
"Tuan, tolong berikan latihan untukku agar menjadi kuat. Aku kira selama dua tahun ini aku sudah meningkat pesat. Tapi ternyata kultivator di sini jauh lebih kuat dariku. Aku tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan mereka. Aku tidak mau hanya menjadi beban untukmu." ucap Yueyin memohon.
"Tunggu kita meninggalkan dunia ini. Aku akan membuatmu jauh lebih kuat. Sementara di sini aku akan melindungimu. Kau tidak perlu khawatir mereka mencelakaimu." jawab Han Shu.
"Mengapa tidak sekarang saja, tuan?"
"Perkembangan kultivasi di sini sangat lambat. Kau lihat bukan, aku bahkan tidak mencapai puncak kultivasi dunia ini. Seperti yang dikatakan Pemimpin Kota, kau harus mencapai puncak kultivasi dunia ini untuk bisa ke sana." jelas Han Shu.
"Karena kau harus melewati zona berbahaya untuk sampai ke sana. Tapi untukku, aku sudah memiliki cukup kekuatan untuk melewatinya, juga sambil melindungimu." lanjut Han Shu menjelaskan.
"Apa tuan pernah ke Dunia Immortal?"
"Ya, asalku memang dari sana." Han Shu memberitahu kebenaran.
Yueyin sama sekali tidak terkejut dengan pernyataan Han Shu. Dengan kekuatan yang Han Shu miliki, juga setelah melihat pertarungan-pertarungan sebelumnya, sangat mustahil dimiliki oleh kultivator dunia ini.
"Lalu, kapan kita pergi ke Gunung Immortal?"
"Aku sudah mendapatkan informasi kalau tempat itu tidak dibuka setiap hari, melainkan satu tahun sekali. Dan kabarnya tiga hari lagi tempat itu akan dibuka. Kau nikmatilah tempat ini sesukamu selama kita masih berada di sini. Karena setelah ini kau akan berlatih keras sesuai keinginanmu."
"Bawalah ini." Han Shu kemudian memberinya gulungan teleportasi untuk membantunya kabur ketika berada di situasi yang sulit.
__ADS_1
Yueyin menerimanya dengan baik, namun dia bingung tentang apa yang perlu dia lakukan, "Menikmati... Apa yang harus aku lakukan? Sejak hari itu aku tidak pernah peduli dengan hal selain menjadi lebih kuat."
"Baiklah aku akan mencobanya seperti orang-orang pada umummnya."
Selama tiga hari Yueyin berusaha untuk menikmati hari-hari luangnya. Ia menikmati berbagai makanan di pinggir jalanan kota, melihat banyak pertunjukkan kota, dan berbagai kegiatan lainnya untuk mencari kesenangan.
Yueyin juga berusaha mengeluarkan ekspresinya yang selalu datar. Yang selama ini hanya beberapa kali saja Yueyin mengubah ekspresinya, itupun ketika bersama Han Shu.
Sementara itu, Han Shu hanya menghabiskan waktunya untuk tidur. Selama tiga hari itu ia tidak keluar dari kamar penginapan kecuali untuk makan dan keperluan lainnya.
Menurutnya, ia tidak perlu melakukan kegiatan apapun yang cukup menguras tenaga. Ia hanya perlu menunggu Gunung Immortal di buka.
Mereka membentuk tim penjagaan dengan dalih melindungi. Padahal Jalan menuju Dunia Immortal tidak bisa dihancurkan oleh siapapun.
Tujuan mereka sudah terlihat jelas di mata orang lain, yaitu untuk mengeksploitasi tempat itu sendiri. Mencari berbagai rahasia-rahasia Dunia untuk kepentingan dan perkembangan kekuatan mereka.
"Apakah aku harus menerobos paksa tempat itu?"
"Kurasa hal itu sama saja dengan membuang tenaga. Kurasa aku akan menunggu saja."
Hingga tiga hari kemudian...
__ADS_1
Gunung Immortal akhirnya di buka secara umum. Puluhan ribu Kultivator kuat dari berbagai belahan dunia datang dengan tujuan yang hampir sama.
Namun, tak lebih dari 100 orang yang telah mencapai puncak kultivasi dunia ini. Kebanyakan dari para kultivator hanya mengunjungi karena rasa penasaran dan juga mengantar kepergian mereka yang naik ke Dunia Immortal.
Begitu juga dengan Han Shu dan Yueyin yang ikut masuk ke Gunung Immortal. Mereka langsung pergi ke tempat jalan menuju Immortal itu berada tanpa melihat-lihat yang lainnya. Padahal di tempat itu terdapat banyak keindahan yang dapat dinikmati siapapun.
Mereka dipandu oleh tim penjaga Gunung Immortal menuju tempat itu berada. Tempat itu berada jauh di bawah tanah dengan jalan tangga yang memutar.
Namun begitu dekat dengan tempat itu, Han Shu dan Yueyin serta kultivator lainnya yang belum mencapai puncak kultivasi diberhentikan. Mereka hanya boleh melihat dari jauh.
Jalan itu terlihat berupa cahaya yang membentuk lingkaran yang menjulang tinggi ke atas menembus dinding-dinding langit yang terlihat sepeti kekosongan yang tak berujung.
Satu persatu kultivator yang telah mencapai puncak kultivasi memasuki cahaya itu. Mereka kemudian tersedot oleh cahaya itu dan menghilang ke kekosongan.
Tidak ada yang tahu apa yang akan mereka lalui untuk mencapai Dunia Immortal. Selamat atau tidaknya mereka tidak akan diketahui siapapun di dunia itu.
Mereka hanya mengetahui kalau itu adalah Jalan untuk naik Ke Dunia Immortal. Mereka tidak mendapat informasi yang jelas tentang bahaya yang harus dilalui.
"Tuan, bagaimana kita akan ke sana. Kita tidak diperbolehkan masuk."
"Kita akan menerobos paksa. Aku aka menghajar siapapun yang berusaha menghentikan kita. Kau jangan jauh-jauh dariku."
__ADS_1