Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 89


__ADS_3

Han Shu langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Mungkin saja ia sudah ketahuan kalau dirinya bukanlah putra Kaisar Han yang dikenalnya.


"Apa aku sudah ketahuan? Aku tidak boleh kegahuan, untuk saat ini aku masih memerlukan identitas ini untuk berurusan dengan masalah lain. Yah, jika aku beruntung bisa selamat," batin Han Shu menenangkan dirinya.


"Apa kau benar-benar putraku, Han Shu? Kau tidak seperti Han Shu yang ayah kenal. Siapa kau sebenarnya? Apa yang terjadi pada Han Shu? Dimana dia?"


Kaisar Han mencurigainya. Ia sangat yakin kalau yang ada di depannya bukanlah putranya, melainkan orang lain, walaupun tubuhnya masih tubuh putranya.


"Apa yang ayah bicarakan? Aku tidak mengerti. Mengapa ayah mencurigaiku seperti itu?" Han Shu berpura-pura bodoh.


"Tidak usah berpura-pura lagi. Katakan di mana Han Shu berada. Wajahmu memang berubah tapi aku masih merasakan aura Han Shu di tubuhmu."


"Tapi, perilakumu bukanlah sesuatu yang pernah dilakukan oleh Han Shu." Sembari bertarung dengan pasukan Ras Iblis, Kaisar Han terus mendesak Han Shu.


Hingga tibalah Klon Han Shu yang bertarung hingga mendekati tempat mereka berdua. Kaisar Han yang melihatnya langsung terkejut.


"Mengapa ada dua orang yang sama?"


Han Shu langsung menjawab keterkejutan Kaisar Han, "Dia hanya klon ku. Untuk keingintahuanmu itu, aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Entah aku Han Shu asli ataupun bukan, aku akan mengatakannya setelah perang ini selesai."


Kaisar Han sedikit memikirkannya sejenak, "Baiklah, tolong katakan padaku yang sejujurnya." Kaisar Han terpaksa menurutinya. Saat ini ia harus fokus dengan peperangan.


Setelah persetujuan Kaisar Han, Han Shu memutuskan untuk menjauh darinya dengan tujuan menghindari kecurigaan yang berlebihan pada Kaisar Han.


"Untuk saat ini Kaisar Han belum sepenuhnya yakin kalau aku bukanlah Han Shu. Aku harap setelah perang ini selesai ia akan melupakan kejadian ini," batin Han Shu berharap.


Peperangan terus berlangsung. Pasukan manusia yang sudah kelelahan hanya tinggal menunggu dihabisi oleh pasukan Ras Iblis.


Namun, dalam keputusasaan mereka, tiba-tiba pasukan bantuan datang. Jumlah mereka mencapai 10 ribu hingga 20 ribu pasukan berkuda yang di pimpin oleh Jenderal Perang, Zhang Yu.


Mereka adalah pasukan yang dikumpulkan Zhang Yu dari berbagai tempat termasuk para penjahat Kekaisaran dengan imbalan kebebasan jika mengikuti peperangan ini. Beberapa ribu dari mereka adalah anggota Kelompok Serigala Malam.


Rencana ini adalah perintah dari Kaisar Han sendiri agar pasukannya bertambah lebih banyak, namun masih tidak mungkin menandingi jumlah pasukan Ras Iblis.


"Akhirnya bantuan datang."

__ADS_1


Pasukan manusia merasa senang dengan kedatangan mereka. Mereka segera mundur dan turun ke bawah bergabung dengan mereka.


Kaisar Han yang melihat bantuan datang langsung mundur untuk bertemu dengan Zhang Yu. Ia benar-benar ingin berterima kasih padanya.


"Tahan mereka sebentar! Aku akan segera kembali!" teriak Kaisar Han meminta para panatua Keluarga Besar dan sekte menahan serangan pasukan Ras Iblis untuk sementara waktu.


Dengan enggan mereka menerimanya, namun karena itu perintah dari Kaisar, mereka harus menerimanya.


"Kau sangat lama Saudara Yu." Setelah Kaisar Han sampai di tempatnya, ia sedikit menyapanya.


"Aku harus mengumpulkan mereka semua, itu membutuhkan waktu yang cukup lama." Zhang Yu membalas dengan senyuman tipis.


"Tapi, mengapa pasukan bantuan yang dibawa olehmu membawa kuda? Kuda itu tidak berguna untuk peperangan ini." Kaisar Han terheran-heran.


"Kau tidak bilang kalau mereka bisa terbang seperti itu. Aku mengira mereka berperang di daratan." Zhang Yu sama sekali tidak tahu kalau Pasukan Ras Iblis memiliki sayap untuk terbang. Kaisar Han juga tidak mengatakan hal itu padanya.


