
"Apa! Apa kau berasal dari dunia yang sama dengan Raja Iblis sekarang!?" Jenderal Iblis terkejut. Secara tidak langsung ia memberikan informasi yang berharga, walaupun informasi itu sudah diketahui Han Shu.
"Apa maksudmu?" Han Shu berpura-pura bodoh.
"Kau benar-benar bukan dari dunia atas? Lalu bagaimana kau bisa mendapatkan jurus itu?" tanya Jenderal Iblis heran.
"Lalu, apa kau juga dari dunia atas seperti Raja Iblis?" Han Shu bertanya balik.
"Tidak, aku asli berasal dari dunia ini."
Sebuah informasi yang berharga di jawab oleh Jenderal Iblis entah apa yang membuatnya mau mengatakannya.
"Lalu bagaimana dengan 9 Jenderal Iblis lainnya? Dari mana mereka berasal? Lalu Pasukan Ras Iblis juga berasal dari mana?"
Tentu saja Han Shu tidak melewatkan kesempatan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya pada Jenderal Iblis.
"Mereka juga berasal dari dunia ini, sama denganku." Jenderal Iblis menjawabnya tanpa ragu. Sebenarnya itu adalah informasi yang harus disembunyikan.
Benar saja, tiba-tiba Jenderal Iblis kembali menyerang Han Shu dengan membabi buta. Tatapannya kosong, pupil matanya memutih, ia seperti dikendalikan oleh orang lain.
Wush! Boom!
Walaupun serangannya terlihat kacau, namun kecepatannya lebih dari sebelumnya. Serangan Jenderal Iblis sangat sulit untuk dihindari, hingga Han Shu pun membiarkan Ilusi Bayangannya menahan serangannya.
"Guh!"
Ilusi Bayangan Han Shu langsung hancur dalam sekali pukulan. Ilusi Bayangan lainnya mencoba untuk menghentikannya, tetapi tetap tidak bisa, mereka hancur dalam satu serangan juga.
Karena serangan Jenderal Iblis terus menerus tertuju padanya, Han Shu menahannya dengan pukulan tangan kirinya walaupun, tidak terlalu berpengaruh padanya tapi setidaknya ia masih bisa bertahan.
"Hya!"
Boom!!!
Kedua pukulan saling bertemu hingga membuat getaran gelombang energi disekitarnya. Hembusan angin menjadi bergerak cepat, menerpa Pasukan manusia dan Pasukan Ras Iblis yang sedang berperang.
"Guh! Kuat sekali! Tidak, pukulanku saja yang terlalu lemah!" Han Shu menggertakan giginya, berusaha menahan serangan Jenderal Iblis seminimal mungkin.
Krak! Krak! Krak!
Tangan kiri Han Shu hancur karena serangan Jenderal Iblis terlalu kuat baginya. Han Shu terpental hingga ratusan meter ke daratan. Tubuhnya menggusur tanah di bawahnya.
"Ugh!"
"Tubuhku mati rasa!" Han Shu bangkit dengan bantuan tangan kanannya. Ia kemudian melihat ke arah Jenderal Iblis yang membuatnya terpental.
__ADS_1
"Kekuatanku belum cukup untuk menandinginya. Kekuatan setengah Immortal memang bukan main-main. Sangat berbeda dengan kekuatan dari dunia ini," batin Han Shu.
"Untung saja pil yang kubutuhkan sudah cukup menyerap energi kegelapan Ras Iblis. Tapi, aku tidak bisa menggunakannya sekarang. Pil itu akan kugunakan untuk melawan Raja Iblis."
Han Shu kemudian memakan pil pemulihan untuk meregenerasi tangan kirinya yang telah hancur. Setelah meminumnya, tangan Han Shu perlahan tumbuh kembali.
"Pil pemulihanku sudah tidak banyak lagi, aku harus menghematnya karena masih ada 9 Jenderal Iblis lain yang harus aku kalahkan."
Tiba-tiba Han Shu merasakan getaran di udara. Jenderal Iblis melesat dengan cepat ke arahnya dan memberikan sebuah serangan padanya.
Wush!
"Menghindar!"
Boom!
Han Shu berhasil menghindarinya. Serangan Jenderal Iblis hanya mengenai tanah dan membuat lubang besar dengan diameter yang mencapai puluhan meter.
Dengan debu-debu yang masih berterbangan, Han Shu merasakan Jenderal Iblis yang sedang menuju ke arahnya lagi.
Karena penglihatannya terganggu, Han Shu memutuskan untuk terbang ke atas agar mudah untuk melihat dan menghindari serangannya.
Saat hendak naik ke atas, tiba-tiba kaki kanan Han Shu berhasil di genggam oleh Jenderal Iblis. Jenderal Iblis kemudian menarik Han Shu kembali ke bawah dan membantingnya beberapa kali ke tanah.
Buk! Buk! Buk!
