
" Percayalah kepada Allah ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan. Allah telah merencanakan sesuatu yang lebih baik untukmu."
..........................................................
Happy Reading
Jangan lupa πlike, vote and tinggalkan jejak ya,,,,,,,,,,, πππ
...........................................................
" Gimana saran Kyara bang? abang mau kan?. " Tanya Kyara penuh harap.
Rey menarik nafas panjang. " Baiklah abang setuju, abang mau menikah kontrak jika Zahra setuju menjadi pengantin wanitanya. "
" Uhuk..... uhuk.... uhuk.... " Zahra tersedak mendengar ucapan Rey barusan.
" Ini minum, makanya makan tu hati-hati. " Rey mengulurkan segelas air putih pada Zahra.
Zahra meminumnya dengan perlahan kini pikirannya berkecamuk. " Pasti aku tadi salah dengar, ya salah dengar tenang Zahra, tenang. " Batinnya sambil mengatur nafas.
Zahra mengangkat wajah yang sedari tadi menunduk karena tersedak. Ia melihat ketiga pasang mata tertuju padanya, Zahra menjadi kikuk.
" Kenapa pak Rey, mbak Kyara dan nenek lihati Zahra, Zahra buat salah ya nek,? " Tanya Zahra, dia masih berharap apa yang di dengarnya barusan adalah salah.
Nenek tersenyum dan menggeleng. " Tidak kok, Zahra gak salah apa-apa malah kami semua mau minta bantuan Zahra. "
Deg.... hati Zahra sudah mulai tak menentu, ada rasa takut dalam hatinya tetapi ia mencoba untuk memperjelas sesuatu yang kini mulai terlintas di pikirkannya dengan bertanya langsung.
" Bantuan apa nek?"
" Zahra kamu dengarkan apa yang di katakan bang Rey tadi?." Belum sempat nenek menjawab, Kyara terlebih dahulu angkat suara.
Zahra menggeleng. " Maaf mbak tadi saya lagi enak makan jadi kurang begitu jelas mendengarkan Perkataan pak Rey. "
" Baiklah, Kyara akan jelaskan, kamu masih ingatkan Zahra tentang syarat yang di ajukan Neneknya Farhan saat di Bandara tadi? "
Zahra mengangguk.
" Pernikahan ku hanya bisa terjadi bila bang Rey menikah terlebih dahulu. Tapi Bang Rey dari dulu sampai sekarang tidak mau menikah jadinya cuma ada satu cara yaitu bang Rey harus menikah kontrak hanya untuk sampai saya dan Farhan menikah setelah itu pernikahan kontrak akan selesai. Bang Rey uda setuju melakukan pernikahan kontrak itu apabila dengan mu Zahra, kamu mau kan? kami akan memberikan uang seberapapun yang kamu minta. "
__ADS_1
" Tidak mbak, saya gak mau melakukannya, lebih baik mbak dan pak Rey cari perempuan lain saja. " Dengan cepat Zahra menyambar ucapan Kyara.
Kyara berjalan mendekati tempat Zahra duduk, ia memegang tangan Zahra seraya berkata.
" Zahra aku mohon, ku rasa kamu tahu bahwa begitu banyak perempuan yang ingin menikah dengan bang Rey. Seharusnya kamu bersyukur bang Rey memilih kamu, gak lama Zahra, cuma satu hari dan kamu juga akan mendapatkan uang sesuai yang kamu mau. "
" Maaf mbak Kyara tapi saya gak bisa, saya juga gak mau uang itu mbak."
" Zahra tolonglah, bang Rey hanya mau kamu saja karena jika perempuan lain mungkin mereka akan mengambil kesempatan dengan pernikahan ini. cuma satu hari aja Zahra mau ya?. "
" Maaf mbak saya gak bisa. " Zahra tetap menolak.
Nenek hanya diam saja, dia tidak tahu harus berkata apa melihat penolakan Zahra.
Penolakan Zahra membuat Rey kesal apalagi setelah melihat Kyara seperti mengemis pada Zahra, membuat Rey tak mampu menahan emosinya.
" Zahra, aku...... "
" Cukup Kyara!." bentak Rey memotong ucapan Kyara yang membuat ketiganya terkejut dengan suara Rey yang meninggi. Rey juga berdiri dari duduknya.
