
" Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” [QS. Adz Dzariyaat ayat 49]
...................................................
Happy Readding.
....................................................
Allah sudah menetapkan kelahiran manusia sebagai takdir yang sudah pasti yaitu jenis laki-laki dan perempuan.Allah juga akan memberikan jodoh masing-masing untuk setiap mahluknya.
Fitrah nya Siapa yang tidak ingin menikah?
Semua manusia yang sudah dewasa ingin menikah, karena sudah kodratnya bahwa kita diciptakan untuk berpasang-pasangan.
Pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang memiliki tata cara dan proses. Ijab dan qabul diucapkan untuk menandakan pernikahan yang sah dan pasangan siap untuk melangkah ke babak kehidupan baru. Pernikahan telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW sebagai ibadah apabila dilakukan berdasarkan niat yang tulus dan ikhlas. Tetapi Zahra tidak menyangka hari ini ia akan melakukan acara sakral itu hanya untuk satu hari saja. Statusnya akan berubah dalam hitungan hari. Hari kemaren ia masih singel, hari ini ia akan menjadi seorang istri dan besok setelah acara pernikahan Kyara selesai dia akan menyandang status janda. sungguh menyedihkan batin Zahra.
Zahra menghela nafas panjang ketika melihat bangunan rumah Rey yang megah. Mobil yang dinaiki Zahra ternyata sudah sampai.
" Ra, kok melamun, lo gak papakan? " Tanya Sasa.
Zahra ditemani oleh sahabatnya Sasa pagi ini sedangkan buk Siti nanti akan datang sekitar jam setengah sembilan.
" Zahra gak papa Sa, yuk kita turun? " Ajak Zahra.
Keduanya pun turun, di depan pintu sudah disambut oleh Nek Retno. Rumah Rey kini di penuhi dengan dekorasi yang mewah. Acara akad nikah akan berlangsung di rumah mereka sedangkan untuk resepsi pernikahan Kyara akan di laksanakan di Hotels Ardana.
Nenek membawa masuk Zahra untuk di rias sebelumnya Zahra memasuki ruang kerja Rey untuk menandatangani kontrak yang sudah di persiapkan Rey sesuai keinginan Zahra.
Keduanya pun telah tanda tangan surat kontrak. Kemudian Zahra di rias di kamar Kyara. Di kamar sudah ada 2 orang perias pengantin yang di bawa nenek Gendis.
" Zahra, Nenek gak nyangka akhirnya kamu akan mengenakan gaun pengantin yang nenek buat. Nenek menyiapkan kekuranggan yang kemaren hanya dalam waktu satu malam kamu pasti akan terlihat sangat cantik Zahra." Semangat nek Gendis.
Zahra hanya membalas dengan sedikit senyuman.
Lebih kurang satu jam, Zahra telah selesai dirias kemudian Zahra mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin yang di buat nenek Gendis yang pernah di cobanya tempo hari saat datang bersama Rey kebutik nek Gendis. Tak disangka waktu itu dia ternyata fitting baju pengantin karena hari ini ia mengenakannya lagi tetapi gaun ini jauh lebih indah dari yang sebelumnya ia kenakan setelah di tambah aksesori lainnya.
Sasa, Nek Gendis, Kyara sangat terpukau dengan kecantikan Zahra. Zahra tampil cantik bak bidadari yang turun dari khayangan.
" Nek, aku kalah cantik dengan Zahra ya nek?" ujar Kyara masih menatap Zahra.
__ADS_1
" Kyara mulai hari ini biasakan panggil kakak pada Zahra. Karena sebentar lagi dia akan menjadi kakak iparmu. " Tegur nek Gendis.
" Iya nek " Kyara mengangguk.
" Ra lo cantik banget, pasti pak Rey akan tambah cinta sama lo Ra, melihat lo kayak bidadari gini. " Bisik Sasa.
" Apaan si Sa tambah cinta gimana? kami menikah terpaksa bukan karena Cinta." Zahra juga membisikkan jawabannya agar Kyara, nek Gendis dan tata rias tidak mendengarnya.
" Tapi aku yakin Ra, Pak Rey itu mencintaimu." Batin Sasa.
Mereka menunggu di kamar sampai proses ijab kabul selesai. Proses ijab kabul itu mereka lihat dari rekaman video yang sudah di hubungkan oleh studia foto ke layar Tv di kamar Kyara.
Di bawah, ruang akad nikah sudah di penuhi beberapa keluarga Rey. Opa dan Oma Rey, Nek Retno, Tuan kadi, Nenek, om dan papa Farhan, Very, papa dan mama Very, mama Sasa dan beberapa orang saudara Terdekat Rey serta dua orang saksi.
" Rey yang mau ngucap kok nenek yang tegang ya. " Kata Nenek melihat layar di kamar Kyara. Posisi Rey sudah menghadap penghulu tangannya juga sudah bersalaman.
Mereka semua serius melihat Rey dari layar TV kecuali Zahra yang hanya melihat sekilas.
“ Saya terima nikah dan kawinnya Zahra Asyila Sarfaraz Binti Muhammad Arman Sarfaraz dengan maskawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas seratus gram di bayar tunai.”
