Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 7


__ADS_3

Keesokan harinya jam sudah menunjukkan pukul 5.35 wib, tetapi Zahra masih tidur, ia bangun kesiangan. Mama membangunkan Zahra karena mama tak melihat Zahra. Biasanya setelah shalat subuh Zahra membantu mama masak di dapur.


"Zahra sayang bangun nak," mama mengguncang badan Zahra pelan.


"Bentar lagi ya ma, masih ngantuk ni." ucap Zahra menarik selimutnya lagi.


"Ayo bangun udah jam 7 ni kamu gak shalat?"


"Ha, jam 7???" Zahra terkejut langsung bangun dari kasur, dilihatnya jam di atas nakas samping kasur masih menunjukkan pukul 6.35 wib.


"Mama kebiasaan deh, kalau banguni belum juga jam 6 udah dibilang jam 7."


"Udah sana mandi, trus shalat, habis itu bantuin mama buat sarapan, bentar lagi kamu tu jadi istri, harus bisa masak." ucap mama sambil tersenyum melihat tingkah gadis kesayangannya.


"Kalau gak bisa masak kan bisa suruh pembantu atau pesan Gofood kan gampang." jawab Zahra asal dan masuk ke kamar mandi.


" wus kamu ini...... udah ntar cepatan turun. " mama keluar dari kamar menuju dapur.


Mama selalu menyiapkan makanan sendiri padahal di rumah ada dua orang asisten rumah tangga, bik ijah dan bik ima, Itu karena papa lebih suka makan masakan mama.bik ijah dan bik ima bertugas sebagai mana asisten rumah tangga kecuali memasak, paling mereka cuma bantu memotong - motong sayuran dan bumbu dapur lainnya.Setiap hari mereka datang jam 7 dan pulang jam 5, malah sering pulang lebih cepat bila sudah tidak ada kerjaan.


*** di dapur


Zahra menuju dapur melihat mama yang sudah menyiapkan masakan banyak sekali, beberapa masakan bahkan sudah di sajikan di meja makan.


"Mama masak apani,kok banyak banget, ada hajatan ya ma?" Zahra mengambil pisau memotong kentang yang sudah dikupas mama.


"Zahra lupa ya? kalau hari ini kita mau ke rumah abang mu Arga, jadi Ini mama masak kepiting asam manis kesukaan abangmu, sop udang untuk cucu mama daffa, dan rendang kerang untuk mantu mama."


Zahra hanya diam tak berkata di dalam kepalanya memikirkan bagaimana memberitahukan mama dan papa bahwa pernikahan kali ini juga batal.


Setengah jam berlalu, semua sudah selesai di masak.


"Alhamdulillah beres sekarang kamu siap-siap sana, mama juga mau bersiap."

__ADS_1


Zahra hanya mengangguk berjalan menuju kamar. Tidak butuh waktu terlalu lama Zahra sudah selesai bersiap. Ia turun kebawah menuju ruang makan dimana mama dan papa sudah menunggunya. Zahra duduk disebelah mama.


"Ra, undangannya udah diambil kan kemaren?" tanya mama.


"Udah ma," jawab Zahra tanpa melihat mama.


"Nanti kita sekalian ngundang keluarga besar Ulan trus pulangnya singgah ngundang keluarga mama ya pa? kan sekalian jalan," tambah mama bersemangat.


"Iya.... " jawab papa singkat


"Ya allah bagaimana ini, dari mana aku mulai untuk menceritakan kejadian semalam. lebih baik aku tunggu mama papa selesai makan,aku gak ingin selera makan mereka hilang hanya karna sedih memikirkan diriku." batin zahra.


Zahra dan mama membereskan semua makanan yang ada dimeja makan, mereka sudah selesai sarapan, bik ijah dan bik imah juga sudah datang.


"Bik tolong masukkan rantang-rantang inibke dalam mobil ya? pinta mama ke bik ima.


"Iya buk".Segera bik ima mengambil barang barang yang disuruh mama Neha untuk dimasukkan ke dalam mobil.


"Zahra undangannya jangan lupa di bawa ya?" mama kembali mengingatkan Zahra.


"Ma,pa, ada yang mau Zahra bicarakan".


"Ada apa zahra? " tanya papa.


"Sepertinya kita gak perlu ke butiknya mbak ulan ma, pa," Zahra menitikkan airmata yang tak mampu lagi dibendungnya.


