Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 42 Membebaskan


__ADS_3

"Sekarang tolong bawa aku kembali ke camp untuk memulihkan energiku. Aku lelah sekali," pinta Xue Jian.


"Lalu, bagaimana dengan wanita itu bos?" tanya salah seorang prajuritnya.


"Kalau dia masih hidup, bawa dia ke penjara. Kalau sudah mati, buang saja tubuhnya."


"Baik, bos."


Xue Jian dan pasukannya akhirnya kembali ke camp mereka. Karena camp yang rusak akibat dari gempa sebelumnya, para prajurit segera memperbaikinya. Fokus utama mereka adalah memperbaiki camp milik Xue Jian.


Setelah camp Xue Jian selesai diperbaiki, prajurit yang membawa tubuh Xue Jian segera membaringkannya di ranjang.


Setelah itu, mereka memperbaiki semua camp yang rusak. Sementara, Yueyin kembali di masukkan ke dalam penjara besi buatan yang di buat dadakan. Penjara itu berada di dalam salah satu camp mereka. Camp itu dijaga ketat oleh para prajurit.


"Kalian berjaga yang benar, jangan sampai dia kabur lagi dari sini!" ujar salah seorang prajurit.


Beberapa jam kemudian, Yueyin tersadar, "Apa aku sudah mati?" Ia berusaha menggerakan tangannya namun terikat sebuah rantai besi.


"Sepertinya aku masih hidup dan tertangkap mereka lagi. Tunggu! Di mana tuan Han Shu berada!" Yueyin berteriak memanggil-manggil Han Shu.


"Tuan Han Shu! Tuan Han Shu! Tuan Han Shu!"


Namun, tidak ada jawaban apapun darinya. Yang ada para prajurit yang mendengar teriakan Yueyin langsung bergegas menemuinya.


"Diamlah! Ada apa denganmu?! Kau memanggil-manggil orang yang sudah mati," teriak salah seorang prajurit sembari menghantamkan senjata yang dibawanya pada sel penjara.


"Mati? Tidak mungkin, jika tuan Han Shu mati aku pasti sudah mati. Sebenarnya apa yang terjadi setelah aku pingsan?" batin Yueyin bertanya-tanya.


"Sepertinya takdirku memang membusuk di tempat ini. Sekeras apapun aku berusaha berlari, aku selalu terjatuh di tempat yang sama."


"Apa tuan Han Shu akan menyelamatkanku? Walaupun kemungkinannya sangat kecil, aku masih berharap dia akan datang menyelamatkanku." Yueyin kemudian memejamkan matanya untuk tidur.


Sebelum tidurnya nyenyak, Yueyin mendengar pembicaraan prajurit mengenai Xue Jian.


"Apa bos baik-baik saja?"


"Ya, bos sudah di obati dan katanya akan sadar dalam 3 hari."


"Sebenarnya siapa yang membuat bos sampai terluka seperti itu?"


"Aku tidak tahu karena saat itu aku tidak ditempat pertarungannya, tapi aku dengar lawannya sudah mati."


"Oh, benarkah?"

__ADS_1


"Ya, bahkan pohon-pohon di sana banyak yang tumbang."


"Apa! Lalu bagaimana dengan Formasi Ilusi di hutan ini? Apa juga ikut hancur? Kalau sampai hancur, aku khawatir tempat persembunyian kita dapat ditemukan oleh mereka."


"Yang aku dengar karena gelombang energi milik bos, Formasinya hampir hancur tapi sekarang sedang diperbaiki."


"Ini benar-benar kerugian, padahal kita sudah mengumpulkan banyak pasukan tetapi banyak yang keluar karena masalah ini."


Sementara, Yueyin terus mendengar pembicaraan prajurit itu.


"Ini informasi yang penting. Aku harus bisa pergi dari sini." Yueyin berusaha melepas rantai yang mengikat kedua tangan dan kakinya. Tetapi rantai itu tidak mau terlepas. Ia terus berusaha mati-matian untuk melepasnya.


***


Sementara itu, di tempat pertarungan. Setelah Han Shu terkena jurus Xue Jian yang sangat kuat, ia terpental jauh hingga tertimpa batang pohon yang besar.


Ia mengangkat batang pohon itu dan melemparnya. Setelah itu ia meludahkan darah dari mulutnya dan membersihkan pakaiannya yang berdebu.


