Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 75 Bulan Purnama


__ADS_3

Di depan Ruang Kamar, Han Shu dan Yueyin masih berdiri di depan pintu. Han Shu terlebih dahulu melihat-lihat sekitar untuk memeriksa keberadaan orang.


"Sepertinya tidak ada orang di sekitar sini," batinnya.


"Yueyin, masuklah." Han Shu mengajak Yueyin masuk. Ia terlebih dahulu masuk karena ia yang mengajaknya.


"Tidak, tuan. Aku di sini saja." Sayangnya Yueyin menolak. Ia merasa tidak enak masuk ke dalam kamar Han Shu.


"Mengapa kau tidak mau masuk? Apa ada sesuatu di dalam?"


"Itu... Aku merasa tidak enak saja. Itu kamar pribadimu dan aku seorang wanita yang bukan siapa-siapamu, aku tidak bisa masuk." Yueyin bingung mengungkapkannya.


"Oh, apa ada hal semacam itu? Aku baru tahu. Padahal waktu itu kita satu kamar di penginapan."


"Ahh, terserah kau saja. Kalau begitu aku akan masuk. Kau bisa masuk kalau membutuhkan bantuanku." Sebagai seseorang yang tidak tahu hal semacam itu adalah pelajaran baru yang harus di ingat.


Ketika Han Shu masuk ke dalam, ruang kamar terlihat tidak terlalu rapi juga tidak terlalu berantakan.


"Ini wajar sedikit berantakan seperti ini karena sudah ditinggalkan beberapa bulan. Tapi... Seharusnya tidak seperti inj karena ada dayang. Apa dayang istana tidak membereskannya dengan benar?"


"Sekarang aku tahu alasan kenapa Yueyin tidak mau masuk ke sini. Sudah pasti karena dia tidak mau membersihkan ruang kamar ini." Han Shu sangat percaya dengan keyakinannya. Sungguh kesalahpahaman dari seorang Han Shu.


"Ah, sepertinya aku harus membereskannya."


Han Shu memutuskan untuk merapikan kamarnya tanpa memanggil para dayang istana. Han Shu hanya butuh waktu 10 menit saja untuk menyelesaikannya.


Setelah selesai, Han Shu membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang terasa empuk. Tanpa sadar, perlahan matanya mulai terasa mengantuk.


"Padahal ini tidak melelahkan sama sekalu tapi, entah kenapa aku merasa lelah. Aku sangat mengantuk. Aahh, sepertinya aku harus melupakan bebanku untuk sementara waktu.


Tak berselang lama, mata Han Shu mulai terpejamkan dan akhirnya tertidur. Ia benar-benar melepaskan semua beban yang ada pada pundaknya.


.........


Di malam hari, Han Shu bangun dari tidur lelapnya dan langsung keluar untuk bertemu Yueyin.


Di luar kamar, terlihat Yueyin yang sedang tertidur pulas dengan bersandarkan dinding di dekat pintu kamar Han Shu.

__ADS_1


"Yueyin, bangun. Masuklah ke dalam. Di luar sangat dingin. Aku akan mencarikan kamar untukmu." Han Shu berusaha membangunkannya.


"Mengapa tidak dari siang aku mencarikan kamar untuknya? Aahh, dimana dayang-dayang siang tadi? Aku harus menanyakannya," batinnya.


Perlahan Yueyin membuka matanya. Ia melihat ke arah Han Shu dan mengucek matanya karena pandangannya yang masih buram.


"Tuan, ada apa?" tanya Yueyin dengan masih bersandar pada dinding.


"Masuklah ke dalam. Apa kau tidak kedinginan di sini?"


"Aku sudah terbiasa tidur di tempat manapun, jadi tuan tidak perlu khawatir. Aku akan tidur di sini saja." Yueyin menolaknya.


"Ini Istana Kekaisaran. Apa kau ingin menghilangkan martabat kekaisaran karena tidak melayani tamu dengan baik!"


"Apa aku tamu di sini? Sepertinya tidak, aku bukan siapa-siapa di sini," batin Yueyin.


"Aku akan mencari tempat lain untuk tidur." Yueyin akhirnya memutuskan untuk pergi.


Ketika Yueyin beranjak bangun dari sandarannya, tiba-tiba Han Shu meraih tubuhnya, menggendongnya layaknya tuan putri dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Tuan!" Yueyin nampak terkejut namun ekspresinya langsung datar beberapa saat kemudian.


