
"Mengapa kau mundur? Apa sekarang kau takut melawanku? Kultivasiku hanya berada di ranah Pembangunan Pondasi, sedangkan kau sudah hampir di ranah Nescent Soul. Apa kau tidak berani melawan seseorang di ranah Pembangunan Pondasi?"
"Kemarilah... lawanlah aku..."
"Ternyata ranah Golden Core sebatas ini saja!"
"Sangat mengecewakan!"
"Kalau begitu, sepertinya aku tidak perlu mencapai ranah itu karena ranah itu sama saja. Sangat lemah!" Han Shu mencibirnya.
Sementara, kesabaran orang itu sudah mulai tergoyahkan. Dia membalas cibiran Han Shu dengan melesatkan serangan "Beraninya kau meremehkanku! Rasakan ini!"
Han Shu tetap tenang menghadapainya. Dia sudah dalam posisi bertahan untuk melawan serangannya. Han Shu menahan serangan orang itu dengan kedua tangannya. Namun kali ini Han Shu berhasil dipukul mundur beberapa langkah olehnya.
Jeduaar!
Selang beberapa saat sambaran petir yang terdengar cukup keras mulai menyambar langit-langit penjara bawah tanah hingga membuat dinding-dinding penjara bergetar.
Sambaran itu juga membuat sebagian penjara bawah tanah menjadi berlubang cukup besar. Lubang itu mengarah langsung ke Yueyin.
Karena sambaran itu, langit-langit penjara bawah tanah mulai runtuh dan menjatuhi Han Shu dan Yueyin.
Dengan sigap Han Shu langsung melindungi Yueyin dari reruntuhan langit-langit penjara bawah tanah yang mengarah ke arahnya.
Sementara orang itu langsung menjauh dari Han Shu dan beranjak keluar dari penjara bawah tanah karena merasa tempat itu akan segera runtuh karena sambaran petir.
"Ini sangat berbahaya, aku harus keluar dari sini selagi bisa. Kalau tidak aku akan tertimbun reruntuhan disini."
Orang itu lari dengan cepat pergi keluar dari penjara bawah tanah.
Tidak hanya itu saja, beberapa ratus meter dari penjara bawah tanah terjadi gempa yang cukup besar karena sambaran itu.
Markas Kelompok Serigala Malam menjadi porak-poranda dan membuat ribuan pasukan disana lari terbirit-birit menyelamatkan diri.
Sementara, Pemimpin pasukan Kelompok Serigala Malam yang sedang duduk sembari meminum arak merasa kesal karena markas pasukannya hancur karena gempa itu.
Dia sampai menghancurkan gelas yang digenggamnya untuk minum arak.
"Sial! Beraninya dia sampai menghancurkan markas pasukanku! Aku tidak akan pernah melepaskannya"
Gempa itu terjadi hanya beberapa detik saja. Setelah gempa itu mereda, Pemimpin Kelompok Serigala Malam bangun dari kursinya serta mengambil jubah miliknya dan segera pergi menuju penjara bawah tanah bersama semua pasukannya.
__ADS_1
"Kalian semua ikuti aku menuju penjara bawah tanah!"
Semua pasukan yang lari terbirit birit menjadi tenang karena gempa telah berhenti. Kemudian mereka mulai mendengarkan perintah pemimpinnya dan mulai bergegas menuju penjara bawah tanah mengikuti pemimpinnya.
Ketika ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan pasukan yang sebelumnya diperintahkan untuk menghentikan penerobosan Yueyin dan menangkapnya di penjara bawah tanah tetapi perjalanan mereka terhenti karena terjadi gempa.
"Mengapa kalian masih disini!? Bukankah aku menyuruh kalian menghentikan penerobosan seseorang di penjara bawah tanah?" tanya Pemimpin Kelompok serigala malam dengan raut wajah kesal.
"Maaf bos, saat kami hendak pergi ke sana tiba-tiba terjadi gempa. Jadi kami kembali." Salah satu dari mereka menjawab.
"Gempa kecil saja kalian takut!"
Pemimpin Kelompok Serigala Malam ingin menghukum mereka semua tetapi dia mengurungkan niatnya karena harus menghentikan penerobosan Yueyin.
"Kalian semua ikuti aku!"
"Tapi bos, disana sangat berbahaya. Satu sambaran petir saja bisa membuat gempa yang kuat. Kalau semua pasukan pergi kesana mungkin kita semua akan mati." Salah seorang dari mereka menyela.
"Aku tidak mengerti mengapa sambaran petir itu bisa menyebabkan gempa. Sepertinya orang yang akan menerobos ke ranah Golden Core adalah orang yang kuat."
