
Harap bijak dalam membaca! Adegan dalam cerita tidak untuk ditiru!
Setibanya di Pasar Gelap, Han Shu segera menuju penginapan untuk bertemu Yueyin. Di sana Han Shu melihat Yueyin sedang berkultivasi. Ia langsung menghentikannya secara paksa.
"Yueyin, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat?"
Yueyin membuka mata dan menjawab, "Aku harus menjadi lebih kuat, tuan."
"Kalau kau ingin balas dendam, ikuti saja perkataanku. Sekarang kau harus membeli senjata untuk dirimu sendiri. Malam nanti kita akan keluar dari Pasar Gelap," kata Han Shu dengan serius kemudian ia beranjak pergi.
Yueyin terkejut dengan Han Shu tentang balas dendamnya. Ia tidak tahu dan ingin tahu bagaimana Han Shu bisa mengetahuinya, tetapi karena Han Shu ingin membantunya, ia pun menurutinya.
"Baik, tuan." Yueyin juga ikut pergi untuk membeli senjatanya.
.........
Sore hari kemudian, mereka telah membeli semua yang mereka butuhkan. Mereka beranjak keluar dari Pasar Gelap
Tiba-tiba, Para Petinggi Pasar Gelap yang berjumlah 10 orang datang dan berkumpul di suatu tempat.
Mereka semua memiliki rambut berwarna putih berjenggot. Ada yang berdiri tegak dan ada yang memakai tongkat untuk berjalan. Aura di sekitar mereka sangat kuat.
Semua orang tertuju kepada mereka dan orang yang berada di tempat lain langsung menuju tempat mereka berkumpul.
"Ada apa ini?"
"Mengapa para petinggi datang kemari?"
"Apa ada sesuatu yang besar untuk diberitahu pada kita?"
Semua orang bertanya-tanya dan ada pula yang menebak-nebak alasannya.
Han Shu dan Yueyin pun tidak jadi keluar dan ikut menyaksikannya.
"Baiklah, sepertinya kalian sudah berkumpul di sini." Seorang petinggi mulai berbicara sembari mengelus jenggotnya.
Tiba-tiba muncul asap berwarna putih yang memenuhi tempat itu. Asap itu menyebar dengan cepat ke tempat-tempat lain.
"Asap apa ini?"
Mereka terkejut dan langsung menutup hidung mereka. Namun, salah seorang pengunjung tiba-tiba terjatuh pingsan dengan disusul yang lainnya.
"Tutupi hidung kalian! Jangan menghirup asapnya!" Seseorang berterika.
Tetapi, satu persatu dari mereka tetap tumbang walaupun sudah berhenti menghirupnya.
__ADS_1
Di tempat-tempat lain, semua orang juga pingsan karena asap itu. Para Petinggi yang melihat semua orang, satu persatu pingsan segera meninggalkan tempat itu.
"Rencana selesai, ayo kita pergi."
Ketika mereka beranjak pergi, Yueyin yang masih tersadar menyerang mereka. Namun, karena kekuatannya yang terlalu berbeda jauh, Yueyin hanya dikalahkan dalam satu serangan. Ia akhirnya pingsan.
Sementara, Han Shu masih berdiri tegak sembari menutup hidungnya. Ia kemudian bertanya pada para Petinggi Pasar Gelap.
"Sebenarnya apa yang kalian rencanakan?" Han Shu bertanya dengan serius.
"Oh, kau masih bertahan. Hebat... Hebat... Tapi sayangnya asap ini masuk ke tubuh melalui kulit dan kau juga akan segera pingsan seperti mereka." Salah seorang Petinggi berhenti dan meladeni Han Shu.
"Aku tidak mengkhawatirkan itu. Yang aku tanyakan apa yang kalian rencanakan dengan membuat semua orang di sini pingsan?"
"Hmm... Kau ini banyak bicara. Kami tidak hanya membuat pingsan semua orang di sini. Semua orang di kota ini telah kami buat pingsan. Kau akan segera menikmati permainan kami..."
Perlahan kesadaran Han Shu mulai menghitam dan akhirnya pingsan. Sebelum terjatuh ke tanah, ia menyeringai kepada mereka.
"Aku juga menantikannya..."
Setelah semua orang pingsan, perlahan asap itu mulai menghilang. Setelah sepenuhnya menghilang, ratusan prajurit kota masuk ke dalam dan memindahkan orang-orang di sana.
Diantara mereka, ada yang mengobrol dengan rekannya.
"Maksudmu para Petinggi Pasar Gelap?" jawab rekannya memastikan.
