
Setelah Han Shu selesai menyantap makanannya, dia menunggu Lin Yun menghabiskan makanannya dengan meminum sebotol arak pesanannya.
GLEK! GLEK! GLEK!
Han Shu langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.
"Aahh, seperti biasa arak ini sangat lemah!" Han Shu merasa tidak puas.
Han Shu memperhatikan Lin Yun ketika dia dengan lahap memakan semuanya. Merasa diperhatikan, tiba-tiba Lin Yun bertanya, "Mengapaaa kaauu teerruss meellihaatkuu?" Dengan makanan yang masih di dalam mulutnya, membuat suara Lin Yun tidak begitu jelas.
"Tidak, tidak ada. Kau lanjutkan saja makanmu. Aku akan memesan satu botol arak lagi," jawab Han Shu.
"Apa aku boleh meminumnya juga? sedikit saja boleh, kan?" Lin Yun penasaran dengan rasa dari arak karena dia belum pernah merasakannya.
"Ini hanya untuk orang dewasa. Kau pesan saja minuman apapun selain ini."
"Bukankah kau juga belum dewasa? Berapa umurmu sekarang? Aku sudah berumur 18 tahun jadi aku boleh meminumnya."
"Kau tidak boleh meminumnya sekarang. Kau masih sangat muda, tunggu kau berumur 20 tahun baru kau bisa meminumnya."
"Sekarang aku sudah berumur 20 tahun jadi aku boleh meminumnya," lanjut Han Shu.
"Tidak, umurku sudah banyak." Batin Han Shu.
"Ya sudah. Aku akan menunggu ketika berumur 20 tahun saja." Lin Yun tidak memaksakan keinginannya.
Lin Yun melanjutkan menyantap makanannya. Hingga akhirnya Lin Yun selesai menghabiskan semuanya.
"Kau sudah selesai? Sekarang ayo kita pergi ke Pelelangan!" ajak Han Shu.
"Tunggu dulu, biarkan aku bersitirahat terlebih dahulu sebentar saja. Aku hampir tidak bisa berdiri karena semua makanan ini." Lin Yun berusaha berdiri tetapi tidak kuat.
"Aahh, baiklah. Aku akan membayar semua makanan ini terlebih dahulu."
Han Shu memanggil seorang pelayan dan menanyakan semua harga makanan yang dipesan oleh mereka berdua.
"Berapa total harganya?"
"1500 Koin Emas untuk arak Anda dan 1000 Koin Emas untuk makanannya, jadi total harga 2500 Koin Emas."
Han Shu mengeluarkan 2500 Koin Emas dari cincin penyimpanannya dan memberikannya pada pelayan untuk membayarnya.
"Ini, kau ambilah. Aku tidak tahu ini mahal atau tidak yang terpenting aku mampu membayarnya."
"Ternyata makananku terlalu mahal... Nanti aku kembalikan uang yang kau bayarkan padamu." Lin Yun yang mendengar harganya terkejut dan berencana untuk mengembalikannya pada Han Shu.
__ADS_1
"Tidak perlu, sebelumnya kau juga telah membayarku makan di sini." Han Shu menolaknya.
***
Setelah cukup lama beristirahat.
"Apa sekarang kau sudah bisa berjalan?"
"Ya, aku merasa sedikit lebih baik. Kalau begitu ayo kita pergi ke Pelelangan!" ajak Lin Yun bersemangat.
"Tunggu, aku ingin memastikannya lagi. Apa benar wajahku sangat berbeda sekarang?"
"Sudah kubilang, wajahmu berubah sangat banyak. Aku bahkan sampai tidak bisa mengenalimu waktu itu."
"Kalau begitu aku tidak perlu menyamar," batin Han Shu menyeringai.
"Kau hanya bertanya itu saja?! Kau membuang-buang banyak waktu. Ayo kita pergi!" Lin Yun merasa kesal.
"Yah, kau sangat bersemangat sekali."
"Sudah kuduga wanita ini tidak biasa," batin Han Shu.
Mereka kemudian pergi ke Rumah Lelang Awan Putih untuk menghadiri Pelelangan. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di Rumah Lelang itu.
***
Suasana di depan rumah lelang sudah sangat ramai pengunjung. Banyak para tamu undangan yang beranjak masuk ke dalam rumah lelang baik dari Keluarga Besar maupun dari Keluarga Kecil yang mendapat undangan dari rumah lelang itu.
Para Pangeran dari Kekaisaran Han juga datang menghadiri Pelelangan itu. Serta banyak kultivator kuat yang identitasnya masih misterius menghadiri Pelelangan itu. Selama mendapat undangan dari rumah lelang itu, pengunjung dapat memasukinya.
