
Yi Fan tersentak kala merasakan kekuatan mereka semua. “Kekuatan mereka berkembang sejauh ini? Dengan kondisiku sekarang mungkin aku hanya bisa membunuh 1-2 orang dari mereka atau mungkin tidak sama sekali, sebenarnya apa yang mendorong mereka melakukan hal ini?”
Yi Fan mengerutkan dahinya ketika menghitung orang-orang di depannya yang ternyata hanya berjumlah 5,“Dimana orang itu?" Tanyanya dengan suara cukup keras.
“Ya ndak tau, kok tanya saya," Jawab Ash Xiu sambil tertawa meledek, "Namun, ini cukup mengejutkan melihatmu tidak kabur setelah melihat kami," Jawab Ash Xiu yang jelas memandang rendah Yi Fan.
“Aku takut? Mustahil!” Yi Fan menyeringai lebar,“Meskipun seluruh dunia memusuhiku, aku Yi Fan sang Kaisar Iblis tidak akan pernah mundur!”
Tanpa menunggu lebih lama lagi, mereka semua bersama-sama langsung maju menyerang Yi Fan dengan ganas.
Pertempuran besar itu tak terelakan lagi. Awalnya Yi Fan masih bisa mengimbangi mereka tetapi karena mereka menyerang dari segala arah pada akhirnya membuatnya kewalahan yang mengakibatkan satu serangan mengenai lengan kirinya hingga dia kehilangan keseimbangan.
Pakaian Yi Fan sedikit terbakar akibat serangan tersebut, tapi api itu langsung lenyap saat dia mengeluarkan sedikit auranya. Dikarenakan lengannya yang kini terekspos akhirnya memperlihatkan sebagian besar tangan kiri Yi Fan yang berwarna ungu kehitam-hitaman.
Yi Fan menggerak-gerakan tangan kirinya yang kebas, "Tsk, kuat juga ternyata serangan kalian ya?" Sekilas dia melirik lengan kirinya sambil menghela nafas.
Nyatanya serangan tersebut mampu membuat pertahanan Yi Fan hampir hancur, tapi untungnya dia masih bisa memulihkan pertahanan tubuhnya walaupun tidak sekuat sebelumnya.
Kelima orang itu tentu menyadari jika Yi Fan saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, sebab serangan sebelumnya itu saja bukanlah serangan terkuat mereka, tapi tanpa diduga ternyata pertahanan tubuh Yi Fan sangatlah lemah.
"Jangan pura-pura kuat kamu Yi Fan! Sebaik apapun kamu menyembunyikan kelemahanmu, namun pada akhirnya akan kelihatan juga. Entah apa yang terjadi pada tubuhmu itu, tapi kamu lebih lemah daripada saat terakhir kali kita bertemu," Setelah mengatakan hal ini, Shen Shui tertawa keras diikuti gelak tawa yang lainnya.
Yi Fan tersenyum kecil lalu tertawa cukup keras, "Ternyata percuma saja aku menyembunyikan hal ini ya? Yah, ini semua sebenarnya berkat Dai Mee, orang sialan itu ternyata sangat licik, tapi..." Yi Fan menciptakan pedang Qi padat di tangan kirinya, "walaupun begitu, jika hanya mengatasi kalian saja kurasa kekuatanku sekarang lebih dari cukup. Kemarilah! kucabut semua nyawa kalian!"
Si Kaisar Iblis memilih menyerang terlebih dahulu, dia menciptakan begitu banyak pedang Qi di udara dan melesatkannya ke arah mereka semua. Kelima orang itu melakukan gerakan menghindar tetapi pedang Qi Yi Fan terus mengikuti mereka ke manapun mereka pergi, jumlahnya yang begitu banyak membuat mereka cukup kesulitan untuk menghindar.
"Sial! Dari mana munculnya pedang-pedang ini? Dihancurkan berapa kali pun tetap tidak ada habisnya, dan juga bagaimana bisa dia bisa mengendalikan semua pedang ini!? Apa dia bisa membagi pikirannya sebanyak yang dia inginkan?" Teriak Bai Luo frustasi sambil menghalau pedang-pedang yang mengarah kepadanya menggunakan jurus-jurusnya.
