
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Yueyin dari belakang. Dengan sigap Yueyin berbalik dan menyerangnya.
"Apa kau ingin membunuhku?" tanya Han Shu.
Yueyin langsung menghentikan serangannya yang hampir mengenai Han Shu dan meminta maaf.
"Maaf, tuan." ucapnya datar.
"Bisakah kau ubah ekspresi wajahmu itu? Apa wajahmu itu es?" Semakin lama Han Shu semakin bosan dengan ekspresi wajah Yueyin.
Yueyin hanya menggeleng untuk menjawab.
"Terserah kau saja. Mengapa kau belum pergi? Padahal aku sudah menyuruhmu pergi," tanya Han Shu.
"Kau juga membuat masalah di sini. Lihatlah para prajurit sudah mengepung kita," lanjutnya.
Terlihat para prajurit sedang mengepung mereka. Mereka berjalan semakin dekat dan tetap waspada.
"Apa? Kau belum mati!" Salah seorang prajurit yang mengenali wajah Han Shu terkejut. Diikuti dengan yang lainnya.
"Bagaimana mungkin...?" Mereka berbisik-bisik kepada rekannya.
"Sejak kapan aku mati? Aku memang sudah mati tapi sekarang sudah hidup lagi," ujar Han Shu.
Yang dikatakan Han Shu memanglah sebuah kebenaran, beberapa bulan yang lalu dia sudah mati di alam dewa tetapi berhasil beringkarnasi.
"Beraninya kau kembali ke sini! Tangkap mereka!" teriak salah seorang prajurit.
Para prajurit berbondong-bondong menyerang Han Shu dan Yueyin.
"Yueyin, jangan sampai kau membunuh mereka."
"Baik, tuan."
Yueyin tidak hanya berdiri saja tanpa perlawanan. Ia malah mendatangi mereka dan berusaha melumpuhkannya satu persatu.
Sementara, Han Shu hanya berdiam diri saja. Namun, saat ada yang menyerangnya ia akan menghindarinya tanpa membalasnya.
"Ini untuk latihanmu. Kalau kau ingin mengikutiku, kau harus menjadi lebih kuat," batin Han Shu.
Namun, ketika baru melumpuhkan beberapa orang saja, ia sudah kewalahan melawan mereka.
"Mereka bukan prajurit biasa yang kulawan saat itu. Aku tidak bisa mengalahkan mereka semua." Sekejap Yueyin melirik ke arah Han Shu, kemudian ia menjadi lebih bersemangat.
"Keluarkan semua yang kau punya. Mereka bukanlah lawan yang mudah untukmu," batin Han Shu sembari menghindari serangan para prajurit.
Karena tempat yang tidak begitu luas karena banyaknya camp yang tidak ingin mereka rusak, para prajurit juga mengalami kesulitan untuk menyerang bersamaan.
"Jangan sampai mati." Pesan Han Shu sebelum berpisah dari Yueyin. Han Shu pergi dari tempat itu untuk mencari seseorang.
Ternyata setengah dari para prajurit mengikutinya di belakang. Hal itu tidak membuatnya takut malahan ia tiba-tiba menyeringai.
__ADS_1
"Hehehe..." Han Shu tertawa kecil.
Han Shu melaju semakin cepat dan hanya berputar-putar untuk mengelilingi seluruh camp.
"Ternyata benar tidak ada aura keberadaannya. Sepertinya aku harus melakukan cara itu," batin Han Shu.
Han Shu berhenti, kemudian ia berbalik menghadap para prajurit.
"Hahaha, apa kau sudah kelelahan..." kata prajurit tertawa.
Tanpa membalas perkataanya Han Shu melesat ke arah mereka dengan di selimuti energi petir.
"Hati-hati! Dia akan menyerang!" Para prajurit waspada dan menyiapkan senjata mereka.
Han Shu menerjang mereka dengan cepat namun, ia tidak menyerang mereka. Ia hanya ingin kembali ke camp sebelumnya. Dan para prajurit kembali mengikutinya.
"Kemana dia akan pergi?" tanya prajurit kepada rekannya.
"Gawat! Dia menuju ke camp milik si bos!" Para prajurit panik dan bergegas mengejar. Namun, karena Han Shu bergerak terlalu cepat mereka tertinggal di belakang.
Sesampainya di depan camp milik Xue Jian, Han Shu segera memasukinya dan mendapati Xue Jian yang sedang terbaring lemah di ranjang.
Han Shu segera mendekat dan menarik bajunya untuk membuatnya bangun. Kemudian ia menamparnya.
