
Yi Fan saat ini hanya bisa melihat kegelapan tanpa batas, dia tidak bisa mendengar ataupun merasakan apapun. “Apakah ini yang dinamakan kematian? Seperti tempat itu....” Yi Fan tersenyum kecil. Setelah melewati berbagai kondisi hidup dan mati, sungguh tidak dia sangka bahwa dirinya benar-benar mati kali ini, yang lebih memalukannya lagi ini juga pertama kalinya dia merasakan kekalahan.
“Sudah lama aku menantikan pertemuan ini, Yi Fan.” Sebuah suara tiba-tiba terdengar di telinga Kaisar Iblis.
“Siapa itu? Bagaimana kamu bisa mengetahui namaku?” Tanya Yi Fan kebingungan, dia tidak bisa menoleh ataupun menggerakan tubuhnya sebab dia hanyalah sebuah jiwa mati yang melayang di dalam kegelapan ilahi.
“Aku adalah pedang yang menusuk dadamu,” Suara misterius itu menjawab pertanyaan Yi Fan.
Yi Fan tersentak, “Tidak mungkin, karena aku tidak merasakan adanya roh di dalam pedang itu dan juga aku tidak pernah mempercayai apapun atau siapapun selain diriku sendiri!” Yi Fan membantah karena pedang itu tidak memiliki keistimewaan apapun selain kristal dan ukiran aneh di pedang tersebut.
Suara misterius itu mencibir Yi Fan, "Cih, keturunan manusia lemah sepertimu tidak akan pernah bisa mengetahui keberadaanku."
"Benarkah? bukannya kamu yang sengaja bersembunyi?" Tanya balik Yi Fan yang membuat hening seketika.
"Terserah, apapun pendapatmu aku sama sekali tidak peduli. Namun, aku tidak menyangka bahwa takdir yang kulihat ternyata benar. Pasti hidupmu sangat mengerikan sampai-sampai membuat orang yang terlahir dengan tubuh sekarat sepertimu bisa sekuat ini.
Yi Fan terkejut mendengar ocehan suara misterius itu yang mengetahui masa lalunya. Namun, saat dirinya akan bertanya, tiba-tiba disekujur tubuhnya terasa sakit, “Apa yang terjadi? Bagaimana aku masih bisa merasakan sakit ketika aku sudah mati?!”
“Kamu cukup beruntung Yi Fan karena mendapatkan kesempatan yang mungkin akan membuat seluruh alam semesta iri kepadamu. Walaupun ini menjengkelkan karena membuatku kehilangan setengah dari kekuatanku. Namun, itu semua tidak masalah asalkan aku dapat kembali hidup walaupun meminjam tubuhnya. Berbahagialah Yi Fan, karena mungkin ini sebuah takdir atau mungkin juga hanya sebuah keberuntungan belaka.”
Yi Fan membuka matanya, badannya bergetar hebat, nafasnya tidak beraturan. “Ini? apa yang terjadi? Bagaimana aku bisa kembali hidup? Apa ini yang dimaksud oleh suara aneh tadi?” Saat sedang berpikir, hidungnya mencium bau darah yang sangat kuat, dia lantas menoleh ke bawah dan menemukan dirinya yang ternyata saat ini berada tepat di atas tumpukan mayat.
“Mayat-mayat ini terlihat masih segar,” Yi Fan mengernyit kesakitan karena ternyata ada beberapa luka tusukan di punggung serta perutnya. Dan pada saat yang hampir bersamaan, ingatan tubuh yang dia tempati sekarang menyatu dengan memorinya. “Hm, ternyata pemilik tubuh ini mempunyai nama yang sama denganku, mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan majikannya? Dasar orang bodoh,” Yi Fan terkekeh kecil.
Yi Fan berpura-pura mati ketika merasakan kehadiran seseorang di dekatnya. Dan benar saja, karena seorang pria menuju ke arahnya sambil menyeret mayat seorang pria tua di tangannya.
Dia melemparkan mayat tersebut dengan keras ke sembarang arah, “Akhirnya selesai.”
“Begitu juga dengan kehidupanmu!” Bisik Yi Fan yang sudah berada tepat di belakang orang tersebut.
!!
Yi Fan memelintir kepala orang tersebut hingga patah, setelah itu dia langsung ambruk ke tanah karena kondisi tubuhnya. “Sungguh sial, dengan luka separah seperti ini aku bisa-bisa mati kembali,” Yi Fan memaksakan diri untuk duduk, “Jika aku memaksakan menggunakan Qi itu sama saja dengan mempercepat kematianku.”