Ash Xiu yang melihat semua kawannya kewalahan berteriak, “Mei Yu, Shen Shui, serang dia pada satu titik, incar bagian belakang tubuhnya! Dan juga kacaukan pikirannya agar pedang-pedang sialan ini berhenti mengejar kita!”
Kedua perempuan itu mengangguk paham dan melaksanakan arahan Ash Xiu. Yi Fan yang melihat kedatangan keduanya menjadi siaga. Namun, tanpa diduga si Kaisar Iblis itu memilih menghampiri mereka sebelum sampai. Dia menyerang Mei Yu terlebih dahulu, sebab perempuan inilah yang paling banyak mengetahui tentang dirinya.
Tranggg... bunyi gesekan pedang keduanya terdengar sangat nyaring di telinga, tapi karena kekuatan Yi Fan sangat besar membuat Mei Yu terpental ke belakang cukup keras hingga hampir menghantam tubuh Shen Shui yang berada tepat di belakangnya.
"Mei Yu!" Teriak Shen Shui sambil menoleh ke belakang yang tentu saja dimanfaatkan oleh Yi Fan. Si Kaisar Iblis itu melesat ke arah Shen Shui dan menebaskan pedangnya ke arah kepalanya, tapi sayangnya hal itu digagalkan oleh serangan bola api Zuo Lee yang membuat Yi Fan mau tak mau harus menghindarinya.
Shen Shui yang terkejut lantas menoleh, tapi sebelum pandangannya sepenuhnya ke depan sebuah tendangan menghantam wajahnya hingga dia terpelanting dan terjerembab ke tanah.
Wajah Mei Yu berubah dari cantik menjadi buruk rupa, tubuhnya terlentang dengan bagian wajah yang sudah tak simetris lagi serta beberapa giginya terlepas. Yi Fan tak tinggal diam begitu saja, dia tiba-tiba muncul di dekat Mei Yu, "Selamat... tinggal!"
Saat hendak menancapkan pedangnya ke wajah perempuan itu, sebuah ular naga raksasa tiba-tiba muncul dan menghantam tubuh Yi Fan dengan sangat keras dari arah kiri.
Yi Fan melayang bebas ke arah sebuah jurang, tapi insting bertahan hidupnya langsung bangkit sesaat dirinya melihat jurang tersebut. Si Kaisar Iblis itu menciptakan pedang Qi padat di kedua tangannya, dia memutar tubuhnya di udara lalu menancapkan kedua pedangnya ke tanah.
Usahanya ini membuahkan hasil walaupun dia baru bisa berhenti setelah ratusan meter jauhnya. Yi Fan melepaskan kedua pedangnya dari genggamannya.
Tangannya terlihat bergetar hebat, terutama tangan kirinya yang sudah benar-benar berwarna hitam sepenuhnya diakibatkan oleh hantaman naga yang membuat tangan kirinya terluka cukup parah. Hal ini membuat pertahanan tubuhnya semakin melemah yang pada akhirnya membuat racun di dalam tubuhnya semakin menyebar.
Yi Fan mengalihkan pandangannya ke depan, dia tersentak saat melihat seekor ular naga, ular berkepala 2, serta burung elang raksasa. "Tsk... kurasa ini akan semakin sulit,” Si Kaisar Iblis itu tersenyum kecil lalu melompat cukup tinggi dan mendarat tepat beberapa meter di depan kelima musuhnya.
Yi Fan melirik ke arah Mei Yu yang ternyata kini sedang menatapnya penuh dendam dengan wajah yang sudah tak berbentuk. “Hahaha, lihatlah wajahmu itu wanita bodoh, sudah kubilang jangan macam-macam denganku...” Ejeknya.
“Kamu!” Walaupun dikuasai amarah tetapi nampaknya Mei Yu tidak akan sembrono menyerang si Kaisar Iblis itu sendiri, karena jika saja tadi Naga Zuo Lee tidak muncul pasti dirinya sudah menjadi mayat sekarang, jadi dia hanya bisa mengepalkan tangan saja sebagai pelampiasan.
