
Yueyin kemudian mencoba memakai cincin itu untuk mencari tahu maksud dari perkataan Han Shu.
"Bukankah cincin ini terlalu besar untukku?" Yueyin memperlihatkan cincin itu di dekat matanya langsung. Ukurannya dua kali lebih besar dari jarinya.
"Sudahlah, aku akan memakainya."
Yueyin memakainya di jari telunjuk sebelah kanan. Saat cincin itu dipasang, tiba-tiba cincin itu mengecil dan bergabung dengan daging dan darah Yueyin.
Yueyin terkejut tetapi seperti biasa ia tidak berekspresi apapun. Ia kemudian mencoba melepasnya namun tidak bisa. Cincin itu sudah melekat dengan kuat.
"Cincin apa ini sebenarnya?" Yueyin bertanya-tanya.
Hingga beberapa saat kemudian, cincin itu mulai memberikan efek pada tubuh Yueyin. Tubuhnya menjadi lebih ringan sehingga dapat bergerak dengan bebas.
Yueyin juga merasakan kalau cincin itu menyerap Energi Qi di sekelilingnya dan menjadikannya milikknya. Hal ini membuatnya ingin segera berkultivasi.
"Berapa sewa Ruang Kultivasi yang paling murah?" tanya Yueyin.
"Ruang Kultivasi kelas satu hanya 100 Koin Emas," jawab sang pengelola cuek.
"Berapa uang yang diberikan tuanku, ya?" Yueyin mengambil kantong pemberian Han Shu sebelumnya. Kemudian ia mengeluarkan semua Koin Emas pada sebuah meja.
Satuan, puluhan Koin emas dari dalam kantong. Yueyin terus mengeluarkannya hingga habis namun, Koin Emas terus saja keluar.
"Bagaimana bisa kantong sebesar ini menyimpan banyak Koin Emas?" Yueyin terkejut bertanya-tanya.
Hingga Koin Emas bertumpuk-tumpuk dan menggunung setinggi dadanya. Mungkin jumlahnya berjutaan Koin Emas. Yueyin penasaran dengan jumlah semuanya dan terus mengeluarkannya.
Semua orang yang melihat kembali terkejut. Bagaimana bisa mereka bertemu dengan orang kaya bahkan dua kali hari ini. Mereka membayangkan bagaimana jika merekalah yang memiliki Koin Emas itu.
"Mengapa aku sangat miskin?"
Bekerja keraslah! Dan jangan lupa berdoa. Hanya itu jawabannya.
Rasa penasaran Yueyin tiba-tiba menghilang, ia kembali memasukkan Koin Emas itu pada kantongnya karena terlalu menarik perhatian orang-orang.
"Aku ingin menyewa Ruang Kultivasi yang bisa meningkatkan kultivasiku dengan cepat. Apa ada yang bisa kau sarankan?"
__ADS_1
"Anda bisa menyewa Ruang Kultivasi kelas tiga seharga 1.000.000 Koin Emas perjamnya." Sang pengelola tidak akan melewatkan kesempatan ini lagi.
Sebelumnya dia berbohong kepada Han Shu kalau Ruang Kultivasi kelas tiga hanya bisa dibayar dengan Batu Spiritual Tingkat Tinggi. Sebenarnya siapapun dapat menyewanya dengan Koin Emas.
"Hari ini aku pasti akan dapat bonus yang banyak." Sang pengelola merasa senang membayangkan dirinya mendapat banyak uang.
"Aku akan menyewanya satu jam saja, ini uangnya." Yueyin membayarnya kemudian masuk ke dalam Ruang Kultivasi.
.........
Ketika Yueyin masuk ke dalam, cincin yang dia gunakan langsung menyerap Energi Qi di dalam ruangan itu dengan cepat. Setelah itu, masuk ke dalam tubuh Yueyin melalui meridian-meridiannya.
Yueyin segera duduk bersila untuk memulai kultivasi. Namun, karena penyerapan Energi Qi dari cincinnya, ia merasa kesulitan mengontrol Energi Qi yang masuk ke dalam tubuhnya.
Hingga ia pun merasa kesakitan di seluruh tubuhnya. Rasa sakit yang telah ia lupakan, kini teringat kembali. Masa lalu yang tidak ingin ia ingat kini terlintas kembali.
Tetapi ia tetap bertahan demi menjadi kuat dan membalas semuanya. Ia terus menahan rasa sakit itu dan terus mengontrol Energi Qi nya agar tidak terlalu berlebihan.
"Aarrgghh...!" Yueyin meringkuk kesakitan di lantai.
Sekali saja Yueyin melakukan kesalahan, tubuhnya akan meledak karena luapan energi dalam tubuhnya. Hingga akhirnya ia kehilangan kesadarannya setelah satu jam berada di dalam sana.
