
Pemimpin Kelompok Serigala Malam termenung melihat Han Shu. Tetepi beberapa saat kemudian ia tersadar dan menyuruh prajuritnya untuk menangkap Han Shu dan juga Yueyin.
"Tangkap mereka! Kalau mereka melawan, bunuh saja!" tegasnya.
Yueyin langsung bersiap siaga setelah mendengar kalau pemeimpinnya memerintah prajurit mereka untuk menyerang.
Yueyin mengambil sebuah pisau yang amat tajam entah dari mana. Kemudian ia mengarahkannya ke depan.
Dan ratusan prajuritpun mendatanginya dengan cepat. Sedangkan prajurit lainnya tidak maju karena merekq yakin jumlah itu terlalu berlebihan untuk menangkap satu orang.
Ratusan hentakan kaki menggetarkan tanah, Yueyin tidak hanya berdiam diri saja. Ia segera menerjang ratusan prajurit dan membunuhnya satu persatu.
Tubuhnya memancarkan energi yang cukup kuat sehingga ia dapat menerjang hingga ke tengah-tengah mereka.
"Setengah dari mereka hanya prajurit lemah, aku bisa mengalahkannya. Untung saja mereka semua tidak menghampiriku sekaligus," batin Yueyin.
Srat! Srut! Srat!
Satu persatu prajurit dibunuh olehnya dengan mudah. Ia semakin masuk ke tengah-tengah prajurit sehingga ini menyulitkan prajurit untuk membunuhnya juga menyulitkan dirinya untuk membunuh mereka.
Hingga beberapa menitpun berlalu, Yueyin sudah membunuh hampir separuh dari prajurit yang menyerangnya.
Tetapi ia sangat kwalahan dengan jumlah mereka. Staminanya perlahan menurun dan energi yang memancar dari tubuhnya perlahan mulai menyusut.
"Ini sangat melelahkan, tapi aku tidak boleh kabur dari mereka. Kalau tidak tuanku akan ditangkap mereka. Aku harus menahannya!" tegadnya dalam hati tanpa menunjukan ekspresi apapun. Ia tidak menujukkan ekspresi kelelahannya agar mereka takut dengannya.
Sebagian dari prajurit yang tersisa menjadi ragu untuk mendekat tetapi sebagian yang lain terus menyerangnya tetapi berakhir dengan kematian.
Darah menyelimuti pakaian dan tubuh Yueyin. Pisau yang ia gunakan juga semakin tumpul karena terus menebas.
Sementara, Pemimpin Kelompok Serigala Malam tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.
Ia memusatkan energi pada kedua matanya untuk melihat pertarungan prajutinya namun terhalang sesuatu yang tidak dapat tertembus.
"Mengapa aku tidak bisa melihatnya? Seperti ada sebuah dinding besar yang menghalangi penglihatanku."
"Aku harus mengeceknya lebih dekat, jika sesuatu terjadi pada prajuritku aku akan membunuh mereka hingga tubuhnya tak bersisa!" Prajurit Serigala Malam menunjukkan ekspresi yang bengis.
Ia melesat menuju ke tempat pertempuaran tetapi tiba-tiba ia terpental oleh sebuah energi yang menghalanginya.
"Apa ini?!" Ia terkejut. Kemudian ia mendekatinya untuk mengeceknya.
__ADS_1
"Ini..." Ia mengeceknya dengan teliti.
Kemudian ia berteriak dengan lantang, "Kalian semua mundur!" Ia berteriak ke arah prajurit yang sedang bertarung dengan Yueyin.
Namun mereka tidak bisa mendengar apapun. Mereka terus saja menyerang dan menyerang.
Di tengah-tengah mereka, Yueyin sudah semakin lelah. Kesadarannya sudah tidak bisa ia pertahankan. Ia sampai melukai dirinya sendiri untuk mendapatkan rasa sakit sehingga kesadarannya dapat tetap terjaga.
"Yueyin, sekarang kau mundur." Dari dalam kepalanya terdengar suatu Han Shu.
Yueyin menurutinya dan segera keluar dari tengah-tengah prajurit dan mendekat ke Han Shu. Sementara, para prajurit ragu untuk mengejarnya.
Namun, Yueyin masih melihat Han Shu sedang menerima sambaran petir yang masih belum berhenti entah sampai kapan.
"Siapa yang berbicara denganku tadi?" Yueyinpun bertanya-tanya. Ia melihat sekelilingnya untuk mencari tahu siapa orangnya. Namun ia tak melihat seorangpun yang dicurigai olehnya.
