
Han Shu kemudian mengeluarkan semua Batu Spiritual dari cincin penyimpanannya untuk memperkuat dirinya.
Tumpukan Batu Spiritual mulai menggunung bahkan sampai memenuhi ruangan. Han Shu duduk bersila dan mulai memejamkan matanya untuk menyerap Energi Spiritual dari batu itu.
"Aku harap tiga hari cukup untuk menyerapnya."
.........
Di Pasar Gelap, Yueyin dan kelompoknya telah mempersiapkan diri mereka dengan senjata yang diambilnya dari Pasar Gelap.
Namun, masalah lain datang...
"Apa di gudang ini ada makanan?" tanya Yueyin.
"Aku telah mengeceknya, tapi tidak ada satupun makanan di sana. Sepertinya mereka telah mengambil semuanya sebelum pergi."
"Kalau begitu, kita terpaksa untuk mencarinya di luar. Tapi, apakah masih ada?" Yueyin sedikit tidak senang dengan keputusannya saat ini.
Jika ia membentuk kelompok untuk mencari makanan, mereka bisa saja bertemu dengan kelompok pembunuh sebelumnya.
Sebelumnya mereka mengatakan akan membawa banyak pembunuh dalam kelompok mereka untuk melawan kelompok Yueyin. Yueyin menjadi waspada terhadap mereka.
Namun, jika memaksa anggota kelompoknya bertahan hidup tanpa makanan dan juga air, akan berakibat buruk bagi mereka juga.
"Sebisa mungkin kita harus bertahan lebih lama. Aku sendiri yang akan mencari makanan untuk kalian," kata Yueyin.
Yueyin memutuskan dirinya sendiri yang akan mencari makanan untuk kebutuhan selama tiga hari. Jika ia sendiri yang bergerak, akan lebih menghemat tenaga.
"Tunggu, apa kau yakin tidak apa-apa? Aku akan ikut bersamamu!" Pria yang sebelumnya berduel dengan Yueyin kini bersikap baik pada orang lain. Ia sudah dianggap seperti wakil pemimpin kelompoknya.
"Aku sudah memutuskannya, ini lebih baik dari sepersekian cara yang kupikirkan."
"Menurutku... inilah yang terbaik," batin Yueyin. Ia menyiapkan diri untuk pergi.
"Sejujurnya, apa kau bisa menghentikan kekacauan yang akan terjadi? Maksudku orang yang kau maksud sebelumnya," tanya pria itu.
"Entahlah, dia tidak pernah mengatakan bisa padaku. Bisa saja ia hanya berpura-pura, dan bisa saja ia mengatakan yang sebenarnya."
Yueyin pergi setelah menjawabnya. Ia masuk ke setiap bangunan yang ia jumpai untuk mencari makanan.
Namun, setelah dua jam mencarinya ke segala bangunan, perumahan, ataupun tempat lainnya, Yueyin masih belum menemukan apapun. Semua makanan dan air menghilang.
"Mengapa aku tidak menemukannya? Aku harus mencarinya kemana lagi?" Yueyin kebingungan, entah kemana lagi ia harus mencarinya.
Tiba-tiba ia teringat kepada Han Shu yang memberikan makanannpadanya sebelumnya. Ia mengira Han Shu telah menyiapkan banyak perbekalan sebelumnya.
"Apa dia memiliki banyak makanan?"
__ADS_1
Yueyin akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat Han Shu berada. Ia berharap kalau tebakannya benar.
Sesampainya di tempat Han Shu, Yueyin melihat banyak tumpukan Batu Spiritual dan Han Shu sedang duduk di suatu tempat.
"Sepertinya dia sedang berkultivasi... Apa aku boleh membangunkannya?" Yueyin agak ragu.
"Ada apa kau datang kemari?" Han Shu yang masih menutup matanya tiba-tiba bertanya.
"Aku datang kemari karena ingin meminta tolong padamu, tuan."
"Apa yang kau butuhkan?"
"Makanan dan juga air," jawab Yueyin berharap Han Shu mau memberikannya.
Han Shu membuka matanya, kemudian ia mengeluarkan semua makanan yang ada pada cincin penyimpanannya.
Berbagai makanan keluar, itu cukup untuk tiga hari jika yang memakannya hanya 20 orang. Tetapi, jumlah yang ada di kelompok Yueyin 4 kali lebih banyak dari itu. Maka dari itu, mereka harus berbagi agar makanannya cukup.
"Kau bisa mengambilnya." Han Shu kembali melanjutkan menyerap Energi Spiritualnpada Batu Spiritual.
"Terima kasih, tuan." Yueyin terlihat begitu senang.
Ia kemudian memasukkan makanan itu ke dalam cincin penyimpanannya dan kembali ke Pasar Gelap.
"Maaf Yueyin, kau akan menyaksikan hal yang mengerikan ketika kau kembali. Tapi aku tidak bisa mengatakannya," batin Han Shu.
