
Di Istana Kekaisaran Meng, Kaisar Han sedang berada dalam ruangannya bersama dengan dua orang. Mereka adalah orang yang diperintahkan Kaisar Han untuk mengawasi pergerakan pasukan ras iblis.
"Bagaimana pergerakan mereka?" tanya Kaisar Han sembari melihat ke luar jendela yang ada pada ruangannya.
"Kami sudah mengawasi mereka dari jauh, sebelum kami datang kemari pertempuran masih berlangsung. Pemimpin Keluarga Lin dan pasukannya juga ikut andil dalam pertempuran."
"Namun, mereka bergegas mundur ketika stamina mereka habis. Dan untuk pangeran pertama, kami tidak tahu harus berkata apa. Dia seperti orang yang berbeda dari yang kami kenal." Kedua orang itu menjawab.
"Apa yang terjadi dengannya? Mengapa kalian berkata seperti itu? Apa terjadi susuatu padanya?" Kaisar Han kembali bertanya dengan menatap mereka.
"Pangeran pertama baik-baik saja. Saat ini ia masih bertarung. Sejujurnya kekuatan miliknya benar-benar di luar nalar. Dari sekian banyak orang-orang kuat yang kami kenal, pangeran pertama sudah sangat jauh di atas mereka bahkan Kaisar Han sendiri." Jawab mereka.
"Tetap saja, dia masih putraku. Mau dia berubah sejauh apapun dia masih tetaplah putraku." Kaisar Han juga berpendapat demikian. Namun dia berpikir untuk tetap menganggapnya seperti hal yang biasa.
"Mungkin dia telah menemukan guru yang hebat sejak lama dan menyembunyikan kekuatannya." lanjut Kaisar Han berkata.
Kedua orang itu pun sama. Mereka sepemikiran dengan Kaisar Han. Tidak mungkin seseorang yang lemah bisa berubah kuat dalam waktu yang singkat tanpa seorang guru yang hebat.
"Sekarang lupakan saja tentang hal itu. Berapa lama mereka akan datang ke sini?" tanya Kaisar Han.
__ADS_1
"Dengan kekuatan mereka seharusnya mereka akan sampai di sini kurang dari 1 hari."
"Bagaimana dengan jumlah mereka?" Kaisar Han tidak terlalu berharap dengan pasukan Pemimpin Keluarga Lin dan juga yang lainnya namun, jawaban dari kedua orang itu membuatnya terkejut.
"Setengah dari mereka sudah berhasil dikalahkan."
"Apa! Bagaimana mungkin! Baiklah, sekarang kalian bisa pergi. Kalian awasi lagi pergerakan mereka."
Kedua orang itu pun segera menghilang dari ruangan itu.
"Setengah dari pasukan mereka berhasil dikalahkan, apakah itu karena Han Shu? Jika itu benar, kekuatannya pasti akan semakin berkurang. Aku harus malaporkan ini pada Kaisar Meng. Aku harus meminjam pasukan darinya."
Mengikuti arahan dari orang-orang yang melihat Kaisar Meng, Kaisar Han akhirnya bertemu dengannya di luar istana. Terlihat puluhan ribu prajurit sedang berbaris menghadap ke arah Kaisar Meng.
Ketika Kaisar Meng melihat Kaisar Han, ia langsung mendatanginya.
"Ada apa mencariku?
"Aku ingin meminjam pasukanmu untuk menyelamatkan putraku. Dan juga pasukan ras iblis sedang bergegas kemari."
__ADS_1
"Jika aku meminjamkan pasukanku padamu, lalu bagaimana jika pasukan ras iblis datang kemari sebelum kau kembali?"
"Hal itu tidak akan terjadi. Putraku sedang menahan mereka di sana dan ini sudah sangat lama sejak aku meninggalkannya. Kemungkinan besar ia sudah kehabisan energi, aku ingin menyelamatkannya."
Namun, Kaisar Meng tidak mempercayai perkataan Kaisar Han.
"Aku anggap itu sebuah candaan."
"Aku tidak bercanda, bahkan putraku sudah mengalahkan setengah dari pasukan ras iblis." Kaisar Han berusaha meyakinkan.
"Mengapa tidak kau sendiri yang menyelamatkannya? Kau bisa menyuruh putramu untuk mundur."
"Aku..."
"Lapor yang mulia! Wanita yang waktu itu kabur dari istana sudah kembali. Dia juga membawa seorang laki-laki yang terluka parah. Wanita itu bilang laki-laki yang bersamanya adalah Pangeran Han."
Tiba-tiba seorang prajurit datang melapor.
Mendengar hal itu, Kaisar Han langsung bergegas menemuinya. Ia khawatir dengan keadaan Han Shu. Diikuti dengan Kaisar Meng yang juga penasaran dengan apa yang terjadi.
__ADS_1