Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 36


__ADS_3

Very memarkirkan mobilnya di halaman kafe. Kafe milik keluarga Zahra sangat terkenal di desa itu, maka tak heran jika pengunjungnya selalu ramai.


Zahra, Very dan Rey turun dari mobil, Zahra berjalan diam-diam, jari telunjuknya berada di bibir mengisyaratkan agar pelayan yang melihatnya itu diam tidak bersuara supaya mamanya tidak tahu.


Zahra menutup mata mamanya dari belakang.


" Zahra,! tebak mama memegang tangan Zahra yang sedang menutup mata mama Neha.


" Mama gak asyik deh, selalu saja bisa menebak." kemudian Zahra memeluk mamanya.


" Anak sholeha mama, tadi waktu di tanya berarti bohong ya?. " Mama berbalik ke arah Zahra dan mencubit kedua pipi Zahra sambil tersenyum.


" Zahra kan gak bohong ma, tadi Zahra emang di jalan baru pulang kerja. Terus Zahra juga katakan kalau Zahra di sini pasti Zahra akan bersama mama. Ni buktinya Zahra sekarang di hadapan mama berarti gak bohong kan ma?. "


" Iya, iya, tapi Zahra sama siapa kemari? " tanya mama melihat Very dan Rey yang berada di belakang Zahra. "


" Ohya, Zahra sama b....... "


" Saya Rey tante, dan ini Very, kami berdua teman kerjanya Zahra. " Ucap Rey memotong pembicaraan Zahra.


" Tante, kami kebetulan baru pulang kerja dan lewat sini jadinya kami mau nyobain bakso tante yang katanya paling enak itu, boleh kan tan? " kata Very dengan senyuman manisnya.


" Oh boleh boleh. Mari masuk nanti biar tante bikinkan. Zahra ajak teman mu duduk di sana aja tempatnya lebih adem. Tante tinggal dulu ya nak. " Mama Neha tersenyum ramah dan menunjuk tempat duduk di pojok belakang dekat kipas angin besar, lalu ia pergi berjalan menuju dapur tempat penyajian makanan.


" Yuk pak! " Ajak Zahra.


Mereka pun berjalan menuju tempat duduk yang di tunjukkan mama Neha.


" Bapak berdua mau minum apa?."


" Saya Jus jeruk aja " kata Very.


" Bapak? " Tanya Zahra pada Rey.


" Sama." Jawab Rey singkat.


" Pak saya mandi sebentar boleh ya pak, rasanya da lengket banget ni. " Ucap Zahra memegang pergelangan tangannya.


Rey memandang Zahra sangat tajam, dari pandangannya ia tidak setuju.


" Boleh ya pak, bentar aja, cuma mandi bebek pun jadi ( mandi siram-siram saja maksudnya )." Rengek Zahra.


Very tertawa melihat Zahra yang baginya sangat lucu dan ngegemesi seperti anak kecil yang merengek minta permen, ingin rasanya ia mencubit kedua pipi Zahra sama seperti yang di lakukan mamanya tadi.


" 15 menit. " kata Rey memberi waktu.

__ADS_1


" Siap bos." Jawab Zahra ala tentara dengan tangan di kepala dan senyum mengembang di bibirnya membuat dua pria di depannya semakin jatuh hati padanya.


Zahra berjalan masuk ke dalam ruangan kafe, di dalamnya ada sebuah ruang tunggu untuk keluarga dan dua buah kamar, satu di tempati pelayan yang jaga kafe satunya lagi kamar untuk Keluarga Zahra beristirahat. Kamar itu dulu menjadi tempat Zahra santai jika sedang berada di kafe.


Di dalam kamar juga disediakan kamar mandi. Dulu setiap pulang kerja, Zahra tak langsung pulang ke rumah, tetapi ia ke kafe dulu membantu mamanya, maka dari itu Zahra menyediakan beberapa gamis cassual yang sampai saat ini masih tersusun rapi di dalam lemari yang ada dikamar itu.


 


 


***


Sementara di luar Rey dan Very masih menunggu, karena pengunjung kafe itu ramai jadi mereka harus sabar menanti pesanannya.