Walaupun tidak terlalu berefek padanya, namun hal itu berhasil membuat Han Shu lepas dari genggamannya.
"Aku harus pergi dari sini!" Han Shu langsung melesat dengan cepat untuk menghindari pertarungan dengan Jenderal Iblis. Sementara itu, Jenderal Iblis terus mengikutinya.
"Sial! Dia terus mengikutiku!" keluh Han Shu.
Han Shu kemudian berputar dan melesat menuju Pasukan Ras Iblis yang sedang berperang dengan pasukan manusia.
Dengan cepat Han Shu menghantam dan menerobos pasukan Ras Iblis untuk kabur dari kejaran Jenderal Iblis. Layaknya seekor kucing yang mengejar tikus.
Namun tak di sangka, Jenderal Iblis membunuh pasukan Rasnya sendiri untuk mencari keberadaan Han Shu.
"Di mana kau bersembunyi, manusia!" Jenderal Iblis terus membunuh. Pasukan Ras Iblis yang menyadarinya langsung menghidar dan memberi jalan untuknya lewat.
Sementara itu, Han Shu sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi dibelakangnya. Ia terus menerobos dan juga membunuh pasukan Ras Iblis hingga akhirnya ia keluar dari kerumunan mereka.
"Apa dia masih mengikutiku? Ah sudahlah, aku tidak peduli lagi," batin Han Shu.
Kemudian Han Shu mulai berbicara pada Klonnya melalui pikirannya, "Apa kau sudah menyempurnakan pilnya?"
__ADS_1
"Aku sudah selesai, tapi aku masih dikepung oleh pasukan Ras Iblis ini. Aku akan menemuimu sebentar lagi." Klon Han Shu langsung menjawabnya.
"Cepatlah, aku membutuhkan kekuatan penuhku untuk melawan Jenderal Iblis."
"Baiklah, kau tunggu saja."
Setelah menunggu beberapa saat, Klon Han Shu akhirnya datang. Ia mengetahui posisi Han Shu karena dirinya saling terhubung.
"Ini pil yang kau butuhkan. Aku sudah menyerap banyak energi kegelapan Ras Iblis." Klon Han Shu memberikan sebuah pil berwarna hitam pekat pada Han Shu. Han Shu pun langsung menerimanya.
"Tugasmu sudah selesai, kau boleh kembali. Aku akan mengeluarkanmu kembali nanti kalau sedang kubutuhkan."
"Baiklah, kau berhati-hatilah." Klon Han Shu langsung menghilang setelah mengatakan itu.
Kekuatan Han Shu kini telah kembali sepenuhnya dengan menghilangnya Klon Han Shu. Kemudian Han Shu tetap diam di tempat dan menunggu Jenderal Iblis menemukannya.
Beberapa menit kemudian...
Jenderal Iblis dengan ekspresi marahnya melesat ke arah Han Shu setelah menemukan keberadaannya.
Jenderal Iblis hendak menyerangnya langsung, namun Han Shu hanya diam di tempat tanpa melakukan apapun. Hal ini membuat Jenderal Iblis ragu untuk melanjutkan serangannya.
"Apa yang terjadi? Mengapa manusia itu berhenti? Aku merasakan sesuatu yang aneh pada tatapannya. Ah, tidak mungkin. Dia pasti hanya menyerah karena kedatanganku." Setelah berpikir sesaat, Jenderal Iblis melanjutkan serangannya.
Boom!
"Pindahkan!"
Tiba-tiba, Jenderal Iblis berada di sebuah tempat yang hanya terdapat pasir, tanpa ada tanaman apapun yang tumbuh. Tempat itu adalah gurun pasir yang sangat luas di Benua Lain.
"Ingatan yang diberikan Pak tua Zhang Yu sangat berguna untukku. Aku sangat berterima kasih padanya."
Han Shu berdiri di atas tanah berpasir sembari menatap datar ke arah Jenderal Iblis.
"Kemana kau membawaku pergi?" tanya Jenderal Iblis sembari melihat kesekelilingnya.
"Aku hanya membawamu ke tempat yang sepi." Han Shu menjawab singkat.
"Hahaha, apa kau tidak ingin kematianmu diketahui oleh orang lain?" Jenderal Iblis tiba-tiba tertawa kecil.
"Aku tidak mau berbasa basi lagi. Sekarang majulah dan hadapi aku dengan semua kekuatanmu." Han Shu meremehkannya.
"Tidak peduli kau akan menghancurkan tempat ini menjadi seperti apa, kau tidak perlu khawatir. Kau bebas melakukan apapun. Yah, lagi pula tempat ini akan rusak karena apa?" Han Shu sedikit memprovokasinya.
"Karena kau menginginkannya, aku tidak akan menahan diri lagi!"
__ADS_1
Jenderal Iblis melesat ke arah Han Shu dan hanya meninggalkam jejak telapak kakinya di pasir. Jejak itu langsung menghilang karena pasir yang dihembusan angin.