Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 48 Imbalan yang cukup besar


__ADS_3

Barang-barang di dalam bar banyak yang rusak akibat pertarungan mereka. Setelah pertarungannya selesai, para pelayan segera membersihkan mayat mereka.


"Entah kenapa mereka tidak menunjukkan seluruh kemampuan dan lebih memilih terbunuh di sini. Apa ada sesuatu yang dilarang di sini?" Han Shu bertanya-tanya.


Semua hidangan telah Han Shu habiskan. Ia kemudian mendekat ke arah Yueyin.


"Apa kau tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa, tuan. Tapi aku sangat lapar." Yueyin memegang perutnya yang lapar.


"Kau bisa pesan apapun di sini, aku akan membayar semuanya."


Yueyin mengangguk pelan. Ia kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan secukupnya.


Sementara, Han Shu berjalan keluar untuk mencari udara segar. Namun sebenarnya bukan itu tujuannya.


"Anda mau kemana, tuan?" tanya Yueyin.


"Aku ingin menghirup udara segar." Han Shu melambaikan tangannya tanpa berbalik.


Di luar bar, Han Shu melihat ke arah atas bar dan melihat seseorang yang sejak Han Shu masuk kota terus mengawasinya. Orang itu segera lari ketika keberadaannya diketahui.


"Tunggu!"


Han Shu naik ke atas bar untuk mencari tahu arah orang itu kabur. Namun, saat Han Shu sudah naik ke atas tidak ada jejak kepergiannya.


Tetapi bagi Han Shu, hal itu bukanlah hal yang sulit untuk mencarinya. Ia melihat ke arah selatan dan membuka mata batinnya.


Seketika, seorang pria berbaju hitam dengan wajah yang ditutupi sebagian oleh topeng terlihat dengan jelas.


Ia menatap tajam dengan aura membunuh ke arahnya untuk memberikan peringatan agar orang itu tidak mengawasinya lagi.


.........


"Aku tidak menyangka dia dapat menyadari kehadiranku. Padahal aku sudah menyembunyikannya dengan baik, bahkan seseorang dengan tahap kultivasi Soul Formation tidak akan bisa menyadarinya."


"Siapa dia sebenarnya?"


"Untuk sementara aku akan sedikit menjauh darinya. Aku akan mengawasinya lagi dari jauh," batin pria itu.


Pria itu terus berlari menjauh melewati atap-atap rumah. Tiba-tiba, ia merasakan seseorang menatapnya dengan tajam di belakangnya. Hingga membuatnya berkeringat dingin.

__ADS_1


Saat ia berbalik untuk memeriksa, ia melihat halusinasi seseorang dengan mata merah menyala-nyala seperti monster sedang menerkamnya.


Wajah pria itu menjadi pucat dan keringat dingin semakin bercucuran. Dan tanpa sadar ia terjatuh dari atap rumah.


Bruuk!


Ia langsung bangun dan lari terbirit-birit menjauh sejauh-jauhnya dari Han Shu.


"Dia seorang master! Aku harus kabur!" Ia akhirnya sadar betapa hebat dan berbahayanya orang yang ia awasi.


.........


"Fiuhhh, masalah di sini akhirnya selesai juga. Sekarang aku tinggal mencari informasi tentang pasar gelap," batin Han Shu sembari meregangkan tubuhnya. Ia kemudian kembali masuk ke dalam bar.


"Apa kau sudah selesai, Yueyin?" tanyan Han Shu sembari berjalan ke arah tempat Yueyin.


Tak disangka, Yueyin memesan banyak makanan hingga meja makannya penuh dengan makanan.


"Apa wanita itu makannya sebanyak ini? Sebelumnya Lin Yun, sekarang Yueyin." Han Shu terkejut dan bertanya-tanya.


"Aku sudah selesai makan, tuan." Yueyin terkejut dengan kedatangan Han Shu dan langsung berhenti makan dan berdiri dari tempat duduknya.


"Berapa yang harus aku bayar?" tanya Han Shu. Ia duduk di sana.


"Total semua makanannya hanya 10 Koin Emas dan untuk biaya kerugian dan kerusakan bar hanya 100 Koin Emas. Total seluruhnya 110 Koin Emas," jawab sang pelayan.