“Lepaskan!” Suara teriakan perempuan terdengar sangat keras.
Yi Fan yang sudah diambang kematian tersentak kala mendengar teriakan perempuan tersebut. “Tubuh ini seperti merespon suara teriakan perempuan itu.”
Saat hendak berdiri, Yu Fan tersadar bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan apapun terhadap orang yang dikenal pemilik tubuh yang dia tempati sekarang, “Benar juga, memang apa peduliku?”
Yi Fan menggertakan giginya menahan kesal karena tubuh yang dia tempati sekarang seperti tidak membiarkannya untuk mengabaikan perempuan tersebut, “Baik-baik! Aku akan menolong majikan wanitamu itu, jadi berhentilah khawatir tubuh bodoh sialan!”
Yi Fan berdiri, pandangannya sedikit kabur karena kehilangan darah cukup banyak, tanpa mempedulikan rasa sakitnya, dia berjalan sempoyongan menuju sumber teriakan perempuan tersebut. Saat tiba, dia menemukan bahwa perempuan alias majikannya ternyata sedang dipermainkan oleh sekelompok pria.
__ADS_1
“Nona dari Keluarga Qin ternyata mempunyai tubuh dan wajah yang sangat indah, ini membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu.” Salah satu pria mencolek wajah perempuan itu yang membuat air mata perempuan tersebut mengalir deras.
“Saudaraku, jangan lama-lama, kita juga mau menikmati wanita ini juga.”
Yi Fan melototkan matanya ketika melihat salah satu pria menarik pakaian majikan tubuh barunya, dia mengepalkan tangannya hingga berdarah, "Berani sekali mereka mempermainkan nonaku seperti itu?!" Batinnya sambil mengepalkan kedua tangannya.
Meskipun saat ini emosinya meluap-luap, Yi Fan tidak semerta-merta maju tanpa pikir panjang, “Menyerang tanpa rencana sama saja dengan hidup tanpa otak. Hm, apa yang harus kulakukan dengan kondisiku saat ini?” Gumam Yi Fan yang tengah memikirkan sebuah rencana tanpa harus terlalu membebani dirinya.
“Ada 7 orang, 3 di antaranya berada di ranah penempaan tulang, sedangkan sisanya hanyalah sekelompok bandit bodoh yang mengandalkan kekuatan fisik belaka,” Yi Fan menghembuskan nafas kasar ketika tidak menemukan satu pun rencana yang sesuai dengan kondisi tubuhnya sekarang, “Bagaimana caranya aku mengalahkan mereka semua? Dengan kondisi tubuhku sekarang aku hanya bisa mengatasi 1 ranah penempaan tulang dan 3 orang bandit, itupun aku tidak yakin bisa selamat setelah mengalahkan mereka.”
Saat sedang berpikir, Yi Fan dikejutkan dengan kehadiran seseorang tepat di belakangnya yang membuat tangannya secara reflek bergerak menyerang. Namun, si Kaisar Iblis itu menghentikan tangannya sebelum menyentuh tubuh orang tersebut, karena ternyata tubuhnya mengenali orang itu.
Yi Fan melihat seluruh tubuh orang tersebut yang ternyata sama-sama dipenuhi luka walaupun tidak separah dirinya. "Instingku yang sudah tumpul atau tubuh ini yang terlalu buruk sampai-sampai aku tidak bisa menyadari ada orang di belakangku, jika saja dia musuh aku pasti sudah mati sekarang." Batin Yi Fan sambil menarik kembali tangannya.
"Sesuai dengan ingatan tubuh ini, pria ini adalah Luo Zi yang menjadi salah satu pengurus Keluarga Qin,’ Yi Fan tersenyum bengis saat menyadari bahwa orang di hadapannya inilah yang menyebabkan pemilik tubuhnya sebelumnya terbunuh, "Jadi bocah ini berpura-pura mati ketika melihat pemilik tubuh ini dihajar habis-habisan saat melindungi nona? Sudah tidak sayang nyawa rupanya dia, hm."
“Yi Fan, aku sangat terkejut karena ternyata kamu masih bisa bertahan hidup dengan luka separah itu.” Luo Zi menepuk pundak Yi Fan seraya menampilkan senyum palsunya.
Yi Fan tersenyum lebar karena otaknya saat ini mendapatkan sebuah ide untuk menyelamatkan nonanya, dia akan memanfaatkan Luo Zi untuk memancing beberapa musuh menjauh. "Karena tubuh ini sekarang adalah milikku jadi masalah yang dimiliki bocah ini juga menjadi masalahku. Oh nak, malang sekali nasibmu karena telah menjadi musuhku." Batin si Kaisar Iblis.
