
Han Shu terus melesat hingga akhirnya sampai di tempat pasukan Kekaisaran Han berkumpul. Ia berhenti dan langsung bertanya pada Kaisar Han yang juga berhenti disampingnya.
"Apa mereka sudah mempersiapkan dirinya?" Han Shu meragukan kemampuan mereka.
"Ya, mereka sudah siap. Ngomong-ngomong, mengapa kau menyuruhku kembali? Aku belum memeriksa pasukan Ras Iblis. Apa kau sudah memeriksanya? Kulihat kau berlari dari arah yang berlawanan." Kaisar Han bertanya balik.
"Aku memang sudah memeriksanya, aku sudah di sini puluhan menit yang lalu. Apa ayah yakin ingin mengetahui jumlah pasukan mereka?"
"Tentu saja. Kalau kita tidak mengetahuinya, kita tidak bisa menang melawan mereka."
"Walaupun ayah mengetahuinya, kurasa ayah akan menarik kata-katamu kembali."
"Memangnya berapa jumlah mereka? Tidak usah berbasa basi lagi, cepat katakan padaku." Kaisar Han sangat penasaran.
"Ratusan..." Han Shu sengaja tidak mengatakannya dengan jelas.
"Hanya ratusan?"
"Ratusan kali lipat dibandingkan dengan pasukanmu saat ini."
Seketika, Kaisar Han terkejut setengah mati.
"Apa! Tidak mungkin..." Teriakannya bahkan sampai di terdengar oleh pasukannya.
"Katakan padaku yang sebenarnya! Berapa jumlah mereka! Jangan membohongiku!" Kaisar Han menarik kerah baju Han Shu dan menyuruh Han Shu mengatakan yang sebenarnya.
Tetapi Han Shu tidak mencoba melepaskan dirinya. "Aku sudah mengatakannya. Mau ayah percaya atau tidak, aku juga tidak peduli."
Setelah mendengar kesungguhan Han Shu, Kaisar Han langsung melepas tangannya dari kerah baju Han Shu.
Ekspresi wajah Kaisar Han seketika berubah menjadi kekhawatiran. Ya, benar. Kekhawatiran terhadap nasib pasukannya yang akan melawan pasukan mereka.
Kaisar Han berjalan mendekat ke arah pasukannya berkumpul dan mulai membicarakan hal ini pada mereka.
"Semuanya dengarkan aku!" teriak Kaisar Han.
Semua pandangan pasukannya langsung tertuju kepada Kaisar Han. Kaisar Han kemudian mulai mengatakannya.
“Aku tidak akan memaksa kalian berperang. Jumlah musuh ratusan kali lipat dibandingkan pasukan kita. Kita tidak mungkin menang melawannya.” Dengan terpaksa Kaisar Han memberitahukannya.
“Apa! Kenapa jumlah mereka sangat banyak!?
“Lalu bagaimana dengan nasib kita sekarang? Pasti mereka tidak akan melepas kita begitu saja!”
“Ya, bagaimana dengan Kekaisaran Han? Apa Kekaisaran Han akan hancur?"
Semua pasukan Kaisar Han panik dan juga cemas. Mereka sangat khawatir dan langsung menanyakan banyak hal kepada Kaisar Han.
__ADS_1
“Tenanglah!” Kaisar Han menenangkan mereka.
“Aku tahu ini sulit untuk kalian. Kita tidak punya pilihan lain selain bertahan dan bersembunyi dari mereka. Tapi..." Kaisar Han tidak sanggup untuk mengatakannya.
“Lalu bagaimana dengan keluarga kami!? Apa mereka akan selamat setelah dievakuasi?"
Kaisar Han menjadi tidak fokus karena banyak pertanyaan yang muncul sedangkan dirinya
dliputi rasa cemas dan juga kekhawatiran.
Han Shu yang melihatnya dari kejauhan mendekat untuk membantunya. Ia menepuk bahunya pelan untuk menyadarkannya.
“Ayah, sepertinya kau sedang tidak sehat. Ayah beristirahatlah sebentar, aku yang akan mengambil alih mereka untuk sementara waktu.” Han Shu berkata pelan.
Kaisar Han kemudian pergi sembari menundukkan kepalanya karena merasa lelah dengan semua yang terjadi.
“Mengapa Kaisar pergi?” Semua pasukan bertanya-tanya.
Tibalah Han Shu mengambil alih mereka dengan pembukaan yang menyenangkan.
“Hey baji*gan si*lan! Apa kalian bisa diam!”
Semua mata langsung tertuju pada Han Shu. Mereka merasa terkejut sekaligus marah karena provokasi Han Shu.
“Siapa kau, bajingan! Beraninya kau menyebut kami bajingan!"
“Memangnya siapa kau, beraninya membohongi kami! Kaisar Han tidak mungkin memberi perintah itu padamu. Kau bukan siapa-siapa.” Mereka masih tidak mempercayainya.