" Zahra aku mau menikah dengan mu hanya karena Kyara, jadi jangan kamu pikir aku menyukaimu atau mencintaimu. Aku bisa saja menikah dengan Lani, tiara, Cila atau wanita manapun tapi itu akan menjadi masalah bagi kehidupanku, aku gak pernah ingin menikah, dan jika aku menikahi salah satu dari mereka, mereka pasti tidak akan mudah untuk melepaskan ku sehingga aku akan terjerat dengan pernikahan itu walau hanya pernikahan kontrak. Aku memilihmu karena kurasa cuma kamu yang tidak tertarik dengan ku, kau juga sekretaris ku bukan? jadi gak mungkin kamu berani macam macam, dengan begitu aku bisa menceraikan mu satu hari setelah pernikahan ini berlangsung. Tapi jika kau menolak tidak apa, itu hak mu yang harus kamu ingat bahwa aku sama sekali tak tertarik dengan gadis ceroboh seperti mu yang selalu saja akan terjadi masalah jika ada kamu. "
Rey kemudian mengarahkan pandangannya pada Kyara yang berada di samping Zahra.
Buliran bening yang dari tadi di coba di tahan Zahra akhirnya berhasil menerobos benteng pertahanannya. Buliran itu mengalir dari sudut mata gadis yang kini diam terpaku. Mendengar ucapan Rey hatinya bagai di hujam ribuan jarum yang membuatnya sakit. dan kalimat terakhir membuat dirinya ingat dengan luka lama yang masih ternganga. ucapan yang sama percis di katakan bude Yanti dan tante sinta serta beberapa orang di desanya bahkan di kompleks perumahan abangnya Arga, mereka menyebut Zahra wanita sial pembawa masalah membuat mereka juga ikut ketimpa masalah bila berada di dekat Zahra.
Sementara Kyara terduduk bersimpu di lantai, dia menangis. Nenek mendekati Kyara dan duduk di kursi dekat Kyara untuk menenangkannya. Kyara menenggelamkan kepalanya di pangkuan Nenek, dia terus menangis terisak-isak.
" Nek, nenek harus cari cara agar bang Rey mau menikah dengan wanita selain Zahra, bang Rey harus menikah nek, Kyara gak mau pernikahan Kyara batal, Kyara mencintai Farhan nek dan Kyara cuma mau nikah sama Farhan Nek. hiks.... hiks.... hiks..... "
" Kyara sayang kamu harus sabar, nenek akan coba bujuk abang mu lagi nanti. "
" Percuma nek, bang Rey itu gak bakalan mau bang Rey itu keras kepala, bang Rey jahat nek, Bang Rey da ngancuri hidup Kyara, Kyara benci sama Bang Rey." Kyara semakin menangis sejadi jadinya.
" Lebih baik nenek bujuk Zahra. " Kyara yang berada diantara nenek dan Zahra kini mengangkat wajahnya dan memegang tangan Zahra kembali dengan posisi masih duduk bersimpuh.
" Zahra aku mohon menikahlah dengan bang Rey, aku akan berikan apapun yang kamu minta Zahra, aku sangat mencintai Farhan, hiks.. hiks... aku gak akan menikah selain dengan Farhan. Jika pernikahan ini batal lebih baik aku mati Zahra. Aku mohon. "
Mata Kyara sudah terlihat sembab, air matanya sangat deras mengalir membasahi pipinya, Kyara merasa lemas, tubuhnya yang lelah karena baru saja sampai dari perjalanan jauh di tambah lagi dengan hatinya yang merasa sakit karena pernikahannya diujung kegagalan membuat Kyara tak mampu bertahan tubuhnya ambruk ke lantai, Kyara pingsan.
__ADS_1
Zahra segera memegang Kyara ia panik menepuk-nepuk pipi Kyara agar bangun tapi Kyara tetap tidak sadarkan diri.
Nek Retno berteriak memanggil pelayan dan supir untuk membawa Kyara masuk ke kamar.
Kyara di gendong oleh mang Diman supir nenek, di ikuti nenek, Zahra, dan bik Iyem dari belakang. Setelah dibaringkan di tempat tidur, nenek memerintah bik Iyem untuk memanggil tante Ola dokter keluarga ARDANA.
Kyara masih belum sadarkan diri walau sudah berulang kali ditepuk-tepuk pipinya oleh nenek. Melihat nenek yang sangat khawatir pada cucunya Kyara Membuat Zahra merasa bersalah.
" Maafkan Zahra nek, mbak Kyara pingsan gara gara Zahra. " Zahra menunduk dengan air mata yang terus mengalir.
