
Ketika hendak kembali, Han Shu menemukan jejak kaki yang sangat ia tahu. Itu adalah jejak kaki kawanan monster Tikus Darah. Jejak itu mengarah pada lubang kecil di dinding yang sekiranya manusia tidak bisa masuk. Lubang itu tak hanya satu, melainkan ratusan bahkan hingga ribuan lubang.
"Kurasa semua lubang ini mengarah ke sarang mereka. Dilihat dari jejaknya, mereka keluar dengan jumlah ratusan saja."
"Lubang ini terlalu kecil untuk ku telusuri sendiri. Kalau begitu..."
Han Shu kemudian membentuk puluhan ekor tikus kecil menggunakan energi qi nya. Ia kemudian menelusuri lubang-lubang itu menggunakan mereka.
Tetapi, untuk berjaga-jaga dari ancaman monster lain, Han Shu pergi ke depan penghalang agar sewaktu-waktu ia bisa kabur.
"Sepertinya cukup di sini saja. Ngomong-ngomong, ketika aku keluar melewati penghalang, aku tidak akan bisa menggerakan tikus-tikusku. Aku sudah pernah mencaritahunya. Penghalang ini seperti pemutus."
Han Shu menggerakan ratusan tikusnya hingga akhirnya berhasil menemukan ujungnya. Tikus-tikus itu keluar dari lubang-lubang yang dilaluinya dan tampak sebuah ruangan yang sangat luas dengan ribuan bahkan sampai ratusan ribu Monster Tikus Darah memenuhinya.
Namun, ketika Han Shu ingin menelusurinya lebih dalam, monster Tikus Darah tiba-tib menyerang tikus-tikusnya. Sehingga ia tidak bisa mencaritahu lebih lanjut.
Beberapa saat kemudian, dinding-dinding di sekitar Han Shu bergetar. Ribuan monster Tikus Darah menuju ke tempat Han Shu berada dengan mengikuti jejak qi yang di tinggalkan tikus-tikusnya.
Mereka bergerak dengan sangat cepat. Namun, karena Han Shu sudah berada di dekat penghalang, ia langsung bisa keluar dari kejaran mereka.
__ADS_1
Ribuan Tikus Darah berusaha untuk melewati penghalang namun setiap kali mereka menyentuhnya, mereka akan terlempar ke belakang.
Walaupun begitu, mereka masih berusaha untuk menembus penghalang itu. Hingga akhirnya satu ekor dari mereka berhasil menembusnya.
Sontak Han Shu langsung membunuhnya dengan menggunakan alat tambangnya.
Crat!
"Penghalang ini sudah terlalu tua. Suatu saat pasti akan hancur dan mereka akan naik ke atas. Ketika mereka keluar dari tambang dan berpencar, populasi mereka akan meningkat pesat dan akan menyusahkan untuk dihabisi.
Beberapa kali seekor monster Tikus Darah berhasil menembus penghalang dan Han Shu terus membunuhnya agar tidak naik ke atas.
"Aku akan sedikit menguatkan penghalangnya. Jika tidak, itu akan hancur dalam beberapa bulan lagi. Andaikan aku bisa memperbaiknya, sudah pasti akan kuperbaiki."
Sembari menyalurkan qi nya, Han Shu bergumam, "Tapi dengan ini, aku akhirnya bisa mendapatkan sampel untuk ku teliti. Aku ingin tahu sumber kekuatan mereka. Jika bisa aku ingin memilikinya."
Sebelum kembali, Han Shu terlebih dahulu mengecek apakah penghalang itu tidak bisa lagi ditembus oleh Monster Tikus Darah atau tidak. Setelah mengecek selama lebih dari setengah jam dan tidak ada tanda-tanda yang terlihat, Ia memutuskan untuk naik ke atas. Ia juga mengambil semua mayat monster Tikus Darah untuk diteliti.
Seperti biasa Han Shu menjemput Yueyin yang berada di tempat Jiang Li yang sedang menambang bersama kultivator lainnya.
__ADS_1
Di sana Jiang Li merasakan aroma mayat monster Tikus Darah pada Han Shu. Ia kemudian bertanya, "Apa kau membawa mayat mereka? Apa yang ingin kau lakukan dengan itu?" Jiang Li cukup penasaran.
"Aku ingin menelitinya. Ngomong-ngomong, aku membunuh mereka di luar penghalang." Han Shu berpikir tidak perlu menyembunyikan hal ini padanya.
Sontak hal itu membuat Jiang Li terkejut, "Apa mereka menembus penghalang di sana!"
"Benar, penghalang itu sudah terlalu tua untuk menahan mereka. Tidak lama lagi mereka pasti akan keluar dari tempat ini. Jumlah mereka sangat banyak. Sulit untuk menghambisi mereka semua." Han Shu menjelaskan.
"Ini gawat! Kita harus memberitahukan ini pada kultivator luar. Mereka akan menjadi ancaman yang cukup membahayakan."
"Tidak, kau tidak bisa melakukan itu. Mereka pasti akan memilih jalan termudah untuk membinasan mereka."
"Jalan termudah... Apa maksudmu mereka akan..."
"Benar, mereka akan meledakan tempat ini bersama dengan siapapun di dalamnya." Han Shu memikirkan hal yang mungkin terjadi.
"Tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku akan memikirkan masalah ini. Jika saja semua kultivator di sini bersatu, kita mungkin bisa menghabisi mereka satu persatu." Jiang Li membayangkan kehancuran yang parah.
"Aku akan kembali. Sebaiknya kau suruh beberapa orangmu untuk berjaga di luar penghalang. Jangan sampai penghalang itu hancur dan kau tidak tahu. Itu akan merepotkan."
__ADS_1
Han Shu kemudian pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan Yueyin. Kali ini ia mendapatkan banyak manfaat baik kultivasinya maupun hasil dari penjelajahannya di wilayah bawah.
Han Shu berpikir apakah dirinya harus menyelesaikan masalah ini atau tidak. Namun, jika ia tidak melakukannya dari sekarang, ia khawatir hal itu akan menjadi masalah yang menyulitkan dirinya.