.........
Setelah Han Shu masuk ke dalam Ruang Kultivasinya, ia dapat merasakan Energi Qi yang melimpah. Tetapi, ia tahu kalau terlalu lama berada di dalam sana akan berbahaya.
"Dari mana asal melimpahnya Energi Qi ini?" Han Shu bertanya-tanya.
Tanpa Han Shu serap, Energi Qi masuk sendiri ke dalam tubuhnya. Han Shu pun duduk untuk memulai kultivasinya. Sebelum ia memulainya, ia teringat dengan cincin yang diberikan kepada Yueyin.
"Aahh cincin itu. Mengapa aku memberikannya! Gawat, jangan sampai dia masuk ke dalam ruangan dengan Energi Qi melimpah seperti ini."
Han Shu langsung bangun dan beranjak keluar dari sana. Namun, ruangan itu sudah tertutup rapat dan ada semacam formasi yang menahannya.
Han Shu memusatkan Energi Qi nya pada kepalan tangan kanannya kemudian memukul pintu ruangan itu.
Boom!
__ADS_1
Ledakan yang menggema terjadi. Mulut Han Shu langsung memuntahkan darah karena efek dari serangannya. Ia mengeluarkan pil dari cincin penyimpanannya dan kemudian memakannya. Seketika lukanya sembuh.
Sementara itu, pintu ruangan tetap tidak tergores sedikitpun oleh serangannya. Karena pil yang dibuat sebelumnya sudah habis, ia tidak melanjutkan niatnya untuk keluar dari sana.
"Aahh, sial!"
"Sebenarnya formasi apa yang ada di dalam ruangan ini dan siapa yang membuatnya? Apa pintunya akan terbuka setelah waktu sewa habis atau mereka menipuku?" Ia kesal dengan dirinya sendiri.
"Sudahlah! Lupakan saja! Aku akan berkultivasi di sini untuk tiga hari ke depan. Aku harap Yueyin baik-baik saja."
Han Shu kembali duduk bersila dan memejamkan matanya untuk berkultivasi. Energi Qi masuk dengan cepat ke dalam tubuhnya melalu meridiannya tetapi, Han Shu dapat mengontrolnya dengan baik.
Satu hari berlalu, Han Shu masih dalam keadaan berkultivasi baik dengan Energi Qi yang semakin kuat. Namun, wajahnya berkeringat. Energi Qi tidak pernah berhenti masuk ke dalam tubuhnya.
Dua hari berlalu, wajah Han Shu menjadi sangat pucat, tubuhnya sudah mulai merasakan sakit. Kesadarannya semakin menghitam. Tetapi, luapan Energi dalam tubuhnya masih terkontrol dengan baik.
"Sial, merepotkan sekali. Aku harus membuka titik meridianku dengan paksa."
Dengan terpaksa, ia membuka semua titik meridiannya yang seharusnya tidak boleh ia lakukan sekarang. Rasa sakit ia rasakan di seluruh tubuhnya. Ia menggigit bibirnya sendiri untuk menahan rasa sakit itu.
"Aarrgghh!!!" teriakan Han Shu menggema.
Hingga satu jam kemudian, semua titik meridiannya telah terbuka. Energi Qi yang masuk ke dalam tubuhnya semakin terkontrol dengan baik. Wajah Han Shu sudah kembali normal. Dan ia kembali tenang dalam berkultivasi.
Tetapi, satu jam sebelum sewa berakhir, ketenangan itu menghilang. Tiba-tiba Energi Qi yang ada di ruangan itu menjadi tak beraturan. Kontrolnya terhadap Energi Qi menjadi kacau balau.
Han Shu kembali merasakan rasa sakit yang melebihi sebelumnya. Tubuhnya seperti terkoyak, dan akan meledakkan diri. Ia berusaha bertahan dengan tekadnya.
Hingga satu jam kemudian, ruangan itu terbuka. Energi Qi menghilang dari ruangan itu. Dari luar pintu, banyak orang melihat ke ruangan itu.
"Apakah dia masih hidup?" Semua orang menantikkannya.
Beberapa menit berlalu, tetapi Han Shu masih belum keluar dari sana. Para penjaga akhirnya datang dan segera memeriksanya ke dalam.
Ketika mereka hampir masuk, tangan Han Shu mencengkram erat pintu ruangan dan perlahan menampakkan wajahnya. Wajahnya sangat pucat, penhlihatannya berputar-putar.
"Apa yang kalian lihat?" Han Shu bertanya dalam kepeningannya.
__ADS_1
#Saatnya nugas, hehehe
Bth terima kasih 100 favoritnya