
Han Shu dan Yueyin berkeliling Pasar Gelap dengan di dampingi oleh pelayan. Pelayan menjelaskan semua yang ia perlihatkan pada mereka.
Pasar Gelap menjual berbagai macam barang seperti senjata, buku teknik beladiri, obat herbal dan banyak lagi yang lainnya. Seperti halnya sebuah Paviliun.
Sewaktu berkeliling, mereka terus menerus ditatap oleh mata para pengunjung dan Han Shu masih belum tahu apa alasannya.
"Apa ada peraturan khusus di Pasar Gelap?" tanya Han Shu. Ia ingin mengetahui beberapa informasi.
"Ada. Di sini adalah tempat netral, tidak boleh ada perkelahian ataupun pembunuhan. Jika ada yang melanggar, dia akan langsung dibunuh di tempat ini juga," Jawab sang pelayan dengan lugas.
"Itu sama saja dengan peraturan kota ini. Apa itu juga berlaku untuk setiap waktu?" batin Han Shu bertanya-tanya.
"Apa itu... berlaku juga di malam hari?" tanya Han Shu memastikan.
"Ya, ini adalah zona netral sampai kapan pun. Tidak peduli pagi, siang, ataupun malam tempat ini aman.
"Tempat yang menarik. Di samping peraturan kota yang agak kurang mengenakan, ada juga tempat berlindung bagi buroman," batin Han Shu sembari melihat-lihat sekelilingnya.
"Apa pernah ada seorang buronan yang tinggal di sini?" Han Shu terus memberikan pertanyaan yang ingin ia ketahui.
"Dulu pernah ada beberapa orang, tapi sekarang mereka sudah tiada. Walaupun tempat ini adalah tempat yang aman untuk para buronan, kalau tidak punya uang untuk bertahan hidup ya percuma saja," jelas sang pelayan.
Mereka terus berjalan mengelilingi bangunan Pasar Gelap yang sangat luas. Hingga akhirnya Han Shu ingin melihat daftar para buronan.
"Ngomong-ngomong, apa kau bisa memberitahuku tempat untuk melihat daftar para buronan?"
"Ya, silahkan ikuti saya."
Pelayan itu menunjukkan tempatnya. Sebuah papan besar terpampang di dinding. Di dalamnya terdapat gambar-gambar para buronan beserta deskripsi dan imbalannya.
"Anda bisa melihatnya dari yang paling bawah sesuai dengan imbalannya yang rendah," jelas sang pelayan layaknya mempromosikan sebuah barang.
Han Shu langsung melihatnya satu persatu dari bawah. Hingga setelah ia melihat lebih ke atas, nama Yueyin muncul dengan imbalan yang sama dengan yang ia ketahui.
"Ini sama."
Karena matanya mulai bosan dengan buronan yang tidak ia kenal. Ia akhirnya langsung melihat buronan yang paling teratas.
__ADS_1
Sebuah nama tertulis dengan jelas, bahkan yang paling jelas diantara para buronan yang lain di daftar itu.
"Xie Wei."
Seorang wanita cantik yang bahkan mengalahkan kecantikan Yueyin tergambar jelas. Namun tidak ada deskripsi tentangnya.
"Siapa dia? Mengapa tidak ada informasi tentangnya?" tanya Han Shu penasaran.
"Dia buronan dengan imbalan tertinggi di sini selama beberapa tahun silam. Lihatlah jumlah imbalannya," Sang pelayan meminta Han Shu melihat nominal imbalannya.
Han Shu melihat jumlahnya dan angkanya tertulis 10.000.000 Koin Emas. Benar-benar jumlah yang fantastis. Siapapun pasti ingin mendapatkannya.
Tetapi pelayan itu mengatakan sudah beberapa tahun. Sudah pasti membunuhnya adalah hal yang sangat menyulitkan.
"Mengapa dia memiliki harga yang sangat tinggi?"
"Dia tergabung dengan oraganisasi aliran hitam yang menetang Kekaisaran Han. Keluarga kekaisaran yang memberi harga itu. Tapi ini adalah daftar buronan tahun lalu," jelas sang pelayan.
"Apa!? Mengapa kau baru mengatakannya! Aku hanya ingin melihat yang baru!" Han Shu sedikit kesal dengan pelayan itu.
Namun, pelayan itu tidak mempedulikan kekesalan Han Shu.
