Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 35


__ADS_3

Keesokan harinya Zahra menyiapkan beberapa file.Hari ini Very memberitahukan bahwa mereka akan melihat proyek pembangunan hotel di desa Zahra.


" Zahra, kamu udah siap? yuk kita berangkat sekarang." Ajak Very.


" Iya pak. " Zahra berjalan mengikuti Very ternyata di depan Very juga sudah ada Rey.


Mereka bertiga memasuki lift,


" Zahra, file yang saya bilang semalam sudah dibawa kan? " Tanya Very.


" Sudah pak. "


Di dalam lift Very dan Zahra terus berbincang-bincang sepertinya mereka semakin akrab saja, Rey sangat tidak suka dengan kedekatan mereka.


Lift terbuka mereka terus berjalan keluar kantor. Tepat di depan kantor mobil yang akan mereka naiki sudah terparkir.


" Rey biar Zahra saja ya yang duduk di depan. " Pinta Very pada Rey.


" Pak Very, saya di belakang saja biar pak Rey aja yang di depan. " Zahra yang mendengar Very langsung ikut bicara.


" Si Rey ni kan selalu diam aja, gak bisa di ajakin ngobrol ntar akunya ngantuk Ra. "


Rey berjalan di depan mereka tanpa bicara sepatah katapun, ia membuka pintu mobil di belakang kursi kemudi lalu duduk di dalamnya sehingga Zahra duduk di depan. Sementara Very mengemudikan mobil dengan perasaan senang Zahra duduk di sampingnya.


Very dan Zahra terus saja bercerita sepanjang perjalanan dan Rey hanya diam saja mendengarkan ocehan mereka, Rey duduk di belakang Very sehingga ia masih bisa memperhatikan Zahra.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam setengah akhirnya mereka sampai di tujuan.


Alangkah terkejut nya Adi melihat Zahra ikut bersama Rey dan Very.


" Zahra!, kamu kok bisa ikut Rey dan Very? tanya Adi.


" Iya Di, Zahra bekerja di kantor ARDANA." sahut Very Sebelum Zahra menjawabnya. Zahra hanya tersenyum pada pak Adi bos nya dulu.


" Kok bisa apa mereka udah baikan?" bisik Adi ke Very.


" Ceritanya panjang, ntar aku ceritain. " Jawab Very masih berbisik.


" Senang melihat kamu bergabung lagi Zahra, sepertinya kamu dan Very berjodoh, kalian cocok dan sangat serasi, yakan Rey?" Adi memukul pelan pundak Rey.


" Ya mudah mudahan saja kelak kami beneran bisa berjodoh, ya kan Zahra kamu gak keberatan kan kalau berjodoh dengan saya. " Tanya Very tersenyum melihat Zahra dan Zahra pun juga tersenyum wajahnya memerah karna ucapan Very. Rey masih diam tak berkata, wajahnya menunjukkan bahwa ia kesal dengan apa yang di ucapkan Adi dan Very.


" Adi sekarangq kita bahas masalah yang kamu katakan kemaren. " Rey langsung meminta Adi menjelaskan perkembangan pembangunan Hotel karena tak ingin lagi mendengar ocehan mereka yang membuat moodnya menjadi buruk


Mereka bekerja sangat profesional, Rencana pekerjaan berjalan lancar. Jam 4 mereka sudah selesai dan bersiap-siap untuk pulang.


" Baiklah kamu urus semuanya Di, jika ada kendala lagi segera kabari kami. "


" Ok Rey, " Jawab Adi.


" Ver, Zahra tadi kemana kok lama sekali ke toilet sampai sekarang belum kembali." kata Rey.


" Mungkin Zahra Sholat Rey, tadi saat ia ke toilet selang beberapa menit, kan terdengar Suara Azan berkumandang bisa jadi dia langsung shalat. paling bentar lagi juga dia kembali. "


" Bener lo Ver, Zahra itu wanita Sholeha dulu di sini dia juga selalu sholat asar dulu baru pulang. " Ujar Adi menimpali.