Rumah Lelang Awan Putih telah mengundang puluhan keluarga di Kekaisaran untuk menghadiri acara Pelelangannya.
"Selamat datang di Rumah Lelang Awan Putih. Hari ini adalah acara Pelelangan tahunan kami. Kami akan melelang banyak barang-barang berharga seperti senjata, pil, maupun benda-benda berharga lainnya yang pasti membuat para pengunjung ingin mendapatkannya."
Terlihat beberapa pelayan di Rumah Lelang Awan putih sedang menyapa para pengunjung yang sedang memasuki rumah lelang dengan sopan.
Han Shu dan Lin Yun sampai di depan rumah lelang. Ketika hendak memasukinya, mereka dihentikan oleh pelayan dan menyuruh menunjukkan kartu undangannya.
"Tolong tunjukkan kartu undangan Anda."
"Kartu undangan keluargaku dibawa oleh ayahku tapi apa aku bisa masuk dengan menunjukkan ini?" tanya Lin Yun.
Lin Yun menunjukkan sebuah Plakat Keluarga Lin miliknya yang berwarna biru keputihan dengan simbol Keluarga Lin yang terbuat dari Emas kepada para pelayan.
"Ini, Plakat Keluarga Besar Lin. Silahkan tuan masuk..." Para Pelayan mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
Ketika masuk ke dalam, mereka dihampiri oleh seorang pelayan yang menjelaskan tentang Rumah Lelang Awan Putih.
Ketika pelayan itu sedang menjelaskan, Han Shu tiba-tiba menyela dan menanyakan sesuatu kepada pelayan.
"Kau tidak perlu menjelaskan lagi. Di mana aku bisa duduk tenang dan menyaksikan Pelelangan ini?"
"Mengapa kau tidak sopan, Han Shu! Tolonglah, jangan membuat masalah di sini." Lin Yun berbisik memarahi Han Shu.
"Aku bosan dia menjelaskan dengan panjang lebar. Aku ingin cepat-cepat duduk dan bersenang-senang." Lin Yun berbisik.
"Kami menyediakan dua kategori tempat untuk menyaksikan Pelelangan. Pertama, Anda dapat menyaksikan Pelelangan di tempat para tamu biasa. Di sana anda tidak perlu membayar lagi. Kedua, Anda dapat menyaksikan Pelelangan di Ruangan VIP dengan membayar 1000 Koin Emas."
"Ruangan VIP adalah ruangan khusus dan tertutup sehingga Pengunjung lain tidak dapat mengetahui identitasnya dari luar. Kami hanya menyediakan 15 Ruangan VIP saja." Pelayan menjelaskan.
"Kalau begitu aku pilih–"
Han Shu menghentikan perkataannya karena melihat rombongan dari Keluarga Lin yang berjumlah 4 orang menjumpai mereka berdua. Mereka adalah Kepala Keluarga Lin, Lin Feng, Lin Wu dan juga seorang pengawal dari Keluarga Lin yang terlihat cukup kuat.
"Yun'er, ternyata kamu sudah datang ke sini. Ayo ikut dengan Kakek ke ruangan VIP." Lin Feng memanggil cucunya dan mengajaknya untuk menyaksikan Pelelangan bersama.
"Tapi Kek, aku akan menyaksikan Pelelangan bersamanya. Apa aku boleh mengajaknya bersamaku?" Lin Yun melirik ke arah Han Shu.
"Tentu saja boleh, dia juga pernah menyelamatkanku dan aku sangat berterima kasih padanya." Lin Feng membolehkannya.
Tetapi...
"Tidak, putriku tidak boleh bersamanya. Dari perilakunya, dia hanya akan membuat banyak masalah di sini." Kepala Keluarga Lin tidak menyetujuinya.
"Jadi Pemuda ini yang menggagalkan rencanaku? Aku tidak akan melepaskannya begitu saja," batin Lin Wu.
"Tapi ayah..."
"Tidak boleh! Yun'er lebih baik bersama dengan Keluarga Lin." Kepala Keluarga Lin tetap tidak menyetujuinya.
"Sudahlah, kau bersama mereka saja. Aku akan ke tempat para tamu biasa." Han Shu kemudian meninggalkan mereka.
Han Shu memilih tempat tamu biasa bukan karena dia tidak punya uang ataupun untuk menghemat uangnya tetapi karena ingin bersenang-senang.
"Bukankah tidak menarik jika aku berada di Ruangan VIP?" Han Shu menyeringai.
# Hanya sekedar mengingatkan.
Lin Wu \= Paman Lin Yun.
Lin Feng \= Kakek Lin Yun
__ADS_1
#Untuk Nama Kepala Keluarga Lin nanti saja karena Author masih bingung mau kasih nama siapa.