Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 47 Masalah di Bar


__ADS_3

Setelah berjalan selama beberapa menit, Han Shu dan Yueyin sampai di sebuah kota yang kecil. Antrian masuk hanya beberapa orang saja.


Mereka masuk ke dalam kota tanpa mengalami kesulitan karena penjaga di sana tidak bekerja dengan baik. Mereka memperbolehkan siapapun masuk tanpa mengecek identitasnya.


Han Shu berjalan masuk ke dalam kota dengan santai sementara Yueyin berjalan dengan perasaan gelisah sekaligus waspada.


Suasana kota begitu sepi, hanya beberapa orang saja yang berlalu lalang di jalanan.


Seluruh bangunan maupun perumahan di kota itu begitu sederhana. Mungkin jika sudah masuk lebih dalam dapat ditemukan beberapa bangunan mewah.


Han Shu terlebih dahulu mencari bar karena perutnya sudah lapar. Ia juga ingin meminum arak, ia ingin mencoba semua arak di dunia ini.


Setelah beberapa menit berkeliling, Han Shu dan Yueyin menemukan bar kecil dan sederhana. Semenjak masuk ke dalam kota sampai di bar, mereka selalu di awasi oleh penduduk kota dari rumah mereka. Mereka seperti pemangsa yang hendak memburu mangsanya.


Han Shu masuk ke dalam bar diikuti dengan Yueyin di belakangnya. Kemudian mereka duduk di tempat yang disediakan. Setelah itu mereka menunggu pelayan datang untuk memesan makanannya.


Seorang pelayan wanita menghampiri mereka untuk mencatat pesanan mereka.


"Kalian mau pesan apa?" tanya pelayan dengan ekspresi cuek. Ia memberikan pelayanan yang buruk pada mereka.


Han Shu yang menyadari itu pura-pura tidak mendengarnya. Ia kemudian melihat ke sekelilingnya untuk mencari tahu pelayanan lainnya. Ia melihat para pelayan di bar melayani para pelanggan dengan buruk juga.


Namun, Han Shu tetap tidak mau menyebutkan pesanannya. Begitu juga dengan Yueyin yang tidak mau memberitahunya.


"Kalau tidak ada silahkan kalian keluar dari sini." Pelayan hendak mengusir mereka.


"Kota ini sangat kecil dan miskin. Mungkin mereka mengira para pelanggan tidak sanggup membayarnya. Jadi mereka melayaninya dengan buruk." Itulah yang ada di pikiran Han Shu.


"Apa kau punya daftar menunya?" tanya Han Shu dengan cuek.


"Silahkan kalian lihat ini." Pelayan itu melempar daftar menunya di atas meja dan langsung pergi.


"Panggil aku lagi jika sudah memutuskan pesanannya."


Han Shu mengambil dan melihat daftar menunya untuk menemukan makanan yang ia inginkan.


Saat sedang melihat daftar menu, ia bertanya pada Yueyin, "Mengapa kau dari tadi gelisah?" Han Shu menyadari kalau sejak masuk ke dalam kota Yueyin merasa gelisah.


"Sebaiknya kita segera pergi dari kota ini secepatnya," jawab Yueyin.


"Memangnya kenapa? Apa kau tahu sesuatu tentang kota ini?" tanya Han Shu masih dengan membaca daftar menu.

__ADS_1


"Kota ini adalah kota para pembunuh. Semua penduduk di sini tergabung sebagai pembunuh bayaran. Pusat organisasi pembunuh di kota ini sekaligus di kekaisaran ini adalah Organisasi Pasar Gelap. Sebaiknya kita cepat pergi kalau tidak kita akan dapat masalah."


Yueyin selalu melihat ke sekelilingnya untuk mewaspadai adanya bahaya.


"Mengapa harus terburu-buru? Kita akan menikmati makanan di kota ini terlebih dahulu." Han Shu tetap saja merasa tenang.


"Pelayan!" Han Shu memanggil pelayan itu kembali karena sudah memutuskan menu pilihannya.


Pelayan yang sama mendatangi meja Han Shu. Namun, saat Han Shu hendak menyebutkan menu pesanannya, pelayan itu mengeluarkan sebuah pedang yang ia sembunyikan di balik badannya dan menyerang Yueyin.


Yueyin dengan sigap mundur ke belakang untuk menghindarinya. Ia kemudian mengambil pisau belati, senjata andalannya. Serangan itu membuat meja bar terbelah menjadi dua bagian.


"Hey, aku belum menyebutkan pesananku. Mengapa kau malah menyerang bawahanku?" Han Shu masih dalam keadaan tenang.


