Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 80


__ADS_3

Setelah mengantar Lin Yun kembali ke kediamannya, Han Shu langsung pergi ke Istana Kekaisaran untuk bertemu Kaisar Han dan menanyakan tentang tananaman obat.


Setelah menanyakan ke beberapa dayang istana, Han Shu langsung mengetahui keberadaan Kaisar Han.


"Dari informasi para dayang, Kaisar Han sedang bertemu dengan seseorang di Ruang Utama Istana. Kira-kira siapa yang sedang dia temui?" gumam Han Shu sembari berjalan menuju tempat nya.


Setelah sampai di sana, Han Shu langsung mengenali seseorang yang sedang mengobrol dengan Kaisar Han. Ia adalah Zhang Yu, Jendral Perang Kekaisaran Han.


Zhang Yu datang ke Istana karena panggilan Kaisar Han yang membutuhkan bantuannya. Han Shu berjalan mendekat secara perlahan sekaligus untuk mengetahui topik pembicaraan mereka.


"Saudara Han, ada apa kau memanggilku ke sini?" tanya Zhang Yu. Ia disuguhi dengan sebotol arak.


"Aku ingin kau mencari pasukan tambahan untuk melawan Invasi Ras Iblis, Saudara Yu. Ini sangat mendesak, aku sangat membutuhkannya dalam waktu 3 hari. Saat ini kau pasti merasakannya juga, bukan?"


Wajah Zhang Yu seketika berubah menjadi keterkejutan, kemudian ia merespon perkataan Kaisar Han, "Ras Iblis, kah? Rupanya energi yang tidak mengenakan ini berasal dari mereka."


"Benar, Saudaraku. Mereka menyatakan perang dengan kita dalam waktu 4 hari mendatang. Apa kau bisa bisa memprediksi kemenangan kita?"


"Hmmm, apa kau sudah memberitahu orang-orang di Kekaisaran lain ataupun benua lain tentang ini?"


"Ya, aku sudah memberitahu mereka tentang invasi ini. Tapi mereka tidak mau memberikan bantuan apapun, tapi tidak dengan Kekaisaran Meng. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara menghentikan invasi Ras Iblis ini."


Zhang Yu menghela nafas panjangnya, "Haah, sepertinya Kekaisaran ini benar-benar akan hancur. Kita harus mengungsikan penduduk ke tempat yang aman untuk mengurangi korban jiwa. Ini prioritas utama kita."


"Aku sudah melakukan itu tapi, aku melakukannya secara bertahap. Aku tidak ingin orang-orang menjadi panik dengan Invasi Ras Iblis ini yang akan membuat kekacauan yang besar."


"Ngomong-ngoming di mana kau mengungsikan mereka?" tanya Zhang Yu penasaran.


"Kekaisaran Meng," jawab Kaisar Han singkat.


"Aku tidak yakin tempat itu akan aman. Sudah tidak ada tempat yang aman lagi dari Invasi Ras Iblis. Yah, tapi aku menghargai mereka marena mau memberikan bantuan."


"Begitulah, sesuai dengan perang masa lalu manusia dengan Ras Iblis. Walaupun manusia di seluruh benua bersatu, mereka tetap kesulitan untuk menghentikannya. Apa lagi dengan sekarang. Hanya satu wilayah ini yang mau melawan mereka."


"Sepertinya ini akan menjadi perjuangan terakhir kita, saudara Yu."


"Benar, kita akan mati bersama melawan mereka. Manusia benar-benar mementingkan ego mereka ketimbang kedamaian dunia ini."

__ADS_1


"Tapi, aku masih memiliki harapan." Tiba-tiba Kaisar Han mengatakan hal yang mengejutkan.


"Apa maksudmu?" Zhang Yu tidak tahu maksud perkataan Kaisar Han itu dan ia sangat penasaran.


"Han Shu bilang ia memiliki rencana untuk mengatasi mereka. Tapi, aku masih tidak yakin dengannya."


"Benarkan Han Shu?" lanjut Kaisar Han. Ia menyadari kedatangan Han Shu. Han Shu berhneti berjalan menanggapinya. Ia berhenti puluhan meter dari mereka.


Han Shu hanya menatap datar ke arah mereka untuk merespon. Ia kemudian langsung menanyakan tentang tanaman obat.


"Apa ayah sudah mendapatkannya?"


"Aku sudah mendapatkannya." Kaisar Han melempar sebuah kotak kayu yang berisi tanaman obat.


"Untuk tanaman obat lain sudah aku taruh di kamarmu," lanjutnya.


