Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 55 Lelah


__ADS_3

Semua orang terlihat senang ketika melihat Han Shu keluar dari sana dalam keadaan hidup. Tetapi dengan segera mereka membubarkan diri.


Saat Han Shu berjalan ke depan, ia terjatuh karena dunia terasa berputar. Ia berbaring sejenak menghadap ke atas untuk menghilangkan rasa peningnya.


Beberapa menit berbaring, akhirnya rasa peningnya menghilang. Ia kemudian bangun dan bertanya tentang keadaan Yueyin kepada pengelola.


"Di mana Yueyin?"


"Yueyin? Aahh, wanita itu... Dia ada di kamar penginapan di sini," jawab sang pengelola.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Han Shu lagi.


"Sayangnya dia... Sudah tidak sadarkan selama dua hari ini."


"Apa kau bisa mengantarkanku menemuinya?"


Pengelola itu berpikir sejenak. Ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Tapi, ia kemudian menerimanya. Karena ia sudah melayani orang yang hebat dan mengira tidak akan mendapat hukuman jika meninggalkan pekerjaannya sebentar.


"Ikuti saya."


Pengelola itu mengantarkan Han Shu untuk menemui Yueyin. Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok, mereka akhirnya sampai. Han Shu langsung masuk ke dalam dan mengecek kondisi Yueyin.


Kondisi Yueyin cukup parah jika dilihat oleh Han Shu. Energi Qi di dalam tubuhnya sangat kacau, tidak beraturan dan harus segera diobati. Tubuhnya juga mengalami luka dalam yang cukup parah.


"Apa yang terjadi padanya? Mengapa dia sampai seperti ini?" tanya Han Shu khawatir.


"Dia menyewa Ruang Kultivasi kelas tiga selama satu jam. Setelah waktu habis, ia tidak langsung keluar. Karena khawatir terjadi apa-apa padanya, aku menyerobot masuk dan melihat dia terkapar di lantai dengan darah yang keluar dari mulutnya. Aku memutuskan membawanya ke sini." Sang pengelola menjelaskan semuanya.


"Terima ini, sekarang kau bisa pergi." Sebagai rasa terima kasihnya, Han Shu memberikan batu giok berwarna hijau yang nilainya setara dengan puluhan ribu Koin Emas pada pengelola itu.


"Terima kasih, tuan." Sang pengelola berterima kasih dan pergi dengan perasaan bahagia.


Mengapa Han Shu tidak memberikan Koin Emas saja padanya?


"Aku kehabisan kantong untuk menaruhnya, jadi jangan tanya lagi." kata Han Shu kepada para pembaca.


Han Shu kemudian berusaha menyembuhkan Yueyin. Pertama-tama ia mengontrol Energi Qi dalam tubuh Yueyin agar kembali tenang.


Beberapa menit kemudian, Han Shu berhasil melakukannya.


"Sekarang aku harus menyembuhkan luka dalamnya," batinnya.


Han Shu mendudukkan Yueyin yang sedang berbaring. Ia duduk di belakangnya kemudian ia membuka pakaian Yueyin agar memudahkannya menyembuhkan lukanya.

__ADS_1


Berbagai luka senjata tajam terlihat di punggung Yueyin. Itu adalah luka yang selama ini ia dapatkan.


"Baiklah, ayo kita mulai." Han Shu menempelkan kedua tangannya di punggung Yueyin dan mulai mengalirkan energinya ke dalam tubuh Yueyin untuk menyembuhkan luka dalamnya.


Satu jam kemudian, Han Shu telah selesai menyembuhkan luka dalam Yueyin. Ia kembali memakaikan pakaiannya dan membaringkannya kembali.


Setelah itu, Han Shu beranjak pergi untuk mencari penginapan untuknya. Ketika sudah berjalan beberapa langkah, ia tidak bisa melangkahkan kakinya lagi. Ia terjatuh ke lantai karena kelelahan. Ia bersandar di dinding dekat pintu penginapan dan tertidur di sana.


"Aku terlalu lelah, aku butuh istirahat sebentar. Untung saja kultivasiku meningkat pesat. Sekarang aku sudah memasuki ranah Pembangunan Pondasi tingkat 9," batinnya.


"Naik 9 tingkat... Tidak terlalu buruk juga..."


.........


Keesokan harinya, di pagi buta Han Shu bangun dari tidurnya yang lelap. Dengan beberapa makanan yang telah siap disajikan di kamarnya. Ia tidak tahu siapa yang menyiapkannya.


"Makanan siapa ini?"


Han Shu tidak melihat Yueyin di tempat tidurnya.


"Aahh, masa bodoh. Aku sangat lapar."