Sang pelayan menunjukkan beberapa buku buku daftar buronan pada Han Shu di tangannya.
"Berapa aku harus membayarnya?" tanya Han Shu. Ia menatap pelayan itu.
Pelayan itu tersenyum lebar. Kemudian ia menjawab, "Hanya 1 Koin Emas."
"Baiklah aku akan membelinya 5 Koin Perak." Han Shu mengeluarkan 5 Koin Perak dari cincin penyimpanannya dan memberikannya.
Pelayan itu hanya mendengar kalau Han Shu akan membelinya sedangkan, harga yang ia tawarkan tidak ia dengarkan. Ia sudah terlanjur merasa senang dalam benaknya.
"Baiklah, ini buku daftar buronannya." Sang pelayan memberikannya secara tidak sadar dan ia menerima 5 Koin Perak pemberian Han Shu.
Pelayan itu akhirnya tersadar setelah melihat jumlah uang yang ia terima kurang, "Tunggu, saya bilang harganya 1 Koin Emas. Mengapa Anda memberikan saya 5 Koin Perak, tuan?" Pelayan itu memberitahu kesalahan pemberian Han Shu.
"Kau memberikan harga 1 Koin Emas dan aku menawarnya 5 Koin Perak, bukankah kau tadi memberikan buku itu? Jadi aku hanya menerimanya. " Han Shu bertanya balik.
__ADS_1
"Tapi saya tidak mendengar tawaran Anda sebelumnya." Sang pelayan tetap bersikeras meminta tambahan.
"Padahal kau sudah untung banyak dengan aku membelinya seharga 5 Koin Perak. Padahal kau cuma membelinya dengan harga 5 Koin Perunggu. Apa kau mau aku laporkan pada bosmu kalau kau melakukan penipuan padaku?"
Han Shu mengancam pelayan itu. Ia tahu harga asli dari buku daftar buronan itu dengan membaca pikirannya.
Selama orang itu lebih rendah tingkat kultivasinya dari Han Shu, ia dapat dengan mudah membaca pikirannya.
Tetapi, ia masih bisa membaca pikiran orang lain dengan tingkatan kultivasi yang lebih tinggi darinya walaupun membutuhkan energi yang sangat banyak. Namun, ia jarang menggunakannya. Sepatutnya, membaca pikiran orang lain adalah hal yang tidak sopan.
"Saya tidak menipu, aku membelinya juga dengan harga yang mahal." Sang pelayan tetap tidak mau mengakuinya.
"Baiklah, aku akan menanyakannya pada orang lain." Han Shu juga tidak mau mengalah.
"Maaf tuan, jangan laporkan saya. Saya tidak akan menipu Anda lagi."
Pelayan itu menunduk-nunduk meminta maaf. Ia akhirnya mengakuinya karena tidak ingin ia dipecat dari pekerjaannya.
"Baiklah, tapi kau boleh menipu orang lain lagi selain diriku. Aku tidak akan mempermasalahkannya," kata Han Shu sembari menepuk pundak pelayan itu.
Pelayan itu bingung lalu memutuskan untuk mengangguk pelan menyetujui perkataan Han Shu. Ia kemudian pergi dengan cepat meninggalkan Han Shu.
Han Shu hendak menghentikannya karena pelayan itu belum selesai mengajaknya berkeliling, namun ia tidak jadi melakukannya.
"Ah sudahlah, aku akan berkeliling sendiri. Sebelum itu, aku ingin melihat daftar buronan tahun ini." Han Shu hendak membukanya. Tetapi, ia teringat dengan Yueyin.
"Tunggu, di mana Yueyin?" Han Shu melihat ke belakang dan kehilangan Yueyin.
Ia mencarinya ke sekelilingnya namun tidak nampak batang hidungnya. Hingga akhirnya ia kembali ke tempat yang ia lalui sebelumnya dan melihat Yueyin sedang berlari ke arahnya.
"Kemana saja kau?"
"Tadi aku mendapatkan beberapa masalah , tapi aku sudah menyelesaikannya." jawab Yueyin datar.
Han Shu berniat membaca pikiran Yueyin tapi ia tidak jadi melakukannya.
"Baiklah, aku anggap masalahmu sudah selesai. Apa kau ingin melihat ini?" Han Shu memperlihatkan buku daftar buronan pada Yueyin.
__ADS_1
Tetapi, ekspresi Yueyin tetap tidak berubah... Sama sekali...