Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
150


__ADS_3

Sesuai tujuan, Han Shu datang ke tempat Jiang Li. Di sana ia melihat Jiang Li dan para kultivator lain sedang bertarung dengan puluhan Monster Tikus Darah.


Mereka terlihat kesusahan karena pertama kalinya menghadapi monster itu. Setelah Han Shu datang, ia langsung membantu membereskan monster Tikus Darah.


Sebelah berhasil membunuh Monster Tikus Darah, Han Shu langsung bertanya, "Dari mana mereka muncul?"


"Mereka muncul dari celah-celah lubang kecil ini saat kami menambang batu spiritual." jawab mereka.


"Bagaimana mungkin, seharusnya itu hal yang mustahil. Apa mereka benar-benar muncul dari sana?" Han Shu bertanya lagi untuk memastikan. Mereka mengangguk mengiyakannya.


"Seharusnya penghalang dibawah juga menghalangi mereka naik sekalipun mereka menggali lubang untuk naik. Apakah monster itu telah naik beberapa waktu yang lalu sebelum aku datang ke wilayah bawah? Kurasa itu benar. Mereka kemungkinan bersembunyi setelah berhasil naik." batin Han Shu memikirkan.


Jiang Li tiba-tiba menepuk pundak Han Shu, "Bagaimana mereka bisa ke tempat ini. Padahal aku mengirimkan beberapa orang di sini untuk berjaga di wilayah bawah? Apa mereka memang membuat jalan naik melalui dinding ini?" Jiang Li bertanya.


"Aku tidak melihat orang yang kau maksud. Sebelum ke sini aku ke wilayah bawah terlebih dahulu." jawab Han Shu.


"Apa! Apa mungkin mereka masuk ke dalam sana! Padahal aku sudah bilang pada mereka untuk berjaga di luar penghalang saja." Jiang Li memegang dahinya.

__ADS_1


"Aku akan menyusul mereka terlebih dahulu, aku harap mereka tidak bertemu dengan monster di sana." Jiang Li dengan cepat pergi ke wilayah bawah.


"Tunggu, aku belum mengatakan tujuanku menemuimu." Han Shu berusaha menghentikan namun Jiang Li tidak mendengarnya. Han Shu akhirnya mengikutinya dari belakang.


Begitu sampai di wilayah bawah, Jiang Li langsung masuk melewati penghalang. Ia kemudian menggunakan teknik pelacak untuk mengetahui keberadaan mereka.


"Sialan, mereka masuk cukup jauh ke dalam sana."


Jiang Li masuk lebih dalam ke wilayah itu sembari membunuh monster yang ditemuinya, namun jika monster itu tidak menghalangi jalannya, ia hanya melewatinya saja. Begitu juga dengan Han Shu yang harus membunuh monster yang ditinggalkan Jiang Li.


Semakin mereka masuk ke dalam, jumlah batu spiritual tingkat tinggi pada dinding semakin melimpah. Wilayah itu menjadi semakin terang karena melimpahnya batu spiritual.


"Sebentar lagi, di depan sana." Jiang Li mempercepat pergerakannya.


Beberapa menit kemudian, mereka melihat dua kultivator yang sedang terdesak oleh monster laba-laba raksasa. Mereka di yakini sebagai penjaga yang ditugasi oleh Jiang Li.


"Huhahuha... Sial, monster ini sangat kuat! Aku tidak menyangka akan terdesak seperti ini." Nafas mereka tersendat-sendat karena kelelahan.

__ADS_1


"Hahaha, padahal kita hanya melawan monster ini saja tapi kita tidak mampu." Ia tertawa karena sudah pasrah melawannya.


"Baiklah, ayo kita bertarung hingga akhir." Mereka melesat ke arah monster laba-laba itu.


Hingga pada akhirnya mereka terlilit oleh benang lengket yang dikeluarkan monster laba-laba itu. Ketika monster laba-laba itu akan memakan mereka, Jiang Li datang dan langsung menebas kepala laba-laba itu hingga akhirnya mati.


Jiang Li kemudian membebaskan kedua kultivator itu dari lilitan benang lengket monster laba-laba.


"Tuan Li! Maaf kami merepotkanmu..." Mereka terkejut dengan Jiang Li di depan mereka. Mereka sekaligus lega karena masih memiliki kesempatan untuk hidup.


"Apa yang kalian lakukan di sini! Aku hanya menyuruh kalian menjadi di depan penghalang." Jiang Li memarahi mereka.


"Maafkan kami, kami hanya penasaran dengan tempat ini. Jadi kami berjalan-jalan masuk ke sini." Mereka menunduk meminta maaf.


"Baiklah, baiklah, sekarang ayo kita keluar dari sini."


Saat mereka hendak keluar, tanah yang dipijak mereka tiba-tiba bergetar. Ribuan Monster Tikus Darah terlihat sedang menghampiri tempat mereka berada.

__ADS_1


"Bagaimana cara kita keluar, Tuan Li?" Kedua kultivator melihat ke arah Jiang Li.


"Sial, mereka datang begitu ramai."


__ADS_2