
Dua hari kemudian.
Siang hari di kamarnya, Han Shu sedang berbaring di atas ranjangnya. Ia masih belum mendapatkan rencana yang pas untuk mengalahkan invasi Ras Iblis. Namun, ada satu hal yang sudah ada pada pikirannya.
"Dari sekian banyak cara, sepertinya hanya itu yang bisa dilakukan. Tapi, apa semua itu berarti bagiku? Aku bisa saja kehilangan nyawaku untuk melakukannya."
"Jika orang-orang di wilayah lain ikut bergabung dalam peperangan ini, mungkin aku tidak perlu melakukannya. Dan Ini akan kugunakan untuk berjaga-jaga saja."
"Tapi... Aku yakin mereka lebih mementingkan ego mereka dari pada datang membantu. Aku sangat yakin dengan itu."
"Kalau mereka tidak datang membantu, aku akan membagikannya dengan rata."
Sementara itu, Yueyin sedang pergi untuk bertemu Kaisar Han atas perintah Han Shu dengan membawa secarik kertas yang ditulis oleh Han Shu.
Yueyin sudah mencari Kaisar Han di banyak tempat dan ruangan yang ada di Istana Kekaisaran namun, ia masih belum bisa menemukannya.
Karena sulit menemukan keberadaan Kaisar Han di tempat yang begitu besar, Yueyin memutuskan untuk bertanya kepada prajurit maupun dayang yang ia temui.
Aku tidak melihatnya
Aku tidak tahu
Namun, beberapa orang yang sudah Yueyin temui selalu memberikan jawaban yang sama. Mereka tidak mengetahui dimana Kaisar Han berada.
Tanpa berputus asa, Yueyin tetap melanjutkan pencariannya di seluruh tempat Istana yang belum ia datangi.
Setelah semua tempat Yueyin berhasil datangi, Kaisar Han masih belum ditemukan olehnya.
"Sepertinya Kaisar sedang pergi keluar. Aku akan menunggunya di sini." Yueyin memutuskan untuk menunggu kedatangan Kaisar Han di dekat gerbang masuk Istana Kekaisaran.
Hingga malam hari kunjung datang, Kaisar Han masih belum kembali dari kepergiaannya. Namun, Yueyin masih duduk diam menunggu kedatangannya.
Sementara itu, karena bosa menunggu terlalu lama Han Shu memutuskan untuk meningkatkan basis kultivasinya dengan tenang. Ia akan menerobos kultivasinya ke ranah Golden Core.
.........
Di pagi buta, Kaisar Han akhirnya kembali ke Istana. Yueyin yang selalu terjaga sepanjang malam langsung menghampirinya.
"Salam, Yang Mulia." sapa Yueyin dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ada apa kau mencariku? Ah, tunggu. Sepertinya aku lupa menanyakan namamu."
"Namaku Yueyin, Yang Mulia. Aku hanya ingin memberikan kertas ini. Ini dari tuanku, Han Shu. Harap Yang Mulia segera membacanya." Yueyin memberikan kertas yang dibawanya.
Kaisar Han langsung menerimanya dan membaca tulisan yang ada di dalamnya. Ia nampak terkejut juga bingung kenapa Han Shu memberikan kertas itu.
"Apa maksudnya ini?"
"Seperti yang Anda lihat, tuanku membutuhkan semua yang tertulis di sana. Tuanku harap, Anda bisa memberikannya tidak lebih dari dua hari. " Yueyin hanya menyanpaikan pesan yang disampaikan Han Shu. Tetapi, Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang ditulis oleh Han Shu.
"Apa!" Kaisar Han kembali terkejut. Ingin sekali rasanya ia pingsan karena melihat isi tulisan itu.
"Ada apa Yang Mulia?" Yueyin yang tidak tahu apa-apa bertanya.
"Tidak ada, kau kembalilah dan suruh Han Shu untuk bertemu denganku di kamarku. Ngomong-ngomong, apa hubunganmu dengan Han Shu?"
"Ah, lupakan saja pertanyaan barusan."
Kaisar Han memegang dahinya karena terasa pusing dengan masalah yang kian menumpuk. Ia kemudian pergi meninggalkan Yueyin. Dan Yueyin pergi ke kamar Han Shu untuk melaporkannya.
Setibanya di kamar Han Shu.