Zuo Lee yang melihat Yi Fan baik-baik saja setelah dihantam Naganya nampak tidak percaya, dia beberapa kali terlihat menelan ludahnya. Sedangkan Ash Xiu dan Bai Luo tidak terlihat panik sedikitpun, keduanya terlihat lebih percaya diri setelah mengeluarkan partner mereka yang sama-sama berwujud ular walaupun berbeda ras.
Yi Fan tertawa kecil melihat dua orang yang merasa di atas angin di depannya, “Betapa tidak sopannya diriku, Bagaimana jika kuberi peliharaan kalian teman main, setuju?”
Mereka semua tidak ada yang menjawab pertanyaan Yi Fan. "Oh, kuanggap kebisuan kalian itu sebagai iya," Yi Fan lalu mengepalkan tangannya hingga berdarah.
Darahnya menetes secara perlahan-lahan ke tanah, semua yang melihatnya menjadi siaga sebab atmosfir tempat itu kian mencekam.
Yi Fan tersenyum sinis lalu menempelkan tangannya ke tanah. "Bangkitlah, Tao Tie, Qiong Qi, Tao Wu!"
Tiba-tiba tanah bergetar hebat, angin menjadi kencang, langit bergemuruh dan mengeluarkan petir yang menyambar-nyambar. Dari atas langit muncul mahluk bersayap yang sangat besar seukuran burung raksasa Mei Yu.
__ADS_1
Mahluk ini adalah Qiong Qi, dia memiliki sayap berwarna hitam dan putih yang sangat lebar, tubuhnya mirip seperti harimau serta wajahnya seperti kerbau dengan taring tajam. Dengan gagah dia terbang berputar-putar di udara seakan-akan dia tidak takut terhadap petir, tapi itu tak berlangsung lama karena dia langsung mendarat tepat di samping Yi Fan.
Setelah itu muncul kembali mahluk besar dari dalam tanah berbadan domba tetapi bertubuh besar nan berotot, dengan wajah yang sangat mengerikan seperti iblis. Mahluk ini adalah Tao Tie, dia memiliki tanduk-tanduk yang sangat besar dan tajam, tubuhnya sedikit mengeluarkan api yang membuat keberadaannya kian menakutkan.
Dan yang terakhir, muncul sebuah lubang berwarna hitam yang berukuran sangat besar. Dari dalam lubang hitam itu keluar mahluk yang lebih mengerikan dari dua mahluk sebelumnya. Mahluk ini adalah Tao Wu, dia menyerupai harimau, memiliki rambut panjang yang mengurai ke belakang, dan memiliki ekor berbentuk ular yang sangat panjang. Dia juga memiliki dua gigi bengkok yang tumbuh di belakang telinganya, matanya berjumlah empat, dan juga memiliki 2 taring yang bisa memanjang.
Bermunculnya mahluk-mahluk mengerikan itu membuat membuat lawan Yi Fan sedikit menciut, tapi nampaknya mahluk mengerikan itu sama sekali tidak bersahabat terhadap apapun seolah-olah mereka bukan berasal dari dunia ini.
Yi Fan yang sudah menyelesaikan ritual pemanggilannya tiba-tiba batuk darah, ukuran ketiga mahluk panggilannya sedikit menyusut walaupun tidak terlalu nampak jelas di mata. Namun, kekuatan mereka jelas-jelas berkurang drastis daripada kemunculan mereka di awal, dan hal ini tentunya dapat dirasakan oleh lawannya.
“Tsk... sudah kuduga ini terlalu membebani tubuhku,” Gumam Yi Fan sambil menyeka darah di mulutnya.
Ash Xiu yang melihat itu tertawa keras, “Hahaha, nampaknya mahluk panggilanmu bergantung pada kondisi tubuhmu ya?”
Yi Fan mengerutkan dahinya lalu tersenyum sinis,“Ya begitulah, tapi apa kalian tahu? Mereka bertiga ini tidak akan pernah bisa mati karena keberadaan mereka bukanlah suatu hal yang akan kalian mengerti!”
“Jika tidak bisa dibunuh, bukannya hanya perlu disegel saja?" Ash Xiu mematahkan ucapan Yi Fan.
