
Harap Bijak dalam Membaca! Adegan pada Cerita tidak untuk Ditiru!
Puluhan bangunan luluh lantah akibat pertarungan mereka. Kekuatan Kaisar Han lebih mendominasi dari pada Iblis.
Kaisar Han menatap dengan cermat ke arah Iblis itu terpental. Pandangannya tertutupi oleh debu-debu yang berterbangan.
Tiba-tiba, Iblis itu muncul di belakang Kaisar Han dan hendak menyerangnya. Namun, bagi Kaisar Han kecepatan Iblis itu masih lebih lambat darinya. Ia dengan mudah menghindari serangan itu dan membalasnya dengan pukulan.
Sekali lagi Kaisar Han berhasil memberikan serangan pada Iblis itu. Namun, tubuh Iblis itu perlahan beregenerasi walaupun kecepatan regenerasinya lebih lambat dari sebelumnya.
"Bagaimana caraku mengalahkannya? Dia selalu beregenerasi ketika terkena seranganku. Sepertinya aku harus menghancurkan tubuhnya," batin Kaisar Han.
Kaisar Han melesat ke arah Iblis itu dan kembali mendaratkan serangan padanya. Ia terus menerus memberikan serangan tanpa memberikannya waktu untuk beregenerasi.
"Sepertinya bekerja, aku akan terus menyerangnya seperti ini."
Sementara, Iblis itu tidak bisa melakukan apapun untuk menahan serangan Kaisar Han. Regenerasi tubuhnya semakin lama semakin lambat. Luka pada tubuhnya semakin lama semakin parah.
"Jika terus seperti ini, tubuhku akan hancur. Aku harus melakukan sesuatu untuk menghentikannya," batin Iblis itu.
Iblis itu kemudian terbang ke langit dengan Kaisar Han yang masih mengikutinya. Ia terus menerus mendapatkan serangannya.
Ketika Iblis itu berada ratusan meter di atas langit, ia melepaskan energi kegelapan yang sangat kuat dari dalam tubuhnya.
Gelombang energi itu bahkan membuat seisi kota menjadi gelap. Bahkan Kaisar Han yang energi disekitar tubuhnya bergejolak dibuat terpental karenanya.
"Apa yang dia lakukan? Tunggu, energiku semakin lama semakin berkurang. Seperti gelombang energi ini menyerap energiku."
Pandangan Kaisar Han terganggu karena kegelapan. Ia kemudian menggunakan penglihatan mata batinnya dan tiba-tiba sebuah pukulan telah sampai pada dadanya.
Guh!
"Serangannya bahkan lebih kuat dari sebelumnya!"
Kaisar Han terpental beberapa meter dan Iblis itu langsung melesat ke belakangnya. Ia terus menerus memberikan pukulan padanya. Hingga pukulan terakhir ia lesatkan ke bawah kota.
Kaisar Han terjatuh ke bawah menghantam bangunan kota di bawahnya hingga membuat lubang yang cukup besar.
Pakaian yang dikenakannya menjadi compang-camping. Ia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan kemudian berusaha berdiri kembali.
Iblis itu menghampiri Kaisar Han dan mendarat beberapa meter di depannya.
__ADS_1
"Manusia, kau tidak akan memiliki kesempatan untuk mengalahkanku di sini. Menyerahlah dan tunduklah padaku, dengan begitu aku tidak akan membununmu."
"Hahaha, uhuk-uhuk. Aku tidak akan tunduk kepadamu. Sekalipun aku harus mati," jawab Kaisar Han dengan terbatuk-batuk karena darah yang menyangkut di tenggorokannya.
"Sayang sekali... Padahal aku sudah memberimu kesempatan. Begini saja, karena aku sedang berbaik hati, aku akan menjawab beberapa pertanyaanmu. Kau bisa menanyakan apa saja."
"Hahaha, apa kau pikir aku akan percaya dengan perkataanmu. Kalau begitu aku tanya, apa kelemahanmu?" Kaisar Han tertawa dan menyakini kalau Iblis itu tidak akan menjawab pertanyaannya.
Namun, tak disangka Iblis itu menjawabnya dengan jujur. Kaisar Han benar-benar terkejut dibuatnya.
"Hoo... Pertanyaan yang menarik. Tapi karena aku sudah berkata akan menjawabnya, aku akan menjawabnya. Kelemahanku adalah berada di luar kegelapan ini."
"Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan?"
"Kalau begitu, apa yang kau rencanakan dengan melakukan semua ini?" Kaisar Han bertanya dengan serius.