"Diamlah kalau kau tidak ingin mati!" Pelayan itu mengancam Han Shu dengan tatapan merendahkan dan mengarahkan pedangnya pada leher Han Shu.


Han Shu membalasnya ancamannya dengan tatapan kosong padanya.


"Aahh, baiklah. Kalau kalian sudah selesai aku akan memberitahu menu pesananku." Han Shu mengangkat kedua tangannya untuk tidak ikut campur dengan pertarungan mereka.


Para pelanggan dan pelayan lain juga diam saja sembari menikmati makanan yang telah dihidangkan. Tetapi jika nyawa mereka terancam, mereka akan melawan.


Karena meja yang digunakan Han Shu terbelah, ia pindah ke meja lainnya. Kemudian ia memanggil pelayan lain untuk memesan makanan.


Setelah menunggu beberapa saat, pelayan datang dengan membawa pesanannya. Han Shu langsung menyantapnya dengan lahap sembari menyaksikan pertarungan Yueyin dan seorang pelayan.


.........


Ketika Han Shu pindah dari meja yang terbelah, pelayan itu kembali menyerang Yueyin dengan pedangnya. Tetapi Yueyin berhasil menghindari semua serangannya dan berhasil mendaratkan pukulan pada pelayan itu.


Han Shu yang menyaksikan berkata dalam hatinya, "Sudah jelas Yueyin lebih unggul."


Pukulan Yueyin membuat pelayan itu terpukul mundur dan menghantam meja salah satu pelanggan hingga hancur. Pelanggan itu adalah pria kekar dengan kepala botak.


Karena merasa kesal karena pelayan itu mengganggu waktu makannya, ia menginjak kepala pelayan itu hingga hancur. Darah menciprat ke kaki pria itu dan mengalir di lantai bar itu.


Pria itu bangun dari kursinya dan berjalan pelan ke arah Yueyin. Ia kemudian mengeluarkan sebuah kapak besar dari cincin penyimpanan miliknya dan mengarahkannya ke Yueyin.


"Kau mengganggu waktu makanku!" kata pria itu dengan raut wajah kesal.


Ia kemudian mengayunkan kapak besarnya ke arah Yueyin. Sekali lagi Yueyin menghindarinya, ia tidak mau mati secepat itu.

__ADS_1


"Beraninya kau menghindari seranganku!" Pria itu semakin marah.


Para pelanggan yang melihatnya tiba-tiba berdiri dan menghentikan aktifitas makan mereka. Mereka kemudian keluar dari bar itu.


Para pelayan tidak menghentikan kepergian mereka. Para pelayan berkumpul di tempat pembayaran dan akan menyaksikan pertarungan mereka.


Sementara, Han Shu masih dengan santai menikmati makananya. Ia telah menghabiskan sebotol arak miliknya.


"Sepertinya aku tidak perlu khawatir. Kekuatan pria itu memang besar, tapi pengalaman Yueyin lebih banyak. Mungkin," batin Han Shu setelah menganalisis.


Pertarungan pun berlanjut setelah semua pelanggan keluar. Yueyin terlebih dahulu menyerangnya dengan lincah.


"Matilah kau! Ini akibatnya kalau kau menggangguku!" kata pria itu.


Yueyin mengecoh lawannya agar menyerangnya dengan kapaknya. Pria itu terus mengayunkan kapaknya dan Yueyin selalu menghindarinya.


"Rasakan ini!


Lantai bar yang terbuat dari kayu rusak dan mulai berlubang. Yueyin kemudian berhenti dan membuat celah pada dirinya.


"Apa kau sudah menyerah!? Mengapa tidak dari tadi!"


Pria itu dengan cepat mengayunkan kapaknya dengan kuat hingga bar itu berguncang.


Akan tetapi hanya beberapa detik sebelum kapak itu mengenainya, Yueyin menghindarinya di waktu yang sangat tipis.


Ia kemudian menerjang pria itu di depannya langsung tanpa rasa ragu sedikitpun.


Pria itu segera menarik kembali kapak yang tertancap di lantai bar. Namun, ia tidak bisa menariknya kembali. Kapak itu tersangkut oleh sesuatu.


"Tidak, tidak..."


Pria itu melepaskan kapak miliknya dan menahan serangan Yueyin dengan kedua tangannya.


Yueyin yang berniat menebas leher pria itu dengan cepat dari depan malah dapat di tahan dengan kedua tangan pria itu.


Srat! Srat!


"Aagghh, beraninya kau!"


Ia kemudian berpindah ke samping dan berniat menebas leher pria itu lagi.

__ADS_1


Karena penglihatannya yang tertutup oleh kedua tangan besarnya, leher pria itu berhasil tertebas dengan rapi.


See you next time...


__ADS_2