“Ya, itu juga jika kalian mampu.” Yi Fan menghunuskan pedangnya ke depan dengan arogan.
Bai Luo yang melihat kearoganan Yi Fan tidak bisa menahan emosi lagi. “Tidak usah banyak bicara lagi! Bunuh dia!”
"Sini kalian!”
Mahluk panggilan melawan sesama mahluk panggilan, wujud mereka yang begitu besar membuat Yi Fan serta kelima penguasa lainnya berpindah tempat agar lebih leluasa bertarung. Namun, terlalu lama bertarung membuat Ash Xiu menyadari sesuatu.
“Mei Yu, kacaukan pikirannya menggunakan ilusi hatimu! Dan kamu Shen Shui, serang bagian belakangnya seperti sebelumnya. Aku selama ini memperhatikan, Yi Fan ini ternyata yang mengendalikan ketiga mahluk panggilannya itu, karena itulah sejak tadi dia menjaga jarak agar tidak terlalu jauh dari mereka!”
Mei Yu dan Shen Shui mengangguk paham. Ash Xiu lantas mengalihkan pandangannya ke Zuo Lee, “Zou Lee, gunakan raungan nagamu untuk mengacaukan aliran Qi pada tubuhnya, aku dan Bai Luo akan membantu mereka menjauhkan Yi Fan darimu.”
“Jangan seenaknya memberi perintah sialan! Aku tahu apa yang akan kulakukan!" Meskipun terdengar penolakan, tapi Zuo Lee tetap melaksanakan perintah Ash Xiu. Dia duduk bersilah dan mulai memusatkan Qi pada mulutnya.
Yi Fan yang melihat itu tidak tinggal diam, dia menciptakan pedang Qi dan melesatkannya ke arah Zuo Lee, namun serangannya itu dihentikan oleh Ash Xiu. Sebuah pedang raksasa muncul dari langit dan mengunci tempat Zuo Lee, Ash Xiu dan Bai Luo yang melihat itu menghentikan serangannya dan segera menuju ke tempat Zuo Lee.
“Astaga, apa-apaan kekuatan Yi Fan ini?! Seberapa banyak Qi yang dimilikinya hingga dapat membuat pedang raksasa seperti ini? Apa dia benar-benar seorang manusia?” Ash Xiu mengeluarkan keringat dingin karena ternyata kekuatan Yi Fan di luar ekspetasinya.
Pedang raksasa itu jatuh dengan sangat cepat, Bai Luo dan Ash Xiu segera mengeluarkan jurus terkuat mereka untuk menghentikan pedang raksasa tersebut, namun usaha mereka sia-sia karena nyatanya pedang raksasa itu tetap meluncur jatuh ke tempat mereka. Yi Fan yang melihat itu tersenyum sinis sambil mengatasi serangan kedua perempuan yang menyerangnya.
“Hahaha, hentikanlah pedang raksasa itu jika kalian mampu!” Teriak Yi Fan dari kejauhan sambil tertawa keras. Dia nampak percaya diri, sebab pedang raksasa itu menghabiskan cukup banyak Qi di tubuhnya.
“Sial, pedang raksasa ini tidak bisa dihentikan,” Ash Xiu menoleh ke arah Bai Luo, “Bai Luo, gunakan token kuno milikmu itu!”
“Apa kau gila?! Ini warisan dari leluhurku bodoh!”
“Apa kau lebih mementingkan benda mati daripada hidupmu sendiri bodoh?!”
Bai Luo terlihat enggan tetapi dia masih menyayangi nyawanya karena jika mereka tidak berhasil membunuh Yi Fan maka merekalah yang akan dibunuh oleh pria ini nantinya.
“Tsk... baiklah, tidak ada cara lain lagi!” Bai Luo mengeluarkan sebuah token persegi berwarna merah dari jubahnya lalu melemparkannya ke arah pedang raksasa tersebut.
Token tersebut meledak dan menciptakan sebuah lubang hitam yang melahap habis pedang raksasa tersebut tanpa sisa, bahkan awan-awan juga tak luput dari dari daya hisapnya. Setelah selesai, lubang hitam itu menciut lalu meledak menghamburkan Qi yang berasal dari pedang raksasa tersebut.
