
Beberapa menit yang lalu, ketuka Han Shu sedang berdiri memandang pancaran cahaya berwarna merah di tengah kota di dekat jendela.
Yueyin beranjak mendekatinya dan memegang ujung lengan pakaian Han Shu.
"Tuan, mengapa Anda menyelamatkanku? Padahal aku tidak berhak lagi hidup di dunia ini," tanya Yueyin.
Tanpa menoleh ke arahnya, Han Shu menjawab, "Apa salahnya menyelamatkan orang lain... Aku hanya tidak bisa membiarkan orang lain mati di depanku, itu saja."
"Tuan, jangan bercanda padaku." Yueyin mencubit tangan Han Shu.
"Ah baiklah, baiklah. Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku menyelamatkanmu karena kau masih berguna untukku."
"Apa kau mau menyuruhku membunuh banyak orang lagi? Aku sudah muak dengan itu. Lebih baik tuan membunuhku saja."
"Apa sih, yang kau pikirkan tentangku? Aku bahkan belum mengatakannya, tapi kau sudah menduga-duganya."
"Tuan adalah orang yang suka membunuh dan kejam, percaya dirinya tinggi, dan tidak takut dengan apapun. Hanya itu yang baru aku tahu." Yueyin benar-benar menyebutkan sesuatu tentang Han Shu.
"Ya tidak usah disebutkan juga. Pokoknya kau akan berguna untukku nanti. Sekarang kau bantu aku, agar bisa berguna."
"Apa yang bisa kubantu, tuan?"
Han Shu duduk dan mengambil Kantong Emas berukuran kecil yang ia dapatkan dari pelelangan di chapter sebelumnya.
Kemudian ia menjawab keingintahuan Yueyin, "Nanti kuberitahu."
Han Shu meletakkan kantong emas itu beberapa meter di depannya. Ia kemudian berfokus pada Kantong Emas itu.
"Terbuka!"
Tiba-tiba, cahaya muncul dari dalam Kantong Emas itu membentuk sebuah pintu besi yang amat besar dengan rantai menyilang yang menutupinya. Di tengahnya terdapat sebuah kotak besi yang membentuk tangan manasia.
"Setelah kau melihat jiwaku masuk ke dalam sana, kau bantu alirkan energimu ke dalam tubuhku. Apa kau mengerti?"
Yueyin mengangguk memahaminya.
Setelag beberapa saat, Jiwa Han Shu berpisah dari tubuhnya dan mendekat ke arah pintu besi. Yueyin sempat terkejut melihatnya tetapi ia segera menenangkan dirinya.
Jiwa Han Shu meletakkan tangan kanannya pada kotak besi itu dan tiba-tiba rantai dan pintunya terbuka.
Han Shu kemudian masuk ke dalam dan sampai di sebuah ruangan yang cukup luas.
Kantong Emas itu adalah Ruang Dimensi milik Han Shu di kehidupan pertamanya. Tempat itu adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan semua harta miliknya.
Ruang Dimensi terlihat seperi bangunan dengan beberapa lantai di atasnya. Saat ini Han Shu masih berada di lantai pertama. Terdapat lemari dan tempat-tempat lain yang digunakan untuk menyimpan barang-barang di sana.
"Aku harus cepat mencarinya."
__ADS_1
Han Shu melihat ke sekelilingnya dan mencari benda yang saat ini dibutuhkannya untuk melawan Ras Iblis.
Terdapat banyak sekali senjata dan juga harta-harta berharga yang tersusun rapi di lemari.
Namun, kebanyakan benda yang ada di sana tidak dapat digunakan oleh Han Shu dengan kekuatannya sekarang.
Han Shu berjalan melewati lemari demi lemari, tempat demi tempat dan akhirnya menemukan barang yang dicarinya. Terlihat sebuah pedang besar dengan sinar cahaya putih yang selalu muncul sekelilingnya.
Han Shu perlahan mengambilnya dan tiba-tiba dirinya tertarik keluar dari tempat itu.
Jiwa Han Shu kembali ke tubuh aslinya dan untung saja pedang yang ia ambil sebelumnya terbawa juga. Pedang itu tergeletak di lantai.
"Hanya tiga menit kah?" batinnya sedikit kecewa.
"Yueyin, apa kau tidak-apa?" Han Shu mengkhawatirkan keadaannya.
Terlihat Yueyin sedang berbaring di belakang tubuh Han Shu dengan nafas yang tidak stabil. Namun, kesadarannya masih ada. Ia terlihat hanya kelelahan saja.
Han Shu berdiri dan menghampiri pedang itu. Kemudian ia mengambilnya dan mengayunkannya beberapa kali di udara.
"Hanya ini yang bisa kugunakan sekarang."
Pedang Suci adalah pedang yang Han Shu dapatkan ketika berada di Dunia Immortal. Tentu saja ia dapatkan tanpa izin dari pemiliknya.