Mama Neha membawa dua gelas juk jeruk, ia meletakkan di atas meja di mana Rey dan Very Duduk.


" Diminum nak? " Ucap mama Neha ramah.


" Makasih tante. " jawab mereka kompak.


" Loh nak Very, nak Rey, Zahra nya kemana kok gak ada? " Tanya mama Neha ia pun duduk menemani mereka karena dilihatnya anak gadisnya tidak ada.


" Zahra tadi ke dalam tan, katanya dia mau mandi. " Jawab Very.


" Nggak apa kok tante, Zahra juga sama sekali gak ngerepoti kami, malah kami senang bisa berteman dengannya. " sahu Very, Very mudah akrab dengan orang yang baru di kenalnya tidak seperti Rey yang sedari tadi hanya menjadi pendengar budiman.


" Ehya tante saya boleh tanya sesuatu nggak tan? " kata Very.


" Mau tanya apa nak? "


" Dulu waktu tante hamil Zahra,tante ngidam apa sih kok bisa ngelahirin putri yang sempurna seperti itu, udah cantik, pintar, sholeha pula."


Mama Neha tersenyum " Seingat tante dulu tante ngidamnya biasa-biasa aja kok. Tante sangat bersyukur sekali, karena Allah nitipi Zahra ke tante, dia sangat istimewa buat tante, rmtapi Zahra itu sampai sekarang sikapnya masih sangat manja, kekanak-kanakan dan keras kepala, jika berdebat dengannya jangankan menang, seri aja susah hehehe......,. mungkin karena dia anak perempuan satu-satunya terus di manjai sama ayah dan kedua abangnya jadinya gitu kemauannya keras dan pantang menyerah. " jelas mama.


" Zahra beruntung ya di besarkan di keluarga yang sangat penyayang makanya Zahra menjadi wanita yang sholeha dan cantiknya sama seperti tante. "


" kamu ini pandai ya buat telinga tante naik, " jawab mama tersenyum.


" Bener lo tan, wajah Zahra dan tante itu sangat mirip, sama sama cantik. " puji Very


" Tapi sayangnya nasib Zahra belum seberuntung yang kamu banyangkan nak Very. "


" Maksud tante? "


" Di sini gadis-gadis seusia Zahra sudah pada menikah bahkan teman-teman sekolahnya dulu sudah banyak yang memiliki anak, tapi Zahra harus mengalami kekecewaan karena gagal menikah. "

__ADS_1


" Maksud tante pernikahan Zahra di batalkan ya tan?"


" Ya, Zahra hampir saja menikah. Anak tante itu tipe wanita yang sulit jatuh cinta, dia bukan tipe orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Dari SMA Zahra tak pernah pacaran karena dia hanya fokus pada pelajaran nya saja di tambah lagi kedua abangnya itu selalu memperhatikan Zahra jika dekat dengan teman lelakinya. Pada saat kuliah Zahra juga tidak pacaran padahal tak sedikit lelaki yang menyukainya sampai akhirnya diakhir semester hatinya luluh pada seseorang yang sudah memperjuangkan cintanya pada Zahra dari awal Zahra masuk kuliah. Anak itu kakak kelasnya Zahra hampir setahun yang lalu Zahra bertunangan dengannya tetapi tepat satu bulan sebelum pernikahan mereka Zahra memutuskan pertunangannya karena calon suaminya itu telah menghamili wanita lain. Saat itu kami sudah mempersiapkan acara pernikahan dengan matang, WO, catring semua Sudah di pesan, bahkan undangan juga sudah di sebar. Meski sedih Tapi tante bersyukur Allah menyelamatkan anak tante dari lelaki yang buruk. " Air mata mama Neha mengalir dari sudut matanya, ia segera menghapus dengan tangannya.


" Maafkan kami ya tan, udah buat tante mengingat kesedihan itu lagi. " kata Very ikut iba dengan cerita tante Neha.