"Loh kenapa begitu sayang? " tanya mama berjalan mendekati Zahra.


"Maafkan Zahra ma, pa, Zahra selalu buat mama papa sedih. Pernikahan ini gak akan terjadi ma, Reza membohongi kita semua ternyata dia bersekongkol dengan Gilang untuk membalas dendam ke zahra karna tempohari Zahra mutusi pertunangan dengan Gilang." ucap Zahra menangis segugukan.


Deg...... mama duduk di sofa,dia terdiam melihat anaknya.Disudut matanya mengalir air mata tetapi langsung diusap mama. Dia tidak ingin melihat gadis kesayangannya tambah bersedih bila melihat mamanya menangis.


"Kurang ajar.... kita harus datangi keluarganya Reza, mereka melamar anak kita baik-baik tetapi sekarang anak mereka berbuat seenaknya, keluarganya harus tahu".papa Arman terlihat geram tak terima anaknya di permainkan.

__ADS_1


"Pa keluarga Reza tak tahu apa-apa, yang kemarin datang itu bukan keluaganya tetapi orang bayaran Reza dan Gilang.


Mama bangkit dari duduknya mendekati Zahra dan memeluk eret Zahra.


"Sabar ya sayang, ini cobaan untuk kita,mama yakin Allah akan memilihkan Jodoh yang tepat untuk Zahra.


"Zahra sedih bukan karena tak jadi menikah dengan Reza ma, tapi Zahra sedih karna udah bikin mama dan papa malu untuk kedua kalinya, pasti orang - orang diluar sana akan mencemooh mama dan papa ini semua karna Zahra." air mata zahra semakin deras membasahi pipinya.


"Zahra hari ini kita bersedih tapi sebenarnya kita seharusnya bersyukur pada Allah karena kamu tidak jadi menikah dengan lelaki buruk seperti mereka sayang. papa gak bisa bayangkan jika papa menyerahkan anak kesayangan papa pada lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti Reza atau Gilang. ini bukan salah zahra Justru hari ini papa sangat bersyukur Allah menyelamatkan anak papa dari orang-orang jahat. Tiba saatnya nanti zahra akan bertemu dengan lelaki baik yang pantas untuk menjadi suami Zahra."


"Zahra berharap semoga Zahra mendapatkan suami sebaik papa." zahra memeluk papanya masih menangis.


"Zahra akan mendapatkan suami yang lebih baik dari papa, papa yakin itu. sekarang hapus airmatamu! anak papa gak pantas menangis untuklelaki separti mereka, ayo sekarang tersenyumlah gadis papa,!!"


Zahra mengusap airmata lalu tersenyum. dan kembali memeluk papanya.


Mama ikut tersenyum melihat Zahra yang masih memeluk papa nya,mama juga menyembunyikan tangisnya padahal mama sudah sangat hancur melihat gadis kesayangannya itu gagal menikah untuk kedua kalinya.walaupun itu bukan kesalahan putrinya tetapi apa yang akan dipikirkan orang orang bila mengetahui putrinya gagal menikah dua kali?? mereka akan memikirkan hal yang tidak baik.,tu akan membuat Zahra semakin sulit menemukan Jodohnya. Untuk Zahra kesayangannya mama tetap harus kuat dia harus tetap menjadi penyemangat buat putri cantiknya itu.


"Ya udah sekarang kita berangkat, kita harus tetap pergi ke rumah bang Arga mama udah kangen sekali sama Dafa, lagian sayang mama udah masak banyak. "


"Bener kata mama, kita harus tetap kesana, Zahra mau ikut apa mau tinggal di rumah, " tanya papa.


"Zahra ikut pa."


Mereka berangkat menuju Rumah Arga.


di dalam mobil


drrtt....


Ponsel Zahra bergetar tanda pesan masuk Wa, ternyata sasa.


"Assalamu'alaikum Zahra jadi ke butik mbak Ulan hari ni?? Zahra membaca pesan sasa lalu segera mengetik."Waal'aikumsalam ya jadi ni juga lagi di jalan."

__ADS_1


"Ok sampai ketemu........" balas sasa kembali.


Zahra kini merasa lega, dia sangat bersyukur memiliki kedua orangtua yang sangat sempurna dan sangat sayang padanya. berharap suatu saat dia bisa membahagiakan mama dan papanya.


__ADS_2