"Sepertinya aku lupa mengatakan informasi itu padamu, saudara Yu." Kaisar Han sedikit mengingat-ngingat. Setelah berhasil mengingatnya, ia sekarang tahu kalau dirinya benar-benar tidak pernah mengatakan informasi itu.


Sekilas, Zhang Yu mendengakkan kepalanya ke atas untuk mengamati Pasukan Ras Iblis. Ia benar-benar terkejut setelah melihatnya secara langsung karena jumlah mereka, begitu juga dengan pasukan bantuan yang ia bawa.


"Aku juga tidak tahu. Kita hanya bisa mencobanya. Menang ataupun kalah, itu urusan belakangan."


"Setidaknya kita telah mencoba melawan mereka dengan sungguh-sungguh. Kalaupun kita kalah, kita hanya bisa memberikan masalah ini pada wilayah lain agar mereka menyelesaikannya," lanjut Kaisar Han.


"Baiklah, kita harus segera bergegas. Orang yang sedang menahan mereka sepertinya sudah melewati batas." Zhang Yu bersiap menuju pertarungan. Ia mengajak Kaisar Han pergi bersama.


"Sudah lama kita tidak bertarung bersama. Jangan cepat mati, Saudara Yu." Kaisar Han tertawa kecil.


"Kau juga jangan mati dengan mudah." Zhang Yu membalasnya dengan tertawa juga.


Kaisar Han dan Zhang Yu melesat bersama menuju Pasukan Ras Iblis.


"Kalian semua tinggalkan kuda kalian dan bertarunglah!" Sebelum melesat, Zhang Yu terlebih dahulu memberikan perintah pada pasukan yang ia bawa.


"Ya!" Semuanya menjawab serentak dengan teriakan.

__ADS_1


Mereka turun dari kuda yang mereka tunggangi dan mulai menyusul Zhang Yu yang sudah mulai bertarung.


Dengan semangat yang menggebu-gebu, mereka menerjang banyaknya pasukan Ras Iblis di depan mereka. Mereka begitu bersenang-senang ketika membunuh banyak dari mereka.


Ya, para penjahat menyukai saat-saat membunuh banyak pasukan Ras Iblis. Pasukan manusia yang semula kelelahan, menjadi lebih bertenaga setelah melihat pasukan bantuan mulai menyerang.


"Kita juga harus bertarung dengan mereka."


"Ya, ayo kita tunjukkan kekuatan kita pada mereka!"


Mereka begitu percaya dirinya mulai bertarung kembali. Selain karena pasukan bantuan yang cukup kuat, semangat mereka juga tercipta karena melihat pertarungan Zhang Yu dan Kaisar Han yang begitu mengagumkan.


"Kita tidak boleh kalah!" Semangat pasukan manusia semakin membara.


Sementara itu, Raja Iblis masih mengamati pertarungan pasukannya dengan pasukan manusia dari jarak yang cukup jauh.


Walaupun banyak dari pasukannya yang telah tumbang, ia tetap diam dan membiarkan mereka begitu saja. Karena, baginya jumlah pasukannya masih terlalu banyak untuk dikalahkan.


"Sampai kapan semangat mereka akan membara seperti itu? Aku sangat bosan menunggu keputusasaan mereka." Raja Iblis tertawa senang membayanhkannya. Namun, saat ini ia merasa bosan.


Tiba-tiba, 10 Jenderal Iblis yang belum diberi perintah untuk menyerang pasukan manusia mendatangi Raja Iblis.


Mereka langsung meminta agar Raja Iblis memberikan perintah pada mereka.


"Rajaku, pasukan Ras kita sudah banyak yang gugur oleh manusia-manusia itu. Biarkan kami turun tangan untuk menghabisi manusia-manusia itu, Rajaku. Tolong segera beri perintah pada kami." Mereka semua menunduk menghormati Raja Iblis.


"Tidak, ini belum waktunya kalian turun tangan. Biarkan mereka bertarung hingga rasa putus asa menyelimuti wajah mereka." Sayangnya Raja Iblis menolak permintaan mereka.


"Tapi Rajaku, jika pasukan kita semakin berkurang lebih dari ini, penaklukan dunia akan terganggu karena pasukan kita yang semakin berkurang." Mereka tetap bersikeras mendesak Raja Iblis.


"Baiklah, aku akan membiarkan salah satu dari kalian bertarung. Siapa diantara kalian hang ingin pergi?" Raja Iblis akhirnya menerimanya.


"Biarkan aku saja yang bertarung, Rajaku." Salah satu Jenderal Iblis langsung menawarkan diri. Sedangkan yang lainnya merasa iri karena mereka terlambat mengajukan diri.


"Lakukanlah! Bawa kemenangan untuk pasukan kita!!"

__ADS_1


"Baik, Rajaku." Jenderal Iblis akhirnya pergi.


__ADS_2