.........
"Mengapa aku tidak mendengar suara orang-orang?"
Yueyin masuk ke dalam untuk memeriksanya. Baru beberapa langkah ia masuk ke dalam, ia melihat mayat manusia dengan bersimbah darah. Kepalanya terpisah dari tubuhnya.
Yueyin sangat terkejut dan langsung bergegqs mengecek lebih dalam untuk mengetahui keadaan orang-orang.
Pemandangan yang mengerikan dilihat olehnya. Seluruh ruangan penuh dengan mayat manusia. Darah-darah mereka memenuhi lantai hingga mengecat dinding-dinding. Semua mayat manusia dalam keadaan yang mengenaskan.
Yueyin terjatuh karena merasa syok dengan pemandangan yang ia lihat. Ia tidak ingin percaya tapi, ia harus mempercayainya. Semua anggota kelompoknya telah mati. Semuanya dibunuh dengan sadis.
"Kukira... Aku bisa melindungi mereka dan menghentikan kekacauan yang akan terjadi. Tapi... Aku terlalu bodoh, hanya beberapa jam aku tinggalkan, mereka telah tiada."
Yueyin sadar kalau dirinya dalah orang yang tidak berguna. Ia terlalu percaya diri untuk melindungi mereka. Ia sudah putus apa sendirian di tempat itu.
"Tolong biarkan aku mendapat ketenangan sebentar saja." Yueyin berbaring di lantai yang penuh darah sembari menatap langit-langit Pasar Gelap. Entah kenapa air matanya membendung dan akhirnya keluar.
Setelah ketenangan yang ia harapkan tidak kunjung datang, Yueyin mengambil belati dan bersiap untuk menusuk lehernya sendiri.
Yueyin kembali ke dalam titik rendah dalam hidupnya. Ia teringat kembali kenangan keputusasaan dirinya melihat keluarga dan seluruh warga desanya terbunuh setelah ia meninggalkan mereka.
__ADS_1
Dan sekarang, hal yang sama terulang kembali. Ia tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikannya.
Yueyin memejamkan matanya dan belati yang ia siapkan hampir menyentuh lehernya.
"Sepertinya agak berlebihan untukku langsung merasakan kematian. Aku harus merasakan penderitaan seperti orang-orang itu."
Yueyin menusuk perut dirinya dengan belati. Seketika, darah berceceran keluar. Namun, ia tidak mencabut kembali belati itu. Ia membiarkan dirinya tetap seperti itu.
Yueyin ingin merasakan penderitaan sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Namun, rasa sakit tidak mendapati dirinya.
Semakin lama, nafasnya semakin sesak. Wajahnya semakin pucat karena kehabisan banyak darah. Perlahan kesadarannya mulai memudar. Penglihatannya menjadi gelap dan semakin gelap.
.........
Dua jam yang lalu, setelah Yueyin pergi untuk mencari perbekalan, kelompok Yueyin hanya bersantai-santai menikmati waktunya di sana.
Penjagaan di pintu masuk Pasar Gelap hanya dijaga oleh beberapa orang saja. Beberapa menit kemudian, sekelompok orang dengan jumlah sekitar 20 orang menyergap Pasar Gelap secara diam-diam.
Mereka melumpuhkan para penjaga tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Setelah itu mereka menyelinap ke dalam dan mulai membunuh orang yang mereka temui.
"Penyusup!"
Teriakan orang langsung membuat mereka bersiaga. Mereka yang sedang bersantai langsung tersadar dan mulai mempersiapkan senjata mereka untuk bertarung.
Namun, walaupun senjata mereka terlihat lebih lengkap, mental mereka belum siap untuk menghadapi penyergapan.
Mereka tidak memberikan perlawanan yang signifikan. Mereka semua terbunuh dengan begitu mudahnya.
Ketika tersisa beberapa orang saja, mereka tidak langsung membunuhnya. Mereka terlebih dahulu menyiksa mereka untuk bersenang-senang.
"Hahaha, sudah kukatakan aku akan membunuh kalian semua. Kemana wanita itu pergi? Mengapa aku tidak melihatnya bersama kalian?" Ia adalah pemimpin kelompok penyergapan yang sebelumnya bertarung dengan Yueyin.
"Kau sangat kejam!"
"Kejam?" Ia menusuk paha pria itu dengan pisau.
"Aarrgghh!!!"
"Cepat, katakan dimana wanita itu?" Ia menekan pisau itu lebih keras lagi.
"Dia..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya, ia terlebih dahulu dibunuh olehnya.
"Hahaha, aku tidak perlu jawaban kalian. Bunuh mereka semua! Kita akan pergi dari sini."
Semua anggota kelompoknya membunuh orang-orang yang tersisa kemudian ia pergi meninggalkan Pasar Gelap.
__ADS_1
"Apa kita akan mencari wanita itu?"
"Hmmm... kurasa tidak perlu."