" Baiklah kita tunggu Zahra sebentar.


 


 


Zahra sudah selesai Shalat Ashar, ia kembali ketempat ketiga bos nya berada.


" Maaf pak, saya lama. " kata Zahra ketika sudah berada di hadapan Rey, Very dan Adi.


" Baiklah Di kami pulang dulu. " Rey berdiri dan menjabat tangan Adi kemudian ia berjalan menuju mobil mereka.


" Ok di, karna Zahra da kembali kita cabut dulu ya, " Very juga menjabat tangan Adi. " yuk Zahra kita pulang! " ajak Very.


Zahra mengangguk. ia hanya tersenyum ke Adi sebagai tanda pamitnya.Adi juga tersenyum.


" Hati hati di jalan bro. " kata Adi pada Very yang masih di ruangan itu.Very mengangkat jempol tangan kanannya dan berjalan ke luar berdampingan dengan Zahra, sementara Rey sudah berjalan jauh tidak terlihat lagi.


 


***


 


Di dalam mobil, Very memutar lagu RAN - Pandangan Pertama.


" Lamaku memendam rasa di dada


Mengagumi indahmu wahai jelita


Tak dapat lagi kuucap kata


Bisuku diam terpesona


Dan andai suatu hari kau jadi milikku

__ADS_1


Tak akan kulepas dirimu kasih


Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu


Kurasa ku t'lah jatuh cinta


Pada pandangan yang pertama


Sulit bagiku untuk bisa


Berhenti mengagumi dirinya


Seiring dengan berjalannya waktu


Akhirnya kita berdua bertemu


Oh diriku tersipu malu


melihat sikapmu yang lucu


Dan andai suatu hari kau jadi miliki


Tak akan kulepas dirimu kasih


Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu


Kurasa ku t'lah jatuh cinta


Pada pandangan yang pertama


Sulit bagiku untuk bisa


Berhenti mengagumi dirinya


Oh tuhan tolonglah diriku


'tuk membuatnya menjadi milikku


Sayangku


Kasihku


Oh cintaku


She's all that I need


Dan bila kita bersama


Oh terima cintaku


ye ye ye


(Rap)


Summer time in the Summer time


If I Dont have U a smile but U always on my mind


In the magazine U show up,


baby girl U filled make some of blow up


Your personality is calm n Friendly


The kind a girl that I will up to be with me


No so short no I won't fallback


This my cell Phone number so please call back


Kurasa ku t'lah jatuh cinta


Pada pandangan yang pertama


Sulit bagiku untuk bisa


Berhenti mengagumi dirinya


Oh tuhan tolonglah diriku


'tuk membuatnya menjadi milikku


Sayangku


Kasihku


Oh cintaku


She's all that I need."


Very sangat menyukai lagu yang di putarnya itu apa lagi liriknya seolah olah mewakili perasaan hati nya yang sedang jatuh cinta pada Zahra. Sedangkan Rey mendengarkan lagu dengan memejamkan mata dimana ia melihat semua peristiwa yang di alaminya bersama Zahra dari mulai mereka berjumpa.

__ADS_1


" Pak kita masih ada agenda pekerjaan lagi atau langsung pulang ni pak? " tanya Zahra ke Very.


" Kita langsung pulang Ra, "


" Gimana kalau kita makan bakso dulu pak! " ajak Zahra.


" Makan bakso? " Tanya very memastikan.


" Iya pak, mama saya buka kafe bakso di sini, gimana kalau kita singgah dulu sebentar, gratis deh pak, hehehe. saya juga da kangen sama mama saya pak. mumpung kita disini jadi sekalian singgah. "


" Ide bagus tu Ra, di mana tempatnya?"


" Bentar lagi pak, nanti di depan, lewat simpang 4 ada kafe bakso sebelah kiri."


" Baiklah."


" Gak bisa, Kita harus segera pulang Ver, tadi nenek telepon katanya ada pekerjaan yang harus di selesaikan. " Ucap Rey, saat Very dan Zahra ngobrol, walau matanya terpejam tetapi telinganya mendengar jelas obrolan mereka.


