Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 85. POV RAYHAN


__ADS_3

" Terkadang harus merelakan seseorang yang tak bisa di miliki. Meskipun sulit namun itu hal yang terbaik untuk dirinya yang kau cinta. Merelakan mu adalah caraku memaafkan diri sendiri, pergilah, kamu berhak bahagia, denganku kamu tidak merasakan itu. "


............................................................


HAPPY READING


..............................................................


Hujan adalah satu hal yang sangat tidak aku sukai. Bersama hujan orang yang sangat aku sayangi pergi untuk selama-lamanya.


Saat itu usiaku masih 9 tahun aku belum begitu mengerti apa yang terjadi. Mama membawaku ke sebuah rumah yang letaknya cukup jauh dari rumah kami.Di sana ada Papa bersama seorang tante dan seorang anak laki-laki yang usianya lebih muda dari ku.


Papa dan Mama bertengkar, Mama menangis dan membawaku pulang, tetapi Papa mencegah kami akhirnya Papa juga ikut pulang bersamaku dan Mama.


Di tengah perjalanan,Hujan turun dengan lebat, Papa dan mama masih bertengkar di dalam mobil. Sampai akhirnya sebuah truk besar tepat berada di depan sehingga mobil kami bertabrakan. Aku terpelanting keluar, mobil kami terseret jauh oleh truk. Aku gak tahu apa yang terjadi setelahnya, saat sadar aku hanya melihat dinding putih di sekelilingku yang dipenuhi dengan alat-alat bantu yang saat itu aku sendiri tak tahu nama dan kegunaanya.


Lama aku berada di dalam ruangan itu, ternyata tempat itu adalah rumah sakit karena aku setiap hari bertemu dengan dokter dan perawat.

__ADS_1


Setelah dokter menyatakan aku pulih aku di bawa nenek pulang ke rumah. Aku melihat Oma, Opa, Dan Kyara dan anak yang bersama Papa dan tante di rumah tempat kami menemukan Papa. Mataku mencari Mama dan Papa tapi mereka berdua tidak ada. Nenek membawaku ke pemakaman tempat Papa dan Mama di makamkan. Aku baru tahu bahwa Mama dan Papa meninggal saat kecelakaan itu.


Sejak saat itu perubahan terjadi. Perkelahian Mama dan Papa selalu teringat jelas di pikiranku, membuatku menjadi anak yang pendiam dan tak peduli dengan orang lain. Aku juga tidak pernah meminta apa-apa pada nenek seperti anak seusiaku. Jika aku menginginkan sesuatu aku akan mencari cara sendiri untuk mendapatkannya dan setelah dapat aku malah memberikannya pada adik-adikku.


Kehidupan terus berjalan sampai aku dewasa. Aku tidak menyukai hujan, warna, bunga, keramaian, dan cinta. Hidupku penuh dengan amarah dan kebencian tak sedikitkun aku bersimpati pada orang lain apalagi cinta. bagiku cinta membuat orang menderita.dan aku tak pernah sama sekali tertarik dengan wanita. Banyak dari mereka yang mencari perhatianku, pikir ku hanya satu mereka hanya tertarik dengan wajah dan kekayaan yang ku miliki.


Sampai akhirnya seseorang membuatku sangat marah. Seorang pria paruh baya mengatakan diriku sombong, aku hanya diam saat kata sombong di teriakkan padaku. tetapi dia mengatakan lagi bahwa aku akan bertemu dengan seorang wanita yang akan merubah kehidupanku. Seorang wanita yang mengubah kebencian menjadi cinta. pengantin wanita yang akan berada tepat di hadapan dan di pelukanku.


Aku begitu marah mendengarnya, aku tak terima dan mengatakan bahwa tidak ada satu orangpun yang bisa merubahku apalagi seorang wanita itu gak akan pernah terjadi di hidupku.


Tetapi ramalan pria paruh baya itu terjadi. Di hari itu pula aku bertabrakan dengan seorang wanita yang mengenakan gaun pengantin berbahan sari lengkap dengan aksesorisnya, percis seperti gaun yang di kenakan pengantin wanita India. Aku menariknya karena dia hampir saja terjatuh, tak pernah ku lihat wanita yang lebih cantik darinya, wanita muslimah yang mengenakan hijab,matanya sangat indah meneduhkan, alis matanya hitam tegas, dagunya panjang sedikit runcing, bibirnya tipis merona dengan warna lipstiks yang lembut, begitu sempurna, tapi ada air mata yang membasahi pipinya. Entah dorongan dari mana sehingga jemari tanganku mengusap air mata dari pipi wanita itu membuatnya tersadar dan menjauhkan dirinya dari ku. Dia berjalan pergi tetapi kakinya menginjak pakaiannya sendiri sehingga dia akan kembali terjatuh, aku kembali menariknya kepelukanku. Mata kami bertemu saling tatap. Dia mengakhirinya lalu berlari meninggalkan danau tempat kami bertemu.