Han Shu langsung memakannya dengan lahap. Dalam beberapa menit, ia sudah selesai menghabiskan makanannya. Perutnya kini telah terisi penuh dan tenaganya telah pulih.


Tiba-tiba Yueyin datang menghampiri Han Shu.


"Apa tuan sudah kenyang?" tanya Yueyin datar. Ia membawa sebuah botol di tangannya.


"Ya, ngomong-ngomong apa ini makananmu? Aku sudah menghabiskan semuanya. Aku pasti akan menggantinya," kata Han Shu.


"Itu makanan untuk tuan. Dan aku sudah membawakan arak untukmu, tuan." Yueyin memberikan botol yang dibawanya pada Han Shu.


Han Shu langsung mengambilnya dan langsung meminumnya seketika itu juga tanpa menggunakan gelas.


Glek... Glek... Glek...


Han Shu menghabiskan semuanya, "Bagaimana perkembangan kultivasimu?" tanya Han Shu memulai pembicaraan.


"Kultivasiku meningkat 4 tingkat, sekarang aku berada di ranah Golden Core tingkat 4. Ini pertama kalinya aku mengalami perkembangan seperti ini." Dalam dirinya, Yueyin merasa senang tetapi tidak bisa ia tunjukkan pda wajahnya.


"Baguslah, sekarang kau jadi lebih kuat."


"Apa perkembanganku karena cincin ini?" tanya Yueyin.

__ADS_1


"Begitulah, bukankah kau hampir mati waktu itu? Itu karena kau menggunakan cincin itu. Apa kau akan menyalahkanku?"


"Tidak, tuan. Saya malah berterima kasih karena tuan telah membantuku menjadi kuat." Yueyin berterima kasih.


"Walaupun ini masih belum cukup," batinnya.


"Aku keluar sebentar untuk mencari udara segar. Kau beristirahatlah..." Han Shu beranjak pergi meninggalkan Yueyin.


"Baik, tuan."


"Ngomong-ngomong, aku tidak menyembuhkan luka yang ada pada tubuhmu. Aku akan merasa bersalah kalau aku menyembuhkannya. Itu adalah luka yang kau dapat dari perjuanganmu sendiri."


Setelah mengatakan hal itu, Han Shu pergi sembari melambaikan tangannya tanpa menengok kebelakang.


"Dari pada beristirahat, aku lebih baik berkultivasi saja. Karena kota ini sangat berbahaya, aku harus meningkatkan kekuatanku selama ada di sini." Yueyin bertekad. Ia berkultivasi lagi.


.........


Han Shu keluar dari Pasar Gelap untuk menghirup udara segar. Ia akhirnya memutuskan untuk berkeliling kota untuk mencari informasi.


Baru berjalan beberapa bangunan, Han Shu melihat dua mayat manusia tergeletak di gang jalan dengan prajurit kota yang sedang memeriksanya.


"Jadi peraturan kota ini sepenuhnya benar..."


Han Shu melanjutkan berjalan ke depan. Baru beberapa bangunan dilewati, ia kembali menemukan mayat manusia yang belum diperiksa oleh prajurit kota.


Han Shu terus menerus berkeliling kota dengan jalan santai. Hingga satu jam telah berlalu. Ia sudah mengelilingi seluruh penjuru kota dan telah melihat puluhan hingga ratusan mayat.


Beberapa bangunan Han Shu coba masuki tetapi anehnya tidak ada mayat manusia di dalam bangunan. Semua Mayat selalu berada di luar bangunan.


"Apa ini termasuk peraturan kota?" Han Shu menebak.


"Sebaiknya aku kembali."


Han Shu berjalan kembali ke Pasar Gelap dengan berjalan pelan sembari menikmati udara pagi. Sesekali bau amis tercium dari mayat tetapi Han Shu tidak menghiraukannya.


Di perjalanan kembali, tiba-tiba Han Shu merasakan kehadiran seseorang di sebuah gang. Ia kemudian masuk ke dalam gang untuk memeriksanya.


Ditemukan seseorang tergeletak dalam keadaan berlumuran darah. Namun, ia masih bernafas tetapi terasa sesak. Ia membuka mata sekejap dan melihat Han Shu di depannya.


Ia kemudian mencoba berbicara tetapi suaranya terlalu kecil sehingga Han Shu tidak mendengarnya. Menyadari orang itu ingin berbicara, Han Shu mendekat di dekat mulut orang itu dan mendengar perkataannya dengan sedikit kesulitan mengartikannya.


Setelah selesai mengatakan semuanya, orang itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang masih terbuka. Han Shu membantu memejamkan matanya kemudian kembali ke Pasar Gelap.

__ADS_1


__ADS_2