
Yi Fan menyusuri hutan dengan tenang tanpa terburu-buru. “Sesuai ingatan bandit-bandit tadi, kawanan mereka menuju ke arah selatan, bukannya itu arah menuju kota? Apa mereka tidak takut di tangkap oleh penjaga? atau mereka dilindungi oleh keberadaan yang kuat di dalam kota?”
Sambil berpikir, tidak lupa juga Yi Fan memeriksa keadaan di sekitarnya karena bukan hanya musuh yang patut dia waspadai melainkan binatang buas, binatang suci, serta binatang iblis yang tinggal di hutan tersebut.
“Semoga saja aku tidak bertemu binatang iblis, mereka hanyalah mahluk saraf yang hanya tau cara membunuh, memangsa dan yang lebih buruk adalah mereka sangatlah sensitif.” Gumam Yi Fan yang mulai waspada karena merasakan hawa tidak menyenangkan di sekitarnya.
Setelah berjalan cukup lama, Yi Fan tiba-tiba menghentikan langkahnya, dia merasa bahwa dirinya saat ini tengah di awasi, bukannya dia takut hanya saja dia merasa risih jika harus diawasi, “Keluarlah atau aku yang akan ke tempatmu.” Yi Fan berbicara lebih keras seraya menoleh ke kanan.
Setelah mengatakan hal tersebut, hawa kematian yang sangat mencekam semakin terasa. Yi Fan menggenggam pedangnya dengan erat saat melihat adanya pergerakan di semak-semak.
Sinar matahari semakin meredup hingga akhirnya malam pun tiba, mahluk yang ditunggu-tunggu oleh Yi Fan perlahan-lahan mulai menampakan dirinya.
Dibawah sinar rembulan, Yi Fan melihat sesuatu melesat ke arahnya dengan kecepatan luar biasa. “Serangan?! Burung?” Saat Yi Fan akan menebasnya, dia cukup terkejut karena ternyata itu merupakan seekor burung elang berwarna hitam pekat melewati dirinya begitu saja.
Burung elang itu terbang ke langit, sayapnya yang sangat besar menutupi sebagian cahaya bulan. Yi Fan memandangnya takjub tetapi dia tidak semerta-merta mengendurkan penjagaannya karena dia masih belum tahu apakah burung elang itu bahaya atau tidak.
Tak berselang lama kemudian, burung elang tersebut terbang ke bawah menuju Yi Fan dengan pelan. Aura mengerikan yang terpancar dari elang tersebut semakin memudar bersama dengan perubahan bentuknya menjadi seekor gagak.
“Gagak? Binatang macam apa yang bisa berubah bentuk sepertinya?” Yi Fan melepaskan genggaman tangannya dari pedang karena merasakan jika burung tersebut sama sekali tidak menargetkannya.
Burung itu mengitari Yi Fan 3 kali lalu hinggap tepat di pundak Yi Fan. Yi Fan melototkan matanya saat merasakan sesuatu yang menyerang jiwanya, “Serangan jiwa?”
Yi Fan menutup matanya dan mulai memasuki alam bawah sadarnya. Di alam bawah sadarnya, Yi Fan dapat melihat seekor burung gagak yang dengan santainya terbang mengitari kesadarannya.
“Kekuatan jiwaku tidak dapat mempengaruhinya? Seberapa kuat memang jiwa burung ini sampai-sampai kekuatan jiwaku saja tidak mampu menekannya….”
__ADS_1
Kekuatan Jiwa Yi Fan sangat kuat, jika orang mencoba memasuki alam bawah sadarnya maka orang tersebut akan mati atau paling tidak akan menjadi gila. Mata darah adalah saksi bisu betapa kuatnya jiwa Yi Fan, tapi bagaimana bisa seekor burung yang entah gagak atau elang dengan santai mengitari kesadaran si Kasar Iblis tersebut.
Tak berselang lama kemudian, gagak tersebut berubah menjadi elang lalu menabrak kesadaran Yi Fan hingga membuat Yi Fan terpaksa keluar dari alam bawah sadarnya. Yi Fan mengeluarkan darah cukup banyak dari mulutnya, “Tsk... burung perkutut sialan ini hampir saja membunuhku!” Gumamnya sambil menatap burung gagak di bahu kanannya.
Yi Fan kembali batuk darah, tapi kali ini bukanlah sesuatu yang merugikannya melainkan sesuatu yang sangat menguntungkannya, “Jiwa burung ini menyatu dengan jiwaku yang membuat kekuatan jiwaku bertambah kuat. Jika seperti ini, mungkin aku dapat membangkitkanmata darah sepenuhnya!”
Yi Fan tertawa lantang, dia menatap burung gagak tersebut. “Jadi kamu memata-mataiku sejak tadi hanya untuk mengajukan kontrak hidup dan mati kepadaku? Jika seperti itu, sebenarnya kamu hanya perlu memintanya baik-baik dan tidak dengan cara brutal seperti tadi, kelakuanmu tadi hampir saja membunuhku tau?”