Nenek memandang iba gadis yang ada di depannya, gadis cantik yang tidak tahu menahu malah terbawa - bawa dalam masalah keluarga mereka.
" Zahra ini bukan salah kamu, Kyara pingsan karena dia kelelahan. Dan Maafkan ucapan Rey tadi ya sayang. sebenarnya Rey itu anak yang baik hanya saja Rayhan punya trauma masa lalu dimana mamanya di khianati oleh anak kandung nenek, papa Rey sendiri, sampai akhirnya terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa anak dan menantu nenek. Sejak saat itu Rey menjadi anak yang pendiam dan sangat dingin. Itu juga yang membuat Rey tidak mau menikah padahal berulang kali nenek memaksanya.
sama seperti nenek, Rey juga melihat ketulusan di dalam dirimu Zahra yang gak akan mungkin mengambil kesempatan seperti wanita lain sehingga dia mau menuruti Kyara untuk menikah dengan mu. Tapi nenek juga tidak mau memaksamu, nenek gak ingin hanya karena kebahagiaan cucu nenek Kyara nenek malah menghancurkan kebahagiaan gadis sebaik kamu sayang. " Air mata nenek juga mengalir di pipinya yang sudah terlihat kendur.
Zahra merasa hatinya semakin teriris melihat seorang nenek menangis memikirkan nasib cucu yang telah di besarkannya seorang diri. kasih sayang seorang nenek yang tidak pernah di dapat Zahra dari kecil. Kedua nenek Zahra baik dari sebelah papa maupun mamanya sudah meninggal sebelum Zahra di lahirkan. Jika neneknya masi hidup, neneknya pasti akan menyayangi Zahra sama seperti kasih sayang yang di berikan nek Retno kepada cucunya.
" Nek, berikan Zahra waktu satu hari untuk memikirkan permintaan mbak Kyara. " Ucap Zahra perlahan.
kalimat itu membuat nenek terkejut. Nenek memeluk Zahra.
" Kamu sungguh gadis yang baik Zahra. Apapun keputusan yang akan Zahra ambil, nenek akan tetap menghargai dan mendukung Zahra, Nenek yakin Kyara akan baik baik saja nantinya. "
Zahra mengangguk lalu Zahra pamit untuk pulang. Nenek menyuruh supir mengantarkan Zahra pulang tetapi Zahra menolaknya.
Zahra keluar dari Rumah Rey, dia berjalan dengan pikiran melayang layang, pandangannya kosong matanya masih saja mengeluarkan buliran bening miliknya sesekali di hapus walau terkadang di biarkan membasahi pipi cubbynya.
Rey melihat Zahra berjalan dari jendela kamar. Keadaan Zahra sekarang membuat hati Rey perih, Rey tidak suka melihat Zahra menangis tapi hari ini dialah penyebab gadis sholeha itu kembali meneteskan air mata.
Rey juga merutuki dirinya yang telah berkata kasar yang melukai hati Zahra. Sering sekali ucapan yang keluar dari mulutnya tidak singkron dengan hatinya sendiri. Dalam diam, matanya terus memandang punggung Zahra yang masih berjalan menuju gerbang pagar rumahnya. Entah bagaimana tanpa permisi setetes air telah berada di pelupuk mata Rey yang sudah siap untuk meluncur. Rey kini menyadari bahwa dia mencintai Zahra dan Rey benar benar ingin menikahi Zahra bukan hanya sebatas nikah kontrak yang di sarankan adiknya Kyara. tetapi keinginan itu masih tertutup dengan rasa sakit masa kecilnya melihat orang yang paling di sayangnya menderita hanya karena cinta.
Β
Β
πππππππππππππ
Hai Readers semoga sehat selalu, terimakasih buat yang udah mau baca cerita Author apalagi yang udah kasih boomlike, vote and komentar penyemangatnya, dan buat yang belum kasih like, vote nya semoga diberi hidayah biar gak pelit π. Sebenarnya Author sedih yang baca enam ribu lebih yang like seperampatnya pun gak ada π. rencananya mau ngambek nulis π.
__ADS_1
Author mau nanya nih, kalau kira kira Readers jadi Zahra readers mau gak nikah kontrak sama pak Rey? nikahnya cuma 1 hari terus diceraikan, trus readers jadi janda dong, bayangin ya kira kira mau kagak? π .
Salam kenal dari Author? ππ jangan lupa di jawab ya! ππ