" Kita kan bisa singgah sebentar Rey, habis itu kita pulang. lagian kitakan sekalian lewat, kasian Zahra dia da kangen sama mamanya."


" Kita kemari bawa Zahra untuk bekerja bukan untuk mudik. " Tegas Rey.


" Ya udah pak gak apa, kita pulang saja. "


Mobil mereka melewati kafe bakso milik keluarga Zahra, Zahra melihat ternyata mamanya sedang menyiram tanaman yang ada di sekitar kafe.


" Zahra, gimana kalau minggu aja kita kemari, kamu gak ada kegiatan kan, pokoknya kita jalan-jalan seharian kemana pun kamu inginkan akan saya antar. " Kata Very menghibur Zahra yang terlihat kecewa.


" Terimakasih pak, tapi saya gak mau merepotkan bapak, nanti kalau waktunya lenggang saya akan pulang kok. "


" Saya sama sekali tidak direpotkan kok, malah saya senang kamu bisa temu kangen dengan mama mu dan saya bisa makan bakso gratis, hehehe....., gmana minggu kita kemari ya?"


Zahra mengagguk dan tersenyum tipis.


" Si Very semakin cepat saja geraknya buat dekati Zahra,mana minggu mau ngajak Zahra kemari,tahu gitu tadi aku biarin aja singgah ke kafe Zahra, kan gak mungkin sekarang kusuruh putar balik. " Batin Rey.


 


(" Kubuka album biru


Penuh debu dan usang


Ku pandangi semua gambar diri


Kecil bersih belum ternoda")


ponsel Zahra di dalam tas berbunyi Zahra sudah mengganti nada getarnya dengan lagu Bunda dari melly goeslow.


Mama..............


Nama yang tepampang di layar ponselnya.


" Assalamualaikum ma, "


" Waalaikumsalam, sayang kamu di mana nak? "


" Zahra lagi di jalan ma baru pulang kerja, adapa ma? "


" Entah kenapa mama ngerasa Zahra ada di sini, di dekat mama."


deg.........." mengapa mama tahu ya aku disini." batin Zahra


" ma kalau Zahra di sana pastilah Zahra lagi sama mama sekarang, mungkin karena mama rindu sama Zahra makanya mama ngerasa Zahra ada di sana. "


" Mungkin juga ya sayang, nanti kalau Zahra punya waktu Zahra pulang ya, mama kangen sama bawelnya anak mama ini. "


" Iyama Zahra juga kangen sama mama."


" ya udah hati-hati ya sayang. Assalamualaikum "


" Waalaikum salam, " setelah panggilan berakhir Zahra menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas.


" Mama kamu ya Zahra? " tanya Very


Zahra mengangguk." Mama ngerasa Zahra di sini, di dekat dia. "


" Bathin mama mu kuat sekali ya, dia bisa merasakan bahwa anaknya memang berada di dekatnya. "


Walau sedih Zahra tetap tersenyum. yang membuatnya sedih dia tidak berkata jujur kalau sebenarnya dia memang sedang berada di desanya. zahra gak mau kalau mamanya sampe tahu dia disini tapi malah gak mau singgah pasti mamanya akan sedih.


Ver,putar balik! kita makan bakso dulu."


" Kamu serius Rey? " Very melihat Rey dari kaca sepion di atasnya,


Zahra jugamenoleh ke belakang melihat Rey memastikan bahwa di gak salah dengar.


" Ya kita putar balik, karna aku gak suka melihat orang berbohong, apalagi yang di bohonginya itu ibunya sendiri. Jawab Rey dingin.


" Ok " dengan senang hati Very pun putar arah, ia memengemudikan mobilnya menuju kafe bakso milik kuarga Zahra.


Zahra masih bengong ia bingung dengan sikap Rey yng susah di tebak, terkadang galak terkadang juga baik, tapi baginya sekarang yang terpenting di bisa melepskan rindu pada orangtuanya yang membuat ia merasa bahagia. ia gakmau ambil pusing dengan sikap bos galaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2