" Bagaimana saksi?" Tanya penghulu
" Sah..... Sah..... Sah.... " Terdengar kata saksi dan para keluarga yang hadir.
" Panggilkan pengantin Wanitanya. "
Zahra keluar kamar menuruni anak tangga menuju Rey dan yang lainnya. Zahra di rangkul Nek Gendis di ikuti Sasa dan Kyara di belakangnya.
Semua mata tertuju pada Zahra yang sangat cantik dan mempesona. Wajahnya belipat lipat lebih cantik dari sebelumnya ibarat pepatah jawa Manten Manglingi ( Wajahnya berubah lebih cantik.). Rey meneguk salivanya jantung nya berdetak semakin kencang. Nyonya Hadinata,omanya Rey memperhatikan cucunya yang tak berkedip melihat istrinya berjalan mendekatinya. Oma membisikkan kalimat yang mengoda Rey.
" Cucu Oma ternyata sangat pintar ya memilih calon istri. " Bisiknya.
Rey tersadar dan menjatuhkan pandangan tajamnya pada Oma. Oma tertawa kecil tidak takut sama sekali dengan Rey karena dia faham betul dengan sifat Rey yang sangat kasar dari luar tapi sebenarnya hatinya sangat lembut dan penyayang.
Zahra duduk di samping Rey.
" Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Tuan Rayhan silahkan tuan berikan mahar pada istri tuan." Titah penghulu memberi perintah.
Rey memberikan seperangkat Alat Sholat dan sepaket perhiasan senilai 100 gram. Zahra mengambil dari uluran tangan Rey.
Rey juga di suruh untuk memasangkan cincin di jari manis Zahra.
Kini bukan hanya jantung Rey yang berdetak tak karuan, jantung Zahra juga gak kalah karuannya dengan Rey.
__ADS_1
Rey memegang tangan Zahra lalu memasangkan cincin yang sangat indah di jari manis Zahra.
" Zahra, Rayhan sekarang adalah suami mu jadi engkau harus berbakti padanya, kamu bisa mencium tangannya sekarang. " Ucap nenek Farhan.
Zahra melihat Rey kedua iris mata bertemu,biar bagaimanapun ia menolak Rey kini memang telah menjadi suaminya. kemudian dengan perlahan Zahra memegang tangan Rey dan mencium punggung tangan Rey.
" Sekarang giliran nak Rey ayo cium kening istrimu. " Perintah nenek Farhan lagi.
Mata Zahra membulat sempurna.mereka kembali saling berpandangan Rey tahu Zahra gak ingin di cium olehnya meski saat ini mereka sudah sah menjadi suami istri jangankan cuma cium kening jika Rey meminta lebih dari itu juga sah sah aja.
" Tidak aku gak boleh ngambil kesempatan. " batin Rey.
" Rey, kok bengong cepetan cium istrimu. " sahut Oma.
" Iya Rey jangan malu malu cuma cium kening kok nanti selanjutnya bisa kalian terusi di kamar. hehehe.... " Sahut nenek Gendis.
" Iya cepat biar kita masuk acara berikutnya." Tambah nenek Farhan Lagi.
Sementara nenek Retno hanya diam saja karena dia tahu pernikahan ini sebenarnya tidak diinginkan keduanya.
Perlahan Rey mendekatkan dirinya ke wajah cantik Zahra.
" Cup. " Satu kecupan mendarat di kening Zahra, spontan Wajah Zahra memerah.
" Cie, cie pengantin baru pipinya merah." ledek anak nenek Gendis, tantenya Rey.
Rey melihat rona merah di wajah Zahra di dalam hati ia bertanya Rona merah itu apa karena Zahra malu, senang, atau marah.
Ini adalah ciuman pertama Rey. Sebelumnya tak ada wanita yang pernah di cium Rey begitu juga dengan Zahra ternyata lelaki pertama yang memberi ciuman di dahinya adalah Rey suami kontrak satu hari.
" Ya Allah, begini rupanya kalau dicium, jantung Zahra udah mau lepas aja ya Allah. gak nyangka bos sombong ini yang udah menjadi orang pertama yang nyium aku selain mama, papa, bang arga dan bang Arya. Siapapun kamu yang kelak akan menjadi suami asliku, maafi Zahra ya udah bersusah payah jaganya eh malah di tikung sama suami kontrak. " Batin Zahra.
Ada sepasang mata yang tidak suka melihat adegan itu semua. Tangan kanannya mengepal wajahnya juga memerah karena marah dia adalah Very sepupu Rey yang mencintai Zahra. Sasa melihat perubahan di wajah Very yang membut hatinya diselimuti beberapa pertanyaan yang tak berani di tanyakannya langsung pada Very, atasan yang di cintainya.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai Readers Author Up ni, jelong-jelongnya batal gak sesuai rencana jadi Author nulis aja deh bonus untuk para Readers yang udah dukung Author dengan ngasih like dan Vote nya. Terimakasih 🙏🙏.Dan yang gak dukung gak apa kok, suka atau tidak terserah kalian yang jelas Author akan terus berkarya. Merdeka 🇮🇩
Salam kenal smuanya dari Author😍😍
__ADS_1