
“Kau bisa menghias hari hari mu tanpa kehadirannya tetapi kamu tetap akan merasakan sesuatu yang kurang didalamnya”
............................................................
Seminggu berlalu, Zahra menjalani aktivitasnya seperti biasa tapi minggu ini adalah minggu dimana dia bekerja dengan tenang tanpa ada nya Rey yang selalu memerintah Zahra seenaknya dan marah-marah tidak jelas.
Sudah satu pekan Rey tidak masuk ke kantor entah apa yang terjadi padanya tak ada orang kantor yang tahu kemana dia pergi kecuali Very. Selagi Rey tidak masuk, pekerjaan di handle oleh Very, dan selama itu pula membuat Very dan Zahra semakin dekat.
Zahra merasa sangat nyaman bila bersama Very itu mungkin karena Very sangat perhatian dan bersikap lembut kepada Zahra, tetapi Zahra tetap berusaha menjaga jarak karena ia tidak mau sahabatnya Sasa kecewa bila tahu Very menyukainya dan sudah mengutarakan cinta pada Zahra. Zahra bukanlah orang yang egois, dia selalu mementingkan kebahagiaan orang-orang di sekelilingnya di banding dengan kebahagiaannya sendiri.
Very sendiri semakin gencar mendekati Zahra, hampir setiap hari Very mengajak makan di luar tetapi Zahra selalu menolak dengan halus hingga Very tak curiga sebenarnya penolakan itu adalah sebuah tanda bahwa Zahra ingin menjauh dari Very.Bahkan saat Zahra tak punya alasan untuk menolak Very yang mengajaknya Nonton malam ini, Zahra malah membawa Sasa ikut bersama membuat Rencana yang disusun Very berkencan dengan Zahra hanya berdua gagal total tapi Very bisa tetap bersikap baik pada Sasa karna Zahra lah yang mengajaknya bukan semata mata keinginan Sasa.
***
Rey sudah sampai rumah,badannya masih terasa sangat lelah, karena baru kembali dari Jerman untuk menyelesaikan urusan penting dan dari jerman Rey lanjut ke Kanada menjemput opa dan omanya. tetapi mereka tidak ikut pulang ke rumah bersama Rey melainkan menginap di hotel milik keluarga Ardana yang sebenarnya dulu milik opa dan oma Rey yang telah di wariskan pada anak mereka Melynda Hadinata mama Rey dan juga Kyara.
Setelah membersihkan diri Rey berbaring di ranjangnya. pandangannya tertuju pada langit-langit kamar yang kini sangat dirindukan tempat ternyaman bagi seorang Rafasya Raihan Ardana.
Satu minggu sudah ia tak bertemu Zahra. Setiap malam dan waktu senggang foto-foto Zahra menjadi pengobat rindu saat ia berada di negri orang.
Rey melihat di layar ponsel menunggu pesan dari Zahra. Selama di jerman dan Kanada setiap malam Zahra mengirim pesan meminta fotonya tetapi Rey, jangankan mengirim foto membalas pesan dari Zahra pun tidak.Ia sengaja tidak memberikan apa yang di inginkan Zahra karena bila Zahra telah mendapatkan fotonya Zahra tidak mungkin mau mengirimkan pesan WA lagi.
Lama menunggu pesan yang tak kunjung datang, akhirnya Rey memgirimkan pesan kepada Zahra.
Rayhan.
" Hei gadis ceroboh mau di kirim gak ni fotonya??. "
Pesan sudah di baca tetapi tidak di balas Zahra.
15 menit kemudian tak ada balasan juga dari Zahra, Rey pun kembali mengirim pesan.
Rayhan.
__ADS_1
" Kalau emang tidak mau aku hapus ni, "
Untuk kudua kalinya tanda centang dua warna biru tetapi Zahra tidak membalasnya juga sampai sekitar 10 menit, Rey kembali lagi mengirim pesan.
Rayhan.
- Zahra kamu dimana?
- Kamu baik baik saja kan?
Rey khawatir jika terjadi sesuatu pada Zahra kenapa Zahra gak membalas pesannya, padahal di tempat lain Zahra sengaja tidak membalas pesan dari Rey karena Zahra marah dan putus asa hampir setiap malam Zahra mengirim pesan untuk meminta fotonya, dan Rey sudah membaca tapi tak satu pun di balas kini Zahra melakukan hal yang sama ke pada Rey,tak berharap banyak lagi untuk menerima fotonya.
