Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 51 Setumpuk Koin emas


__ADS_3

Han Shu mulai membuka buku daftar para buronan. Di mulai dari halaman pertama, buronan dengan imbalan yang terendah. Hingga ia membuka hampir semua lembaran.


Ketika tepat dua lembar terakhir, Han Shu melihat dirinya masuk dalam daftar buronan.


"Apa ini!?" Han Shu terkejut.


Namun, ia terkejut bukan karena namanya tercantum di sana tetapi karena imbalan yang diberikan untuk membunuh dirinya, menurutnya cukup menggiurkan.


"Kira-kira apa ya, yang akan diberikan oleh Pemilik Organisasi Pasar Gelap kepada orang yang berhasil membunuhku?" Han Shu pun penasaran.


"Mungkin aku bisa memanfaatkan orang lain untuk mendapatkannya. Untuk sekarang aku belum bertemu dengan orang yang pas."


"Yueyin? Tidak, dia juga salah satu buronan. Aku harus mencari seseorang yang kuat," batin Han Shu.


Sekarang Han Shu sudah tahu apa alasan pengunjung bahkan penduduk kota selalu menatapnya ketika pertama kali masuk ke kota itu.


"Rupanya ini alasannya... Sepertinya di sini akan menyenangkan. Aku sangat menantikannya." Han Shu tiba-tiba menyeringai, membayangkan hal yang akan terjadi.


"Yueyin, belilah senjata yang kuat sebanyak yang kau inginkan. Karena akan banyak pembunuh yang mengincar kita, ini untuk persiapan kita," kata Han Shu.


"Ambil ini. Kalau sudah selesai kita akan bertemu lagi di sini." Han Shu melempar kantong besar berisi Koin emas kepada Yueyin.


Yueyin menangkapnya, tetapi ia masih belum pergi dari sana untuk membeli senjata.


"Ada apa? Mengapa kau tidak pergi? Apa uang itu kurang?" tanya Han Shu.


Tetapi Yueyin tidak membalas pertanyaan Han Shu. Ia hanya diam tanpa ekspresi apapun seperti sedang memikirkan sesuatu.


Han Shu memejamkan matanya dan berpikir sejenak. Kemudian ia mulai berbicara.


"Baiklah, baiklah, aku beri kau dua pilihan. Pertama kau ambil uang itu dan keluar dari kota ini sesegera meungkin atau pilihan kedua kau tetap di sini bersamaku."


"Apa yang akan terjadi kedepannya tidak bisa kau bayangankan. Saat ini kau mungkin berpikir, kau akan mati jika terus mengikutiku, tapi itu hanya pemikiranmu saja. Jadi, pilihlah sekarang. Aku tidak akan memaksamu."

__ADS_1


Han Shu memberikan dua pilihan setelah ia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Yueyin. Ia juga tidak menyangka kalau Yueyin mengalami masa-masa itu.


"Berikan aku waktu, aku akan segera kembali." Setelah mengatakan itu Yueyin pergi meninggalkan Han Shu.


Han Shu hanya bisa menatap kepergian Yueyin tanpa bisa menghentikannya. Ia hanya bisa menunggunya kembali untuk memberikan jawaban atas pilihannya.


"Pilihanmu akan menentukkan kehidupanmu di masa depan nanti," gumam Han Shu.


"Hmmm, sembil menunggu Yueyin datang, aku akan menyewa ruangan kultivasi untuk meningkatkan kekuatanku," gumamnya.


Setelah ia berkeliling bersama pelayan sebelumnya selama puluhan menit, ia sudah menghapal semua tempat dan fasilitas di tempat itu. Salah satunya adalah Ruangan Kultivasi.


Han Shu kemudian pergi ke tempat penyewaan ruangan kultivasi. Ia menemui orang yang mengelola tempat itu untuk menyewa salah satu ruangannya.


"Aku ingin memesan satu ruanagn. Apa kau bisa menjelaskan informasi tentang ruangan kultivasi di sini? Ini pertama kalinya aku datang ke sini." Han Shu tersenyum ramah.


Karena kedatangan Han Shu yang tiba-tiba, pengelola itu terkejut. Ia kemudian menenangkan dirinya sebelum berbicara.


"Ehm... Ehm... Maaf, aku akan menjelaskannya sekali. Ruangan Kultivasi dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga. Masing-masing kelas memiliki energi Qi yang berbeda. Di mulai dari kelas satu, memiliki energi Qi yang paling sedikit dan jelas tiga yang memiliki energi Qi yang melimpah," jelasnya.


