
Aku hanyalah seorang wanita yang berasal dari keluarga sederhana di suatu desa yang makmur dan tentram. Aku... Yueyin...
Aku mempunyai seorang adik perempuan, yang usianya hanya berjarak satu tahun. Aku sangat menyayanginya, begitu juga dengan keluargaku yang sangat menyayangi kita.
Keluargaku hidup dengan harmonis bersama dengan penduduk desa di sana. Dengan senyuman ramah, mereka menyapa ketika melewati rumahku. Suka duka aku lalui dengan senyuman.
Pekerjaan kedua orang tuaku adalah bertani dan juga berburu binatang di hutan yang berada cukup jauh dari desa.
Suatu hari, ketika aku berusia 8 tahun, aku merengek ikut dengan ayah untuk berburu. Pertama kali aku ikut, aku hanya mengamati ayahku berburu. Kamu pulang di sore hari dengan membawa hasil buruan. Itu sangatlah menyenangkan. Kami tersenyum lebar saat pulang.
"Aku pulang," Aku langsung memeluk ibuku yang menunggu kami pulang berburu.
Aku belajar pengalaman berburu bersama dengan ayahnya selama dua tahun. Hingga saat menginjak usia 10 tahun, aku sudah mahir dan berani berburu sendirian dengan ayah yang hanya menemaniku.
"Ayah bangga padamu, Yueyin." Ayah selalu mengelus kepalaku ketika aku berhasil menjatuhkan hewan buruanku.
Pada suatu hari, aku pergi sendirian ke hutan untuk berburu tanpa meminta ijin kepada orang tuaku. Itu adalah kesalahan yang tidak bisa aku lupakan.
Aku berhasil membawa beberapa binatang hasil buruannya. Namun, ketika aku pulang, seluruh desa sudah rata dengan tanah. Kobaran api masih menyelimuti tanah di desaku bagaikan lava pijar yang menyala-nyala.
Tentu aku sangat sok, aku langsung meninggalkan hasil buruanku dan berlari ke tanah rumahku untuk melihat keadaan keluargaku.
"Ayah...! Ibu...! Adek...!" Aku terus memanggil namanya hingga tenggorokanku mengering.
Tidak ada siapapun di sana yang selamat. Keluargaku, tetanggaku, seluruh warga desa, semuanya telah binasa.
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada desa. Mengapa hal ini terjadi pada desaku. Aku lalu mencoba mencari tahu informasi di kota terdekat dari desa.
Sebuah fakta terkuak. Pada hari itu ada pertarungan antara panutua Sekte Naga Langit dengan panatua sebuah sekte yang tidak diketahui. Pertarungan itu dimenangkan oleh panatua Sekte Naga Langit.
Mereka bertarung dengan sangat sengit hingga menghancurkan tempat-tempat di sekelilingnya.
Aku sangat marah setelah mendengar kenyataan itu. Namun, aku tidak bisa melakukan apapun.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang...?" Aku tidak tahu tujuan hidupku lagi.
__ADS_1
Sejak saat itu senyuman yang selalu aku lakukan mulai kulupakan. Balas dendam! Hanya itu yang aku pikirkan.
Aku mencoba berlatih seni beladiri sendiri bahkan aku seringkali melukai tubuhku sendiri dengan pisau dan membiarkannya sembuh dengan sendirinya. Sakit, setiap hari aku rasakan.
Aku terus menerus melukai tubuhku selama bertahun-tahun. Hingga aku sampai melupakan rasa sakit yang aku terima.
Senyuman yang dulu ceria, kini sudah hilang dari wajahku. Hanya ada ekspresi dingin dan datar pada wajahnya.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak pernah tersenyum sebelum membalas dendam kepada orang yang membunuh Keluarga dan penduduk desa.
Aku berkelana di daerah-daerah Kekaisaran Han untuk meningkatkan kekuatan. Kelompok, organisasi, atau apapun itu, bahkan yang mengarah pada kejahatan sekalipun, aku tetap bergabung dengan mereka demi mencari kekuatan.
Namun, kekuatanku hanya meningkat sedikit saja. Dan pada suatu misi, aku dihianati oleh rekan-rekanku. Aku ditinggal dalam sebuah misi sendirian dan mengalami bahaya yang hampir menghilangkan nyawaku.
Dengan Uusaha yang teramat keras, aku berhasil lari dari kematian. Aku memulihkan luka pada tubuhku selama beberapa bulan dan kembali mencari organisasi yang bisa membuatku kuat. Namun, aku selalu merasa tidak puas dan memutuskan untuk keluar.