“Tsk....” Yi Fan berdecak kesal, pedang raksasa yang hampir menguras seluruh Qi miliknya lenyap begitu saja karena sebuah token kecil milik Bai Luo.
Yi Fan kehabisan akal karena dia sendiri disibukan dengan serangan Mei Yu dan Shen Shui dari belakang. Dia cukup kewalahan, sebab kedua wanita ini juga menggunakan semacam sihir ilusi untuk mengacaukan pikirannya dan tentunya hal ini berdampak pada mahluk panggilannya yang mulai kehilangan kendali.
Setelah persiapan raungan Zuo Lee selesai, Bai Luo dan Ash Xiu segera bergerak menjauh.
“Mei Yu, Shen Shui, mundurlah!” Teriak Ash Xiu.
“Baik!”
“Roaggggghhhhhhh!” Gelombang suara yang sangat kuat keluar dari mulut Zuo Lee dan menghancurkan apapun di depannya.
Yi Fan yang tidak siap akhirnya terhempas ke belakang dengan sangat keras, pertahanan tubuhnya hancur akibat gelombang suara yang dahsyat tersebut. Telinganya berdengung hebat, penglihatannya sedikit kabur tetapi kesadarannya masih tetap ada.
__ADS_1
“Sial, raungan itu membuat aliran Qi di tubuhku kacau....”
Yi Fan sangat tidak menyangka jika hanya menggunakan gelombang suara dapat membuat dirinya terluka cukup parah dan hal ini memicu sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan yaitu kenikmatan akan rasa sakit, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa darah yang mengalir keluar dari tubuhnya membuat hasrat membunuhnya kembali.
Yi Fan menjilat darahnya. "Ketika mendekati kematian ternyata memang benar-benar akan membangkitkan potensi terbesar dalam diri seseorang, kukira semua ini hanyalah omong kosong belaka.”
Terlihat aura berwarna merah keluar dari tubuh Yi Fan yang membuat mereka semua menjadi siaga. Mata Yi Fan berubah menjadi merah seperti darah dan dalam sekejap mata dia sudah berada tepat di hadapan Ash Xiu.
"Jangan tatap mata itu!" Mei Yu yang sudah tahu kekuatan dari mata darah berteriak kencang seraya bergerak menjauh.
Mereka semua langsung menjauh dari Yi Fan, namun tidak dengan Ash Xiu karena dia sudah masuk ke dalam efek ilusi mata darah. Yi Fan tersenyum sinis, dia mencekik leher Ash Xiu, "Hisap!”
Seketika saja tubuh Ash Xiu terhisap kering dan hanya menyisakan kulit dan tulangnya saja, hal itu membuat para penguasa yang tersisa terkejut sekaligus ketakutan.
“Aku sudah cukup jengkel denganmu, kamu dapat mengatur strategi dengan baik sehingga dapat melukaiku.” Yi Fan melemparkan mayat kering Ash Xiu ke tanah hingga hancur.
“Ju-jurus itu?!” Mei Yu menutup mulutnya karena shock.
"Dasar iblis!”
"Mo-monster!"
Yi Fan menoleh ke samping, "Monster? Kurasa ada yang salah dengan otak kalian. Dan juga, aku adalah Kaisar Iblis, jadi sebutan iblis itu tidaklah salah."
Mereka semua terdiam, apa yang dikatakan oleh Yi Fan memang benar apa adanya, jika orang setampan Yi Fan disebut monster, lantas bagaimana dengan tampan orang yang buruk rupa?
Namun, lagi-lagi Yi Fan batuk darah, auranya pun perlahan-lahan kehilangan dominasinya. “Hah… potensi besar yang singkat juga ternyata,” Yi Fan mengusap darah di mulutnya, “Kurasa aku akan mati lebih cepat dari perkiraanku.”
Melihat Yi Fan yang tak berdaya membuat ketakutan mereka lenyap dan digantikan kesombongan karena sudah merasa di atas angin. Tangan Bai Luo menunjuk ke arah Kaisar Iblis, "Yi Fan, sebaiknya kamu jangan melawan lagi, sebagai gantinya aku akan memberikanmu kematian paling cepat dan akan kupastikan ini tidak akan terasa sakit sama sekali."