"Ya, para Petinggi Pasar Gelap. Apa yang mereka inginkan dari para pembunuh ini?"
"Mereka... Akan menciptakan permainan."
"Permainan?"
"Kau tau kan peraturan di kota ini? Permainan semacam itulah. Tapi, kali ini lebih besar. Mereka sudah merencanakannya selama 10 tahun."
"Kalian sedang apa! Selesaikan pekerjaan kalian!" Seseorang menghentikan obrolan mereka dan mereka akhirnya kembali bekerja.
.........
Satu minggu kemudian.
Satu persatu orang yang pingsan bangun. Mereka masih berada di wilayah kota itu. Ada yang ditempatkan di jalanan, gang, genteng, dalam rumah, bangunan-bangunan dan lain-lain.
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Mereka semua bertanya-tanya karena kepalanya masih terasa pening.
Untungnya, Author menempatkan Han Shu dan Yueyin di bangunan yang sama tetapi di ruangan yang berbeda sehingga mereka tidak perlu saling mencari dengan susah payah.
__ADS_1
"Apa tuan ada di dalam sana?" Yueyin menghancurkan tembok yang memisahkan mereka.
Yueyin melihat Han Shu sedang duduk santai di ruangan itu. Yueyin pun bingung dengan ketenangan yang ditunjukkan Han Shu.
"Oh, kau sudah bangun? Duduklah dan menunggu permainan di mulai. Yah, kalau kau lapar kau bisa memakan yang telah disediakan oleh mereka." Han Shu masih duduk dengan santai sembari menikmati makanan.
"Kalau kau kurang, kau bisa tambah lagi." Han Shu mengeluarkan makanan dari cincin penyimpanannya.
"Sejak kapan tuan menyimpan makanan?" tanya Han Shu.
"Tujuh hari yang lalu aku menyiapkannya. Aku juga sudah menyuruhmu membeli senjata, bukan? Di mana senjata yang kau beli?"
"Tidak ada tuan, sepertinya mereka mengambilnya. Tunggu, tujuh hari yang lalu!?" Yueyin terkejut.
"Bagaimana bisa aku pingsan selama tujuh hari?" Yueyin bertanya dalam hatinya.
"Padahal kalau kau menyimpan senjatamu di cincin penyimpanan yang ada pada jarimu, mereka tidak akan mengambilnya. Tapi karena sudah terlanjur, kau bisa mengambil pisau di dapur."
"Sebelum itu, sebaiknya kau segera memakan makananmu. Karena waktu akan terus berjalan hingga kau tidak akan memikirkan untuk makan," lanjutnya menyarankan.
Yueyin menurutinya saran Han Shu. ia segera menghabiskan makanan dan mengambil beberapa pisau di dapur.
Setengah jam kemudian, sebuah suara yang terdengar keras hingga seluruh kota muncul.
"Cek! Cek! Bagiamana tidur kalian selama satu minggu ini? Apakah nyenyak? Baiklah langsung saja aku jelaskan permainanya."
"Kalian hanya perlu bertahan selama tiga hari di kota ini. 10 dari kalian yang berhasil bertahan akan dibiarkan hidup dan untuk sisanya... akan mati."
"Apa maksudnya itu? Apa yang harus kita lakukan di sini?" Semua orang bingung dan bertanya dengan suara itu.
"Kalian hanya perlu bertahan. Bukankah pekerjaan kalian itu pembunuh? Lakukan saja apa yang kalian inginkan."
"Tapi jika dalam tiga hari masih ada lebih dari 10 yang hidup, kami akan menghancurkan kota ini beserta kalian. Baiklah, kita mulai permainannya."
Suara itu langsung menghilang. Semua orang di kota panik dengan apa yang harus mereka lakukan. Sehingga dalam satu jam mereka masih belum melakukan apapun.
"Tuan, apa maksudnya permainan ini?" Yueyin bertanya.
"Yah kau hanya perlu bertahan," jawab Han Shu dengan masih menikmati makanannya."
"Apa maksud tuan, mereka menyuruh kita untuk saling membunuh?" Yueyin mengonfirmasi pemikirannya.
"Ya, mereka adalah orang gila yang beradab. Mereka mengorbankan ratusan ribu jiwa di kota ini untuk membuat portal munuju Dunia Iblis. Tapi, mereka mengorbankan para pembunuh dalam rencananya makanya aku menyebut mereka beradab."
"Kekaisaran ini akan mengalami kekacauan dengan kedatangan mereka," lanjutnya.
__ADS_1