Beberapa hari kemudian, ketika aku sedang makan di sebuah restoran, aku di serang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
Aku berhasil membunuh beberapa dari mereka dan berhasil kabur. Aku mencaritahu alasan mereka menyerangku dan akhirnya menemukan fakta kalau aku sudah terdaftar dalam buronan di Pasar Gelap.
Aku akhirnya tidak bisa lagi bergabung dengan organisasi apapun. aku hanya bertahan hidup dari kejaran para pembunuh yang mengincarku.
Hingga pada akhirnya, aku tertangkap oleh Kelompok Serigala Malam dan di kurung di dalam penjara bawah tanah.
Namun anehnya, mereka tidak membunuhku ataupun menyerahkanku kepada Organisasi Pasar Gelap. Mereka mengajakku bergabung ke dalam kelompok mereka. Tetapi aku menolaknya. Aku sudah tidak percaya lagi pada siapapun.
Suatu hari, aku mencoba kabur dari penjara tetapi aku selalu tertangkap. Aku terus berusaha hingga beberapa kali tetapi selalu tertangkap.
Aku kemudian di pindahkan ke penjara bawah tanah di lantai paling dasar dan sangat gelap.
Kaki dan tanganku terikat rantai, sel penjaraku di buat formasi penahan yang kuat sehingga aku tidak dapat kabur lagi dari sana.
Dalam kegelapan, aku hanya mengingat hari-hari indah bersama keluargaku hingga beberapa tahun.
Dua tahun kemudian, seorang pemuda di bawa oleh prajurit Kelompok Serigala Malam dalam keadaan pingsan. Ia adalah Han Shu.
__ADS_1
Aku berniat bekerja sama ketika pemuda itu bangun. Tapi, aku mengurungkan niatku karena tingkat kultivasi pemuda itu berada jauh di bawahnya. Aku pun kembali dalam keputusasaan dan kegelapan.
Dua hari kemudian, pemuda itu bangun dan langsung melepaskan diri dari penjara. Aku benar-benar tidak menyangkanya. Aku ingin meminta tolong kepadanya tetapi aku sudah terlanjur malu pada diriku sendiri karena telah meremehkannya.
Saat pemuda itu berjalan melewati selku, aku teringat dengan dendam yang harus aku balaskan. Lalu aku berniat menipunya agar bisa keluar dari penjara itu.
Ketika aku sudah keluar dari sana, aku akan meninggalkannya sebagai pengalihan. Begitulah yang ada pada pikiranku.
Namun, pemuda itu tidak mudah tertipu. Ia memintaku menjadi miliknya dengan kontrak darah.
"Apa aku harus melakukannya?"
Mau tidak mau, aku harus menyetujuinya agar bisa keluar dari sana. Dengan keberuntungan aku dapat keluar dari sana. Begitulah yang kupikirkan. Aku tidak tahu apa pemuda itu bertarung atau tidak karena aku selalu pingsan setelah bertarung.
Ketika mengikuti pemuda itu, aku merasakan kepercayaan diri pemuda itu. Ia tidak pernah takut walaupun di depannya ada musuh yang kuat.
Dia tidak pernah sekalipun takut ataupun gentar menghadapi mereka. Hal itu membuat aku merasa takjub dan berharap aku bisa menjadi kuat seperti dirinya.
Namun, yang dilakukan pemuda itu terlalu berbahaya bagi diriku. Ia masuk ke dalam kota yang penuh dengan pembunuh. Sedangkan aku adalah salah satu buronan mereka.
"Apa dia hanya ingin menyerahkanku pada Organisasi Pasar Gelap?" Itulah hal yang kupikirkan ketika masuk ke dalam kota.
Aku masuk ke kota dan saat ini sedang berada di pasar gelap. Mereka terus menatapku dengan tajam dengan aura membunuh.
"Aku sudah tidak tahan lagi, aku ingin keluar dari sini, dari kota ini." Kata itu terus muncul dalam pikiranku.
Hingga pemuda itu memberikan tawaran yang mengejutkanku. Dia memberikanku sekantong Koin Emas dan memperbolehkanku pergi dari kota yang pada hakikatnya aku harus mematuhinya. Itu benar pilihan yang baik untukku. Tetapi, aku merasa pilihan itu bukanlah pilihan yang tepat.
"Mengapa dia mau melepaskanku yang sudah berkontrak darah dengannya?"
Dengan segenap hati, aku akhirnya bertekad untuk terus mengikutinya.
"Baiklah, aku sudah menentukkan pilihanku. Aku harap ini pilihan yang tapat. Sekali lagi aku akan mempercayai seseorang."
.........
__ADS_1
Semangatin Author lah hehehe, banyak tugas soalnya:v