Burung gagak itu menundukkan kepalanya seperti merasa bersalah. Yi Fan tersenyum sinis. “Namun itu tidak sepenuhnya buruk.”
Yi Fan memikirkan nama yang pas dengan partner barunya, tapi sebelum itu dia harus memastikan sesuatu. “Sebenarnya mahluk apakah kamu ini? Aku sama sekali tidak merasakan aura binatang iblis atau binatang suci pada dirimu, tapi kamu juga jelas-jelas bukanlah binatang biasa.”
Elang tersebut menatap Yi Fan dengan kikuk seperti bingung menjelaskannya bagaimana, karena dia sendiri tidak bisa berbicara.
Yi Fan memejamkan matanya dan memulai memikirkan nama yang tepat untuk partner barunya tersebut, dan tak lama kemudian Yi Fan membuka matanya. “Aku menemukan nama yang cocok, bagaimana jika Qiu Yu?”
Gagak tersebut mengangguk dengan antusias, dia nampak girang dengan nama barunya. Yi Fan tertawa kecil melihat reaksi partnernya tersebut.
“Karena kamu sekarang partnerku, bantu aku menyelamatkan seorang bocah merepotkan.”
“Tunggu sebentar, apa pikiranmu denganku terhubung? Bisakah kamu bicara melewati pikiran?” Tanya Yi Fan memastikan.
Qiu Yu menggelengkan kepalanya yang membuat Yi Fan kebingungan. Menurutnya, kontrak dengan mahluk hidup itu melibatkan penggabungan jiwa diantara keduanya, jadi mereka berbagi pikiran dan perasaan.
Yi Fan yang menyadari hal itu secara tidak sadar membangkitkan jiwa kedua dirinya yang sudah lama menghilang.
__ADS_1
Qiu Yu nampak ketakutan, dia reflek terbang karena merasakan ada yang aneh dengan diri Yi Fan. Yi Fan sendiri saat ini sedang menatap kosong ke depan, tapi itu tidak berlangsung lama, sebab beberapa saat kemudian tatapannya kembali normal.
“Hm... apa dia mencoba mengambil alih tubuhku kembali.” Gumam Yi Fan.
Melihat Yi Fan yang kembali normal membuat Qiu Yu kembali hinggap di pundakmya. Yi Fan menoleh Qiu Yu. “Kamu merasakannya juga bukan? Ada sesuatu di dalam diriku yang selalu mengambil kesempatan untuk mengambil alih tubuhku saat jiwaku tidak stabil.”
Setelah menjelaskan hal tersebut Yi Fan segera melanjutkan misinya, kejadian barusan tentu di luar rencana dan hal itu tentu saja membuatnya kehilangan waktu.
Mereka berdua bergerak cepat karena ternyata keberadaan Qiu Yu membuat takut binatang iblis maupun suci yang mereka temui di jalan. Yi Fan menebak jika Qiu Yu merupakan salah satu yang terkuat di hutan tersebut.
Mereka berdua berhenti saat menemukan beberapa mayat binatang iblis dan bekas perapian di tempatnya sekarang. “Darah binatang iblis ini masih segar…”
Yi Fan menoleh ke sana kemari dan menemukan 3 mayat manusia yang dia duga mereka merupakan bagian dari kelompok bandit yang dia bunuh.
“Kemungkinan besar mereka bermalam di sini, tapi sepertinya mereka tidak tahu jika menyalakan api di tempat ini sama dengan mengundang petaka. Tapi ada yang aneh dengan mayat mereka, tidak ada bekas gigitan atau semacam luka yang disebabkan oleh serangan binatang….”
Hanya dalam waktu singkat melakukan observasi, Yi Fan menemukan bekas luka akibat jeratan di leher ketiga orang tersebut, “Hahaha, jadi begitu… teman makan teman ya? sebagaimana adilnya hati seseorang selalu saja ada keserakahan yang meliputinya, sepertinya mereka bertiga dibunuh setelah kehabisan tenaga akibat pertarungan melawan binatang iblis.”
Yi Fan menggelengkan kepalanya pelan, karena hal yang menimpa ketiga orang itu juga pernah menimpa dirinya. Balas dendam bukan untuk orang yang sudah meninggal melainkan karena orang yang ditinggal tidak kuat menahan kesedihan akibat kehilangan sosok penting baginya. Hanya saja orang-orang mengatasnamakan bentuk balas dendam sebagai bayaran untuk menenangkan orang yang sudah mati.
Yi Fan melebarkan kedua matanya karena merasakan energi Qi dari arah selatan, Qiu Yu juga nampaknya merasakan hal yang sama. Mereka berdua lantas bergerak menuju ke asal pancaran energi Qi itu dengan Qiu Yu sebagai pemandu.
Qiu Yu terbang rendah agar Yi Fan dapat mengikuti dirinya. Yi Fan yang mengerti hal itu segera berlari mengikuti burung gagak tersebut.
Semakin cepat kakinya melangkah semakin terasa lonjakan Qi yang dia rasakan. Yi Fan memegang gagang pedangnya bersiap akan pertempuran saat telinganya menangkap suara benturan pedang tak jauh dari sana.
__ADS_1