Plak!
"Bangun kau!"
Plak!
Plak!
"Bagaimana mungkin dia masih hidup!" Xue Jian hanya bisa berkata dalam pikirannya.
"Seranganmu tidak cukup untuk membunuhku," jawab Han Shu. Ia membaca pikiran Xue Jian.
"Apa! Dia bisa membaca pikiranku!" Xue Jian menunjukkan ekspresi terkejut dan masih belum percaya.
"Tidak usah terkejut begitu, cepat katakan dimana gurumu berada!?" pinta Han Shu dengan kasar.
"Apa? Apa dia mengenal guruku? Siapa dia? Dia masih sangat muda, dan guru pernah berkata padaku kalau aku satu-satunya murid guru." Banyak pertanyaan terlintas dalam pikiran Xue Jian.
"Aku teman lamanya, aku harus bertemu dengannya. Aku telah mencarinya sangat lama," jawab Han Shu.
"Jadi benar dia bisa membaca pikiranku." Xue Jian akhirnya percaya.
Ia perlahan membuka mulutnya untuk bicara, "Untuk apa kau menemui guruku?" tanyanya dengan suara yang kecil. Ia harus menggunakan tenaga yang lebih untuk berbicara bahkan mulutnya sampai bergetar.
Tak lama kemudian, para prajurit datang dan memasuki camp itu. Mereka langsung mengarahkan senjatanya ke Han Shu tetapi tidak langsung menyerangnya.
"Diamlah kalian makhluk fana!!!" teriak Han Shu melihat ke arah mereka.
__ADS_1
Ia mengeluarkan aura intimidasi yang kuat hingga para prajurit tidak bisa bernafas dan tertunduk ke tanah. Mereka berusaha berdiri tetapi tidak kuat melawan intimidasinya.
"Aku tidak bisa bernafas..." kata para prajurit dengan suara serak. Mereka memegang leher mereka karena sesak nafas.
"Tolong kami, bos!"
"Tolong kami..."
Dengan suara yang sangat sulit untuk keluarkan, mereka meminta tolong.
Xue Jian yang tidak terkena aura intimidasi Han Shu meminta tolong pada Han Shu untuk melepaskan pasukannya.
"Aku mohon, tolong lepaskan mereka, aku akan memberitahu keberadaan guruku padamu," pinta Xue Jian.
Han Shu langsung menghilangkan aura intimidasinya. Para prajurit senang karena dapat bernafas dengan lega tetapi, tubuh mereka masih kaku untuk berdiri.
"Baiklah, sekarang beritahu aku." Han Shu menatap tajam untuk memberitahu Xue Jian kalau jangan pernah main-main dengannya.
Xue Jian langsung menelan ludahnya karena kincut dengan rasa takut. Kemudian ia mengatakannya.
"Guru berada di dalam gua di hutan ilusi ini, tapi di gua itu aku memasang formasi ilusi dan hanya aku yang bisa menghilangkannya."
"Antarkan aku sekarang."
"Tapi sekarang aku tidak bisa menghilangkan ilusinya."
"Aku bilang sekarang, ya sekarang!"
Han Shu melepas cenkramannya di baju Xue Jian dan keluar meninggalkan camp.
"Antarkan aku ke gua itu," pinta Xue Jian pada salah satu prajuritnya.
Prajurit itu kemudian menggendong Xue Jian dan mengantarkannya ke gua itu.
Sementara, setelah Han Shu keluar, ia pergi untuk menemui Yueyin yang sudah sangat kelelahan melawan musuhnya.
Terlihat Yueyin sudah menumbangkan puluhan prajurit di sana tanpa membunuhnya.
"Hentikan!" teriak Han Shu menghentikan pertarungannya.
Han Shu berdiri dihadapan Yueyin dan seketika Yueyin pingsan. Han Shu langsung menangkap tubuhnya.
"Kerja bagus." puji Han Shu.
"Hey kalian, antarkan dia ke camp yang kosong untuk beristirahat." pinta Han Shu.
"Memangnya kamu siapa memerintah kami!?" Mereka menolak.
"Antarkan dia! Kalau kau tidak memberikan tempat yang nyaman, aku akan membunuhmu!" Xue Jian yang sedang digendong datang dan langsung memerintahkan prajuritnya.
"Baik, bos!"
__ADS_1
"Sekarang ikuti aku untuk bertemu guru." Prajurit yang menggendong Xue Jian berjalan memasuki hutan dengan diikuti Han Shu.