Tetapi, tidak ada jawaban apapun dari Han Shu. Yueyin semakin masuk ke dalam untuk memeriksa apakah Han Shu ada di dalam atau tidak.
Yueyin merlihat Han Shu yang sedang duduk berkultivasi di atas ranjangnya. Yueyin yang melihatnya tidak langsung membangunkannya. Ia lebih memilih menunggunya hingga selesai.
Dan benar saja, Yueyin sama sekali tidak membangunkannya. Hingga ia sampai ketiduran karena semalaman tidak tidur.
Han Shu yang telah selesai berkultivasi langsung pergi mandi karena keringat yang begitu banyak, hasil dari ktivasinga. Setelah selesai mandi, ia langsung membangunkan Yueyin yang sedang tidur.
"Yueyin, bangun. Apa kau sudah memberikannya?"
Dengan mata yang masih mengantuk, Yueyin akhirnya bangun. Namun, tubuhnya masih terasa berat karena akhir-akhir ini ia sering mendapatkan luka dan jarang beristirahat.
"Tuan, aku sudah memberikan kertas yang Anda berikan. Yang Mulia Kaisar menyuruh Anda bertemu dengannya di kamarnya."
"Hmmm, baiklah. Kau bisa kembali tidur. Sepertinya kau kurang tidur akhir-akhir ini. Puaskanlah tidurmu bari ini." Setelah mengatakan itu, Han Shu pergi untuk bertemu Kaisar Han.
"Terima kasih."
__ADS_1
.........
Di Depan Pintu Kamar entah siapa itu, Han Shu berhenti.
"Apa ini kamarnya? Ingatannya tidak begitu jelas tentang kamar Kaisar Han." Han Shu ragu kalau yang ada di depannya adalah kamar Kaisar Han.
Han Shu kemudian mengetuk pintunya tiga kali agar pemilik kamar membukanya.
Tok! Tok! Tok!
Langkah kaki seseorang terdengar di telinga Han Shu. Seorang wanita yang ia kenal dari ingatan pemilik tubuh sebelumnya membukakan pintu.
"Siapa kau?" Ia langsung mananyakan hal itu karena tidak mengenal orang yang ada di depannya.
"Dia... Permaisuri," batin Han Shu.
"Aku disuruh untuk bertemu Kaisar Han di kamarnya, apa Anda tahu di mana kamarnya? Aku harus cepat." Dengan sopan Han Shu bertanya. Ia tidak berniat membuka identitasnya karena akan menganggunya.
"Kukira ada apa, ternyata hanya itu. Kau lurus saja dari sini kemudian belok kanan. Setelahnya kau tanyakan orang di sana." Wanita itu menjawab dengan nada yang angkuh. Ia merasa terganggu dengan kedatangan Han Shu.
Setelah memberikan jawaban, wanita itu langsung menutup kamarnya rapat-rapat. Jika Han Shu mengetuk pintunya lagi, mungkin dia tidak akan keluar untuk kedua kalinya.
"Dia masih saja kasar pada orang lain. Nikmatilah waktumu menjadi permaisuri selagi masih ada waktu. Karena aku akan segera menghancurkan semua itu." Han Shu menatap ke arah pintu dengan ekspresi datar. Namun matanya sungguh menyeramkan.
Tanpa berbasa basi lagi, Han Shu berjalan sesuai dengan arahan permaisuri. Di suatu kamar, Han Shu berhenti karena sangat yakin bahwa itu adalah kamar Kaisar Han. Karena kamar itu terlihat paling mewah diantara yang lainnya.
Tok! Tok! Tok!
"Ayah, apa kau di dalam?"
"Masuklah!" Terdengar jawaban dari dalam kamar. Han Shu tanpa ragu langsung masuk ke dalam.
Setelah masuk ke dalam, Han Shu melihat Kaisar Han yang sedang meminum arak dan menyantap makanan. Ia sudah menyiapkan beberapa makanan juga untuk Han Shu.
"Kemarilah dan duduk di depanku."
Han Shu menurutinya karena tidak ingin lama-lama berada di sana.
"Ada apa ayah memanggilku?" Han Shu langsung menanyakan intinya.
__ADS_1
"Apa maksudnya semua ini?" Kaisar Han menunjukkan kertas yang diterima dari Yueyin.