Yueyin juga berusaha untuk memberontak tetapi, tentah kenapa ia mengurungkan niatnya. Ia membiarkan dirinya seperti itu tanpa berekspresi sedikitpun.


Han Shu membawa masuk Yueyin dan membaringkannya di tempat tidurnya. Ketika Han Shu melepaskan tangannya, Yueyin langsung duduk dan beranjak keluar setelah Han Shu lengah.


"Kau tidurlah di sini! Kalau kau berani keluar, awas saja! Aku akan menghukummu!" Han Shu menegaskan hal itu. Kemudian ia beranjak keluar.


Yueyin hanya bisa mengangguk menerimanya. Ia kemudian kembali berbaring di ranjangnya dan mulai memejamkan matanya untuk tidur.


"Aahh... Nyaman sekali. Sudah lama aku tidak merasakan kenyamanan seperti ini." Yueyin benar-benar merasa sangat nyaman. Bebannya terasa sedikit berkurang setelah ia tidur di sana.


.........


Sementara itu, Han Shu bukannya pergi mencari dayang, ia malah pergi ke atap Istana Kekaisaran. Entah apa alasannya ia pergi ke sana.


Han Shu duduk Santai di suatu tempat yang sangat dikenalinya dari ingatan pemilik tubuh sebelumnya sembari memandangi bulan yang kebetulan sedang fase bulan purnama.

__ADS_1


Sinar rembulan menerangi tempat-tempat gelap di bawahnya. Malam yang harusnya terasa gelap menjadi lebih berwarna karena eloknya bulan purnama.


Han Shu menikmati malam yang sunyi, ditemani oleh sinar rembulan dengan bersandar dan menggunakan kedua lengannya sebagai alas kepalanya.


Beberapa menit kemudian, datanglah seorang wanita dengan paras yang cantik. Ia bukanlah Yueyin melainkan orang lain yang tidak Han Shu kenali. Jika membandingkannya dengan Yueyin, wajahnya lebih cantik.


"Han Shu..." Wanita itu terkejut dengan suara yang rendah. Ia masih belum sepenuhnya yakin kalau yang ada dihadapannya adalah Han Shu.


"Siapa? Apa aku mengenalmu?" Han Shu benar-benar tidak tahu siapa wanita itu. Bahkan dalam ingatan pemilik tubuh sebelumnya, tidak ada kenangan tentangnya.


"Ahh, maaf ini pertama kalinya aku bertemu denganmu." Sekilas wanita itu tersenyum tetapi senyuman di wajahnya langsung berubah menjadi rasa empati.


"Pertama kali bertemu tapi sudah mengenal namaku. Sepertinya ada hal yang terlupakan di sini," batin Han Shu.


"Namaku memang Han Shu, tapi dari mana kau tahu namaku? Apa kau mengenalku?" tanya Han Shu.


"Dia benar Han Shu..." batin wanita itu.


"Aku sudah lama mengenalmu, sangat lama. Ah, maaf sepertinya aku harus pergi sekarang," jawab wanita itu dan ia langsung berpamitan pergi.


"Tunggu!" Han Shu memegang tangan wanita itu untuk menghentikan kepergiannya.


"Sepertinya ada sesuatu yang kau sembunyikan. Apa kau bisa memberitahukannya padaku?" pinta Han Shu. Ia melepaskan tangannya.


"Aku..." Wanita itu ragu untuk mengatakannya.


"Kalau kau tidak mau tidak usah dipaksakan. Setidaknya beritahu namamu padaku. Mungkin aku bisa mengingat tentangmu."


"Feng Yin, itu namaku." Ia memberitahukan namanya sembari tersenyum.


"Feng Yin? Aku sama sekali tidak mengingatnya. Jadi, ada urusan apa kau datang kesini?" tanya Han Shu.


"Aku hanya tidak sengaja lewat sini."


"Oh begitu..." Han Shu tidak lagi menahan kepergiannya.


Karena tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, Feng Yin pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi antara dirimu dengannya, Han Shu? Dia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi terhalang oleh sesuatu juga."


"Mari lupakan tentang itu. Sekarang aku harus memikirkan cara untuk melawan invasi Ras Iblis."


__ADS_2