Setelah mendapatkan tanaman obat itu, Han Shu berniat langsung pergi. Namun, Zhang Yu menghentikan kepergiannya.


"Apa kau tidak menyapa pamanmu ini, Han Shu?" Zhang Yu tersenyum padanya.


"Hentikan senyumanmu itu!" batin Han Shu. Entah kenapa ia merasa tidak senang dengan senyumannya.


"Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatmu. Aku senang bisa melihatmu lagi. Sepertinya penampilanmu berubah drastis, aku bahkan hampir tidak mengenalinya."


"Seperti yang paman lihat, aku sudah berubah dan tidak akan kembali seperti dulu lagi." Han Shu tetap dalam ekspresi datarnya.


"Jadi, bisakah kau beritahu rencanamu untuk menghentikan Invasi Ras Iblis?" Zhang Yu begitu penasaran.


Mata Han Shu melirik ke arah Kaisar Han selama beberapa saat. Kemudian ia kembali mengarahkan pandangannya ke arah Zhang Yu dan menjawab keingintahuannya.


Zhang Yu benar-benar terkejut dengan rencana yang akan dilakukan Han Shu. Tetapi, ia masih tidak percaya kalau Han Shu bisa melakukannya.


"Ini tidak masuk akal. Bagaimana caramu melakukannya. Tidak pernah ada yang bisa melakukan hal itu."


"Kalian hanya perlu percaya padaku. Yah, sebenarnya aku juga tidak peduli dengan kepercayaan kalian."


"Yang aku butuhkan hanya ingatan tentang tempat-tempat di wilayah lain. Tapi aku tidak tahu bagaimana caraku mendapatkannya. Tidak mungkin juga aku akan berkeliling dunia dalam waktu 3 hari saja. Tidak akan cukup waktunya," lanjut Han Shu.

__ADS_1


"Soal itu, aku bisa memberikannya. Aku telah berkeliling ke benua lain dan ingatan itu masih melekat dalam pikiranku."


"Kemarilah."


Han Shu kemudian mendekat ke arah meteka berdua dan berhenti di depan Zhang Yu. Zhang Yu kemudian menyentuh kening Han Shu dengan jari telunjuknya.


Ingatan-ingatan perjalanan Zhang Yu semasa hidupnya masuk ke dalam pikiran Han Shu. Rasa sakit langsung terasa di kepalanya namun tidak sesakit pertama kali ia bereingkarnasi di tubuh ini. Ia tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menahannya.


"Terima kasih, paman."


"Ya, ini sekaligus sebagai hadiah pertemuan kita kali ini."


"Kalau begitu aku pergi dulu, ayah, paman." Han Shu langsung pamit pergi. Dalam hatinya, ia tidak ingin berlama-lama di sana.


Han Shu kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkannya untuk menghentikan Invasi Ras Iblis.


Han Shu masuk ke dalam kamarnya dan mendapati Yueyin yang masih tertidur pulas. Sekilas ia melihat senyuman Yueyin yang tidak pernah ia lihat dalam hidupnya.


"Rupanya kau masih bisa tersenyum juga. Ini sesuatu yang langka. Mungkin di masa depan aku masih bisa melihat senyuman itu lagi atau juga senyuman itu tidak akan pernah terlihat lagi."


"Mimpilah yang indah."


"Sekarang mari fokus untuk membuat pil. Di mana Kaisar itu manaruh tanaman obat lainnya?" Han Shu mencarinya.


Setelah beberapa saat memcari, ia akhirnya menemukamnya di dalam sebuah kotak kayu besar di atas meja.


Han Shu mengambil semuanya dan langsung bersiap untuk membuat pil.


"Sepertinya ini akan cukup memakan waktu dan tenaga," gumamnya.


Han Shu duduk bersila di atas lantai dan mulai membuat pilnya. Han Shu tidak membutuhkan tungku pemurnian ataupun sejenisnya. Ia hanya membutuhkan telapak tangannya untuk membuat pilnya.


.........


Tiga hari kemudian, ledakan sinar yang menyilaukan terjadi. Menunjukkan kalau Han Shu telah selesai membuat pil yang diperlukan. Dua buah pil berwarna putih bening mengambang di atas tangan kanan Han Shu.


Han Shu kemudian mengambilnya dan memeriksa kualitasnya, " Sempurna."

__ADS_1


"Kalau kalian penasaran dengan pil yang aku buat kali ini, kalian bisa menamainya dengan pil Gila. Ya, aku menyebutnya seperti itu karena orang yang menciptakannya adalah orang gila yang tidak lain adalah guruku sendiri. Orang yang menyiksaku puluhan tahun lamanya menjadi objek eksperimennya."


__ADS_2