"Aku ingin mendatangkan Ras Iblis ke tempat ini lagi dan menguasainya kembali."
"Sejak kapan kau memulainya?"
"Sudah sejak ribuan tahun yang lalu. Aku terlebih dahulu menghilangkan jejak kedatangan kami di masa lalu. Dan sekarang aku sudah berhasil, cerita-cerita tentang kami hanya dijadikan sebuah dongeng saja oleh manusia dari generasi ke generasi. Dengan begitu, kalian para manusia tidak memiliki informasi apapun tentang kami." Iblis itu menjawab dengan bangganya. Rencana sempurnq yang ia siapakan sejak lama berhasil.
"Lalu, bagaimana caramu keluar dari tempat kalian tersegel oleb empat pahlawan?"
Tiba-tiba, raut wajah Iblis itu menjadi datar.
"Bagaimana kau tahu tentang itu? Sepertinya aku harus membunuhmu karena kau mengetahui beberapa informasi tentang kami."
Iblis itu melesat ke arahnya dan hendak memberikan pukulan terakhirnya. Namun, Kaisar Han menyambut serangan itu dengan senyuman.
Ia membiarkan dirinya terkena pukulan itu, tetapi ia membuat serangan itu menyebabkan dirinya sedikit terbang sehingga ia tidak menghancurkan bangunan-bangunan di belakangnya.
Kaisar Han terpental jauh hingga keluar dari kota dan keluar dari kegelapan yang dibuat oleh gelombang energi kegelapan Iblis itu.
Hingga tubuhnya terjatuh menghantam tanah dan membuatnya berlubang. Sekali lagi ia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan langsung beranjak berdiri.
Namun, gelombang energi itu tiba-tiba mendekat ke arahnya lagi. Dengan Iblis itu yang juga melesat ke arahnya dengan cepat.
"Mengapa itu mengejarku? Padahal aku sudah keluar dari sana, tetapi malah mengikutiku. Aku tidak boleh hanya berdiri saja menyambut serangannya lagi. Aku juga harus mengeluarkan seluruh kekuatanku."
Hya!!!
__ADS_1
Kaisar Han mengerah semua kekuatannya yang tersisa hingga membuat tanah yang dipijaknya amblas. Rambut panjangnya mengibas-ngibas oleh terpaan angin.
Setelah itu, ia melesat ke arah Iblis itu dengan energi membara yang sudah terkumpul di pukulannya.
Wuuusshh...
"Rasakan ini!" teriaknya.
Boom!
Kedua pukulan saling bertemu, hingga membuat ratusan meter disekitarnya rata dengan tanah akibat efek benturan energi yang berlawanan.
Namun, mereka masih belum melepaskan pukulan mereka sebelum salah satu dari mereka kalah. Energi mereka terus bergesekan di udara.
"Mengapa kalian tidak mengajakku?"
Tiba-tiba, Han Shu hadir di tengah-tengah mereka. Ia memberikan pukulan ke wajah Iblis itu hingga membuatnya terjatuh ke tanah.
Krak!
"Keras sekali!"
Tulang tangan Han Shu patah karena memukul Iblis itu. Sementara, Iblis itu hanya mendapatkan luka yang ringan dari pukulan Han Shu.
"Kau... Han Shu?" Kaisar Han sangat terkejut. Walaupun wajah Han Shu berubah, ia masih dapat mengenali anaknya.
Han Shu sedikit melirik ke arah Kaisar Han. Namun, ia langsung memalingkan pandangannya ke Iblis itu lagi.
Han Shu turun beberapa meter di depan Iblis itu secara perlahan dengan dibarengi Kaisar Han yang juga ikut turun.
"Siapa kau? Mengganggu saja!" Iblis yang masih terbaring di tanah mengoceh kesal.
"Apa kau Han Shu, putraku?" Kaisar Han yang berdiri di sebelah Han Shu bertanya dengan air mata kebahagiaan.
"Jika aku jawab tidak, apa tidak apa-apa?" batin Han Shu berpikir.
"Ya, aku Han Shu." Han Shu tidak jadi membohonginya. Ia tiba-tiba langsung menjawabnya. Ia bahkan tidak tidak sadar menjawabnya.
"Mengapa aku menjawabnya!?" batin Han Shu terkejut.
Tiba-tiba, Kaisar Han memeluk erat Han Shu dengan air mata yang berlinang. Ia sangat merindukan anaknya yang dikabarkan telah tiada.
__ADS_1