Rey mulai panik hampir setengah jam ia menunggu pesan balasan dari Zahra. Ia kemudian ingat untuk mengecek CCTV kantor yang sudah di sambungkan ke ponselnya Sehingga kapan saja dan dimana saja Rey bisa mengawasi apa saja yang terjadi di kantor selama dia tidak ada.
Rey membuka CCTV di pintu masuk kantor ia melihat hari ini saat pulang kerja Zahra dan Sasa pergi bersama Very. Entah mengapa tergambar jelas di wajah Rey bahwa dia tidak suka melihat Very membawa Zahra walau Sasa ikut yang jelas Rey tahu sebenarnya Very berusaha meyakinkan Zahra agar Zahra mau menerimanya lamarannya.
Rey juga mengecek CCTV di ruangan Zahra ternyata selama dia tak ada Very selalu bersama Zahra walau hanya sebatas pekerjaan itu sudah membuat Rey cemburu. Hatinya kini terasa panas melihat canda tawa Zahra dengan Very. Tanpa ia sadari tangan kanannya mengepal siap untuk meninju apapun sebagai pelampiasan kekesalannya.
" Pantas saja dia tak membalas pesanku mungkin saat ini dia lagi bersenang senang dengan Very.
Prang......
Rey kemudian mengambil ponselnya kembali membuka galeri kamera, menandai beberapa foto kemudian mengirimkannya pada Zahra.
Di kamar, Zahra baru selesai sholat Isa. Mendengar ponselnya berbunyi Zahra kemudian mengambil ponsel setelah merapikan sajadah dan mukenanya.
Bos galak
- file foto ( Rey mengirimkan foto-foto Zahra saat di Museum 3D.
- ini foto mu aku harus pastikan kamu sudah melihatnya sebelum aku hapus.
Zahra tersenyum akhirnya foto yang ia tunggu-tunggu di kirim juga.
" Dasar orang aneh di pinta gak di kasi ini di diami malah di kirimnya. tapi kok nadanya seperti marah gini ya? ah bodo amat yang penting udah dikirim. " gerutu Zahra.
__ADS_1
Zahra membuka semua foto yang dikirim Rey. Zahra baru sadar bahwa Rey hanya mengirim foto Zahra sendirian sedangkan yang bersama Rey tidak satupun di kirimnya.
Zahra
- Terimakasih pak udah ngirim foto yang sudah saya tunggu-tunggu selama seminggu.
- Tapi kenapa fotri yang berdua dengan bapak gak ada yang di kirim pak??
Bos galak.
- Aku rasa itu gak perlu.
- Aku juga akan menghapusnya.
Zahra.
- sebelum di hapus kirim dulu ya pak.
- kan sayang belun sempat saya lihat kok udah mau dihapus aja.
- Zahra mau lihat, sekalian untuk kenang-kenangan kan jarang sekali bapak baik kayak gitu.
Rey mengkerutkan dahinya tetapi perkataan Zahra dengan menyebut namanya gak pake kata aku atau saya membuat dirinya luluh karena biasa Zahra menyebut namanya hanya bila berbicara dengan keluarga dan orang terdekat saja kecuali Sasa yang memang mereka lebih suka ngomong aku, kamu, gua, elo biasalah gaya bicara anak ke kinian.
Rey mengirimkan satu buah foto yang di ambil Zahra sebagai pengganti saat Rey ketahuan selfie diam diam. foto di mana jarak keduanya tidak terlalu Jauh dengan fose Zahra tersenyum manis sedangkan Rey muka datar tanpa ekspresi.
Bos Galak
- besok kamu gak usah kekantor. Jam tujuh sudah harus sampai rumah saya kamu jangan lupa janjimu untuk membantu saya mempersiapkan pernikahan Kyara yang hanya tinggal lima hari lagi.
- Saya tidak mau menerima alasan tidak,?
Zahra menarik nafas panjang. " sepertinya penderitaan ku akan berlangsung lagi menjadi pesuruh pak Rey. andai bisa rasamya aku ingin pindah kerja aja. " Zahra berbaring lalu menulis sebuah pesan.
Zahra
__ADS_1
- siap bos.
kemudian Zahra menutup matanya seraya berdoa sebelum tidur berharap hari esok akan menjadi hari yang baik dan menyenangkan.