggalkan ku, mengapa?." Zahra kembali marah memukul mukul Rey. " Seharusnya Pak Rey memarahiku saja seperti biasa, bukan malah meghilang tanpa kabar. Pak Rey jahat Pak Rey jahat. " Zahra menangis terisak-isak sambil terus memukuli Rey.
" Ra, " Rey menarik Zahra kepelukannya untuk menenangkan Zahra. Rey tak sanggup lagi melihat Zahra yang meluapkan isi hati yang selama ini ia pendam. Zahra pun menangis di dada Rey. Beberapa menit kemudian Zahra mendungakkan kepala menatap Rey dengan mata yang masih berair.
" Berjanjilah Bapak gak akan ninggali Zahra lagi." ucap Zahra manja, ia sudah capek merepet mengeluarkan unek-uneknya.
__ADS_1
Rey mengangguk mengiyakan.
" Aku cin....."
Belum sempat Zahra menyelesaikan ucapannya, ia malah terjatuh lemas, tetapi tidak sampai ke lantai karena di tangkap cepat oleh Rey.
Zahra pingsan.
" Ra, Zahra, " Panggil Rey tetapi mata Zahra tetap terpejam.
" Rey menggendong Zahra menbaringkannya ke tempat tidur. Lalu menutupi tubuh Zahra dengan selimut. Setelah itu Rey turun dari tempat tidur tetapi tangan Rey di genggam Zahra.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Zahra dengan mata terpejam.
Rey kembali duduk di samping Zahra, ia menggeserkan sedikit tubuh Zahra ketengah ranjang. Rey berbaring di samping Zahra menatap wajah sendu Zahra yang sudah tertidur.
Ada air disudut mata Zahra. Rey mengusapnya dan membelai lembut kepala Zahra yang masih tertutup handuk.
" Ra, aku berjanji tidak akan lagi meninggalkanmu, aku gak pernah menyangka ternyata selama ini dibalik sifatmu yang ceria, sebenarnya menanggung banyak kesedihan. Maafkan aku Ra yang juga sudah membuatmu menangis.Aku pastikan setelah ini aku gak akan biarkan kamu menangis lagi Ra, Aku telah menyadari bahwa aku sangat mencintaimu, kau adalah warna dan kebahagiaan dalam hidupku aku akan memperjuangkanmu karena kamu adalah istriku dan gak akan pernah kulepaskan sampai azal menjemputku." Rey mengecup kening Zahra.
Rey masih terus memandangi wajah Zahra sampai ia mengantuk dan memejamkan mata tidur di samping Zahra.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