Han Shu mengerutkan dahinya dan menatap sang pelayan, "Mengapa aku harus menanggung kerugiannya? Bukankah pelayan di sini yang memulai pertarungannya?" tanya Han Shu kembali dengan santai.


Sembari menunggu jawaban, Han Shu mengambil gelas dan meminta pelayan lainnya untuk mengambilkan dan menuangkam arak pada gelasnya.


Pelayan itu menurutinya dan menuangkan arak ke gelas Han Shu.


"Tambahan untuk segelas arak 10 Koin Perak. Kalau Anda tidak mau membayarnya, kami terpaksa melakukannya dengan kekerasan!"


Pelayan itu menatap tajam ke arah Han Shu. Hingga suasana menjadi tegang, dan tiba-tiba seluruh pelayan di bar juga menatap tajam ke arah Han Shu.


Han Shu menyadarinya kemudian ia bertanya, "Apa semua pekerja di bar ini adalah seorang pembunuh?" Han Shu kemudian meminum araknya dengan sekali tegukan.


"Semua—" Sebelum menyelesaikan kata-katanya, pelayan itu berhenti berbicara.


Tiba-tiba seseorang dengan aura kehadirannya yang kuat masuk ke dalam bar.

__ADS_1


"Selamat datang kembali, nyonya!" Semua pelayan menyambutnya dengan menundukkan kepala.


Terlihat seorang wanita cantik yang sudah berusia cukup dewasa berjalan ke arah Han Shu. Wajahnya tidak kalah cantiknya dengan Yueyin. Dengan setelan pakaian berwarna ungu dan bermotif bunga.


Yueyin yang juga merasakan kehadirannya menjadi waspada dan menghentikan aktifitas makannya. Sedangkan Han Shu tidak mempedulikannya.


Wanita itu melihat ke sekeliling bar dan menyadari kalau terjadi pertarungan beberapa waktu yang lalu.


"Apa yang terjadi di sini ketika aku pergi?" tanya wanita itu pada para pelayan.


"Salah satu pelanggan membuat onar di sini, nyonya. Dan dia tidak mau membayar kerugiannya," jawab salah satu pelayan dengan perkataan yang terbata-bata.


"Apa dia orangnya?" Wanita itu menatap sinis ke arah Han Shu.


"Ya, aku orangnya." Han Shu mengakuinya tanpa memalingkan wajahnya.


"Orang yang lemah berani mengabaikanku!?" batinnya kesal.


"Pelanggan tidak sopan sepertimu memang harus diberi pelajaran." Suasana tiba-tiba menjadi hening.


Wanita itu mengeluarkan aura intimidasinya yang kuat untuk memberi pelajaran pada Han Shu.


Han Shu masih duduk diam seribu bahasa mengahadapai intimidasinya. Tetapi, wanita itu menyangka kalau Han Shu sedang menahan aura intimidasinya dengan sekuat tenaga.


"Memohonlah kalau kau ingin aku menghentikannya." Wanita itu tertawa kecil.


"Apa yang kau bicarakan? Aku sedang menghitung Koin Emas ini untuk membayar makananku." Han Shu berbalik dan menatap kosong wanita itu. Di meja terdapat ratusan koin emas yang sedang Han Shu hitung.


"Bagaimana mungkin dia tidak tertekan dengan aura intimidasi yang kuberikan!?" Wanita itu terkejut dalam pikirannya.


"Ini, total semua yang kau katakan." Han Shu selesai menghitungnya, total 110 Koin Emas dan 10 Koin Perak. Ia memberikannya kepada pelayan di depannya.


"Yueyin, ayo kita pergi!" ajak Han Shu. Ia berdiri dan beranjak pergi bersama Yueyin.


"Tunggu! Ada sesuatu yang ingin aku katakan tentang kota ini." Wanita itu menghentikan langkah Han Shu.


"Selain di malam hari, kota ini tidak boleh ada pertarungan dan pembunuhan. Jika tidak, ia akan dibunuh oleh petinggi Organisasi Pasar Gelap seketika itu juga." Wanita itu berkata sembari melempar gulungan kertas kepada Han Shu.


Han Shu membuka gulungan kertas itu dan melihat sebuah gambar buronan dengan imbalan senilai 100.000 Koin Emas. Gambar burunan itu adalah Yueyin.


"Imbalan yang cukup besar." Han Shu sedikit terkejut.

__ADS_1


__ADS_2