Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Illusion Mist


__ADS_3

Luo Zi dikeroyok, tubuhnya terluka parah karena tidak bisa menandingi kekuatan mereka semua. Sedangkan Qin Zu sendiri hanya bisa melihat semua itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Air matanya membanjiri seluruh pipinya melihat Luo Zi yang mati-matian menghadapi mereka semua. Dari kecil hingga dirinya dewasa Luo Zi inilah yang telah mengajarinya ilmu bela diri serta merawat dirinya setelah kematian ayahnya.


Kesetiaan Luo Zi sudah tak usah ditanyakan lagi karena dia tidak pernah meninggalkan keluarganya saat jatuh bangun, tapi ada satu hal yang menjadi kekurangan yaitu dia hampir tidak bisa menggunakan Qi karena tubuhnya cacat setelah melindungi Keluarga Qin dari serangan saat keluarganya masih dipimpin oleh ayahnya.


Walaupun Keluarga Qin keluar sebagai pemenang tetapi nyatanya serangan itu membuat kekuatan Keluarga Qin berkurang drastis bahkan bisa dikatakan keluarga tersebut sudah hancur, sebab para musuh menargetkan jenius muda Keluarga Qin.


Pada akhirnya banyak dari mereka yang terpaksa meninggalkan Keluarga Qin karena tidak mungkin bagi mereka untuk membangun kembali kekuatan Keluarga Qin tanpa generasi muda, apalagi Pemimpin Keluarga Qin terluka parah akibat serangan tersebut yang membuat mereka semakin terpuruk.


Pemimpin Keluarga Qin yang melihat banyak anggota keluarganya yang pergi sangat sedih, dia sangat kecewa karena ternyata mereka tidak mau mempertahankan Keluarga Qin yang telah melindungi mereka sebelumnya, tetapi dia juga tidak bisa menghentikan mereka karena bagaimanapun dia mengerti bahwa Keluarga Qin telah tamat.


Pemimpin Keluarga Qin masih tidak ingin mengakui Keluarga Qin hancur jadi dia meminta sisa-sisa anggota keluarganya yang masih bertahan untuk tetap mempertahankan Keluarga Qin bagaimanapun caranya, tapi saat itu dia tersadar bahwa tak ada lagi orang yang tersisa di Keluarga Qin kecuali dia serta putranya dan putrinya yang masih kecil.


"Apa ini akhir dari keluarga besarku? Maafkan aku istriku karena aku tidak bisa lagi menjaga Keluarga Qin, aku bahkan tidak bisa menjaga putra dan putri kita di masa depan," Dia hanya bisa menatap langit-langit rumahnya yang telah hancur dengan pandangan sendu.


Namun tiba-tiba saja seseorang pria muda yang sangat dia kenali muncul di hadapannya. Dia adalah Luo Zi (28thn) anak dari salah satu pengurus Keluarga Qin yang telah tewas akibat serangan sebelumnya.


Luo Zi mengatakan selama dirinya masih bernafas maka Keluarga Qin masih tetap ada, dia juga berjanji akan melindungi putra dan putri pemimpin Keluarga Qin dan melatihnya hingga dapat membawa kembali Keluarga Qin ke masa jayanya.


Pemimpin Keluarga Qin sangat bahagia karena ternyata masih ada anggota Keluarga Qin yang masih bertahan.


“Luo Zi, tolong jaga mereka dan tolong jangan terlalu cepat menyusulku,” Dia tahu bahwa Luo Zi terluka parah karena dia hampir tidak bisa merasakan kekuatan Luo Zi sama sekali. Dia menitipkan putra dan putrinya kepada Luo Zi dan tak lama kemudian dia meninggal akibat luka yang dideritanya.


Kembali lagi pada pertempuran, Luo Zi telah di hujung tanduk, dia hampir tidak bisa bertahan lagi karena Qi di dalam tubuhnya hampir habis sepenuhnya, dia ingin sekali berteriak karena semua musuhnya hanya mempermainkan dirinya layaknya tikus yang dipermainkan kucing sebelum dimangsa.


“Hahaha, sudah cukup main-mainnya!”


Salah satu dari mereka hendak menebas kepala Luo Zi dari belakang tetapi tiba-tiba pandangannya menjadi gelap gulita. Dia melihat ke sekelilingnya tetapi hanya kegelapan yang terlihat dimatanya, dia bahkan tidak bisa melihat dirinya sendiri.


“Saudara pertama? Saudara kedua?” Dia memanggil-manggil kedua saudaranya tetapi tidak ada satupun yang menyahuti suaranya, tapi tiba-tiba saja di depannya ada seseorang tanpa kepala mendekatinya, karena terlalu takut secara reflek dia berlari sekencang-kencangnya menghindari orang tanpa kepala tersebut.