Selang beberapa saat, sebuah energi yang kuat mencul di tengah-tengah prajurit yang sebelumnya menyerang Yueyin.
Mereka terkejut sekaligus panik. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mereka.
Satu persatu energi yang membentuk sebuah pedang muncul di atas mereka. Jumlahnya semakin banyak dan semakin banyak.
"Lari! Kalian semua lari kalau tidak ingin ingin mati!" Salah seorang prajurit berteriak.
Namun, mereka sudah terjebak di dalamnya. Kamanapun arah mereka berlari, tetap tidak bisa pergi.
Sebuah formasi dibuat sempurna dan menjebak ratusan prajurit di dalamnya.
Ratusan energi pedang kini telah terbentuk. Satu persatu energi pedang mulai turun dan menyerang mereka.
"Awas! Pedang itu akan menyerang!" teriak salah seorang prajurit.
Para prajurit berusaha untuk menahan maupun menangkis energi pedang itu. Namun, semua senjata yang mereka gunakan untuk bertahan semuanya hancur oleh energi pedang itu.
"Aaahhh!" Ratusan teriakan terdengar.
Dalam beberapa detik saja, semua prajurit yang terjebak dalam formasi itu mati tanpa meninggalkan tubuh mereka. Yang tersisa hanyalah darah yang teramat banyak.
Formasi itu perlahan mulai menghilang. Pemimpin Kelompok serigala akhirnya dapat melibat apa yang terjadi dengan pasukannya.
"Beraninya kau membunuh pasukanku!" Otot-otot pada tubuhnya keluar karena amarah.
__ADS_1
Ia langsung melesat ke arah Yueyin dengan kecepat yang teramat cepat. Yueyin menyadari bahaya itu dan langsung menahannya.
Namun, kekuatannya tidak cukup untuk menahannya. Tubuhnya Yueyin terpental puluhan meter jauhnya dan terluka parah.
Pemimpin Kelompok Serigala Malam melirik ke arah Han yang sedang duduk termenung memejamkan matanya. Sambaran petir kini telah berhenti.
Pemimpin Kelompok Serigala Malam berkata, "Aku akan mengurusmu nanti." Kemudian ia melesat ke arah Yueyin kembali.
Setelah Pemimpin Kelompok Serigala Malam pergi, Han Shu tersenyum menyeringai dan perlahan membukakan matanya.
Ia beranjak berdiri dan melihat di sekelilingnya.
"Apa yang sedang terjadi di sini? Apa aku terlahir kembali di tubuh ini?" batin Han Shu. Ekspresinya dingin.
Han Shu tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya. Tiba-tiba ingatannya muncul dan sekarang tahu apa yang terjadi padanya.
"Jadi kau bereingkarnasi terlebih dahulu dari pada aku. Jadi sekarang tugasku hanya menolong wanita itu. Baiklah, karena kesadaranmu menghilang aku akan melakukannya." batinnya.
Ia melesat ke arah Yueyin yang sedang terluka parah karena di hajar oleh Pemimpin Kelompok Serigala Malam.
"Beraninya kau membunuh ratusan pasukanku!" Pemimpin Kelompok Serigala malam menendang tubuh Yueyin yang terbaring lemas di tanah.
Penglihatan Yueyin semakin lama semakin gelap dan akhirnya pingsan.
"Heh kau pingsan, sekarang matilah! Ini akibatnya kalau kau main-main denganku!" Pemimpin Kelompok Serigala Malam hendak membunuhnya namun Han Shu dengan sigap menghentikannya dan langsung memukul kepalanya.
Boom!
Pemimpin Kelompok Serigala Malam terpental puluhan meter akibat pukulannya itu.
Han Shu kemudian mengecek keadaan Yueyin, "Sepertinya dia masih hidup, aku akan menyembuhkan luka-lukanya."
Luka-luka di tubuh Yueyin perlahan mulai sembuh. Setelah selesai, Han Shu melesat ke arah Pemimpin Kelompok Serigala Malam.
"Siapa yang berani menyerangku!" teriak Pemimpin Kelompok Serigala Malam kesal.
Ia bangun dan berdiri kemudian melihat Han Shu yang sedang melesat ke arahnya. Han Shu berhenti satu meter di depannya kemudian berkata, "Jadi kau orang yang akan aku bunuh?!" Han Shu langsung mengatakannya dengan ekspresi dingin di depan wajahnya.
Note : Lah kok reingkarnasi lagi? Jadi bukan Han Shu lagi?
Author : Tunggu epsode selanjutnya.
__ADS_1