Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 72 Oh


__ADS_3

"Han Shu, Apa kau sudah tidak peduli lagi dengan hidup ayahmu ini?" Raut wajah Kaisar Han berubah menjadi kekecewaan.


"Lagian, mengapa ayah menyarankan ide itu? Kalau aku... Pasti akan selalu mendukung ayah bagaimanapun rencananya. Ayah pati akan menjadi pahlawan yang dikenang oleh banyak orang." Han Shu berkata dengan santainya.


Semua orang yang mendengar perkataan Han Shu menjadi geram. Ada juga beberapa orang yang memanfaat kesalahan ini agar Han Shu mendapat hukuman.


"Yang Mulia, walaupun dia putra Anda dia sudah sangat tidak sopan pada Yang Mulia Kaisar. Ini sudah keterlaluan."


"Oh, kau tidak terima. Ayah bahkan diam saja, begitu juga dengan panatua di sini. Tapi kau malah menyulut api pada Ayahku. Kalian benar-benar seorang penjilat. Apa kalian sebenci itu padaku?" Han Shu menanggapi mereka untuk memulai perseteruan.


"Kau! Beraninya—"


"Diamlah!" Kaisar Han menghentikan perseteruan yang hampir diciptakan oleh Han Shu.


"Kalian berpikirlah dengan kepala dingin! Kita sedang berada dalam situasi yang darurat! Ras Iblis akan menginvasi manusia! Apa kalian tidak memiliki akal!"


"Dan kau Han Shu! Kau jangan memulai keributan dengan mereka!" Kaisar Han terlihat memarahi mereka, terutama Han Shu.


"Heeh, apa pedulimu. Kau bahkan sampai menghukum putramu sendiri... Padahal aku tidak pernah membuat kesalahan yang kau tuduhkan. Melindungi keluarga sendiri saja tidak bisa, apa lagi melindungi kekaisaran. Ini sungguh konyol." Han Shu tidak mempedulikan amarah Kaisar Han. Ia malah mengkritik ayahnya sendiri.


"Kalau kau memperlakukan dan melindungi anak ini dengan baik, mungkin saja saat ini aku akan bersikap baik padamu. Tapi kenyataannya tidak demikian. Itu hanyalah impian semata." batin Han Shu.


Kaisar Han terdiam dengan perkataan Han Shu, perkataannya benar-benar menusuk hatinya. Ia menyadari kesalahan yang ia perbuat membuat putranya membenci dirinya.


Para panatua, begitu juga dengan Pemimpin Keluarga Besar yang melihat mereka bertengkar, langsung pergi menjauh karena tidak ingin ikut campur dengan permasalahan keluarga Kekaisaran.


Ada juga panatua yang berniat menyulut api pertengkaran tetapi panatua lain menghentikannya.


"Apa sekarang kau membenci ayah, Han Shu?" tanya Kaisar Han dengan suara yang pelan.


"Fufu, kau menanyakan hal yang sudah pasti. Aku sudah membencimu sejak kau tidak bisa melindungi ibuku." Han Shu tertawa kecil.


"Yah, aku hanya mengarang saja. Aku tidak merasakan kebencian pada tubuh ini padamu. Aku harap dia langsung mempercayainya tanpa bertanya lagi," batin Han Shu merasa sedikit bersalah.

__ADS_1


Kaisar Han menundukkan kepalanya karena tidak bisa mengelak faktanya. Ia kemudian bertanya kembali, "Apa yang bisa ayah lakukan agar kau mau memaafkan ayah?"


"Bunuh orang-orang yang menjebakku. Tidak, bukan itu maksudku. Itu pasti terlalu sulit untuk ayah lakukan."


"Begini saja, hukum saudara-saudaraku karena sudah menjebakku. Kau tidak bisakan? Sayangnya hanya itu penebusan yang harus ayah lakukan untukku." Han Shu langsung membalasnya.


"Walaupun aku diam saja, aku tahu semua yang terjadi di keluargaku. Tapi aku lebih memilih diam dan menerimanya." Han Shu melanjutkan.


Kaisar Han benar-benar tidak bisa mengabulkan pernebusannya karena tidak memiliki bukti apapun. Membuat bukti palsupun ia masih tidak yakin bisa melakukannya.


"Aku tidak bisa melakukannya. Kekuasaanku juga terbatas, untuk membuat bukti palsu aku tidak bisa."


Kaisar Hen hendak meminta hal yang lebih mudah tetapi Han Shu langsung menghentikannya.