" Tidak hanya sampai di situ beberapa bulan berlalu saat kami semua mulai melupakan kejadian itu. Zahra kembali di lamar oleh kakak kelasnya saat kuliah juga. Awalnya Zahra menolak, tetapi karna dorongan dari tante Zahra menerimanya. Tante merasa lelaki itu anak yang baik yang nantinya bisa membuat Zahra lupa pada orang yang pernah di cintainya. Tapi tante salah, kejadian itu terulang kembali, tepat satu bulan sebelum pernikahan,ketika itu Zahra akan melakukan foto prewedding bersama calon suaminya. Saat itulah Zahra tahu bahwa calon suaminya itu ternyata teman dari tunangan Zahra yang pertama. Mereka hanya mau membalaskan dendam pada Zahra karena ibu dari tunangan Zahra yang pertama meninggal dunia akibat malu dan kecewa Zahra tidak jadi menikah dengan anaknya.Ibunya sangat menyukai Zahra ibunya gak bisa terima kalau anaknya menikah dengan wanita lain sehingga ia struk dan meninggal. Mereka ingin hal yang sama terjadi pada tante mamanya Zahra." jelas mama lagi.


" tante yang sabar ya! Zahra, tante dan keluarga sangat hebat, Very salut sama keluarga tante yang saling mendukung. "


" Iya tan,tante jangan sedih lagi Mereka berdua lelaki yang sangat bodoh karena telah menyianyiakan wanita sebaik Zahra. Kelak mereka akan menyesal dan menyadari kebodohannya tan. " Rey ikut menghibur mama Neha yang air matanya sudah mulai mengalir deras.


" Padahal nak, waktu sesi foto Prewedding, Zahra terlihat sangat cantik dengan gaun sari pengantin punya tante dulu kalian mau lihat fotonya?. Saat tunangannya belum datang Zahra sudah sempat berfose sendiri waktu itu langsung di kirimnya ke tante, sampai sekarang tante jadikan walpaper di ponsel tante. " Mama menunjukkan ponselnya kepada Very dan Rey.


" Zahra cantik sekali ya tan dengan gaun ini, perfect " ucap Very terpukau dengan kecantikan Zahra di walpaper ponsel tante Neha.


Sementara Rey memperhatikan saja mulutnya tidak berkata apa apa tetapi hatinya terus saja berkata kata.


" Gaun yang di pakai Zahra sama persis dengan gaun disaat mereka pertama kali berjumpa. Waktu itu Zahra juga menagis berarti dia baru saja bertemu dengan tunangannya. " Batin Rey.


" Zahra itu selalu ceria meski ia bersedih ia tetap tersenyum ia menyimpan dukanya sendiri." mama Neha terus menceritakan tentang putri kesayangannya.


" Tante yakin, itu lah alasan mengapa Zahra ingin bekerja di kota ia gak mau tante dan ayahnya bersedih karena cemoohan orang. Tante minta kalian berdua jangan katakan ke Zahra ya kalau tante udah cerita tentang dia."


" Iya tan, Zahra gadis yang tegar, kuat dan pemberani, dia bener-bener gadis yang luar biasa. " kata Very.


Mama tersenyum


" Kalian tahu, Zahra itu sebenarnya penakut, ia paling takut sama gelap dan suara petir.


" Masa sih tan? " tanya Very tak percaya.


" Iya, kalau mati lampu trus hujan banyak petir Zahra pasti lari ke kamar tante meluk tante dan papanya sakin ketakutan. Bahkan dia gak segan meluk abangnya jika jarak abangnya lebih dekat dengan dia dari pada tante, abangnya kadang yang risih jadi marah ke Zahra tapi dia gak peduli. " Ekspresi wajah Mama Neha kini berubah,tangisnya menjadi tawa mengingat kelakuan Zahra yang lagi ketakutan.


" Gak nyangka ya tante Zahra ternyata takut gelap, padahal tante kalau di kantor bos galak aja di lawan sama Zahra. " Very melirik Rey, Mereka berdua tertawa, Rey hanya tersenyum simpul.


Seorang pelayan datang membawa dua mangkuk bakso untuk Rey dan Very.


" Dimakan dulu nak baksonya, tante kebelakang dulu ya ngelanjuti kerjaan tante.


" Iya tan, " jawab Very dan Rey bersamaan.


 


 

__ADS_1


__ADS_2