Sebelum menjalankan rencananya, Yi Fan terlebih dahulu mengukur kekuatan Luo Zi untuk memperkirakan berapa lama pria inj dapat bertahan. "Sekarang dia berada di ranah penempaan tulang sama seperti ketiga orang itu, tapi kenapa Qi di dalam tubuhnya tidak stabil? Apa dia baru saja menerobos atau ada hal yang lainnya? Dengan kekuatannya ini kurasa dia hanya mampu bertahan selama 2 menit melawan 2 orang ranah penempaan tulang, jika beruntung dia mampu bertahan hingga 5 menit andai mereka tidak serius saat menghadapinya.”
Yi Fan menemui titik buta dalam rencananya karena pada akhirnya dia masih harus melawan 1 orang ranah penempaan tulang, belum lagi 4 bandit itu, meskipun hanya sekumpulan orang bodoh dengan kekuatan fisik, mereka tentu sangat bisa membuatnya kuwalahan.
“Lepaskan aku!” Perempuan itu kembali berteriak yang membuat Yi Fan tersentak.
Sontak saja mereka langsung menjadi waspada tetapi setelah melihat bahwa yang bicara barusan ternyata hanyalah seorang bocah membuat mereka semua tertawa keras. Sedangkan perempuan itu terlihat terkejut ketika melihat Yi Fan yang masih hidup, padahal dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Yi Fan disiksa hingga mati demi melindungi dirinya.
Sedangkan Luo Zi sendiri memandang Yi Fan tak percaya, "Dasar orang bodoh! Jika ingin mati jangan membawa nona muda sialan!"
“Hahaha, kukira orang kuat, ternyata hanya orang sekarat.”
Salah satu dari mereka mendekat, “Sepertinya aku tahu bocah ini, bukannya dia yang kita hajar sampai mati tadi ya?”
Mereka semua terkejut mendengarnya, setelah dilihat baik-baik ternyata perkataan teman mereka memang benar karena bocah yang mereka hajar sampai mati tadi memiliki rupa yang sama dengan bocah di depan mereka saat ini, hanya saja karena tampangnya yang sudah tertutupi oleh darah membuat mereka agak sulit mengenalinya.
Yi Fan tertawa kecil, “Simpan rasa terkejut kalian itu, karena sebentar lagi kalian akan mati.”
Suasana menjadi hening, bahkan perempuan itu sampai hampir pingsan karena melihat kebodohan Yi Fan, “Jangan gila Yi Fan! Larilah, jangan pedulikan aku!” Teriaknya.
Yi Fan mengerutkan dahinya, "Memang siapa yang peduli denganmu? Aku juga terpaksa tau." Batinnya.
Plakkk…
__ADS_1
Salah satu dari mereka menampar pipi perempuan itu lalu menarik rambut kepalanya hingga membuat perempuan tersebut merintih kesakitan, “Berisik! Jika berteriak lagi akan kubuat mulutmu bungkam selamanya,” Dia mengambil sebuah kain dari jubahnya lalu menyumpal mulut perempuan tersebut.
"Meskipun aku tidak suka melihat ini, tapi membungkam mulut perempuan itu ada gunanya juga.” Gumam Yi Fan sambil mengangguk-nganggukan kepalanya kecil, sebab suara majikan perempuannya itu sungguh sangat mengganggu.
“Kalian berempat, bereskan bocah itu untukku.”
“Kalian tidak akan bisa membunuhku karena aku membawa seseorang yang kuat untuk membunuh kalian,” Yi Fan tersenyum sinis, “Luo Zi, keluarlah!”
Luo Zi yang mendengar itu segera keluar dari persembunyiannya, dia tidak tahu mengapa tetapi ucapan Yi Fan seperti sebuah perintah baginya. Setelah menampakan dirinya, Luo Zi tak henti-hentinya merutuki Yi Fan di dalam hatinya, dia ingin sekali mencekik Yi Fan saat ini juga.
Yi Fan menatap Luo Zi, mungkin mereka semua melihat tatapan mata Yi Fan seperti tatapan biasa pada umumnya. Namun, berbeda dengan Luo Zi sebab tatapan Yi Fan kepadanya seperti mengandung sebuah ancaman.
