Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 51


__ADS_3

" Pernikahan itu sekali seumur hidup. Pasangan yang kamu pilih adalah pasanganmu sampai mati. Salah atau benar, itulah pasanganmu. –Anggun Prameswari


......................................................


Setelah sungkeman dengan pihak keluarga acara dilanjutkan dengan proses siraman untuk Kyara yang akan menikah besok hari. Sementara Zahra minta izin untuk istirahat di kamar. Agar nenek Farhan tak curiga Zahra di bawa nenek Retno ke kamar Rey. Zahra di temani oleh Sasa masuk ke dalam kamar Rey.


" Ra, untung juga lo nikah sama pak Rey. Gua jadi punya kesempatan masuk ke kamarnya. Gile kamarnya besar amat ya? apalagi di hias begini pasti malam pertama kalian seru ni Ra." Ledek Sasa.


Mata Zahra melotot ke Sasa sudah siap untuk menelan Sasa hidup hidup.


" Sorry Ra, gua becanda, habisnya dari kemaren aku gak lihat sahabatku ini tersenyum. Sasa kan jadi ikut sedih. " Sasa memewekkan bibirnya.


" Gimana mau senyum Sa, bayangkan aja nasib ku ke depannya bakal suram."


" Ra jangan ngomong gitu dong, Allah udah mempersiapkan kebahagian terbaik untuk mu kelak Ra, kamu harus yakin gak boleh patah semangat gini. "


" Ntahlah sa, dua kali gagal menikah aja udah buat orang-orang bilang aku perempuan pembawa sial bahkan bude dan tante ku sendiri ikut bilang begitu, apalagi kalau mereka tahu sekarang aku menikah cuma sehari trus jadi janda, pasti Makin sulit bagi ku untuk mendapatkan lelaki yang benar benar mencintai dan menerimaku apa adanya Sa, atau mungkin malah bakal jadi Janda selamanya. "


" Ra, gak boleh gitu, aku yakin temanku ini pasti akan menemukan lelaki itu, lelaki yang akan sangat mencintaimu Ra. " Sasa memeluk Zahra, ada air di sudut matanya melihat nasib teman yang sudah seperti saudaranya sendiri.


Tok. tok. tok....


Terdengar pintu kamar diketuk, Zahra membukakan pintu ternyata yang datang Oma dan Opanya Rey. Zahra tersenyum menyapa mereka.


" Zahra, Kami Oma dan Opa Rayhan. "


" Silahkan masuk nyonya, tuan. "


Oma tersenyum " panggil Oma dan Opa saja sayang, kan Zahra udah nikah sama Rey jadi Zahra udah jadi cucu kami."


" Baik oma. "


" Zahra, Oma dan Opa kemari mau kasih ini sayang, ini adalah perhiasan anak Oma Melynda, mamanya Rey dan Kyara.Dan ini sekarang jadi milik Zahra. " Oma mengulurkan satu paket perhiasan di dalam kotak berwarna merah.


" Maaf Oma tapi Zahra gak bisa menerimanya ." Tolak Zahra.


" Zahra dulu mamanya Rey pernah bilang ke Oma Rey kalau perhiasan ini akan di berikannya pada menantunya, Istri Rayhan. " kata Opa angkat suara.


" Tapi Opa dan Oma udah tahukan kalau pernikahan kami ini dilakukan hanya agar pernikahan Kyara bisa tetap berlangsung. setelah pernikahan Kyara berlangsung pernikahan ini juga akan selesai."

__ADS_1


" Oma dan Opa tahu, apa pun yang terjadi hari esok kita tidak akan pernah tahu. yang jelas hari ini Zahra adalah istri Rey dan Oma harus menepati janji Oma pada almarhumah mamanya Rey. " Oma meletakkan perhiasan itu di tangan Zahra lalu mereka berdua pergi meninggalkan Zahra.


" Tapi Oma Zahra gak bisa menerima ini Zahra gak pantas oma, dan Zahra gak menginginkannya sama sekali. " Zahra mengejar Oma dan mengembalikan perhiasan itu ke tangan Oma.


" Zahra, hanya ini yang bisa Oma perbuat untuk mewujudkan keinginan anak Oma yang sudah tiada. Oma tahu Rey yang tidak pernah ingin menikah mungkin juga ini akan menjadi pernikahan yang pertama dan yang terakhir baginya karna oma yakin jika kalian bercerai besok Rey akan kembali dengan prinsipnya tidak akan pernah menikah dan Oma gak akan pernah mewujudkan amanah dari mamanya. Oma mohon Zahra terima ya. " airmata Oma mengalir dari sudut matanya. kemudian Mereka berjalan lagi meninggalkan Zahra yang masih diam terpaku dengan kotak perhiasan di tangannya.


Zahra kembali masuk ke dalam kamar.


" Pa melihat Zahra mama jadi ingat Elin dan sahabatnya pa, dimana dia sekarang ya pa, mama mau nyampaikan permintaan maaf anak kita Elin pa. " kata Oma.