__ADS_1


Setelah merasa telah berlari jauh dia mencoba menoleh ke belakang dan ternyata di belakangnya tidak ada apapun kecuali kegelapan, “Apa itu tadi?!” Saat dia menoleh ke depan, dia dikejutkan dengan penampakan orang tanpa kepala tepat di depannya.


Orang tanpa kepala itu memegang sebuah pedang di tangannya yang membuat dirinya ketakutan setengah mati, dengan perasaan takut dia berlari kembali tetapi hanya beberapa saat kakinya melangkah tiba-tiba saja dia tersandung dan saat dia melihat ke arah kakinya, ternyata ada sebuah tangan yang memegang kakinya dengan erat.


“Tangan berengsek!” Dia menebas tangan tersebut menggunakan pedangnya.


Setelah selesai dia dikejutkan dengan kehadiran orang-orang berbagai macam rupa mengelilingi dirinya. Rupa mereka sangat mengerikan, sebab sebagian tubuh mereka ada yang hilang, bahkan ada yang memegang kepalanya sendiri dengan tangannya. Hal ini membuatnya ketakutan setengah mati dan tak lama kemudian dia menyadari bahwa mereka semua adalah orang yang telah dia bunuh dengan sangat kejam bersama kedua saudaranya.


Melihat orang-orang itu perlahan mendekatinya membuatnya ketakutan, dia berusaha lari tetapi lagi-lagi ada sebuah tangan menggenggam erat kedua kakinya, “Ja-jangan mendekat!” Teriaknya seraya menebas-nebaskan pedangnya berharap orang-orang dengan tampang mengerikan itu berhenti mendekatinya, tapi ternyata dia salah sebab mereka terus mendekat.


Tanpa dia sadari kepalanya telah pisah dari tubuhnya dan menggelinding sebelum akhirnya kepalanya diangkat oleh orang tanpa kepala tadi.


“Argggghhh!” Dia berteriak sangat keras saat menyadari dirinya yang ternyata masih belum mati setelah kepalanya terlepas dari tubuhnya.


Dia tambah berteriak histeris saat melihat seluruh bagian tubuhnya dari tangan hingga kaki dimutilasi oleh orang-orang tersebut dan yang lebih mengerikannya lagi dia masih bisa merasakan rasa sakitnya saat anggota tubuhnya dimutilasi padahal kepala dan tubuhnya saja sudah terpisah.


Di sisi lain, mereka semua sama-sama melihat hal-hal yang mengerikan tak terkecuali Qin Zu yang dimana saat ini dia tengah melihat proses pembantaian yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada anak-anak seumurannya saat penyerangan yang menargetkan keluarganya. Sedangankan Luo Zi sendiri saat ini tengah tak sadarkan diri karena dia telah mencapai batasnya sebelum terkena pengaruh Array Ilusi.


Yi Fan tersenyum tipis, “Tidak kusangka bahwa rencana setengah matang ini akan berhasil, jika saja aku lebih lama lagi mengontrol array ilusi ini pasti aku akan mati.”


“Sekarang hanya tinggal sentuhan terakhir….” Dengan penuh susah payah Yi Fan berdiri lalu berjalan ke tempat Qin Zu dan Luo Zi.


Setelah sampai Yi Fan cukup puas karena melihat seluruh orang tak sadarkan diri dengan mata berwarna merah, tak sedikit yang kejang-kejang akibat pengaruh array ilusi buatannya.


Yi Fan mendekat ke salah satu bandit lalu memegang kepala bandit tersebut, “Hisap!”


Dalam waktu singkat tubuh bandit tersebut terhisap menyisakan kulit dan tulangnya saja. Yi Fan tersenyum puas karena ternyata Teknik Penghisap Kehidupannya efeknya sangat luar biasa di saat dirinya masih lemah, sebab luka-luka pada tubuhnya beregenerasi dengan sangat cepat melebihi perkiraannya.


“Saat aku menghisap tubuh Dai Mee efek regenerasinya sangatlah kecil,” Yi Fan menghela nafas kecil, “Ternyata Teknik ini hanya berguna saat tubuhku lemah saja, hm.”

__ADS_1


Yi Fan melakukan hal yang sama kepada para bandit tersebut hingga luka-luka di tubuhnya sepenuhnya menghilang. Namun, saat dia hendak menghisap tubuh Luo Zi, entah kenapa tubuhnya seperti tidak mengizinkannya, “Bocah ini pasti sudah gila, Kaisar Iblis ini dengan senang hati membantunya menghabisi manusia jangkung buruk rupa yang telah membuatnya sengsara selama ini, tapi dia malah tidak mengizinkanku membunuhnya? Astaga, inikah yang disebut orang baik dan bodoh itu beda tipis?!”