"‘A-ada yang salah dengan bocah ini, sejak kapan tatapannya menjadi sangat menakutkan seperti ini? Dia menjadi berbeda setelah bangkit dari kematiannya," Batin Luo Zi yang mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
Mereka semua memandang Yi Fan dengan heran, mereka kira dia akan mendatangkan orang kuat, tapi ternyata hanya orang yang berada di ranah penempaan tulang seperti mereka. Perempuan itu nampak tidak menyangka bahwa bala batuan yang dibawa oleh Yi Fan ternyata hanya kepala pengurus keluarganya.
“Hei bocah, kurasa otakmu sudah gila setelah kita hajar sebelumnya, aku kira kamu membawa bantuan yang kuat, eh malah hanya orang sekarat sepertimu.”
“Kamu benar saudaraku, bocah ini pasti sudah gila, bukannya lari setelah selamat dari maut, dia malah membawa orang sekarat untuk mati bersamanya.”
Yi Fan yang mendengar itu tersenyum, “Apa kalian kira aku hanya membawa dia?” Dia mengalihkan pandangannya ke arah tempat gelap di sebelah kirinya.
Mereka semua sontak menoleh ke kiri tapi tidak ada siapapun di tempat tersebut. Hal ini membuat mereka murka, tapi saat pandangan mereka dialihkan kembali ke tempat Yi Fan, si Kasiar Iblis itu sudah tidak ada di tempatnya lagi.
“Kemana dia?! Sial! bocah itu menipu kita!”
“Aku kira dia bocah pemberani karena dia terlihat sangat percaya diri tadi, apa perlu kita cari dia?”
“Tidak perlu, dia tidak akan bertahan hidup dengan luka parah seperti itu.”
Luo Zi panik bukan main, dia seorang diri tidak akan bisa menghadapi semua musuh tersebut, tidak peduli seberapa beruntungnya dirinya dia tidak akan pernah menang melawan mereka semua, jangankan menyerang, bertahan saja dia tidak akan mampu.
Luo Zi menatap majikan perempuannya yang ternyata sedang menatapnya dengan sedih, "Meskipun aku membenci sikapnya yang selalu membela Yi Fan tapi aku adalah kepala pengurus Keluarga Qin dan juga kurasa aku lari pun sia-sia karena mereka tentu dapat menyusulku dengan mudah," Di dalam hatinya, Luo Zi membulatkan tekadnya untuk melawan mereka semua.
Walaupun mati setidaknya melawan hingga titik darah penghabisan masih lebih baik daripada lari layaknya orang pengecut seperti Yi Fan, tapi dia juga memaklumi Yi Fan sebab bocah itu bahkan tidak memiliki kemampuan seni bela diri apapun karena dia hanyalah seorang pesuruh di Keluarga Qin atau bahasa kasarnya adalah seorang budak.
“Nona Qin Zu, maafkan aku, tapi mungkin ini adalah hari terakhirku mengabdikan diri di Keluarga Qin.” Luo Zi membungkukan diri dan setelah itu mempersiapkan kuda-kudanya bersiap melawan mereka semua.
Di sisi lain, Yi Fan sedang menyerap Qi untuk membuat sebuah array ilusi di sekitar tempat itu, beberapa kali dia mengeluarkan darah dari mulutnya sebab kondisinya makin buruk setelah memaksakan mengolah Qi, apalagi tubuh barunya sekarang ternyata sama sekali tidak terbiasa dengan Qi.
"Aku tahu bahwa seorang budak tidak diperbolehkan mempelajari seni bela diri apapun tetapi mengolah Qi untuk mempermudah pekerjaan sepertinya sah-sah saja, tapi dia? Tubuh ini bahkan sama sekali tidak pernah menggunakan Qi, apa dia tidak pernah belajar atau sekedar mencari tahu?" Geram Yi Fan yang mulai mempertanyakan kewarasan pemilik tubuhnya dulu.
Setelah beberapa saat akhirnya array ilusi yang dibuat oleh Yi Fan telah siap sepenuhnya, hanya tinggal sentuhan terakhir yaitu bagaimana caranya mengendalikan array itu dengan Qi yang sangat minim.
__ADS_1
Yi Fan menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan, “Baiklah, saatnya berkonsentrasi dan untuk nonaku, maaf karena ini mungkin akan membuat mentalmu sedikit terganggu nantinya.”
Yi Fan tersenyum kecil sebelum akhirnya memejamkan matanya dan memulai mengendalikan array ilusi yang dia buat. Dia bisa saja mengendalikan array yang dia buat sambil bergerak, tapi kondisi tubuhnya sekarang sangat tidak memungkinkannya melakukan hal tersebut, sebab rasa sakit yang berlebihan dapat membuyarkan konsentrasi seseorang walaupun orang itu sekelas Kaisar Iblis sepertinya.