" Ma, kita kan udah coba cari tapi dia udah pindah, mudah-mudahan suatu saat kita bisa bertemu kembali denganya. " jawab Opa sambil memeluk Oma yang sedang menangis menahan rindu pada anak semata wayangnya.


 


***


 


Merasa lapar Sasa turun ke bawah, ia mengambil beberapa cemilan di meja hidang tamu. Sasa membawanya kembali ke kamar Rey untuk dimakan bersama Zahra. Nenek Farhan sedari tadi curiga. dia merasa ada yang tidak beres dengan pernikahan Rey dan Zahra. Melihat dari pertama proses akan nikah tak ada sedikitpun senyum di wajah Zahra. Nenek mengikuti Sasa. tepat di depan pintu masuk kamar Rey nenek memanggil Sasa.


" Tunggu!"


Sasa berbalik. Dia terkejut melihat nenek Farhan.


" Sa... saya teman nya Zahra nek, saya kemari mau ngantarkan makanan untuk Zahra, dari tadi pagi Zahra belum sempat sarapan dengan benar. " jawab Sasa gugup.


" Rayhan mana? kenapa bukan dia yang mengambilkan makanan untuk istrinya? "


" Emh. Pak Rey lagi di bawah nek. Iya di bawah mempersiapkan acara siraman untuk Kyara. " Sasa tersenyum canggung dengan menunjukan deretan giginya yang putih.


" Kalau begitu kamu ikut saya kebawah nanti makanannya biar Rayhan saja yang membawakannya. "


Dengan berat hati akhirnya Sasa mengikuti nenek Farhan yang membawanya kembali turun ke bawah tempat di mana proses siraman Kyara akan di laksanakan.


 


...............


 

__ADS_1


Zahra duduk di depan meja Rias memandangi dirinya yang masih menggunakan Gaun pengantin.


drtt... drtt....drtt...


ponsel Zahra bergetar panggilan dari mama.


" Assalamualaikum ma, "


" Waalaikumsalam, Zahra baik baik saja kan sayang. " Tanya mama khawatir.


" Zahra baik kok ma, mama dan papa sehatkan?


" Alhamdulillah sehat sayang, dari semalam mama keinget terus sama Zahra mama rindu sama Zahra. "


Deg.... hati Zahra terenyuh mendengar kekhawatiran mamanya, dari dulu sampai sekarang jika Zahra sedang dalam masalah pasti mamanya selalu tahu tapi Zahralah yang selalu menyembunyikan semua masalahnya dari mama karena dia tidak ingin mamanya bersedih meski akhirnya pasti mama akan mengetahui masalah Zahra dengan sendirinya.


" Ra Zahra masih dengar mama kan? "


" Oh iya ma Zahra dengar kok, Zahra juga rindu banget sama mama dan papa. Nanti kalau Zahra libur Zahra akan pulang biar bisa makan masakan mama sepuasnya. "


" Iya sayang nanti kalau Zahra pulang mama masakin makanan kesukaan Zahra. Oh ya sayang hari ini pesantren kita dapat rezeki lo. "


" Rezeki apa ma?. " Tanya Zahra tak mengerti.


" Tadi bos Zahra yang lama yang namanya Pak Adi itu datang jumpain papa ngantarkan sumbangan sebanyak satu milyar dari bosnya. Ya papa herankan kok tiba tiba bos Pak Adi itu ngasih sumbangan sebanyak itu gitu aja. Papa takut kalau nerima uang yang gak jelas asal usulnya. Spontan papa nanya ada niat apa kok bisa sampai mau nyumbang ke pesantren kita. Trus Pak Adi bilang katanya bosnya akan menikah jadi sebagai tanda syukur dia berbagi rezeki ubtuk keperluan anak santri, kebetulan dia pernah lihat spanduk kita di jalan dari situ dia tahu dengan pesantren tahfiz kita sayang. "


" Oh gitu ya ma, "


" Iya sayang bosnya baik ya kan dihari bahagianya dia mau berbagi dengan anak anak ahli syurga yang cinta Qur'an. Mama berdoa semoga pernikahannya Sakinah Mawaddah Warohmah dan langgeng sampai keanak cucu. Mama bahagia sayang kalau mendengar ada pernikahan mama berdoa mudah-mudahan sebentar lagi anak mama juga jadi pengantin. "


Zahra terdiam mendengar ucapan mamanya dia gak tahu harus berkata apa. Entah apa yang terjadi jika mamanya tahu bahwa sebenarnya uang yang di berikan itu karena anak gadis satu satunya telah menikah.


" Ma, udah dulu ya, Zahra masih ada kerjaan, nanti Zahra telpon lagi ya ma. ".


" Oh iya sayang, Zahra baik baik di sana ya. Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam." Panggilan terputus. Zahra kembali menangis tanpa suara memandangi wajahnya di depan cermin.


 

__ADS_1


 💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Terimakasih yang udah dukung Author dengan memberikan like dan votenya🙏🙏. Author akan terima kritik dan saran Readers di kolam komentar dengan senang hati. 😆


__ADS_2