Yi Fan menatap wajah Luo Zi dengan tajam lalu memukul wajah Luo Zi dengan sangat keras hingga beberapa giginya terlepas untuk meluapkan kekesalannya, “Meskipun aku ingin menghajarmu sampai wajahmu ini sulit dikenali lagi tetapi beruntungnya tubuh ini tidak mengizinkanku melakukannya, jadi anggap saja pukulan barusan merupakan bayaran atas nyawamu.”


Yi Fan berjalan ke arah Qin Zu, dia ingin sekali menampar wajah majikan perempuannya itu untuk menyadarkannya tetapi lagi-lagi tubuhnya tidak mengizinkannya melakukan hal tersebut, “Hm, padahal cara paling mudah untuk menyadarkan orang yang terkena array ilusi murahan tadi dengan cara menamparnya atau memukulnya.”


Tangan Yi Fan memegang kepala Qin Zu dan saat hendak menyadarkan perempuan tersebut, tiba-tiba saja sebuah tamparan mendarat tepat di wajahnya.


Yi Fan mengelus wajahnya yang terlihat sedikit merah, “Apa-apaan?! Itu sakit sialan!” Yi Fan menunjuk Qin Zu dengan penuh amarah.


Mata Yi Fan terbuka lebar, “Bagaimana kamu bisa sadar dengan sendirinya?! Itu sangat mustahil karena kamu harus bisa melawan ketakutan terbesarmu…” Yi Fan tersentak, dia nampak baru menyadari sesuatu, “Ahh… jadi begitu, ternyata kamu mampu melawan ketakutan terbesarmu ya? hm, cukup mengesankan.”


Kelakuan Yi Fan yang berubah 180 derajat dari pemalu, penakut dan lemah menjadi sangar, pemberani serta percaya diri membuat Qin Zu ketakutan, entah kenapa Yi Fan yang ada di depannya saat ini bukanlah Yi Fan yang sebenarnya.


Yi Fan yang sadar akan perilakunya dengan cepat langsung mengubah sikapnya, “Maafkan saya nona, nona tidak perlu takut karena ini adalah diriku yang sebenarnya, jadi harap nona membiasakan diri di masa depan dengan perubahan diriku saat ini.”


Qin Zu memandang Yi Fan dengan perasaan rumit, dia nampak sulit percaya karena tidak mungkin bagi seseorang dapat berubah dalam waktu singkat tetapi tidak ada pilihan lain selain mempercayai perkataan Yi Fan, “Ba-baiklah Yi Fan, di-dimana bandit-bandit tadi?” Tanyanya terbata-bata.


“Aku sudah membunuh mereka semua,” Yi Fan menjawabnya dengan singkat, padat, dan jelas tanpa peduli pandangan Qin Zu mengenai dirinya.


“Ja-jangan bercanda Yi Fan, kamu-” Qin Zu menelan ludah saat melihat tatapan Yi Fan yang sangat mengintimidasi kepadanya.


“Itu adalah kenyataanya nona,” Tanpa permisi terlebih dahulu, Yi Fan langsung membopong tubuh Qin Zu karena dia merasakan energi Qi di tubuh perempuan tersebut sangat tidak stabil dan hal ini akan semakin berbahaya jika aliran Qi di dalam tubuhnya menjadi tak terkendali.


Qin Zu tentu terkejut dengan tindakan Yi Fan, sebelum kejadian ini Yi Fan sama sekali tidak berani menyentuhnya, bahkan sekedar bersalaman saja Yi Fan tidak berani. Namun, saat ini Yi Fan tanpa permisi membopong dirinya layaknya tuan putri, bukannya dia menolak tetapi ini adalah pertama kalinya ada seorang pria yang berbuat demikian kepadanya dan hal ini tentu saja membuat dirinya sangat malu.


Yi Fan menurunkan Qin Zu di sebuah pohon besar tak jauh dari tempat mereka tadi, “Diam di sini, jangan melakukan sesuatu yang dapat membuat situasi memburuk, paham?”


Qin Zu mengangguk dengan patuh, dia menundukan pandangannya karena merasa malu bercampur rasa takut, "Bagaimana keberadaannya begitu mendominasi, aku bahkan tidak berani memandang matanya," Qin Zu menggelengkan kepalanya pelan, walaupun pikirannya menolak untuk percaya tetapi tidak bisa dia pungkiri bahwa kharisma Yi Fan sangatlah kuat sekarang.

__ADS_1


“Bagus, aku akan kembali ke sana untuk mengurusi beberapa hal dan juga untuk menyadarkan si jangkung… ehm, maksudku Luo Zi.” Yi Fan berjalan kembali menuju tempat sebelumnya.


__ADS_2