"Bisa—"


"Aku tidak menerima negosiasi lagi. Jadi, berhentilah berusaha memintaku untuk memaafkanmu. Jangan terlalu berharap padaku nanti kau malah kecewa."


"Setelah semua ini berakhir, aku akan memutus semua hubungan dengan Keluarga Kekaisaran. Aku akan menghukum mereka dengan tanganku sendiri, termasuk orang yang membantunya." Han Shu mengecamkan hal itu dengan kayakinan yang kuat.


Mengetahui itu, rasa bersalah Kaisar Han semakin menguat. Di masa depan nanti, ia pasti akan melawan Han Shu, anak kandungnya sendiri untuk melindungi keluarganya yang lain.


Kaisar Han sudah tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Ia sudah menyaksikan kekuatan Han Shu dengan mata kepalanya sendiri. Walaupun tingkat kultivasinya sangat rendah, ia sudah bisa menandinginya.


"Han Shu, ayah mohon. Beri ayah kesempatan lagi untuk mengembalikan statusmu sebagai Pangeran Mahkota sebagai permintaan maaf ayah." Kaisar Han masih berharap walaupun semuanya sia-sia.


"Keras kepala sekali!" batin Han Shu kesal.


"Aku tidak berniat untuk kembali. Sekalipun ayah menawarkanku menjadi Kaisar, aku tidak akan pernah kembali."


"Tapi..."


"Tapi?" Kaisar Han penasaran dengan yang akan dikatakan Han Shu.

__ADS_1


"Aku akan membantumu melawan Ras Iblis. Ini sebagai balas budiku karena ayah tidak menghukum mati diriku waktu itu. Tapi para panatua harus menuruti rencanaku, suka ataupun tidak."


Han Shu melirik ke arah para panatua yang sedang menyaksikan Ras Iblis datang dari Ruang Dimensi. Jumlahnya sudah mencapai ribuan dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.


"Baiklah, aku akan mengatakan kepada mereka kalau itu adalah rencanaku sendiri. Jadi, mereka akan menerimanya," kata Kaisar Han.


"Jadi bagaimana rencananya?" tanyanya.


"Rencana? Untuk sekarang, kita harus kembali dan berpikir jernih untuk mencari rencana yang efektif," Han Shu sedikit melangkahkan kakinya beberapa langkah.


"Apa? Kembali? Kemana?" Sejenak, Kaisar Han tidak bisa memahami perkataan Han Shu.


"Tentu saja ke Istana, aku sudah lama tidak menyapa saudara-saudaraku, aku benar-benar merindukan mereka, hehehe." Han Shu menjawab dengan senyuman lebar di wajahnya yang memiliki arti buruk dibaliknya.


Han Shu kemudian beranjak pergi ke arah Istana Kekaisaran. Sebelum itu, ia terlebih dahulu mencari keberadaan Yueyin.


Karena Yueyin terikat kontrak darah dengan Han Shu, ia dapat dengan mudah mencarinya. Ternyata Yueyin sedang mendengar obrolan Han Shu dan Kaisar Han dari balik pohon yang tak jauh dari sana.


Sebenarnya Han Shu sudah tahu kalau Yueyin berada di sana tetapi ia membiarkannya begitu saja.


"Identitasku sudah terbongkar karena ayah dari pemilik tubuh ini. Percuma saja aku menutupinya. Aku harus membuang identitas ini tanpa seorangpun yang tahu," batinnya.


Han Shu mendekat ke arah Yueyin dan memanggilnya, "Yueyin, apa kau sudah cukup mendengar obrolanku?"


Yueyin langsung manampakan dirinya dari balik pohon dan menyambut Han Shu dengan hormat.


"Salam, tuan. Tidak, maksudku Pangeran. Saya hanya bersitirahat dibalik pohon ini karena lelah." Yueyin menunduk memberi hormat.


"Yueyin, hentikan itu! Sudah cukup kau memanggilku tuan, jangan memanggilku Pangeran." Entah apa alasannya Han Shu terlihat kesal dengan ekspresi datar Yueyin.


"Baik, tuan."


"Sekarang kau akan ikut denganku ke Istana Kekaisaran untuk menyapa saudara-saudaraku."

__ADS_1


Sekali lagi Han Shu tersenyum lebar hingga Yueyin merasa merinding karena tahu dengan maksud dibalik senyumannya.


#Jangan durhaka kepada orang tua


__ADS_2