Han Shu mendengarnya dengan baik, kemudian ia memutuskan untuk menyewa Ruangan Kultivasi kelas tiga.


"Aku ingin menyewa Ruangan Kultivasi kelas tiga selama tiga hari," kata Han Shu.


Jelas pengelola itu terkejut. Ruangan Kultivasi kelas tiga hanya bisa di sewa maksimal 6 jam. Selain karena biayanya yang sangat mahal, orang-orang kaya banyak yang mengantri ingin meningkatkan kultivasinya dengan cepat di sini.


"Maaf tuan, sewa maksimalnya hanya 6 jam saja." kata sang pengelola.


"Lagian harganya juga sangat mahal, tidak mungkin dia dapat menyewanya," batin pengelola meremehkan Han Shu.


"Memangnya berapa biaya sewa perjamnya?" tanya Han Shu dengan wajah dongin. Ia tidak suka diremehkan.


"Ruangan Kultivasi kelas tiga hanya 1.000 Batu Spiritual tingkat tinggi perjamnya," kata sang pengelola memberitahukan harganya.

__ADS_1


"Itu sangat mahal, 1 juta Koin Emas perjam, 24 juta Koin Emas perhari, kalau tiga hari senilai 72 juta Koin Emas. Apa kau benar-benar mengatakan harga yang sebenarnya?"


Han Shu sangat terkejut. Ia pikir untuk menyewa selama tiga hari hanya menghabiskan paling banyak 10 juta Koin Emas. Tetapi kenyataannya sangat berbeda jauh dengan yang ia perkirakan.


"Benar tuan, itu memang benar harganya. Ini sudah ditentukan oleh tempat ini, aku hanya mengelolanya saja," jelasnya.


Tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari salah satu Ruangan Kultivasi kelas tiga dengan perasaan bahagia.


"Hahaha, akhirnya aku bisa menerobos tiga tingkat hanya dalam waktu satu jam saja di tempat ini. Sekarang tingkat kultivasiku hampir mencapai ranah Nescent Soul." Ia tertawa senang membanggakan dirinya sendiri.


"Lihatlah tuan, ia menyewa ruangan dalam waktu satu jam dan sudah meningkatkan kultivasinya hingga tiga tingkat."


"Apa aku boleh mencobanya sebentar?" Han Shu ingin memastikan benar atau tidaknya manfaat ruangan itu. Ia tidak ingin tertipu.


"Maaf, tuan. Ruangan itu hanya digunakan oleh pelanggan yang menyewa." Secara tidak langsung, perkataan pengelola itu menyindir Han Shu.


"Kalau Anda tidak memiliki cukup uang, Anda dapat menyewa Ruangan Kultivasi kelas satu. Harganya cuma 100 Koin Emas," lanjutnya menyarankan.


Han Shu tiba-tiba mengeluarkan tumpukan Koin Emas hingga menjulang tinggi dari cincin penyimpanannya. Ya, semua hasil dari perampokan selama ini.


"Apa ada tempat untuk penukaran Batu Spiritual tingkat tinggi di sini?" kata Han Shu dengan nada datar.


Pengelola beserta pengunjung yang melihatnya membuka mulutnya lebar karena terkejut melihat tumpukan berisi Koin Emas secara langsung.


"Siapa pemuda itu? Dari mana ia mendapatkan semua harta itu?"


"Bahkan seorang Pangeran pun tidak mungkin memiliki harta sebanyak itu di tangannya."


Semua pengunjung yang menyaksikan menayakan identitas Han Shu pada rekannya. Namun, tidak ada dari mereka yang mengenalnya.


Mereka hanya tahu kalau Han Shu ada dalam daftar buronan yang sedang hangat-hangatnya. Mata mereka tiba-tiba terbinar-binar karena ingin memiliki harta itu.


Tetapi mereka menahan dirinya untuk sementara karena berada di tempat yang tidak tepat untuk membunuh.

__ADS_1


Ada juga pengunjung lain yang mengincar kepala Han Shu menjadi waspada karena identitas Han Shu yang tidak mereka ketahui. Mereka pikir, Han Shu berasal dari keluarga yang hebat dan tidak mudah untuk di singgung.


"Rencana pertama selesai. Mereka semua pasti akan berhati-hati dalam mengambil tindakan. Aku bisa lebih tenang sekarang," batin Han Shu menyeringai.


__ADS_2