"Sekarang aku ingat siapa orang yang membuat jurus itu. Untung saja, sekilas aku tahu kelemahannya karena dulu pernah melawannya. Kalau tidak aku pasti sudah mati," batin Han Shu.


"Pantas saja dia kuat di dunia ini, pasti karena gurunya. Setelah sekian lama akhirnya aku menemukanmu, Jing Tian..." gumam Han Shu sembari melihat ke atas langit.


"Apa aku harus memeriksanya sekarang? Tapi aku tidak memiliki senjata apapun. Aku juga tidak bisa keluar dari hutan ini."


Han Shu kemudian memikirkan rencana yang akan dilakukan kedepannya.


Ia akhirnya memutuskan untuk lebih mengutamakan menyelamatkan Yueyin dari penjara dari pada mencari keberadaan Jing Tian.


"Mencarinya bukanlah hal yang mudah tapi, dia memiliki seorang murid yang akan menuntunku bertemu dengannya. Aku akan menyelamatkannya Yueyin terlebih dahulu," gumamnya.


Di malam hari...


Han Shu telah mengawasi camp mereka beberapa jam lalu. Pasukan mereka hanya tersisa ratusan saja.


"Seperti ini akan sangat mudah."


Hembusan angin yang menerpa dengan lembut. Lampu obor yang menerangi camp prajurit. Sebuah camp yang terlihat lebih besar dari yang lainnya dengan banyak lampu onor yang mengelilinginya.


Mata Han Shu tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih yang membuatnya bisa melihat jauh di kegelapan dan dapat menembus dinding.


"Apa dia di sekap di sana?" Ia melihat ke arah camp besar itu tetapi tidak melihat keberadaan Yueyin di sana.


"Bukan, bukan, bukan, bukan." Satu persatu Han Shu melihatnya namun masih belum menemukannya.

__ADS_1


Hingga akhirnya ia melihat camp yang dikelilingi puluhan prajurit. Ia melihat semakin dan menemukannya.


Han Shu melesat dengan cepat tanpa menyebabkan kebisingan di camp itu. Ia berjalan pelan mendekat ke camp tempat disekapnya Yueyin dan satu persatu melumpuhkan prajurit yang menjaganya.


Setelah mereka berhasil dilumpuhkan, Han Shu masuk ke dalam dan membebaskan Yueyin.


Ia menghancurkan sel penjara dengan mencengkramnya. Kemudian ia membangunkan Yueyin.


"Hey, kalau kau ingin keluar, bangunlah!"


Yueyin ternyata hanya berpura-pura tertidur dan sudah menyadari kedatangan Han Shu.


Dengan rantai yang masih menhikat di kedua tangan dan dan kakinya masih, Yueyin keluar dari penjara. Ia berusaha melepaskan rantai itu tetapi masih belum berhasil.


Han Shu yang melihatnya berusaha membantu tetapi ia mengurungkan niatnya setelah melihat lebih dekat.


"Ini bukan rantai biasa," batin Han Shu sedikit terkejut.


"Berhenti, kau tidak akan bisa melepasnya." Han Shu menghentikan usaha Yueyin.


"Mengapa?" tanya Yueyin dengan wajah datar.


"Aku malas menjelaskannya. Kita keluarlah dari sini terlebih dahulu," ajak Han Shu. Ia memimpin jalannya.


"Tunggu, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." Yueyin menghentikan langkah Han Shu.


"Aku sudah tahu apa yang ingin kau sampaikan. Kau pergilah, ada sesuatu yang ingin kulakukan di sini."


Yueyin mengangguk, kemudian ia keluar dari camp. Namun, saat Yueyin keluar, seorang prajurit melihatnya.


"Siapa di sana?" Karena keadaan gelap, ia tidak bisa melihatnya dengan jelas.


Ketika mendekat, ia terkejut karena melihat puluhan prajurit tergeletak di tanah. Ia kemudiam berteriak dengan keras memberitahu prajurit lainnya.


"Penyusup!"


Yueyin dengan cepat melesat ke arahnya dan mencekik lehernya hingga terpisah dari badannya.


Namun, hal itu tidak membuat para prajurit lainnya tidak bergegas keluar dari campnya.


Dengan membawa senjata seadanya dan sebuah obor di tangannya, para prajurit langsung mendatangi tempat asal suara itu.


Sementara, Yueyin masih terdiam di tempatnya dan tidak beranjak pergi dari sana karena Han Shu tidak ikut pergi bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2