Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
part 61


__ADS_3

Sepekan Zahra dirawat di Rumah Sakit, kini keadaan Zahra sudah membaik.Malam ini Zahra sudah di perbolehkan pulang. Sebelum pulang dokter berpesan pada Rey agar memastikan Zahra tidak akan tertekan atau ketakutan karena hal itu bisa membuat kondisi Zahra kembali memburuk. Sesuai hasil diagnosa Dokter, tekanan yang dialami Zahra menyebabkan melambatnya aliran darah ke otak secara mendadak, sehingga otak tidak mendapat suplai oksigen yang cukup, maka dari itu si pasien akan pingsan. Dalam kasus berat pembuluh darah di otak bisa membengkak bahkan bisa pecah, hal ini sangat berbahaya.


Zahra pulang bersama Nek Retno. Mereka menuju ke parkiran mobil. Mata Zahra mencari Rey yang selama sakit tidak pernah terlihat sekalipun, ingin rasanya Zahra bertanya pada Nek Retno tentang keberadaan Rey tetapi keinginan itu di tepis oleh Zahra.


Setengah jam berlalu Mobil yang di naiki Nenek dam Zahra telah sampai di kediaman ARDANA. Nenek dan bibi menutun Zahra untuk naik ke kamarnya.


Ada pertanyaan di dalam hati Zahra ketika melewati kamar Rey, kamar dimanabeberapa hari yang lalu menjadi kamar pengantin Rey dan Zahra.


Nenek membuka kamar yang di sebelah kamar Rey. Zahra mengikuti nenek masuk ke dalam.


" Zahra, kamar ini sekarang menjadi kamar Zahra, istirahat lah sayang agar Zahra cepat pulih kembali." ucap Nenek sambil menyentuh lembut pipi kiri Zahra.


Saat nenek beranjak keluar kamar langkah Nek Retno terhenti oleh pertanyaan yang di ucapkan Zahra.


" Nek, Pak Rey kemana?"


Nenek berbalik. Kemudian mendekati Zahra lalu tersenyum.


" Seminggu ini Rey sibuk dengan pekerjaan kantor. Zahra kangen ya sama Rey?" tanya nenekdengan senyum yang mengembang.


" Bu..bukan begitu nek, hanya saja Zahra gak pernah melihat Pak Rey selama di Rumah Sakit." Sangkal Zahra.


" Istirahatlah sayang besok pagi nenek akan suruh Rey menjumpai Zahra."


" Gak usah nek, Pak Rey kan lagi sibuk." Jawab Zahra cepat.


Nenek hanya menjawab dengan seyum kemudian nenek keluar dari kamar Zahra.


Zahra duduk di atas ranjang, beberapa hari tidak melihat Rey, Zahra merasakan ada yang kurang di hatinya. Zahra mengingat kembali setiap kejadian yang dilalui bersama Rey walau Rey selalu galak tetapi tidak bisa Zahra pungkiri bahwa Rey lah yang selalu membantu Zahra di setiap kesulitan.


" Pak Rey kamu dimana. Kenapa selama aku sakit Pak Rey gak pernah jenguk aku. Aku sudah memaafkanmu." lirih Zahra pelan. Zahra tak sadar air matanya menetes. entah apa yang sebenarnya terjadi pada Zahra tetapi hatinya ingin sekali berjumpa dengan Rey.


Sementara itu di dalam kamar Rey. Rey memperhatikan Zahra dari aplikasi ponsel yang sudah di hubungkan ke kamera yang ada di kamar Zahra.


Rey melihat air mata membasahi pipi Zahra tapi Rey tidak tahu Kenapa Zahra menangis. Saat ini Rey ingin masuk ke kamar Zahra dan menghapus air mata dari pipi gadis yang dicintainya itu namun Rey belum punya keberanian untuk menemui Zahra.


Selama Zahra sakit Rey menjaga Zahra dengan baik, akan tetapi Rey bersembunyi agar Zahra tidak tahu.Rey takut jika Zahra akan teringat kembali dengan perbuatan kasarnya malam itu karena cemburu melihat Zahra bersama Very.Rey tidak ingin Zahra tertekan sehingga bisa berakibat buruk pada kesehatan Zahra.

__ADS_1


Setiap malam Rey tidur di Rumah Sakit bersama Zahra. Rey hanya masuk ke kamar Zahra saat Zahra sudah benar- benar terlelap kemudian pergi sebelum Zahra bangun. Selebihnya Rey melihat Zahra dari kejauhan sehingga Zahra tidak tahu sebenarnya Rey selalu ada untuk menjaga Zahra.