Ternyata tidak sampai di situ, kami bertemu kembali, Takdir membawanya masuk ke kehidupanku sampai sampai keadaan memaksaku menikah dan fikiran konyolku tiba-tiba muncul untuk memanfaatkan keadaan itu agar dia mau menikah denganku.


Zahra Asyila Sarfaraz nama yang tak bisa ku lupakan sejak pertama aku membacanya pada dokumen surat lamaran kerja di cabang perusahaan di desa tempat dia tinggal. Saat ini dia adalah Istri ku.tepatnya istri kontrak ku.


Aku tak pernah ingin menikah, tapi aku harus menikah terlebih dahulu sebelum adikku Kyara, Jika tidak Kyara akan batal menikah dengan orang yang di cintainya. Pikiran konyol itu datang saat melihat Zahra. Aku menyetujui untuk menikah jika yang menjadi mempelai wanitanya adalah Zahra. Ini caraku agar aku bisa selalu berada di dekatnya.

__ADS_1


Tentu saja Zahra menolak, tapi kebaikan hatinya yang tulus membuat ia mau menikah denganku padahal aku tahu dia tak pernah ingin menikahi orang sepertiku.


Aku tak tahu apa arti cinta yang ku tahu aku hanya ingin melihatnya tersenyum bahagia. Menghapus semua duka dan masalah nya terlebih menghapus air mata yang jatuh dari mata teduhnya. Jika itu yang di namakan cinta ya berarti aku telah jatuh cinta.


Satu hal yang membuat hatiku terasa sakit di saat Zahra mengatakan bahwa dia membenci pernikahan ini, Aku yang ingin menghapus air matanya ternyata malah menjadi penyebab dia menangis. Mungkin saat ini di hati Zahra ada orang lain, dan pernikahan ini membuat Zahra tak bisa menerima cinta dari orang yang ia suka.


Tak sedetik pun aku ingin jauh darinya, apalagi sampai berpisah. saat ini Aku ingin menghabiskan hidupku hanya dengan Zahra, wanita yang mengajarkanku menyukai warna, keramaian,bunga-bunga, mengajari makna hidup, mengajariku untuk bersyukur, dan mengajari bahwa hujan itu tidak selalu buruk, Zahra benar, hujan adalah rahmat, malam ini tak akan pernah aku lupakan dimana Zahra menangis dipelukanku di bawah guyuran hujan, itulah rahmat terbaik untuk ku.


Akan tetapi saat Zahra sadar berada dipelukanku Zahra berlari menjauhiku matanya mengatakan seolah olah dia melakukan kesalahan dengan menangis di pelukanku.


Apakah Zahra sangat membenciku, hingga berlari menjauhi ku. Aku sadar bahwa aku tak pantas untuknya Zahra wanita yang sholeha sedangkan aku adalah orang yang salah. Zahra juga punya mimpi mempunyai suami hafiz Qur'an sedangkan aku sangat jauh dari ajaran agama.


Aku benar-benar tak pantas. Pria penghafal Qur'an itu lebih pantas menjadi imam Zahra di bandingkan aku.


Wanita baik-baik untuk lelaki yang baik dan wanita yang buruk untuk lelaki yang buruk juga. Ayat Allah itu benar dan tidak ada keraguan pada Nya.


Rey meneteskan air mata berat baginya untuk melepaskan Zahra.

__ADS_1


Zahra aku akan belajar mengikhlaskan mu, sebagaimana kamu ikhlas menjalani hidupmu dengan bergantung Pada Pertolongan Allah, maka aku juga akan belajar untuk menyerahkan semua pada Allah sang pencipta yang mahha Pengatur. Semua terjadi atas kehendakNya. Jika memang kita akan berpisah aku akan berusaha mengikhlaskanmu, meski aku tahu aku tak akan mungkin bisa melupakanmu tapi aku sadar siapa aku, aku gak pantas untukmu. Aku akan pastikan setelah malam ini tidak akan kubiarkan kamu menangis Zahra. Kamu harus bahagia walau mungkin hatiku akan sakit melihat kebahagianmu dengan lelaki lain.


Rei menutup matanya, mencoba untuk tidur. tapi pikrannya masih tertuju pada Zahra yang masih menangis di dalam kamar.


__ADS_2