"Tuan, padang apa itu?" Yueyin yang sudah cukup berbaring, beranjak duduk.
"Ini... Kau bisa menyebutnya Pedang Suci," jawab Han Shu sembari menunjukkannya pada Yueyin.
"Entahlah, aku hanya mengikuti author saja."
Pedang Suci hanya bisa digunakan oleh Kultivator yang memiliki Elemen Cahaya. Walaupun namanya terdengar keren, pedang itu hanyalah pedang yang lemah, bagi Han Shu.
Akan tetapi, pedang itu sangat efektif untuk melawan Ras Iblis yang mempunyai Energi Kegelapan dan regenerasi yang merepotkan. Pedang ini dapat menghambat regenerasi yang dilakukan Ras Iblis.
"Bukankah pedang ini pedang yang hebat? Mengapa tuan mengatakan kalau pedang ini lemah?" tanya Yueyin penasaran.
"Lihatlah, lebih dekat." Han Shu memberikan pedang itu pada Yueyin. Yueyin kemudian melihatnya lebih jelas lagi.
Terlihat banyak retakan pada pedang itu. Jika dilihat dari jumlah retakannya, pedang itu sebentar lagi akan hancur.
"Sekarang kau paham?"
Yueyin menggangguk paham, kemudian ia bertanya lagi.
"Apa tuan memiliki Eleman Cahaya? Karena tuan memilikinya, sudah pasti tuan memilikinya, bukan?"
"Tentu saja... Tidak."
__ADS_1
"Hah, lalu untuk apa tuan memilikinya?" Yueyin terkejut dengan jawaban Han Shu.
"Tidak memiliki Elemen Cahaya bukan berarti aku tidak bisa menggunakannya."
"Yah, walaupun akan sangat merepotkan, aku harus memaksakan diri untuk itu," batin Han Shu.
"Persiapanku saat ini sudah cukup, aku juga sudah membuat banyak pil regenerasi untukku. Seharusnya ini cukup."
Han Shu menyimpan Pedang Suci pada cincin penyimpanannya. Kemudian ia beranjak pergi meninggalkan Yueyin. Sebelum itu, ia menyampaikan sesuatu padanya.
"Sekarang, kau pergilah sejauh mungkin dari sini. Kalau tidak, aku tidak akan bisa menyelamatkanmu lagi. Aku harap kau tidak mencoba untuk bunuh diri lagi."
"Baiklah," jawab Yueyin meyakinkan.
.........
Di tempat pertarungan.
Kaisar Han masih saja memeluk Han Shu dengan erat. Air matanya perlahan mulai berhenti karena sudah cukup menangis.
Saat Kaisar Han memeluk dirinya, Han Shu sama sekali tidak membalas pelukannya, ia hanya berdiri sembari melihat Iblis yang berdiri di depannya. Tetapi, Ia berusaha menahan diri untuk tidak melepaskan dirinya dari pelukan Kaisar Han.
Namun, ia sudah tidak tahan lagi, "Apa ayah sudah selesai memelukku? Kalau terus seperti ini, kita bisa mati oleh Iblis itu," tanya Han Shu dengan ekspresi datar.
"Ahh, maaf."
Seketika, Kaisar Han melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang masih menetes. Kemudian ia bersiap dalam posisi bertarungnya.
"Kekeke, seperti kalian berdua keluarga yang telah lama berpisah. Kalau begitu, aku akan membunuh kalian semua!"
Iblis itu tertawa melihat tingkah laku mereka. Ia kemudian melesat ke arah mereka dengan cepat.
Han Shu tanpa ragu juga melesat ke arah Iblis itu bahkan membuat Kaisar Han terkejut dengannya.
"Tidak, kau harus pergi dari sini. Dia lawan yang berbahaya!" Kaisar Han berteriak berusaha menghentikannya. Namun, Han Shu tidak mendengar sedikitpun perkataannya.
Mereka bertemu di tengah-tengah dan mengadu pukulan mereka. Angin langsung bertiup kencang disekitar mereka.
"Kekeke, seranganmu lemah sekali." Iblis itu tertawa.
"Apa kau yakin?" Han Shu menyeringai.
Boom!
Tiba-tiba, lengan Iblis itu meledak. Daging dan darah berceceran ke tanah, hanya tersisa tulang-tulangnya saja. Begitu juga dengan lengan Han Shu yang juga ikut meledak.
"Arrgghh!"
__ADS_1
Iblis itu sedikit mengerang kesakitan, tetapi lengannya segera beregenerasi dengan cepat. Sedangkan Han Shu segera mengeluarkan pil dari cincin penyimpanan dan memakannya. Seketika, lengan Han Shu juga pulih.
"Kau! Apa yang kau lakukan padaku!?" Iblis itu merasakan bahaya pada diri Han Shu. Dan ia segera mundur menjaga jarak.