
Gao Zie pun mulai menyerang dengan rantai hitamnya. Untuk sementara waktu Jiang Li hanya bertahan saja tanpa menyerang. Semua serangan rantai Gao Zie dapat dengan mudah dihindari.
Semua serangan itu menimbulkan kerusakan yang besar pada semua yang dikenainya.
"Serangan rantai hitam ternyata sekuat itu. Aku harus berhati-hati. Aku sudah melihatnya, sekarang aku akan menyerang."
Setelah cukup mengamati kemampuan senjata rantai hitam, Jiang Li mulai menyerang kembali. Ia mengandalkan kecepatan untuk menyerang Gao Zie.
Namun, serangannya tidak ada yang berhasil menyentuh Gao Zie. Semua serangan Jiang Li selalu tertahan oleh rantai hitam yang secara otomatis melindungi pemiliknya.
"Akui saja kekalahanmu, Jiang Li. Kau tidak akan bisa menyerangku selama aku memiliki senjata ini." ucap Gao Zie dengan sangat percaya diri.
"Semua senjata pasti memiliki kelemahan, aku hanya perlu mencarinya."
"Jiang Li, Jiang Li, mari kita lihat seberapa keras usahamu itu." Gao Zie dengan sombongnya berdiri tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya. Ia tidak berusaha menghindar serangan Jiang Li karena senjata rantai hitam melindunginya.
Sekeras apapun usaha Jiang Li menyerang, ia tetap tidak bisa menembus pertahanan Gao Zie. Semua serangannya benar-benar tertahan oleh rantai hitam.
"Kalau aku tidak bisa menghancurkannya dengan pukulanku, aku hanya perlu memotongnya dengan senjataku."
Jiang Li mengeluarkan senjatanya yaitu sebuah kapak besi yang cukup besar.
__ADS_1
"Kau pikir hanya kau yang memiliki senjata. Aku juga memilikinya."
Jiang Li melompat dan menebaskan kapaknya ke arah Gao Zie. Seketika wajah Gao Zie berubah karena ia tidak pernah melihat Jiang Li menggunakan senjata dalam pertarungannya.
"Bukankah kau kultivator tubuh... Bagaimana bisa kau menggunakan senjata!" Gao Zie menutup matanya.
BOOMM!
Benturan kedua senjata menyebabkan gelombang besar yang menggema dalam gua. Debu-debu berterbangan menghalangi padangan mereka. Tanah disekitar pijakan Gao Zie amblas karena efek gelombang itu.
Begitu Gao Zie membuka mata, ia melihat rantai hitamnya berhasil menahan tebasan kapak Jiang Li. Bahkan rantai hitamnya tidak mengalami goresan. Tangan Jiang Li sampai bergetar karena merasakan kekerasan rantai hitam itu.
Hal itu membuat Gao Zie sombong kembali, "Hahaha, lihatlah Jiang Li. Kau masih tidak bisa menahan pertahanan rantai hitamku." Ia tertawa keras.
"Sial, aku tidak bisa menghancurkannya. Staminaku juga semakin terkuras. Aku harus mundur." Jiang Li berniat mundur terlebih dahulu.
"Sekarang giliranku untuk menyerang, Jiang Li. Jangan kabur dariku!" Gao Zie menyerang dengan rantai hitamnya. Ia mengejar Jiang Li yang berusaha kabur.
Jiang Li kabur menjauh dari tempat pertempuran kelompoknya untuk menghindari hal yang tidak diinginkannya. Namun, hal itu segera disadari oleh Gao Zie.
"Sial, ternyata kau memancingku menjauh. Aku akan membunuh rekan-rekanmu." Gao Zie berhenti mengejar. Ia bergegas kembali ke tempat pertempuran dengan cepat.
__ADS_1
"Gawat, dia menyadarinya." Jiang Li yang kabur akhirnya harus mengejar Gao Zie.
"Ternyata nyawa rekan-rekanmu lebih berharga dari nyawamu. Kalau begitu aku tidak perlu membunuhmu, hahaha. Aku akan membunuh semua rekanmu untuk melampiaskan amarahku padamu." ucap Gao Zie.
"Gao Zie, jika kau berani melakukan itu aku akan membunuhmu!" Jiang Li berteriak sekeras mungkin memperingati padahal dirinya tidak bisa mengalahkannya.
"Berteriaklah sesukamu."
Seperti yang Gao Zie katakan, ia membunuh rekan kelompok Jiang Li yang dilihatnya. Hal itu membuat Jiang Li semakin marah namun ia tidak bisa menghentikannya.
"Gao Zie!!!!"
BOOM!
Tiba-tiba Gao Zie terpental puluhan meter oleh serangan yang tidak ia ketahui dengan jelas.
"Siapa yang menyerangku!" Gao Zie melihat arah serangan itu datang.
"Aku kembali." ucap Yueyin sembari memegang dua belati pada kedua tangannya.
"Sialan kau, aku akan membunuhmu." Gao Zie menggerakan rantai hitamnya untuk membunuh Yueyin namun, dengan mudahnya Yueyin memotong rantai besi itu dengan belatinya.
__ADS_1
Hal itu membuat Gao Zie terkejut dan sulit mempercayainya, "Tidak mungkin, bagaimana bisa kau memotong rantai hitamku!"
"Tentu saja karena belati ini pemberian dari tuanku." jawab Yueyin singkat.