Yi Fan tertawa kecil mendengar ucapan tidak masuk akal tersebut, "Bagaimana kamu tahu bahwa kematian itu akan terasa sakit? Memang kamu sudah pernah mati hah?"
Mereka semua ingin tertawa mendengarnya tetapi mereka juga tidak ingin kehilangan fokus hanya karena lelucon kecil belaka, bisa saja mereka mati sebab yang mereka hadapi kali ini adalah orang yang sangat berbahaya.
"Dasar orang keras kepala! Bunuh dia!" Teriak kencang Bai Luo.
Yi Fan memejamkan matanya dan tiba-tiba saja turun hujan tapi bukannya air yang menetes melainkan darah, hal itu membuat para penguasa itu mengurungkan niatnya untuk menyerang Yi Fan. Mata Yi Fan berubah merah, dia menatap keempat penguasa yang tersisa itu dengan mata darahnya.
"Apa kalian merasakannya juga?!”
“Ya, aku sempat kehilangan kesadaranku tadi."
“Jangan tatap mata itu! dia ini sungguh amat sangat berbahaya!”
Mereka semua tidak berani menatap mata Yi Fan dan hanya menatap tangan serta kakinya saja.
Yi Fan melangkah maju, tapi tiba-tiba dia menundukan kepalanya saat merasakan sakit di dadanya. Terlihat sebuah pedang yang sangat dia kenali menembus tepat di dadanya.
Yi Fan sangat mengenali ukiran pedang ini, sebab dialah yang membuat ukiran tersebut dari sebuah pedang unik yang entah apa namanya. Terdapat sebuah permata Kristal berwarna putih tepat di gagang pedangnya serta sebuah pola aneh di mata pedangnya.
Yi Fan memberikan pedang tersebut kepada putrinya, karena menurutnya pedang ini sangat cocok dengan karateristik perempuan.
Mata Yi Fan kembali normal diikuti oleh berhentinya hujan darah. Mereka semua terkejut, walaupun ini bagian dari rencana mereka tetapi melihat dengan mata kepala sendiri saat Yi An membunuh Yi Fan ternyata sangat sulit dipercaya.
"Ke-kenapa?" Tanya Yi Fan sebelum akhirnya dia roboh ke tanah.
Yi Fan menoleh Yi An dengan sisa-sisa kesadaran yang dia punya. “Tidak kusangka bahwa orang yang paling aku percayai, orang yang paling aku sayangi melebihi diriku sendiri ternyata menikamku dari belakang, sungguh ironi sekali."
Yi Fan menatap mereka semua penuh kebencian, “Aku bersumpah, aku pasti akan mencari dan menyeret tubuh kalian di alam baka nanti, kunantikan kedatangan kalian!” Teriak Yi Fan penuh amarah.
Yi An memangku kepala si Kaisar Iblis di pangkuannya seraya menatap wajah orang yang telah di ujung maut tersebut. Di saat-saat kesadarannya mulai sirna, Yi Fan dapat melihat air mata Yi An menetes mengenai wajahnya.
"Yi An, aku pasti akan….” Yi Fan tidak berhasil menyelesaikan perkataanya dan menghembuskan nafas terakhirnya tepat dipangkuan Yi An. Ketiga Mahluk panggilannya kehilangan kendali serta menyusut menjadi kecil dan hal itu dimanfaatkan oleh Bai Luo dengan langsung menyegel ketiganya dan memenjarakannya jauh di dalam tanah.
Mereka semua merasakan bahwa ucapan Yi Fan tadi seperti sebuah kutukan, tapi setelah dipikir-pikir lagi orang mati tidak akan bisa hidup kembali, bagaimanpun caranya itu sangatlah mustahil dengan cara kerja kehidupan.
__ADS_1
Berita akan kematian Yi Fan tersebar dengan sangat cepat di ketiga alam walaaupun berita ini berbeda dari mulut ke mulut. Namun, bagaimanapun berita itu berubah tetap saja fakta bahwa Yi Fan di tangan putrinya sama sekali tidak berubah.