"Aku harus menjadikannya sebagai bawahanku. Tidak, aku harus membuatnya berada di pihakku sehingga aku dapat membalas dendam kepada mereka semua."
"Tapi jika dia menolak, aku harus membunuhnya. Kalau tidak dia mungkin akan menjadi penghalang terbesarku untuk balas dendam."
"Kalian tidak perlu terlalu dekat dengan tempat itu. Aku yang akan menghentin orang itu. Kalian tenang saja, aku akan melindungi kalian semua jika ada bahaya." Dia meyakinkan semua pasukannya.
"Seharusnya penjara bawah tanah tidak akan hancur karena sambaran petir itu, kan?" gumamnya.
Dia kemudian mulai beranjak pergi dengan diikuti semua pasukannya. Mereka percaya bahwa pemimpin mereka akan melindungi semuanya.
***
Di Penjara Bawah tanah.
Han Shu dan Yueyin tertimbun reruntuhan langit-langit penjara bawah tanah. Mereka kemudian berusaha keluar dari reruntuhan itu dengan meledakannya.
"Uhuk... uhuk... Tuan, apa kau baik-baik saja?" tanya Yueyin cemas.
"Ya, aku baik-baik saja. Tapi mengapa ujian kesengsaraan gunturmu hanya sekali sambar saja? Tidak mungkin ini hanya sekali saja."
"Tidak tuan, ini belum selesai. Lihatlah keatas langit, awan hitamnya masih ada." Yueyin melihat keatas langit melalu lubang besar yang disebabkan oleh sambaran petir yang pertama.
__ADS_1
Han Shu mengikuti Yueyin melihat keatas langit. Kemudian dia tiba-tiba menggendong Yueyin layaknya tuan putri untuk keluar dari penjara bawah tanah.
"Akan berbahaya kalau dia menahan ujian kesengsaraan guntur dibawah sini. Kita bedua akan tertimbun reruntuhan penjara ini. Untung saja, sambaran kedua dimulai sangat lama. Ini memberi waktu untuk kita keluar dari bawah sini." gumam Han Shu.
Han Shu melompat melalui celah-celah dinding yang hancur untuk keluar dari penjara bawah tanah.
Jeduar!
Selang beberapa saat setelah keluar dari penjara bawah tanah, tiba-tiba petir kembali menyambar kearah Yueyin.
Karena Han Shu sedang menggendong Yueyin, dia juga ikut terkena sambaran petirnya.
"Sial, petir ini mempermainkanku. Ini menyakitkan. Tubuh ini terlalu lemah untuk menahan petir ini." Han Shu menggertakan giginya menahan rasa sakit.
Sementara Yueyin tidak merasa kesakitan karena kekuatan tubuhnya sudah cukup kuat untuk menahannya.
"Tidak, sepertinya itu bukan karena tubuhnya sudah cukup kuat. Tapi karena petir ini tidak mengenainya."
"Dia bahkan tidak berekspresi apapun."
Jeduar!
Untuk ketiga kalinya sambaran petir mengarah kearah Han Shu dan Yueyin.
"Aarrgghh...!" Han Shu kembali menggertakan giginya menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya.
Tetesan darah mulai mengalir dari mulut Han Shu karena efek dari sambaran petir itu.
"Tunggu, mengapa sambaran petir ini mengarahku lagi?" Han Shu bertanya-tanya.
"Tuan, apa kau tidak apa-apa? Mengapa petir itu tidak menyambar tubuhku?" tanya Yueyin yang cemas dengan teriak kesakitan Han Shu.
"Tunggu dulu, sepertinya tubuh ini bisa menyerap sambaran petir itu. Kalau begitu ini sangat menguntungkan." Han Shu tersenyum jahat memikirkannya.
"Aku tidak apa-apa. Tugas untukmu sekarang adalah menahan mereka semua. Petir ini tidak akan menyambar ke tubuhmu." Han Shu menunjuk kearah pasukan Kelompok Serigala Malam yang hampir mendekat.
Jeduar!
Petir kembali menyambar ke tubuh Han Shu. Sementara pasukan Kelompok Serigala Malam sudah berada dihadapan Yueyin yang sudah bersiap melawan mereka.
"Sebenarnya, siapa yang sedang melakukan ujian kesengsaraan guntur?" Pemimpin Kelompok Serigala Malam terlihat kebingungan dengan mereka.
__ADS_1
Dia melihat ranah kekuatan Yueyin berada di ranah Golden Core sementara Han Shu berada di ranah Pembangunan Pondasi.
"Mengapa pria diranah Pembangunan Pondasi itu yang menerima sambaran petir? Sebenarnya apa yang terjadi disini?" Dia merasa sangat kebingungan dengan kejadian ini.