Zahra membaringkan dirinya ke ranjang untuk beristirahat. Zahra akan membuka hijabnya. Saat Zahra akan membuka jilbab Rey mematikan kamera penghubung yang berada di kamar Zahra. Walau Rey ingin sekali melihat Zahra tanpa menggunakan jilbab namun Rey tidak ingin mengambil kesempatan walaupun sebenarnya sekarang dia punya hak untuk melihat Zahra tanpa mengenakan jilbab karena Rey adalah suami Zahra yang sah tapi Rey kini sudah berubah Dia menghargai setiap prinsip Zahra yang dia tahu Zahra sudah menjaga dirinya sangat baik hanya untuk suaminya saja. Walau kini status Rey adalah suami Zahra tapi Rey sadar Rey hanya suami kontrak yang tidak pernah diharapkan Zahra. Pernikahan yang hanya dilakukan karena belas kasihannya pada nasib Kyara. Rey juga sudah mengikhlaskan bila setelah tiga bulan kedepan mereka akan berpisah meski berat Rey harus tetap melakukannya untuk melihat kebahagiaan Zahra.


 


***


 


Di tempat lain, Sasa baru saja selesai menyantap makan malam di meja makan bersama Buk Siti mamanya. Baru saja akan membereskan meja makan,terdengar ketukan dari pintu rumah.


" Sa buka pintu sana lihat siapa yang datang." perintah mama Sasa.


" Siapasih malam-malam gini bertamu gak tahu apa dia orang mau istirahat." Grutu Sasa berjalan ke ruang tamu.


Cklek.....


Pintu di buka Sasa.


" Apaan si ni peluk-peluk, kamu tu jadi cewek jangan genit dong dek main peluk aja."


" Biari meluk abang sendiri juga, kan gak dosa. oleh oleh nya mana?" Sasa menengadakan satu tangannya tanda meminta oleh- oleh pada si abang yang baru pulang dari perantauan."


" Nih cari sendiri " Yazid memberikan koper pada sasa lalu masuk ke dalam rumah.


" Siapa Sa?" tanya Buk Siti.


Sama seperti Sasa Buk Siti juga sangat terkejut melihat putra kesayangannya telah pulang. Yazid menyalami mamanya dan memeluk untuk meluapkan rasa rindu pada sang ibu yang sangat disayanginya.


" Bukannya abang bilang bulan depan baru dapat cuti untuk pulang?" Tanya buk siti lalu mengajak Yazid duduk di sofa.


" Jadi mama gak senangya Yazid pulang?" kening Yazid berkerut.


" Ibu mana sih yang gak senang kalau anaknya bisa berkumpul lagi, tapi kan kemaren abang sendiri yang bilang baru bisa pulang bulan depan."


" Iya ma, tapi kebetulan Yazid dapat tugas nyelesaikan kerjaan di perusahaan baru yang letaknya gak begitu jauh dari sini buk cuma 3 jam makanya Yazid putuskan untuk pulang dulu jumpain ibuk. Besok malam Yazid juga udah berangkat lagi buk karena senin harus masuk kerja."

__ADS_1


" Oh begitu." Ibu mengangguk.


" Modus tu ma, padahal bang Yazid gak sabar mau ngasih tahu calon istrinya ke mama. yakan bang?" celetuk Sasa.


Yazid cuma tersenyum simpul matanya menyapu ke semua penjuru rumah mencari Zahra.


" Mama juga da gak sabar kepingin di kenalkan sama calon mantu mama ya setidaknya fotonya aja jadilah." Buk Siti juga tersenyum.


" Dek, Zahra mana? Bukankah Zahra tinggal di rumah kita? kok gak kelihatan?"


" Oh Zahra da gak tinggal disini lagi bang?"


" Zahra tinggal di rumah abangnya lagi ya?"


" Enggak " Sasa menggeleng.


" Lalu tinggal di mana dong?"


" Di rumah suaminya." Jawab Sasa santai sambil mengunyah keripik singkong.


" Apa? suami? bukankah kemaren kamu bilang Zahra gak jadu nikah dek? kenapa tiba tiba Zahra sekarang Zahra sudah menikah?" tanya Yazid terkejut wajahnya juga terlihat lesuh.


Sasa dan mama melihat perubahan di raut wajah Yazid apalagi ada air mata disudut matanya.


bersambung........


 


 


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Terimakasih buat semua yang udah dukung Author. Maafkan Author karena udah ngecewain Readers karena terlalu lama gak update cerita 🙏🙏


mudah2an kedepannya bisa up tiap hari.


terimakasih.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2