“Aku Han Shu, Pangeran Pertama Kekaisaran Han. Terserah kalian mau atau tidak, aku tetap akan memimpin kalian. Oh, satu hal lagi. Yang tidak mau berperang silahkan kalian bisa pergi, aku tidak akan memaksa kalian.” Han Shu terpaksa membuka identitasnya untuk meyakinkan mereka.
“Merepotkan sekali, hanya untuk ini saja aku harus membuka identitas anak ini. Padahal aku ingin membuang identitas ini dan menggantinya menjadi identitasku sebagai Xin Feng,” batin Han Shu.
“Apa! Pangeran Pertama! Jangan membohongi kami! Kami tidak mengenalmu!” Mereka tidak mempercayainya semudah yang Han Shu kira.
“Ah, aku lupa kalau penampilan banyak yang berubah. Bagaimana caraku meyakinkan mereka?” Han Shu bertanya-tanya.
Han Shu melirik ke arah para pasukan dan melihat para Pemimpin dan panatua Keluarga Besar, beserta panatua sekte-sekte yang terpisah dari pasukan biasa. Namun, anehnya Pemimpin dan pantuan Keluarga Lin tidak ada di sana, bahkan mereka tidak terlihat sedikitpun batang hidungnya.
Mereka tidak terlalu memperhatikan Han Shu. Mereka sedang mengobrol satu sama lain. Tetapi, sesekali mereka melihat ke arah Han Shu mungkin dengan niat dan tujuan lain.
“Jika kalian tidak percaya, kalian bisa menanyakannya pada mereka.” Han Shu menunjuk ke arah mereka dan semuanya langsung tertuju pada mereka.
“Apa itu benar?” Mereka langsung diserbu dengan pertanyaan itu.
Karena tidak punya pilihan lain, salah satu dari mereka menjawab keingintahuan mereka.
“Benar, dia memang Pangeran Pertama.”
__ADS_1
Mendengar jawaban itu, para pasukan langsung tertuju pada Han Shu lagi.
“Baiklah, kau bisa memimpin kami.”
Dengan enggan mereka menerimanya. Mereka tahu kalau Han Shu tidak kompeten dibandingkan Pangeran lain.
"Mengapa Pangeran lainnya tidak ikut berperang? Bahkan Pangeran pertama yang lebih lemah dari mereka berani datang." Mereka tiba-tiba membicarakan hal itu kepada orang disampingnya.
Sebuah sinya tiba-tiba terlintas dalam kepala Han Shu. Sinyal itu menunjukkan kalau aray yang Han Shu buat untuk menutupi kehadiran dirinya dan para pasukan telah hancur.
“Sekarang kita sudah ketahuan.” Tanpa sadar Han Shu berkata dengan keras sehingga semua pasukan mendengarnya.
“Apa maksudnya kita sudah ketahuan?” Mereka sama sekali tidak tahu dengan maksudnya.
...…...
Di tempat pasukan Ras Iblis berkumpul.
“Rajaku, aku merasakan kehadiran puluhan ribu manusia dari jarak satu mil dari sini. Silahkan beri kami perintah untuk menyerang mereka.” Salah satu Jenderal Iblis melaporkannya.
“Sudah waktunya kah?”
Raja Iblis yang sedang duduk menunggu di sebuah bangunan kota yang telah hancur, langsung berdiri tegak. Kemudian ia terbang ke langit dengan sayapnya yang gagah. Ia kemudian memberikan perintah kepada seluruh pasukannya yang jumlahnya mencapai jutaan.
Semua pasukan Ras Iblis langsung menunduk memberi hormat tidak terkecuali Jenderal Iblis.
“Setelah sekian lama kita dikurung di wilayah yang membuat banyak dari Ras kita mati, akhirnya kita diberi kesempatan untuk membalas dendam.”
“Lakukan sesuka kalian! Hancurkan manusia-manusia yang telah membuat kita menderita!”
“Semuanya! Berangkat!” Teriakan Raja Iblis menggema ditelinga pasukannya. Semuanya langsung terbang dan berteriak menyorakan namanya.
“Hidup Raja Iblis!”
“Hidup Raja Iblis!”
Raja Iblis kemudian mulai bergerak perlahan ke arah Pasukan manusia berkumpul diikuti oleh pasukannya dibelakang.
...…...
Di tempat Han Shu.
“Penawaranku yang sebelumnya masih berlaku, kalian bisa pergi kalau tidak ingin berperang. Tapi satu hal yang harus kalian ketahui. Keluarga kalian akan hancur jika kalian tidak menghentikan penyerangan Ras Iblis dari sekarang!” tegas Han Shu.
“Seperti yang kalian ketahui, penduduk Kekaisaran Han mengungsi di Kekaisaran Meng. Coba kalian tebak berapa lama mereka akan sampai ke Kekaisaran Meng? Ya benar, tidak lebih dari satu hari karena mereka terbang.”
“Apa kalian akan membahayakan keluarga kalian!”
__ADS_1
“Berjuanglah di sini bersamaku! Aku akan memimpin kalian menuju kemenangan kita!”